Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Pemimpin Era baru pemburu Green Eyes


__ADS_3

Hiroyuki, Fumiko dan Sakura mereka bertiga duduk di lantai bersandar pada dinding. Hiroyuki menundukkan kepala sambil memeluk erat kedua lututnya. Sedangkan Fumiko menatap sedih foto Kenzi di layar ponselnya.


Sakura yang melihat keadaan mereka berdua ikut prihatin, Kemudian Sakura melihat sekeliling. Begitu luas ruang bawah tanah ini, bangunan yang kokoh. "Kalau di pikir-pikir bagaimana Om Hiroyuki bisa tinggal di sini ya?" Bisik hati Sakura yang akhirnya muncul keinginan untuk bertanya pada Hiroyuki.


"Om, kalau boleh aku tahu, bagaimana Om bisa tinggal di rumah besar ini?" Tanya Sakura.


Hiroyuki menjawab, "Rumah ini rumah milik kakek buyut Om, pemimpin pertama kelompok mata hijau!"


"Dulu orang tua Om pernah menyembunyikan Om di sini, waktu itu Om masih anak-anak, cukup lama aku tinggal di sini, sampai akhirnya kedua orang tua Om meninggal karena wabah dan Om di ungsikan ke negara lain, dan akhirnya di angkat anak oleh orang Indonesia!" Cerita Hiroyuki.


Fumiko pun ikut mendengarkan. "Lalu kenapa kamu kembali lagi ke sini?" Tanya Fumiko.


Hiroyuki menjawab dengan menarik nafas merasa sesak bila mengingat diri nya hampir mati dalam kecelakaan mobil waktu itu. "Ya mau kemana lagi, setelah kecelakaan itu aku gak mungkin balik ke kamu dan Kenzi, hanya tempat ini yang aku ingat, satu-satunya peninggalan keluarga ku di sini!" jawab Hiroyuki.


Sedangkan Ihsan dan Fumida saat ini menaiki taksi menuju rumah besar Hiroyuki. Fumida yang sebelumnya sudah mengirim kabar ke Fumiko lewat chat, ingin segera mengabari lagi kalau mereka berdua sebentar lagi akan sampai.


Di persimpangan jalan mendadak mobil taksi yang mereka tumpangi berhenti seketika. Ihsan dan Fumida merasa heran.


"Kenapa kita berhenti di sini!?" Tanya Ihsan.


"なぜ止めますか?それは何ですか?"


"Naze tomemasu ka?Sorehanandesuka ? "


( Kenapa berhenti pak, ada apa )


Fumida bertanya pada supir taksi. Namun supir taksi itu tidak menjawab. Ihsan yang penasaran segera menepuk pundak si supir taksi . Namun tetap saja supir itu tidak bereaksi. " Sepertinya ada yang tidak beres ! " Ucap Fumida yang segera turun dari taksi.


Betapa terkejut Fumida, di depan mobil ternyata ada seorang Laki-laki bermata hijau yang menghipnotis si supir taksi ini.


" Hey..apa yang kamu lakukan ! " teriak Ihsan yang ternyata juga ikut turun dari taksi.


Fumida segera berlari ke arah Ihsan dan menarik mantelnya." Ayo cepat lari ! " Ucap Fumida mengajak Ihsan untuk kabur melarikan diri.


Ihsan yang tidak mengerti dengan apa yang dia lihat, akhirnya ikut lari bersama Fumida. Tapi, langkah kaki mereka seakan berat dan membatu, mereka tidak bisa bergerak. Fumida hanya bisa melirikkan matanya ke Ihsan , begitu pula Ihsan. Tentu saja mereka berdua tidak bisa berlari lagi, karena Fumida dan Ihsan tubuh mereka sudah di kendalikan seseorang yang berdiri di belakang mereka.


Fumida dan Ihsan di tangkap oleh para pemburu green eyes.


Pemburu Green eyes adalah kelompok yang paling di takuti semua keturunan mata hijau. Itu di sebabkan dulu ada seorang yang bermata hijau namun memilki sifat jahat dan ingin menguasai dunia dengan memanfaatkan mata hijaunya.

__ADS_1


Karena sifat jahatnya itu, dia yang di panggil Hanzai Teki, di usir oleh kakek buyut Fumiko dari perkampungan mata hijau di hutan Totoro.


Permusuhan mereka pun berlanjut sampai turun temurun, namun kini bukan hanya sekedar permusuhan biasa, tapi mereka menjadi tambah serakah, yaitu ingin menguasai semua kekuatan mata hijau. Dan itu hanya bisa terwujud jika mereka mampu menguasai kekuatan seperti Kenzi.


pemburu green eyes berkata : " Bawa mereka ke hadapan ketua ! " Ucap si penghipnotis menyuruh bawahannya.


Fumida dan Ihsan terbaring lemas tak berdaya karena di beri obat penenang. Mereka di bawa pergi menggunakan Helikopter.


Sampailah mereka di markas besar pemburu green eyes yang di ketuai oleh Pamannya Hiroyuki yang sudah lama bergabung dengan kelompok Hanzai Teki, yang bernama Raida pemimpin era baru pemburu green eyes. Sedangkan Hiroyuki tidak pernah mengetahui itu.


Di keheningan malam, di ruang bawah tanah, Ponsel Sakura berbunyi. Sakura segera melihat,


" siapa yang menelpon malam-malam begini ".


"Ayah...Ayahku yang yang menelpon!" Ucap Sakura menatap ke Fumiko dan Hiroyuki.


"angkatlah nak!" Jawab Hiroyuki.


"Ya terima saja, setahu ku Ayahmu ikut Obasan menuju kesini!" Fumiko ikut memberikan persetujuan pada Sakura.


Sakura langsung mengangkat telp dari Ayahnya, " Ayah, Ayah ada di mana ? " Tanya Sakura bersemangat karena dia fikir Ihsan akan segera datang ke rumah besar ini.


Sakura langsung terdiam dan berfikir,


" Seperti bukan suara Ayah " .


"Ada apa Sakura?" Tanya Fumiko yang melihat kepanikan Sakura.


" Sssssttt..tante, ini bukan suara Ayah ! aku harus bagaimana ? " Sakura bingung harus menjawab apa pada penelpon misterius ini, karena dia sangat yakin ini bukan suara Ayahnya.


Hiroyuki dan Fumiko sama-sama terkejut.


" Bagaimana ini Yuki ! ? " Tanya Fumiko ikut panik.


Hiroyuki berfikir mengapa Sakura bisa begitu yakin kalau itu bukan suara Ayahnya, lantas kenapa ponsel Ayahnya bisa ada di tangan orang lain, Yuki cemas dan mencari cara untuk mengetahuinya.


" Kemarikan ponsel mu Sakura, biar aku yang bicara ! " Ucap Hiroyuki.


Sakura segera memberikan ponselnya pada Hiroyuki.

__ADS_1


Hiroyuki bersiap untuk bicara.


" Hallo ini siapa ya, Seperti nya anda salah sambung ! " Jawab Hiroyuki di telp.


"hahaha... ternyata benar dugaanku, kamu masih hidup Yuki !" Ucap Raida. Hiroyuki kaget kenapa orang ini bisa tahu namanya.


Hiroyuki mencoba tenang.


"Siapa kamu ? " Tanya Hiroyuki.


"Tidak penting siapa aku, sekarang katakan, di mana Kenzi ! ? "


Fumiko dan Sakura ikut mendengarkan percakapan mereka. Lalu Fumiko memberikan tanda pada Hiroyuki untuk tidak memberitahukan tentang Kenzi, dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian Raida kembali bicara,


" Belum mau bicara ya, baiklah, dalam 24 jam terhitung sejak detik ini, aku akan menelpon kembali, dan saat itu aku harus sudah mengetahui keberadaan Kenzi ! " Ucap Raida mengancam Hiroyuki.


" Jika tidak ! maka akan aku kirimkan jasad dua orang ini yang sudah terpotong-potong ke rumahmu ! " Ucap Raida sembari mengirimkan foto Ihsan dan Fumida yang sedang duduk terikat serta mulutnya dilakban. Hiroyuki segera membuka foto yang dikirimkan. Mereka bertiga terkejut.


Fumiko, Sakura dan Hiroyuki sama-sama syok mendengar ancaman orang ini.


" Tunggu..beri aku waktu, sungguh aku tidak tahu di mana Kenzi berada sekarang, tapi aku akan cari tahu, jadi tolong jangan bunuh mereka ! " Jawab Hiroyuki tegang.


Sakura menahan suara tangisnya, dia mengkhawatirkan keadaan Ayahnya. Fumiko memeluk erat Sakura, dia juga ikut cemas dengan keadaan kakaknya Fumida. Hiroyuki menggenggam tangan Fumiko.


" Baiklah, aku beri waktu tiga hari, berikan Kenzi pada ku, maka aku tidak akan membunuh dua orang ini!" Jawab Raida tegas, lalu telp di putus.


" Hallo ..Hallo.. ! " Ucap Hiroyuki yang panik. Hubungan telp pun terputus.


"Ayah...Ayah!" Sakura histeris setelah tahu Ayahnya ternyata disandera oleh penjahat tak dikenal. Fumiko mendekap erat berusaha menenangkan Sakura.


" Bagaimana ini, kita tidak tahu di mana Kenzi !" Ucap Fumida sembari menangis.


" Dan siapa dia, bagaimana dia mengenal namamu ? " Tanya Fumiko.


Hiroyuki berpikir sejenak, dia yakin kalau itu pasti pemburu green eyes karena orang itu bicara seakan tahu kejadian kecelakaan mobil waktu itu.


" Sepertinya mereka pemburu green eyes! " Jawab Hiroyuki.

__ADS_1


__ADS_2