Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Pagi yang apes


__ADS_3

Setelah 15 menit menempuh perjalanan menggunakan sepeda motornya sampailah Kia di kos yang selama setahun belakangan ini di tempati oleh Kia, baru saja sampai Kia langsung merebahkan diri di kasur miliknya untuk menghilangkan rasa penat yang lelah seharian bekerja tanpa sadar Kia pun memejamkan mata hingga terlelap.


Di tempat lain tepat di cafe Dion, Andara yang lagi asyik menikmati kopi di kejutkan dengan pertanyaan oleh sahabatnya Dion.


"Bro Lo gak kepikiran cari pasangan?"


Andara menoleh kesamping hanya melihat sekilas wajah sahabatnya dan langsung menyesap kembali kopi yang ada di hadapannya, tanpa menjawab pertanyaan Dion sedikit pun.


Pertanyaan yang tak berfaedah menurut Andara itu tak begitu di tanggapi oleh sang empunya karna menurut Andara mempunyai kekasih hanya akan menghalanginya untuk beraktifitas apa lagi dia seorang CEO yang selalu padat dengan pekerjaan yang di otak dan pikirannya hanya kerja dan kerja.


Pernah terpikir oleh seorang Andara untuk mencari pasangan tapi ketika melihat tingkah sang adik yang seolah tidak mau terlepas dari Dion Andara mengurungkan niatnya itu.


Bagi Andara wanita hanya menyusahkan saja selalu menuntut lebih dan hanya membuat pekerjaan terganggu.


Ya Andara yang memang hanya dekat dengan Dion dan juga Reno sang asisten sekaligus sahabatnya itu tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun, ketika bertemu dengan klien wanita Andara slalu menjaga jarak atau melimpahkan semua kepada sang sahabat untuk menghandle pertemuan tersebut, dan asisten sekaligus sahabatnya itu hanya bisa pasrah ketika sang bos memberikan pekerjaan yang menurutnya itu sang bos lah yang harus melakukannya sendiri, tapi apa boleh buat di sini Reno hanya asisten dan Andara lah bosnya.


Andara yang ingin menghindari pertanyaan tersebut memilih bangkit dan meninggalkan cafe sahabatnya karna baginya meladeni omongan Dion hanya akan membuang waktunya saja.


Di kamar Kia yang sedari tadi tertidur pulas kini perlahan membuka mata dan melirik jam tangan yang masih melingkar indah di pergelangan tangannya, dan kini mata Kia membulat saat melihat jam sudah menunjukan pukul 9:25 Kia pun tersadar klau ia belum mencuci baju kekasih bosnya tesebut,


"Astaga aku lupa klau harus nyuci baju mbak Andin" sambil menepuk jidat


Kia bergegas bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk mencuci baju.


Selesai mencuci baju Andin Kia langsung membersikan kamar kosnya yang terlihat sedikit berantakan dan memesan makanan di Aplikasi online, sambil menunggu makanan pesanannya sampai Kia kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama kini Kia selesai dengan aktifitasnya, selesai memakai baju dan mengeringkan rambutnya, kia kembali mengecek hp untuk memastikan pesanannya sudah sampai di mana.


tok tok


terdengar suara pintu di ketok Kia bergegas bangkit dan membuka pintu, teryata pesanannya sudah sampai.


"Berapa semuanya pak" menyambut makanan yang di berikan oleh bapak tersebut.


"150k mbak udah sama ongkirnya" kata si Bapak tersebut


Kia memberikan uang dua lembar berwarna merah


bapak ojol tersebut ingin mengambil uang kembalian dari dompetnya tentu itu tak luput dari pandangan kia karna ia melihat bapak itu sedang mencari sesuatu dan Kia menyadari apa yang di cari bapak itu


Sambil tersenyum Kia memberikan uang yang sedari tadi masih di tangan Kia "Kembaliannya untuk bapak saja"

__ADS_1


"terimakasih banyak neng" kata si Bapak dan berlalu pergi


Di sambut dengan senyuman oleh Kia.


Kia pun masuk dan menutup kembali pintunya, buru-buru Kia membuka pesanannya itu karna Kia sudah sangat lapar dan ingin segera memakan makanannya, selesai makan Kia membereskan bekas makannya tadi dan ingin segera tidur karena besok masuk kerja pagi.


Di kediaman Pramana yang sangat megah itu Andara yang baru saja sampai di halaman rumah dan memarkirkan mobilnya di garasi dan bergegas masuk kedalam rumah menuju ke kamarnya untuk membersikan diri karena sudah merasa gerah tapi langkahnya harus terhenti dengan panggilan sang ayah yang berada di ruang keluarga.


"An ayah mau bicara sama kamu" hanya melirik sekilas


Andara pun menghampiri sang ayah dan ikut duduk di sofa single yang berada tak jauh dari ayahnya


"Ayah mau ngomong apa Andara mau mandi yah gerah banget nih"


ayah Andara menengok sekilas dan langsung mematikan siaran tv.


"Ayah ingin kamu segera menikah sebab adik kamu akan ayah nikahkan dengan dion tetapi tidak baik klau mendahului kamu yang sebagai abangnya"


"Iya an ibu setuju banget dengan pendapat ayahmu klau kamu belum mempunyai kekasih biar kami yang akan mencari calon istrimu" kata sang ibu menimpali perkataan ayah Andara dari arah tangga menuju ruang keluarga.


Andara diam saja karena merasa ayahnya masih ingin melanjutkan pembicaraan yang sempat terpotong oleh ibu Andara itu


"Yah Andara belum kepikiran untuk menikah klau Andin mau segera menikah ya nikahkan saja Andin gak perlu harus Andara yang duluan menikah yah Andara masih fokus dengan kerjaan" Andara menyampaikan ucapannya dengan sangat hati-hati agar tak membuat sang ayah merasa tersinggung dengan ucapannya.


"An ayah mengerti dengan keputusan kamu tapi dengan umur kamu sudah sepantasnya menikah" tak mau menyerah


"Kasih Andara waktu untuk berfikir" Andara yang tidak ingin berdebat dengan kedua orang tuanya tersebut bangkit dan bergegas meninggalkan kedua orang tuanya yang hanya menatap kepergian Andara.


"Yah apa kita sudah menyinggung perasaan Andara ?"


"Entahlah Bu, tapi kita harus melakukan itu demi kebaikan Andara kelak"


"Terserah apa kata Ayah intinya jangan buat anak kita merasa tertekan dengan permintaan kita barusan" ibu Andara pun pergi dari hadapan suaminya dan menuju kamar mereka untuk segera beristirahat.


Di dalam kamar Andara yang telah selesai mandi dan hanya menggunakan handuk itu berdiri di balkon kamarnya yang berada di lantai 2 tersebut sambil memikirkan kata demi kata dari ayahnya barusan.


"Apa aku harus menerima tawaran ayah tapi klau aku menikah bukannya akan membuat pekerjaan semakin menumpuk dan wanita akan selalu menuntut hal-hal yang gak penting dan akan ada anak-anak berkeliaran menghamburkan mainan membuat rumah atau kamar ini jadi berantakan." Andara bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi klau dia menikah nanti.


Hampir sejam Andara berada di luar kamar sampai tak sadar ia belum mengunakan pakaian dan kini Andara merasa kedinginan, Andara bergegas masuk ke kamar dan mengambil baju juga celana untuk di kenakan nya dan ingin segera membaringkan tubuhnya yang menurutnya sangat lelah, padahal seharian ia hanya santai dan memberikan semua pekerjaannya kepada Reno untuk di selesaikan. Nasib sang asisten


Tepat jam 5:00 alarm yang biasa membangunkan Kia kini berbunyi nyaring yang membuat sang empunya bangun langsung mematikan alarm tersebut dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri untuk melaksanakan sholat subuh.

__ADS_1


setelah selesai melaksanakan sholat Kia melirik jam sekilas dan lanjut merapikan kamarnya agar sepulang kerja nanti ia tidak kerepotan lagi untuk sekedar beres-beres kamar maklum kerja di cafe yang sangat padat pengunjung membuat Kia dan teman-temannya tidak memiliki banyak waktu istirahat.


saat ini Kia sudah siap untuk berangkat kerja tak lupa sebelum berganti pakaian tadi Kia menyempatkan diri untuk merapikan baju Andin agar tidak mendapat amukan dari sang pemilik baju tersebut dan memasukannya kedalam tas agar tidak terkena debu yang akan membuat baju itu kotor kembali.


Di perjalanan menuju cafe tempat ia bekerja saat ingin berbelok motor miliknya tanpa sengaja Kia menabrak mobil yang ada di hadapannya, Kia yang merasa ada hawa amarah itu langsung memarkirkan motornya berniat ingin meminta maaf.


"Semoga saja yang punya mobil tidak meminta untuk ganti rugi bisa habis tabungan aku setahun, masih pagi udah kena apes."


Seseorang terlihat keluar dari mobil mewah yang di tabrak Kia barusan dan menghampiri Kia, penampilannya membuat terpana siapa saja yang melihatnya, tak terkecuali Kia kini dia sangat takut klau nanti pria tersebut memintanya untuk ganti rugi.


"Hei kamu udah buat mobil kesayangan saya lecet, kamu harus ganti rugi ."


apa yang di pikirkan Kia sedari tadi itu pun terjadi dan kini ia tidak tau harus berbuat apa.


"Tapi pak sa-saya gak punya uang sebanyak itu buat ganti kerusakan mobil bapak" sambil memelas


Kia tau harga mobil milik pria itu sangat mahal entah harus berapa duit untuk mengganti rugi kerusakan mobil tersebut.


"Pak Bapak? emang aku setua itu sampai dia memanggil aku dengan sebutan bapak sambil menatap wajah di kaca mobil miliknya" bertanya dalam hati


"Saya tidak mau tau kamu telah membuat mobil saya lecet" berkata dengan dingin


"Tapi pak saya tidak punya banyak uang"


"Stop memanggil saya dengan sebutan bapak saya belum menikah klau kamu tidak punya uang kamu bisa membayar dengan tenaga kamu bekerja di rumah pribadi saya sebagai tukang bersih-bersih selama setahun" berkata sambil menatap datar Kia


"Tapi om Kia baru bisa kerja di rumah om setelah pulang kerja karena Kia pagi sampai sore harus kerja dulu di cafe" Kia yang mendengar merasa senang tidak apa lah ia bekerja di rumah pria tersebut tanpa di gaji yang penting bisa mengganti kerugian mobil yang sudah di buatnya lecet itu


"Apa-apaan ini aku di panggil om" hanya bisa berkata dalam hati sambil meraba wajah yang di pikirannya masih sangat tampan walau sedikit dewasa ingat dewasa bukan tua ya


Kia yang sedari tadi memperhatikan pria tersebut merasa heran dengan sikap Andara.


dia Andara Pramana yang pernah di tabrak Kia sewaktu keluar dari cafe tempat ia bekerja hanya saja Kia dan andara tidak mengingat hal tersebut.


"Tidak masalah yang penting kamu harus membersikan rumah saya sampai satu debu pun tak terlihat"masih tetap dingin


"Ok om saya kerja mulai kapa om" Andin bertanya sambil melirik jam yang iya kenalan


mulai hari ini kamu kerja di rumah saya dan ini kartu nama saya, ingat jangan coba-coba untuk kabur karena saya sudah ambil barang bukti dan plat motor kamu jadi mau lari kemana pun saya dengan mudah bisa menemukan kamu" mencoba menakuti Kia


Andara pun masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke kantor miliknya begitu pula dengan Kia bergegas melanjutkan perjalanan menuju cafe tempat ia bekerja.

__ADS_1


__ADS_2