
Hiroyuki terhempas ke dinding tak sadarkan diri. Dindingnya sampai retak. "Yuki....!" teriak Fumiko menyaksikan suaminya di hempas tubuhnya oleh kekuatan mata hijau Raida.
Sakura dan Fumida menghentikan langkahnya. Mereka berdua kaget, tak menyangka bila di belakang mereka dari tadi sudah ada Raida.
-----
Di bukit bersalju Rezukinawa menepuk bahu Kenzi yang sudah siap melangkahkan kakinya masuk kedalam lorong waktu.
Kenzi menoleh, lalu Rezukinawa berucap :
"Kenzi! Berhati-hatilah dengan Raida, keserakahannya membuat kekuatan mata hijaunya semakin dahsyat!" Rezukinawa mengingatkan Kenzi. "Aku merasakan kekuatannya yang semakin meningkat dari sini!" Kata Rezukinawa cemas.
"Tenang lah, bukankah kamu sudah bekerja keras melatihku! percayalah padaku!" Jawab Kenzi.
-----
Sakura, Fumiko dan Fumida berlari ingin segera menolong Hiroyuki, namun Raida dengan tatapan matanya saja mampu menahan tiga orang sekaligus.
Sakura dan yang lain tak mampu bergerak, mereka terus melawan kekuatan Raida. Akhirnya mereka bertiga terpental kebelakang. "Aaaa!" jerit mereka bersamaan.
Semua kaca dan kayu ikut hancur terpengaruh gaya dorong yang kuat.
Fumida memegang dadanya yang sesak karena punggung nya terbentur dinding
Fumiko tersungkur sehingga keningnya berdarah terkena serpihan kayu dan kaca.
Sakura bertahan dengan posisi tubuh bertumpu pada kedua lutut dan kedua telapak tangan melekat ke lantai.
Sakura berdiri menantang Raida, dengan tatapan nya yang berani, Sakura memasang kuda-kuda untuk menyerang.
Fumiko bergegas merayap mendekati kaki Sakura. "Jangan Sakura! jangan! dia terlalu kuat untuk mu !" Ucap Fumiko sambil menarik celana karate Sakura bagian bawah.
“Tenang Tante, aku akan berhati-hati!” Jawab Sakura sembari melangkah maju.
Raida tersenyum merendahkan gadis kecil yang nekad ingin melawannya. “Kamu yakin ingin melawan?” Tanya Raida melihat Sakura yang bersiap menantangnya.
__ADS_1
Sakura mengepalkan kedua tangannya lalu mengangkat , menempatkan kepalannya sejajar dengan dagunya.
“Jangan banyak bicara!” Ucap Sakura menatap sinis pada Raida.
Mata Raida mulai menyala kembali. Dia mengangkat seluruh benda di sekitarnya dengan kekuatan mata hijaunya.
“Aaaaakh!” teriak Raida menghempaskan semua benda melayang ke arah Sakura. “Hyaaattt!” Sakura dengan sigap, menendang, menghindar, menunduk dan memukul benda-benda yang beterbangan ke arahnya.
Suara debur Nafas Sakura terengar jelas. Semua benda-benda itu hancur berantakan di hantam oleh kuatnya pukulan dan tendangan Sakura.
Raida sedikit kesal karena Sakura masih bisa berdiri tegap menantangnya. “Oke, itu hanya pemanasan, cukup main-main nya! aku sudah tak punya waktu meladenimu gadis kecil!” Ucap Raida yang mengumpulkan tenaga dan memusatkan kekuatan mata hijaunya. “Kali ini kamu pasti hancur berkeping-keping!” Kata Raida sambil mengarahkan kekuatannya pada Sakura. “Aaaa..!”
Sakura bersiap, apapun yang terjadi, dia siap menghadapi.
Fumiko dan Fumida meneteskan air mata terharu dengan keberanian Sakura.
“Sakura...Sakuraaaa...!” teriak Fumiko histeris ketika melihat kekuatan mata hijaunya Raida mulai memancar mengarah ke Sakura.
Tiba-tiba....
“HYAAATTT!” teriak Kenzi yang mendadak muncul keluar dari lorong waktu, langsung menghadang kekuatan Raida dengan kekuatan mata hijaunya.
Sakura menutup mata dengan ke dua tangannya, tak tahu bila di hadapannya ada Kenzi yang menolongnya.
Raida terkejut bukan main, ternyata dia kini sedang berhadapan dengan Kenzi keturunan terakhir mata hijau yang sudah di ramalkan kehebatannnya, dalam catatan-catatan para leluhur.
Raida tubuhnya terdorong ke belakang, "Syreeeeettt!"
Melihat Raida sudah kalah, Kenzi menghentikan pancaran kekuatan mata hijaunya. Lorong waktu pun segera tertutup.
Kemudian Rezukinawa muncul dari lorong waktu yang berbeda. Rezukinawa keluar dari lorong waktu tepat di depan tubuh Hiroyuki yang terkapar tak sadarkan diri.
Hiroyuki lalu di bawa Rezukinawa masuk ke dalam lorong waktu, lalu dalam sekejap mereka menghilang.
Fumiko dan Fumida tak mampu berkata apa-apa, mereka hanya diam terkejut melihat Kenzi yang sudah ada di hadapan mereka dan Rezukinawa menghilang membawa Hiroyuki.
__ADS_1
Sakura terduduk lemas, meski tubuhnya tidak terluka, tapi secara tidak langsung Sakura merasakan efek getaran dahsyat yang tadi hampir merobek daging di sekujur badannya.
Kenzi berbalik badan melihat keadaan Sakura. "Sakura! kamu nggak apa-apa?" Tanya Kenzi menatap lembut penuh kecemasan. Sakura pun membalas tatapan Kenzi, lalu memeluknya sambil meneteskan airmata bahagia. "Kenziii..!" Ucap Sakura senang bisa melihat Wajah Kenzi lagi.
"Sakura...Syukurlah, aku tidak terlambat!" Kenzi memeluk erat tubuh mungil Sakura.
Raida menatap penuh dendam adegan romantis yang terjadi di hadapannya. "Kurang ajar, baiklah! kini aku tahu kelemahan mu Kenzi!" Ucap Raida yang memiliki rencana licik untuk melemahkan kekuatan Kenzi.
Fumida dan Fumiko berteriak histeris, “Awas Kenziii...!” teriak Fumida. “Kenzi...Sakura!” teriak Fumiko.
Rupanya Fumida dan Fumiko melihat Raida masih penasaran ingin bertarung dengan Kenzi.
Raida dengan amarahnya, meningkatkan kekuatan mata hijaunya. Raida mengincar Sakura, karena Sakura lah kelemahan Kenzi.
Tanpa ragu, Raida mulai mengumpulkan kekuatan dan “Hhhhaaaaaaapp!” Sakura tiba-tiba menghilang dari pelukan Kenzi dan berpindah ke pelukan Raida.
Kenzi kaget melihat Sakura sudah tidak ada di sisinya. Sakura baru sadar setelah dia melepaskan pelukan nya, ternyata dia sekarang sedang memeluk Raida bukan Kenzi.
Dengan cepat Raida menyekap dan membawa Sakura sambil meninggalkan pesan pada Kenzi. “Kalau kau ingin kekasihmu selamat! Berikan semua kekuatanmu pada ku, kutunggu kau di menara!” Ucap Raida, suaranya menggema di istana itu sedangkan wujudnya sudah tak nampak lagi. Raida menyandera Sakura.
Kenzi marah. "Berani-beraninya dia mengusik Sakura!" Ucap Kenzi matanya kini bukan hijau lagi, tapi berubah menjadi merah menyala. Fumiko mendekati anaknya Kenzi.
"Kenzi...anak ku! Awww...panas! kenapa panas sekali tubuh mu Kenzi?" Fumiko berucap sambil menyentuh bahu Kenzi. Fumiko terkejut mengetahui suhu tubuh Kenzi menjadi sangat panas, mungkin lebih dari 60 derajat celcius.
"Fumiko tolong bantu aku berdiri!" Ucap Fumida yang tak mampu berdiri sendiri. "Oh iya kak!" Jawab Fumiko yang berbalik membantu Fumida.
Fumiko membantu Fumida berjalan mendekati Kenzi. Fumida yang penasaran ingin tahu, apakah benar suhu tubuh Kenzi berubah.
"Kamu benar miko! Kenzi..Kenzi!" Ucap Fumida yang memanggil nama Kenzi berkali-kali tapi Kenzi tidak menoleh.
Suhu tubuh Kenzi semakin meningkat dan kekuatannya kini semakin dahsyat.
Rezukinawa segera datang karena dia merasakan kekuatan Kenzi yang sudah di luar batas kewajaran. "Fumiko! Fumida! menjauh darinya, Cepat !" teriak Rezukinawa yang baru saja keluar dari lorong waktu.
Fumiko dan Fumida menoleh kebelakang, dan melihat Rezukinawa berlari kearah mereka.
__ADS_1
Secepat kilat Rezukinawa menarik tangan Fumiko dan Fumida lalu membawa mereka masuk ke lorong waktu. Beberapa detik kemudian tubuh Kenzi tiba-tiba saja berubah mengeluarkan kobaran api yang sangat besar.
Untung saja Rezukinawa datang tepat pada waktunya, jika tidak, mungkin Fumiko dan Fumida akan hangus terbakar, karena tadi mereka berdiri tepat di belakang Kenzi.