Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Maafkanlah


__ADS_3

🎶Dan biarkan waktu yang menghapuskan🎶Tuhan izinkan bertemu dengan dirinya🎶


Hati ini kan terus merindukan mu


Disetiap tidur ku🎶


Ku pertahankan walau menjadi beban..🎶


Ku korbankan karna masih sayang🎶


Ku mohon pada mu jangan pernah menghilang🎶


Ku tak ingin ini terjadi


Percayalah duhai kekasih ku


Ku tak bisa hidup tanpa dirimu


Maafkanlah mungkin semua salah ku🎶


Jangan engkau tinggalkan ku🎶


Cinta kita.. memang tak sempurna🎶


Tapi ku yakin.. aku untuk selamanya🎶


Ku berharap.. jangan kau lupakan aku🎶


Dihati ku cuma kamu


Takkan pernah.. aku melupakan kamu🎶


Takkan pernah.. menduakan cinta mu🎶


Ku berjanji.. untuk hidup semati


Dengan diri mu honey🎶


Dengarkanlah sayangku ku


Ku nyanyikan sebuah lagu


Yang berjudul maafkanlah


Cinta ku takkan pernah menghilang🎶


Meskipun sudah terbang melayang


Takkan ku biarkan orang


Masuk kedalam hatimu🎶



Kenzi bernyanyi dengan penuh perasaan yang dalam. Sakura mendengarkan, sambil meneteskan air mata.


 "Kenapa kamu lakukan ini Kenzi, apa maksud nyanyian mu ini?" Bisik hati Sakura sambil terduduk di lantai bersandar pada pintu kamarnya, menunduk memeluk erat lututnya.


Lagu inilah yang selalu menemani Kenzi selama setahun, saat dia jauh dari Sakura, saat rasa rindu menyerangnya.


“Kalau saja kau tahu isi hatiku Sakura”. Bisik hati Kenzi setelah selesai bernyanyi.


Kemudian Sakura berdiri begitu pula Kenzi.

__ADS_1


Hati Sakura mulai luluh mendengar nyanyian tulus permohonan maaf dari hati Kenzi.


Dia mencoba membuka hatinya untuk memaafkan Kenzi lalu Sakura perlahan membuka pintu kamarnya.


Kenzi yang menantikan  dengan sabar, mulai tersenyum lega karena sepertinya Sakura akan segera membuka pintu kamarnya.


Terbukalah pintu kamar Sakura.


Sakura terdiam menunduk malu tak berani menatap Kenzi.


Kenzi terlihat sangat senang bisa melihat Sakura lagi.


“Kamu baik-baik aja Sakura? apa kamu tidak lapar?”Kenzi bertanya dengan rasa canggung. “Ayo kita sarapan!” Kenzi berkata sambil mengulurkan tangannya pada Sakura. Mengajak Sakura untuk ikut sarapan di bawah.


Sakura diam sembari menyematkan rambutnya ke telinga kanannya.


“Ada apa, apa kamu masih marah sama aku?” Tanya Kenzi dengan lembut.


Sakura lalu tersenyum.


“Mmm...ayo kita sarapan, aku dah lapar nih!” Jawab Sakura lalu menggandeng tangan Kenzi sambil berjalan turun kebawah.


Kenzi tersenyum melihat Sakura yang kembali ceria seperti sediakala.


Meraka saling melemparkan senyuman sambil bergandengan menuruni tangga.


Tak Lama kemudian, “Brak!”


Suara pintu di buka paksa.


Sakura dan Kenzi yang baru turun dari tangga kaget melihat pintu yang di dobrak.


“Siapa itu!” teriak Hiroyuki kaget yang sedang menikmati sarapan bersama fumiko.


Muncul seorang wanita cantik berpakain hitam dan mata hijaunya bersinar sangat terang.


Wanita itu langsung mendekati Kenzi lalu meraih tangan Kenzi dan menghilang dari pandangan mata.


“KENZIII...!” teriak Sakura yang terkejut karena Kenzi menghilang bersama wanita misterius itu secara mendadak.


“TIDAAAKK...!” teriak Fumiko yang syok melihat Kenzi menghilang.


Hiroyuki wajah nya pucat seperti baru saja melihat hantu.


“Ini tidak mungkin terjadi, tidak, bagaimana mungkin dia bisa tahu...bagaimana dia bisa tahu Kenzi ada di sini!” Ucap Hiroyuki tak sadar berbicara di samping Fumiko yang sedang syok melihat anaknya menghilang.


Fumiko menoleh ke arah Hiroyuki , dia kaget mendengar perkataan Hiroyuki.


“Apa maksudmu, apa maksudmu Yuki !” teriak Fumiko meminta penjelasan pada suaminya sambil memegang kedua pundak Hiroyuki dan menatap matanya penuh rasa penasaran.


“Dia Rezukinawa, satu-satunya keturunan yang berhasil menguasai kehebatan mata hijau sampai tingkat master!” Jawab Hiroyuki.


Fumiko benar-benar tak menyangka kalau masih ada keturunan mata hijau yang lain di dunia ini selain mereka.


“Lalu mau apa dia dengan Kenzi, dia bawa kemana Kenzi!?” Tanya Fumiko dengan raut wajah cemas.


“Aku tidak tahu, tapi..tapi..akan aku cari tahu!” Jawab Hiroyuki sambil segera naik ke atas berlari menuju kamarnya.


Fumiko kesal karena suaminya begitu banyak menyimpan rahasia darinya selama ini, Fumiko lalu menyusul Hiroyuki berlari menaiki tangga. “Tunggu! Mau kemana kamu!” teriak Fumiko.


Sakura duduk lemas di tangga, tak percaya Kenzi yang tadi masih menggenggam tangannya kini sudah tak ada.


Sakura syok sambil menatap tangannya yang tadi di pegang Kenzi, Kenzi yang tadi tersenyum bersamanya menuruni tangga.

__ADS_1


Hiroyuki masuk ke kamarnya lalu mengambil ponselnya. Dia mencari nomor ponsel Rezukinawa.


Hiroyuki segera menghubunginya.


Fumiko memasuki kamar dan menarik baju Hiroyuki agar berbalik ke arahnya. Badan Hiroyuki pun berbalik ke hadapan Fumiko.


“Sedang apa kamu?” Tanya Fumiko tegas.


“Tenang, aku sedang menghubungi Rez !” Jawab Hiroyuki.


Sakura ikut masuk ke dalam kamar dan menantikan kabar Kenzi.


“ hah...Kenapa tidak di angkat!” Hiroyuki kesal karena Rezukinawa tidak mengangkat telp darinya.


“Sini, biar aku coba!” Fumiko yang tak sabar langsung mengambil ponsel suaminya.


“Aahh..Dia mematikan ponselnya!” Ucap Fumiko kesal setelah melihat ponsel Rezukinawa offline.


Fumiko frustasi dan Hiroyuki terdiam terduduk lemas di pinggir tempat tidur nya.


“Lalu bagaimana Kenzi, apa tidak ada cara lain untuk menemukan Kenzi?” Tanya Sakura dengan tatapan sedih, melihat ke arah Fumiko dan Hiroyuki.


“ Kamu harus jelaskan semuanya, jangan pernah sembunyikan apa-apa lagi dariku Yuki!” Ungkap Fumiko sembari menatap Hiroyuki.


“Ada hubungan apa kamu dengan Rezukinawa itu?” Tanya Fumiko.


Hiroyuki menjawab:


“Dia sepupuku!” Lalu Hiroyuki melepaskan lensa kotak matanya.


Fumiko terkejut bukan main, dia tak menyangka kalau Hiroyuki juga bermata hijau seperti dirinya. Kini jelas sudah, pantas saja Kenzi terlahir bermata hijau juga.


“Ya tentu saja, betapa bodohnya aku!” Ucap Fumiko denga tatapan marah memalingkan wajahnya dari Hiroyuki.


Hiroyuki lalu berdiri dan dengan wajah memelas meminta maaf pada Fumiko.


“Maafkan, selama ini aku membohongi mu, maafkan aku!” Hiroyuki mengatakannya sambil menangis.


Lalu Fumiko memandang Hiroyuki dengan penuh rasa kebencian. “tuk apa minta maaf, sekarang kamu harus kembalikan anakku, bagaimana pun caranya!” Ucap Fumiko tegas.


Lalu Hiroyuki melangkah keluar kamar.


“Ayo ikut aku!” Ucap Hiroyuki sambil menunjukan jalan.


Fumiko dan Sakura mengikuti arah Hiroyuki berjalan.


Mereka berjalan menuruni tangga menuju kamar luas dan besar , disana terdapat lemari antik berukuran besar.


Fumiko berfikir, kalau dia pernah kesini dan melihat isi lemari pakaian antik itu.


Hiroyuki lalu membuka lemari pakaian berukuran besar itu perlahan.


“Hey...ngapain kita disini ?” Tanya Fumiko merasa Hiroyuki hanya buang-buang waktu saja. Sakura terdiam hanya menatap Hiroyuki yang sedang membuka lemari. Dia penasaran apa yang sebenar nya ayahnya Kenzi lakukan.


Sakura berfikir kalau Ayahnya Kenzi mau mengenakan salah satu pakaian kuno itu.


Lalu Hiroyuki menyingkirkan semua gantungan baju di dalam lemari itu.


"kreeeekkk...!" suara pintu rahasia di buka Hiroyuki.


Ternyata di dalam lemari besar itu ada sebuah pintu rahasia.


“Ayo masuk!” Ucap Hiroyuki.

__ADS_1


Fumiko kaget begitu pula Sakura. Mereka mulai memasuki pintu rahasia yang ternyata berada di dalam lemari.


__ADS_2