Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
EPISODE TERAKHIR


__ADS_3

Kedatangan Kenzi di sekolah Sakura, menambah ramai suasana kelas.


Rupanya ketampanan wajah Kenzi dan keindahan matanya membuat semua siswi di sekolah ini, berebut ingin mendekati dan akrab dengan Kenzi.


“Kenzi kamu bisa tolongin aku ambilkan ini?” Salah satu siswi di kelas Kenzi meminta bantuan mengambilkan penghapus di atas lemari buku.


“Oh..iya, akan aku ambilkan!” Jawab Kenzi tersenyum ramah.


Sakura memperhatikan, teman-teman perempuan di kelasnya semakin hari semakin genit saja, selalu mencari-cari perhatian Kenzi.


Setelah membantu temannya, Kenzi kembali duduk di tempatnya. “Nggak usah kamu terlalu memanjakan mereka, Kenzi!” Bisik Sakura pada Kenzi.


“Kamu cemburu yaaa!” Balas Kenzi sembari berbisik ke Sakura.


“Iiiihh..bukan begitu!” Ucap Sakura sambil menepuk pundak Kenzi.


Kenzi tersenyum dan berkata, “Seharusnya kamu senang dong, pacarmu tenar sekarang!” Jawab Kenzi bangga. Sakura geleng-geleng kepala.


Bell kelas berbunyi, tanda jam sekolah sudah selesai.


Tiga orang siswi cantik mendekati meja Kenzi, “Hai Kenzi, hari ini kamu ada acara nggak, mau nggak main sama kita? Mmm Sakura kamu mau ikut juga nggak?” Tanya Dewi.


Sakura tersenyum menggelengkan kepalanya, “Aku ada jadwal latihan hari ini!” Jawab Sakura.


“Eh kalau Kenzi, hari ini nggak ada acarakan? Bagaimana kalau kita karoukean, yuuk!” Ajak Dewi, Neni dan Bianca.


“Mmmm...gimana ya!” Kenzi ragu untuk menjawab.


“Ayolaaaaah...!” Dewi membujuk Kenzi dengan suara manja. Bianca merangkul Kenzi, dan Neni menatap Kenzi memelas.


Sakura nampak kesal melihat tingkah tiga wanita di depannya itu.


Dengan wajah cemberut, Sakura berdiri dan segera pergi meningglkan Kenzi.


Kenzi melihat ke arah Sakura, namun Bianca menyentuh wajah Kenzi dan mengarahkan wajah Kenzi ke arahnya, “Ikut yaaa, sekali ini aja!” Ucap Bianca sambil tersenyum manis.


Kenzi akhirnya luluh dengan bujuk rayu mereka bertiga. “Oke...kita pergi karoukean!” Jawab Kenzi.


Hari demi hari, Kenzi semakin akrab dengan gadis-gadis di sekolah, dan jarang sekali bicara berdua dengan Sakura.


Murid Laki-laki di sekolah mulai merasa tersaingi oleh Kenzi. Begitu pula Rivan yang sering memperhatikan Kenzi. “Katanya pacarnya Sakura, tapi semua cewek di sekolah diajak kencan, dasar cowok brengsek! Sok ganteng!” Ucap Rivan sambil memandangi Kenzi yang sedang asyik mengobrol dengan gadis-gadis di depan kelas.


Sakura merasa sikap Kenzi banyak sekali berubah, “Kenzi, bisa bicara sebentar!” Sakura menepuk pundak Kenzi dari belakang.


Namun Kenzi hanya menoleh sesaat, lalu kembali asyik mengobrol dengan para gadis di depan kelasnya.

__ADS_1


Sakura sekali lagi menepuk bahu Kenzi, “Aku mau bicara sebentar Kenzi!”


“Oh iya, sebentar ya say!” Jawab Kenzi tersenyum pada Sakura.


“Tunggu sebentar ya!” Ucap Kenzi pamit pada teman-teman perempuannya yang sejak tadi mengajaknya bicara.


“Iihh mau kemana sih, udah ngobrol sama kita-kita aja!” Jawab salah satu gadis cantik menggelayut di pundak Kenzi.


“Hehehe...sebentar aja, oke!” Ucap Kenzi.


Sakura semakin tak sabar menunggu Kenzi. “Bisa nggak sih kalian menyingkir sebentar dari Kenzi!” Ucap Sakura kesal gadis-gadis yang mengerubungi Kenzi.


“Eh emang kamu siapanya Kenzi!” Teriak Dewi yang ada di dekat Kenzi.


Kenzi menoleh, “Tenang..tenang ya, biar aku bicara sebentar dengan Sakura!” Kata Kenzi melerai.


Rivan memperhatikan dari kejauhan.


Kenzi lalu mengajak Sakura sedikit menjauh dari kerumunan, dan mulai berbisik-bisik, “Ada apa sih Sakura, aku kan lagi sibuk!” Ucap Kenzi.


“Hah...sibuk! Sibuk dengan cewek-cewek genit itu!” Jawab Sakura keras.


“Sssssttt...jangan keras-keras! Kamu kenapa sih, kamu cemburu yaa, hehehe!” Ucap Kenzi.


Kenzi nampak tersinggung dengan ucapan Sakura, “Maksud kamu apa! Kamu sudah tidak ada hasrat dengan ku? Kamu dah nggak cinta sama aku gitu?” Tanya Kenzi emosi.


“Coba kamu bercermin, apakah kamu Kenzi yang aku kenal dulu? Bukan! Kamu bukan Kenzi yang aku kenal! Kamu hanya laki-laki sombong, sok ganteng, haus akan ketenaran, Norak!” Jawab Sakura terpancing emosi nya.


“Kamu pikir, kamu cantik! Heh, aku bisa dapatin wanita yang lebih cantik dari mu Sakura! Karena aku memang tampan, aku punya kekuatan! Dan aku bisa melakukan apa saja!” Ucap Kenzi angkuh.


Mendengar ke angkuhan Kenzi, Sakura semakin membencinya, “Silahkan, kamu cari wanita lain yang bisa menggantikan aku, memang hanya aku wanita bodoh yang mau mengurus laki-laki cacat dan sombong seperti kamu!” Ucap Sakura terbawa emosi.


Kenzi terkejut mendengar kata-kata itu, dia tak percaya Sakura tega mengatakan kalau dirinya Cacat.


Mata Kenzi tiba-tiba menyala terang, tangan Kenzi meraih kedua bahu Sakura, dan mencengkramnya dengan kuat.


“Aawww...kamu mau apa Kenzi! Aduuuh...sakit, lepaskan aku Kenzi...! Lepaskan!” Teriak Sakura.


Semua mata tertuju pada Kenzi dan Sakura saat ini. Mereka melihat dahsyatnya kekuatan Kenzi.


Semua benda di sekitar lorong-lorong kelas, ikut terangkat sampai ke langit-langit sekolah.


Angin begitu kencang menerpa semua orang disana. “Semuanya berpegangan!” Teriak Rivan.


Sakura menjerit kesakitan, tubuhnya sampai ikut melayang, di angkat Kenzi.

__ADS_1


Kenzi belum juga sadar kalau kekuatannya sudah membuat orang yang dia sayangi tersakiti.


Rivan berusaha mendekat, dia ingin menyelamatkan Sakura.


Terlintas di depan wajahnya, melayang tongkat baseball.


Rivan segera mengambilnya dan mencoba melemparkan sekuat tenaga ke arah Kenzi.


“Bugg!” Kepala Kenzi terkena lemparan tongkat baseball.


Sakura akhirnya terlepas dari genggaman tangan Kenzi. “Aaakh..!” Sakura terjatuh ke bawah, tergeletak dilantai.


“Sakura..!” Rivan berlari menghampiri Sakura. “Kamu tidak apa-apa Sakura?” Tanya Rivan khawatir.


Kenzi melihat Rivan dan segera mencekik leher Rivan. “Beraninya kamu mendekati Sakura!” Ucap Kenzi masih dalam pengaruh kekuatan mata hijau.


Sakura merintih sembari berusaha bangkit. “Jangan Kenzi, jangan lakukan itu! Lepaskan dia Kenzi...Kenzi!” Sakura mencoba menyadarkan Kenzi.


Tiba-tiba muncul Rezukinawa dari lorong waktu. “Kenzi... Hentikan!” Ucap Rezukinawa segera menarik tangan Kenzi.


Tubuh Kenzi sampai terpental ke belakang.


Rivan duduk lemas bersandar di dinding nafas nya sampai tersengal-sengal, “Uhuk..uhuk..Huf..huf!”


Sakura mendekati Rivan, “Rivan, kamu baik-bisa saja?” Tanya Sakura cemas. 


Kenzi jatuh pingsan.


Sakura tak percaya bisa berjumpa lagi dengan Rezukinawa di sini, di sekolahnya.


"Rezuki...bagaimana kamu bisa datang tepat pada waktunya!" Ucap Sakura.


"Maaf..Maafkan! Justru aku datang terlambat, seharusnya hal ini tidak terjadi, kalau saja aku datang lebih awal!" Ungkap Rezukinawa.


Rezukinawa segera mengangkat tubuh Kenzi, "Sakura aku pamit, tolong sampaikan salam ku pada Mama dan Papa nya Kenzi, aku tak bisa berlama-lama di sini, aku harus segera membawa Kenzi!" Ucap Rezukinawa melangkah masuk ke lorong waktu.


"Tapi Rezuki...kapan Kenzi akan kembali?" Tanya Sakura.


Rezukinawa tersenyum, "Semua itu tergantung pada dirinya sendiri Sakura! Selamat tinggal Sakura!" Dalam hitungan detik, Rezukinawa dan Kenzi menghilang dari pandangan mata.


Sakura nampak syok, dia menunduk, terdiam berdiri menatap dinding. Rivan mendekat, "Sakura..!"


Sakura berbalik dan menangis di pelukan Rivan.


 

__ADS_1


__ADS_2