
Sakura bangkit dari tempat tidurnya dan menyerang Bel yang sedang menembakkan senjata pembeku ke arah Kenzi.
"Jangan....!" Sakura mendorong tubuh Bel sampai jatuh.
Kenzi akhirnya jatuh membatu, menjadi bongkahan Es. Sakura menjerit histeris. "TIDAAAKK!" teriak Sakura.
Sakura menangisi tubuh Kenzi yang berubah menjadi Es. "Apa yang kamu lakukan padanya?" Sakura berusaha memukul-mukul bongkahan Es itu.
Bel segera mengambil tali, lalu mengikat Sakura. "Ayo cepat sini!" Ucap Bel memaksa Sakura yang masih lemah, untuk duduk di kursi.
Bel mengikat tubuh Sakura di kursi. "Kamu diam saja, aku tidak akan membunuh pacar mu! Aku hanya ingin kan kekuatannya, itu saja!" Jelas Bel sambil menutup mulut Sakura dengan saputangan.
Kemudian Bel menggeret tubuh Kenzi sampai ke depan altar. Dengan berat, Bel mengangkat tubuh Kenzi naik ke atas meja Altar.
Bel seperti nya akan melakukan ritual pemindahan kekuatan mata hijau.
Sakura terus meronta-ronta, berusaha untuk membebaskan diri.
Bel mulai membaca mantra. Sambil gemetaran dia ucapkan mantra itu. Kenzi yang membeku lambat laun mulai mencair. Rupanya Kenzi mengaktifkan kekuatannya dari dalam.
Bel tak sadar kalau bongkahan Es mulai meleleh. Sambil komat-kamit baca mantra, Bel memejamkan mata berusaha fokus.
Kenzi mulai bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Kemudian, "Byarrrr!" Bongkahan Es hancur berkeping-keping. Kenzi terbebas dari pengaruh tembakan Es.
Mata merah Kenzi mulai menyerang Bel yang kala itu sudah memucat wajahnya karena takut.
"Ampun...ampun...!" Bel lari masuk mendekati Sakura. Kemudian Bel mengancam Kenzi menggunakan Sakura.
"Berhenti! atau pacar mu, aku gorok lehernya!" Ucap Bel gemetaran memegang pisau yang di tempelkan ke leher Sakura.
Kenzi tetap tidak bergeming, dia tak terpengaruh oleh ancaman Bel. Kenzi mematahkan tangan Bel dengan sekali tatap.
"Brakk!" tangan Bel patah. "Aaaaaaa!" jerit Bel kesakitan.
Sakura terkejut melihat tangan orang itu.
Kemudian ikatan mulut Sakura tiba-tiba saja terlepas sendiri. "Kenzi ...hentikan! sudah hentikan! jangan bunuh orang lagi, Kenzi!" teriak Sakura ingin Kenzi segera sadar.
Kenzi berusaha melawan dirinya.
__ADS_1
Dia sempat melepaskan ikatan tali dari tubuh Sakura. Bel berlarian ingin keluar tapi Kenzi terus menahannya.
Kenzi terkadang sadar, tak mampu mengontrol kekuatan mata merahnya.
Sakura lalu berteriak. "Kenzi sadarlah, buang kekuatan mu itu!" Ucap Sakura.
Kenzi teringat bahwa kekuatannya ini bisa hilang. Tanpa ragu lagi, dari pada Kenzi nanti menyelakai Sakura kekasih nya, akhirnya dia relakan semua kekuatannya.
Sinar yang sangat terang memancar keluar, dari setiap bagian tubuh Kenzi.
Sakura menyaksikan semakin lama, tubuh Kenzi cahayanya meredup, lalu Kenzi terkulai lemas.
Sakura menangis dan mendekat ke arah Kenzi. Di raihnya tangan Kenzi dan digenggam erat. "Kenzi..Kenziii?" Sakura berusaha membangunkan Kenzi yang terdiam tak bergerak.
Bel melihat itu, mengambil kesempatan ingin menembak dengan tembakan beku lagi, Namun dengan sigap, Sakura segera berbalik dan menendang tepat di perut Bel. "Aduuuh!" Bel mengerang kesakitan.
"Hyaaattt...!" Sakura menghantamkan lagi pukulan ke wajah Bel. "Ampun...ampun...biarkan Aku pergi!" teriak Bel membuat Sakura tak tega memukulinya lagi.
"Pergi sana! dan jangan kembali lagi!" teriak Sakura. Bel pergi, lari terbirit-birit.
Sakura kembali menghampiri Kenzi. Di bopongnya tubuh Kenzi lalu direbahkan di ranjang.
Rezukinawa tiba-tiba datang bersama yang lainnya.
"Kenzi..!" Ucap Fumiko yang mendekat dan menggenggam tangan anaknya.
"Apa yang terjadi Sakura, mengapa dia melemah dan sakit seperti ini ?"Tanya Fumiko.
"Aku juga tak mengerti, tadi dia sempat bertarung dan tak mampu mengontrol lagi kekuatan mata merahnya, lalu tiba-tiba saja dia jatuh duduk dan lemas tak berdaya, seperti ini!" Jelas Sakura.
Rezukinawa menghampiri Kenzi dan menyentuh kening Kenzi, lalu membuka mata Kenzi yang terpejam. Rezukinawa kaget, mata hijau Kenzi hilang.
"Kekuatannya sudah punah!" Ucap Rezukinawa. Semua orang diruangan itu serentak terkejut.
"Apa maksudmu Rez?" Tanya Hiroyuki.
Ihsan segera merangkul Sakura yang terlihat bersedih.
Fumida menenangkan Fumiko.
__ADS_1
"Sepertinya, dia sendiri yang menghilangkan kekuatannya." Jawab Rezukinawa.
Fumiko semakin kencang menangis, dia merasa hancur, karena kini Kenzi akan kembali keadaannya, yaitu menjadi anak berkebutuhan khusus.
"Sabar lah, tenang lah Miko!" Ucap Fumida yang prihatin dengan semua yang terjadi pada Kenzi keponakannya.
"Apa ..Kekuatannya tak bisa kembali lagi? kamu..kamu bisa kan mengembalikannya Rez?" Tanya Hiroyuki berharap Rezuki bisa membantu.
"Itu bisa saja, tapi aku belum pernah mencobanya, bisa saja gagal!" Jawab Rezukinawa.
Fumiko melihat secercah harapan untuk anaknya Kenzi. "Tolong! tolong bantu Kenzi, mengembalikan kekuatannya lagi Rez?" Fumiko memohon pada Rezukinawa.
Kenzi terbangun dan memegang tangan Mamanya. "Mama..sudahlah..aku tak mau memilki kekuatan itu lagi!" Ucap Kenzi dengan suara yang parau.
"Kenzi...!" Fumiko menangis. "Kenapa nak, bukankah dengan kekuatan itu kamu bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak lain!" Jawab Fumiko.
Semua orang tertunduk sedih.
"Tidak Mama, aku tak mau melukai siapa pun lagi! Aku takut kehilangan kalian, orang-orang yang aku sayang." Kata Kenzi terbata-bata.
Hiroyuki memegang bahu Fumiko. "Sudahlah, mungkin benar apa kata Kenzi, biarkan dia menentukan pilihannya." Ucap Hiroyuki mencoba menenangkan Fumiko.
------
Hari telah berganti, Sakura kembali bersekolah seperti biasa. Masa-masa bertarung telah lewat, kini kenyataan di depan mata adalah, "Aahh..pelajarannya sulit banget di mengerti siiih, aku pusing!" teriak Sakura mengeluh karena berjam-jam belajar, tak satu pun, yang bisa dia fahami.
Kenzi dengan kursi rodanya mendekati Sakura. Lalu mencoba mengetik pesan di ponselnya. "Sayang...Jangan menyerah, kamu pasti bisa! semangat ya! mmuuaahhh!" isi pesan Kenzi ke kirim kan ke ponsel Sakura.
"Apaan sih, lagi pusing gini malah kirim chat segala!" Sakura mengambil ponselnya, lalu membaca.
Raut wajah yang tadi murung, kini ceria kembali, setelah membaca isi chat dari Kenzi.
"iiii.. Genit! Kalau berani, cium aku sekarang dong!" Ucap Sakura di depan Kenzi. Dengan sangat berat, Kenzi berusaha tersenyum, tapi tak mampu, dia hanya mengelus rambut Sakura dua kali saja.
Sakura berkaca-kaca, lalu memeluk Kenzi, "Tidak apa! Aku sudah sangat bahagia kamu ada disini, di sisi ku!" Ucap Sakura meneteskan air mata.
Kenzi yang kembali menaiki kursi rodanya dan memulai semuanya dari Nol lagi, tak membuat Cinta Sakura berkurang.
Setiap pulang sekolah Sakura selalu menemani Kenzi terapi kaki, dan berlatih berjalan di sebuah rumah sakit.
__ADS_1
Penyakit bawaan Kenzi yang ada di tubuh Kenzi membuatnya tak bisa ke sekolah seperti dulu. Akibat hilangnya pengaruh kekuatan mata hijaunya, trauma syaraf pada kaki Kenzi semakin parah, seperti dulu, saat pertama kali dia di fonis mengidap penyakit ini.