Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Hidup lagi


__ADS_3

Di dalam ruangan yang penuh dengan rak-rak buku, Pria itu melihat salah satu rak bukunya bergoyang, seperti ada sesuatu di belakang rak yang menggerakkannya.


Fumiko semakin takut, wajah nya pucat bercucuran keringat dari kening nya. Seperti nya Fumiko lebih baik menyerah pasrah dan menampakkan diri saja, fikirnya.


Ketika Fumiko baru mau berdiri, tiba-tiba ponsel pria itu berdering. Fumiko lalu kembali bersembunyi.


Fumiko sempat mendengar suara dering ponsel pria itu. Dering handphone nya adalah lagu My first love, "Nada deringnya, itukan lagu kesukaan Hiroyuki !" Ucap Fumiko yang kaget ketika mengetahui dering hp pria itu sama dengan dering hp suaminya yang sudah tiada.


Kenzi yang masih bersembunyi di lemari juga mendengar nada dering ponsel pria itu, dia pun berfikiran sama dengan Fumiko.


"itukan nada dering hp Ayah, kenapa bisa sama ya?"


Pria itu menerima telp sambil berjalan keluar ruangan. Fumiko yang penasaran mulai keluar dari tempat persembunyiannya.


pria itu melangkah keluar sambil berbicara di telp, Fumiko perlahan mengikutinya dari belakang. Fumiko sangat penasaran dengan pria itu.


Kenzi yang melihat mamanya yang begitu berani dan nekad mengikuti pria itu dari belakang, merasa khawatir.


" Mama...mama...!" panggil Kenzi pelan , berusaha menyadarkan mamanya untuk tidak mengikuti pria itu.


"Ssstt.. jangan berisik nanti orang itu dengar!" Bisik Sakura memperingati Kenzi.


" Tapi Mama, kenapa malah mengikuti orang itu!" Ucap Kenzi cemas melihat mamanya.


Fumiko lalu berhenti dan segera bersembunyi di balik pintu besar. Pria itu sudah selesai menelpon, dia berdiri di luar rumah sambil mematikan ponselnya. Kemudian dia teringat tentang rak buku yang mencurigakan itu.


Pria itu akhirnya masuk kembali, berjalan menuju ruang buku, dia melewati pintu besar tanpa menyadari kalau di baliknya ada Fumiko yang sedang bersembunyi.


Kenzi dan Sakura yang sudah terlanjur keluar dari lemari, segera bersembunyi lagi di belakang sofa karena melihat pria itu datang lagi.


Hampir saja, Kenzi dan Sakura menghela nafas panjang, merasa lega karena berhasil sembunyi sebelum terlihat oleh pria itu.


Kenzi kembali mengintip dari balik Sofa, dia penasaran ingin melihat wajah pria misterius itu.


" Ssstt.. jangan Kenzi, nanti ketawan!" Bisik Sakura mencegah Kenzi yang ingin mengintip.


" Tidak, kamu tenang aja, aku cuma mau lihat sebentar!" Jawab Kenzi yang bersikeras ingin melihat wajah pria itu.


Fumiko lalu keluar dari balik pintu, dan berjalan perlahan memasuki ruang buku diam-diam.


Kenzi mulai memfokuskan pandangannya ke wajah pria itu. Pas kebetulan pria itu berbalik badan ingin duduk dan menyalakan lampu meja, mulai nampaklah wajah pria itu.


Fumiko yang masuk ruangan, juga melihat jelas wajah pria itu. Begitu pula Kenzi, dia juga melihat wajah pria itu dengan. jelas.


Kenzi dan Fumiko sama-sama terkejut dan menyebut pria itu bersamaan.


"Hiroyuki...!" Ucap Fumiko


"Ayah...!" Ucap Kenzi


Sakura pun ikut terkejut mendengar Kenzi menyebut 'Ayah' , ketika melihat pria itu.

__ADS_1


" Ayah?" Ucap Sakura keheranan.


Kenzi lalu berdiri, begitu pula Sakura ikut berdiri. Fumiko pun menatap langsung ke arah pria itu yang ternyata Hiroyuki.


Hiroyuki yang sedang duduk langsung menoleh mendengar namanya di sebut.


Hiroyuki terkejut melihat Fumiko dan Kenzi ada di sini. "Bagaimana mereka tahu tempat ini!", bisik hati Hiroyuki.


" Miko....Kenzi ...dan kamu Sakura". "Sedang apa kalian di sini?" Tanya Hiroyuki dengan perasaan serba salah juga canggung.


Bagaimana mungkin orang yang mati hidup kembali, "apakah betul dia Hiroyuki yang aku kenal?" itulah yang ada di pikiran Fumiko.


Tapi tidak menurut Kenzi. Kenzi yang tersenyum bahagia melihat Ayah nya masih hidup, langsung berlari dan memeluk Hiroyuki tanpa ragu.


" Ayah....!" Ucap Kenzi sembari memeluk erat Hiroyuki.


Sakura tak percaya dengan apa yang dia lihat, Ayahnya Kenzi ternyata masih hidup.


Hiroyuki menyambut pelukan anaknya dengan memeluk erat dan tersenyum.


"hey...jagoan Ayah, apakabar nak!" Ucap Hiroyuki.


Lalu Kenzi melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Hiroyuki sambil menetes kan air mata bahagia.


" Aku seperti mimpi, ayah ...ayahku masih hidup, hehehe!" Ucap Kenzi sambil mengusap air matanya.


Fumiko terdiam tak bergerak, dia masih belum percaya dengan pria yang terlihat persis dengan suaminya itu.


" mana mungkin dia Hiroyuki!" Bisik hati Fumiko.


Kenzi lalu menatap wajah ayahnya.


" Ayah... kalau memang ayah masih hidup, kenapa ayah tidak segera kembali, kenapa ayah tidak menemui kami?" Tanya Kenzi bingung dengan semua yang terjadi selama delapan bulan ini.


Fumiko dengan tatapan matanya marah, langsung menarik tangan Kenzi dan berkata.


" Sebab dia bukan Ayah mu, ayo kita pergi dari sini !" ajak Fumiko sambil menggandeng tangan Kenzi membawanya menjauh dari Hiroyuki.


" ini aku miko..aku Hiroyuki suamimu!" Ucap Hiroyuki berusaha meyakinkan Fumiko.


Fumiko meneteskan airmata lalu berbalik, melangkah mendekati Hiroyuki dan ..."plak...!"


Fumiko menampar pipi Hiroyuki dengan keras.


Kenzi dan Sakura kaget melihat itu. Hiroyuki terdiam tak bersuara,dia hanya menatap mata istrinya yang berlinang airmata.


Suasana menjadi hening, hanya ada suara tangis Fumiko.


Kenzi yang melihat itu ikut menangis.


" Mama...". Ucap Kenzi sambil menyentuh bahu Fumiko.

__ADS_1


Hiroyuki lalu mengambil tangan Fumiko, dan mencium tangan nya dan melekatkan nya pada pipinya, lalu berkata :


" Maafkan aku miko, maafkan!" Ucap Hiroyuki yang dengan lembut mengusap tangan Fumiko.


Fumiko tertegun dengan sikap Hiroyuki. Fumiko teringat, ya..begitulah cara Hiroyuki, cara suaminya dulu bila ingin menenangkan dirinya yang sedang marah.


Fumiko baru sadar dan yakin bahwa dia benar-benar Hiroyuki suaminya.


Fumiko berdiri lemas tak berdaya, Hiroyuki segera memeluknya dan membelai lembut punggung Fumiko yang mulai menerima Hiroyuki.


Kenzi pun ikut memeluk mereka berdua.


Sakura ikut bahagia melihat keluarga Kenzi yang utuh kembali.


Malam itu terlihat menjadi malam yang sempurna bagi Kenzi. Setelah delapan bulan kehilangan sosok Ayah yang ia sayangi, kini bisa berkumpul lagi, rasanya seperti mimpi.


Kenzi berjalan keluar balkon, dia membiarkan mamanya dan Ayah nya berdua mengobrol di dalam.


Sakura lalu menyusul Kenzi. Meski tidak ada lampu di teras balkon, sinar rembulan cukup menerangi.


Bulan purnama sinarannya sangat lembut dan redup. Sakura jadi teringat malam dimana dia pernah merasa kangen banget sama Kenzi.


" Kenzi, aku mau tanya, boleh?" Sakura berbicara sambil menoleh ke arah Kenzi.


" Mau tanya apa?" Jawab Kenzi yang sedang menatap bulan.


" mmm...sebenarnya kenapa kamu tiba-tiba tidak sekolah lagi setelah kejadian itu?"


Kenzi mencoba memahami pertanyaan Sakura.


" Ooo..maksudmu kejadian aku kena pukul Rian ya?" Tanya Kenzi memastikan.


Sakura mengangguk kan kepalanya.


Kenzi tersenyum dan mulai bercerita.


"Saat itu kata Ayah, aku mengalami kejang bahkan sampai mata hijau ku mengeluarkan cahaya, akhirnya gosip di rumah sakit itu mulai tersebar".


Kenzi terdiam sejenak, lalu melanjutkan lagi ceritanya.


" Mama dan Ayah memutuskan untuk membawaku pulang, dan ketika malam, aku mendengar suara ribut-ribut, lalu besoknya ketika aku keluar dari kamar dan turun, rumahku sudah berantakan, semuanya rusak, seperti habis ada perkelahian di dalam rumah".


Sakura mendengar dengan seksama. "Lalu..?" Tanya Sakura ingin Kenzi segera kembali meneruskan ceritanya.


"lalu...aku di bawa ke jepang, sementara kami tinggal di rumah nenekku yang kosong". Jawab Kenzi.


Kenzi mulai teringat, ketika setelah beberapa hari bersekolah di tempat yang baru, beberapa kali dirinya merasa ada orang yang diam-diam mengikuti nya.


" Saat itulah aku di culik oleh para pemburu green eyes dan Ayahku berusaha menolongku, dan terjadilah kecelakan itu!" Ucap Kenzi.


Sakura berfikir kenapa Ayahnya Kenzi bisa selamat dari ledakan itu, dan mengapa dia ada dirumah besar ini. "Hmmm...ada yang mencurigakan dengan Ayahnya Kenzi!"

__ADS_1


__ADS_2