Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Hari Jadi


__ADS_3

Kenzi berpikir keras, jika dia ingin orang -orang di sekelilingnya selamat, maka mau tidak mau, dia harus memusnahkan seluruh kekuatannya.


Kenzi melihat wajah Sakura yang masih terlihat pucat. Dia belum sadarkan diri , padahal dua hari sudah berlalu. Begitu pula Rezukinawa. Kenzi menunduk resah pilihan apa yang harus dia pilih. “Jika aku kembali cacat dan lemah, apakah Sakura masih mau mencintaiku?”


“Brakk...! Suara pintu di dobrak. Kenzi segera mengangkat tubuh Sakura berpindah tempat. Dengan secepat kilat Kenzi kembali mengangkat Rezukinawa dan berpindah tempat lagi.


Sakura dan Rezukinawa di pindahkan ke tempat ruang bawah tanah, tepat di bawah rumah.


“Sakura, Rezuki, kalian istirahatlah di sini dulu, aku akan segera kembali!” Ucap Kenzi yang menghilang dari hadapan Sakura dan Rezukinawa yang masih pingsan.


“Di mana mereka!?” Teriak salah satu orang yang mendobrak masuk ke rumah leluhur Kenzi.


Bos-bos agen rahasia mata hijau telah bersatu, ingin menangkap dan menaklukan Kenzi.


“Memang di sini tempat leluhurnya Kenzi! Jadi saya yakin, dia pasti bersembunyi di rumah ini!” Jawab Bel yang ikut komplotan mereka.


Persenjataan mereka kini sangat hebat, ada yang membawa tembakan pembeku, jadi jika di tembakan dengan senjata ini, orang yang terkena langsung membeku menjadi bongkahan Es.


Mereka juga membawa senjata laser, yang sekali kena, bisa membuat korbannya meleleh.


Kenzi mengawasi dari atas. Dia melihat begitu banyak persiapan yang mereka bawa untuk melawannya. Malas rasanya Kenzi mengaktifkan kekuatannya lagi, karena khawatir dia tak bisa mengontrolnya lagi.  


“Baiklah, aku akan bermain rapih kali ini! Aku tak mau lagi ada korban akibat kekuatan mata merahku!” Ucap Kenzi.


Kenzi berencana memusnahkan senjata mereka dulu, satu persatu, dari atas sini.


“Haaapp!” Kenzi menghimpun tenaga dan mata hijaunya mulai bersinar.


Orang yang berada di bawah mencurigai sinar hijau yang memantul di dinding. “Hei! Lihat ada sinar hijau ! Cari sumber cahaya hijau itu!” teriak salah satu Bos yang memakai topi merah.


Bos yang lain pun tak mau kalah cepat, mereka segera memerintahkan anak buahnya, untuk mendapatkan Kenzi lebih dulu .


Kenzi lalu mengambil satu persatu senjata utama mereka, lalu meledakkan nya di udara. “BOOMM!”


Semua orang terkejut, senjata mereka, semuanya di hancurkan Kenzi. “Apa kalian masih ingin melawan ku! Jika kalian tidak mau mati, maka pergilah dari sini secepat nya!” teriak Kenzi memperingatkan mereka semua.


Semua orang lari kebirit-birit menuju pintu keluar. Karena ketakutan pada ancaman Kenzi sampai tidak perduli lagi dengan Bos nya. “Woy! Pengecut! Dasar kurang ajar, aku Bos mu! Jangan dengarkan dia!” Ucap Bos topi merah emosi melihat semua anak buahnya pergi meninggalkannya.


“Hahaha..!” Bos yang lainnya tertawa terbahak-bahak melihat anak buah Bos topi merah lari tunggang langgang.


“Diam kalian! Apa kalian pikir ini lucu hah!” Jawab Bos topi merah.

__ADS_1


Kenzi kesal melihat tingkah mereka. Dengan mudah, Kenzi bisa memindahkan mereka semua ke tempat lain. Satu demi satu, orang-orang itu menghilang. “Aaaa!” teriak mereka ketakutan melihat orang di depan nya menghilang. “Ayo lari!” teriak mereka lagi.


Hingga rumah menjadi sepi tak ada satu pun yang tersisa. Kenzi tidak membunuh mereka, Mereka semua hanya di pindahkan ke tempat lain.


---


“Ada di mana kita?” Tanya Orang-orang kebingungan, sebab mereka ternyata sudah berada di gurun pasir yang luas.


“Mengapa kita ada di sini?” ucap Bos topi merah yang ternyata muncul di kandang singa, di kebun binatang entah di negara mana.


----


“Huf! Akhirnya selesai juga!” Ucap Kenzi lega. Ketika Kenzi berbalik hendak kembali ke ruang rahasia di bawah tanah, ada satu orang yang bersembunyi sambil memegang senjata pembeku, dia adalah Bel.


Kenzi tidak menyadari bila langkahnya di ikuti oleh Bel. Sampailah Kenzi di ruang bawah tanah. Bel kini tahu tempat persembunyian Kenzi.


Bel berhati-hati mengikuti Kenzi dari belakang.


Sakura mulai tersadar, “Kenzi?” panggil Sakura pelan. “iya, ini aku Sakura, bagaimana, apakah masih terasa sakit?” Tanya Kenzi sambil mengelus tangan Sakura yang di perban.


“Sudah tidak sakit lagi, bagaimana kabar mu?Apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Sakura dengan lembut. “Sekarang aku merasa lebih baik, karena kamu sudah sadar dan sudah membaik.” Jawab Kenzi sambil senyum-senyum.


“Kenapa senyum senyum? Memang ada yang lucu di wajahku?” Tanya Sakura merasa tidak percaya diri di tatap oleh Kenzi. “Ah tidak! Kamu cantik, nggak ada apa-apa...aku Cuma ...Hmmm!” Ucap Kenzi tersipu malu, dia mengingat saat Sakura menyatakan cinta padanya waktu itu.


“Pacaran itu kalau saling suka, kan yang menyatakan cinta, Cuma aku aja, mana bisa kita pacaran!” Ucap Sakura kesal karena Kenzi belum juga faham.


“Hemm!” Sakura memalingkan wajah nya lalu berpura-pura tidur. Kenzi jadi merasa serba salah,.harus bagaiamana.


“Ssstt...sini!” Rezukinawa ternyata sudah bangun dari tadi. Dia memanggil Kenzi agar mendekat.


Kenzi mulai mendekat, Rezukinawa membisikkan sesuatu ke telinga Kenzi.


“Nyatakan isi hatimu!”


 Muka Kenzi langsung memerah tersipu malu setelah mendengar saran Rezukinawa.


Rezukinawa bangkit dari tempat tidurnya. “Ah..aku lapar, aku balik dulu ya! Sepertinya kekuatan ku sudah pulih kembali, kalian berdua baik-baik di sini, Aku pergi!” Rezukinawa ingin kembali ke pondoknya, dia membuka portal menuju bukit bersalju dan melangkah pergi sambil melambaikan tangan. “nanti kalian nyusul ya, jangan lama-lama berduannya, bahaya! Hehehe!” Ucap Rezukinawa setelah itu portal tertutup.


Sakura tersenyum pada Rezukinawa dan mereka berdua melambaikan tangan pada Rezuki.


Sakura kembali cemberut dan memalingkan wajahnya lagi.

__ADS_1


Sedangkan Bel, dia bersembunyi. Mencari waktu yang tepat untuk menangkap Kenzi.


“Sakura, mau dengarkan aku bernyanyi nggak?” Tanya Kenzi merayu. “Nggak mau!” Jawab Sakura. Kenzi kembali mencari cara, “mau aku buatkan mie instan kesukaan mu, mie extra pedas, mau ya?” Tanya Kenzi kembali merayu.


“Nggak mau! Aku nggak lapar!” Jawab Sakura makin kesal karena Kenzi tidak faham juga apa yang Sakura mau.


“Hmmm jadinya kamu mau apa dong? aku jadi bingung.” Ungkap Kenzi.


Lalu Kenzi berusaha mendekati Sakura, semakin dekat lagi. Sambil memanggil namanya dengan berbisik.


“Sakura..Sakura...!” Ucap Kenzi pelan di dekat telinga Sakura.


Sakura tersenyum merasa geli, karena bisikan suara Kenzi yang bikin merinding.


Sakura tiba-tiba berbalik sehingga wajahnya dan wajah Kenzi saling berhadapan sangat dekat.


Kenzi terdiam terpana. Sakura menelan ludah nya merasa gugup.


Kenzi lalu berkata, “Aku mencintai mu Sakura.” Ucap Kenzi.


Sakura tersenyum bahagia, kata-kata inilah yang ia tunggu sejak lama.


Kenzi tak mampu menolak perasaan hatinya yang bergejolak saat berhadapan dengan Sakura seperti ini. “Boleh kah, aku ..mmm...” Ucap Kenzi ragu bertanya, takut Sakura tak suka atau marah padanya. “Boleh!” Jawab Sakura, seakan dia tahu apa yang ingin Kenzi tanyakan.


Lalu Kenzi tersenyum bahagia, Kenzi mendekatkan bibirnya pada bibir Sakura yang mempesona. Di kecup perlahan bibir Sakura, di kecupnya lagi, Sakura memejamkan mata, dan akhirnya mereka saling berciuman tanpa ragu lagi.


Mereka saling menikmati saat-saat ini, rasa hati mereka telah menyatu. Kenzi mulai mengangkat bibirnya perlahan dan Sakura juga mulai sadar akan apa yang sudah terjadi. “Kenapa kamu mendadak mencium ku, Kenzi?” Tanya Sakura yang kedua tangannya masih merangkul mesra dipundak Kenzi.


“Loh! Tadi kan kamu bilang ‘Boleh’ ya, jadi aku pikir, aku boleh mencium mu!” Jawab Kenzi merasa bersalah. “jadi..sebenarnya, tadi itu ‘Boleh’ apa ?” Tanya Kenzi bingung.


Sakura tertawa, “Hahaha..maksudku itu, kamu boleh jadi pacar aku! Hahaha.. dasar kamu ya!” Jawab Sakura tertawa geli.


Kenzi pun tertawa merasa lucu karena salah faham dalam mengartikan arti kata ‘Boleh’.


Bel segera melancarkan rencananya, inilah saat yang tepat untuk membekukan Kenzi.


“Hyyaaattt...!” teriak Bel sembari menembakkan senjata pembeku nya pada Kenzi. “ZZweng...zweng..zweng!” Suara tembakan pembeku.


Sakura terkejut melihat Kenzi lambat laun tubuhnya membeku. Kenzi mulai sadar kalau dirinya tak mampu bergerak.  “Kenzi...kamu...kamu membeku!” teriak Sakura ketakutan.


“Hahaha...akhirnya, Kenzi jadi milik ku seorang!” Ucap Bel merasa senang.

__ADS_1


“Lepaskan dia!” Teriak Sakura yang berusaha bangkit dari tempat tidurnya.


__ADS_2