
Buku petunjuk tentang kekuatan mata hijau adalah buku catatan kakek buyut Kenzi, yaitu Kakeknya Fumida dan Fumiko.
Ayahnya Fumida dan Fumiko lahir di jepang di dalam koloni rahasia, sebuah tempat di atas pegunungan Hutan Totoro, Hutan yang terkenal sangat angker.
Rumor tentang Hutan yang katanya angker dan berbahaya untuk dimasuki itu, sebenarnya hanyalah gosip yang sengaja disebarkan oleh koloni mata hijau, agar tidak ada manusia yang berani mendekati daerah pegunungan Hutan Totoro.
Hutan Totoro sebenarnya digunakan sebagai tempat persembunyian orang-orang bermata hijau.
Disanalah Ayahnya Fumida dan Fumiko di besarkan oleh kakek mereka. Ayah Fumida dan Fumiko bernama Kanaka.
Isi buku yang di baca Fumida adalah satu-satunya peninggalan keluarga mereka, Fumida sudah menyimpannya puluhan tahun. Buku itu di berikan Kanaka pada Fumida ketika Fumida baru berusia 17 tahun.
Kenzi terdiam mendengarkan cerita Tantenya, dan semakin penasaran dengan seluruh isi buku tua yang sudah usang itu.
Fumiko yang heran dengan Kakaknya akhirnya bicara.
"Kenapa kakak tidak pernah cerita padaku tentang buku ini!?" Tanya Fumiko tersinggung karena merasa tidak di anggap keluarga, karena hanya Fumida saja yang tahu tentang buku warisan leluhurnya.
Fumida faham sekali dengan sikap Fumiko yang sedikit emosi padanya. "Maafkan aku!"
" Aku sengaja tidak memberitahu mu, karena aku fikir kamu sudah berhasil hidup sebagai mana manusia normal lainnya, sehingga kamu tidak membutuhkan buku ini".
Kenzi kemudian mengambil buku itu dan mulai membacanya.
Kenzi penasaran dan ingin mencari tahu, bagaimana cara menghipnotis dan bagaimana efeknya.
Lalu Fumiko berkata:
"Bacalah, aku juga ingin tahu isinya!"
Kenzi menganggukan kepalanya dan mulai membuka secara ajak. Akhirnya Kenzi menemukan lembaran yang menerangkan bahwa Efek hipnotis tergantung dari diri orang yang di hipnotis, jika yang di hipnotis adalah orang yang sangat di benci oleh si penghipnotis, maka orang yang di hipnotis itu bisa mati dalam beberapa menit setelah tujuan penghipnotisan tercapai.
Kenzi membaca dengan suara keras.
Namun bila yang di hipnotis adalah orang yang di sayangi oleh penghipnotis pengaruhnya bisa hilang dalam satu jam saja tanpa harus di bacakan perapalan mantra.
Kemudian Kenzi membuka lembaran selanjutnya, di situ tertulis yang membahayakan efek hipnotis bagi penghipnotis.
Semakin sering mata hijau menggunakan kekuatan hipnotisnya pada orang lain maka dirinya akan mengalami proses penuaan lebih cepat dari biasanya.
Efek Sinar hijau : sinar memancar keluar dari mata hijau, sinar itu muncul bila kekuatan hipnotis di gunakan dengan tatapan berpusat pada mata target. Sehingga menghasilkan pantulan cahaya radiasi. Semakin kuat cahayanya semakin tinggi radiasinya dan bisa terlacak oleh pemburu Green eyes.
Orang yang terhipnotis juga ikut memancarkan efek sinar radiasi.
Sampai pengaruh hipnotis hilang.
Kenzi meneruskan membaca sedangkan Fumida ikut mendengarkan Kenzi yang sedang membacakan buku itu sambil mempersiapkan senapan laras panjangnya.
Di bukanya lagi lembaran selanjutnya.
Kenzi membaca dengan seksama, "Menghipnotis diri sendiri".
Di situ tertulis, Mata hijau bisa menghipnotis dirinya sendiri di cermin.
" Aku pernah melakukan ini beberapa kali!" Ucap Kenzi
Fumiko dan Fumida yang mendengar itu saling berpandangan, Karena mereka tahu itu.
"Lanjutkan !" Ucap Fumida meminta Kenzi untuk segera melanjutkan membaca buku itu.
Menghipnotis diri sendiri di cermin tidak menimbulkan pantulan cahaya radiasi keluar, cahaya itu bersinar di dalam tubuh. Efeknya bertahap tapi pasti, dan permanen. Selama ini aku ( yang di maksud buku itu adalah Kakek buyut Kenzi) menghipnotis diri ku untuk bisa memimpin sebuah koloni dan menjaganya sampai KIAMAT.
Dan aku pasti datang bila ada yang memanggilku.
Kenzi terkejut membaca itu, apakah maksud nya kakek akan datang bila di panggil sekarang meskipun dia sudah mati, fikir Kenzi.
" Mama , Obasan, siapa nama kakek buyut ku?" Tanya Kenzi penasaran ingin tahu kebenaran isi cerita buku itu.
Fumiko berfikir untuk mengingat siapa nama kakeknya. Fumiko terdiam sesaat sambil mengingat-ingat.
Fumida tidak segera menjawab pertanyaan Kenzi, meski dia tahu jawabannya, dia berfikir menerka apa maksud di balik pertanyaan Kenzi itu.
__ADS_1
" Kenapa kamu bertanya?" Tanya Fumida
" Aku ingin membangkitkannya!" Ucap Kenzi.
"APA!" Teriak Fumiko.
Sedangkan Fumida sudah mengiranya, pasti Kenzi ingin tahu kebenaran tentang isi buku itu.
Kemudian Fumiko baru teringat siapa nama kakeknya.
" Aku ingat! namanya Kotake, ya namanya Kotake!" Ucap Fumiko.
Fumida tertawa mendengar Fumiko menyebut nama itu, Karena sebenar nya bukan nama itu yang di maksudkan di buku.
Fumiko yang mendengar tawa kakaknya merasa malu dan berfikir kalau dia salah mengingat nama kakeknya.
" Kenapa tertawa? salah ya?"
" Pasti salahkan, nama kakek bukan Kotake ya?" Tanya Fumiko pada Fumida yang sedang tertawa.
Di saat mereka sedang meributkan masalah nama kakek buyut, tak lama Sakura yang duduk terikat mulai sadar.
Efek hipnotis Kenzi mulai memudar.
"Kepalaku....kepalaku pusing banget!" Ucap Sakura
Lalu Sakura baru sadar kalau diri nya terikat di kursi.
"hey, kenapa aku di ikat begini!?" Tanya Sakura keheranan.
Kenzi mendengar suara Sakura langsung menghampiri sambil meletakkan buku yang sedang di bacanya di atas meja.
Kenzi terlihat senang sekali ternyata efek hipnotisnya sudah hilang dan benar apa yang ada di buku itu, Karena Kenzi menyayangi Sakura maka efek hipnotisnya tidak membahayakan Sakura.
" Sakura syukurlah..aku senang sekali, kamu sudah sadar!" Ucap Kenzi sembari memeluk Sakura yang masih terikat.
Sakura kaget karena Kenzi mendadak memeluknya erat. Sakura benar-benar tidak mengerti kenapa Kenzi berkata seperti itu dan kenapa dirinya di ikat.
" Hey...lepaskan dulu ikatannya!" Ucap Sakura marah.
" sebentar, sabar...!"Ucap Kenzi
Fumida dan Fumiko tersenyum melihat mereka berdua. Kemudian Fumida segera meletakkan kembali senapan laras panjangnya di meja, lalu bergegas membantu Kenzi yang sedang melepaskan tali ikatan Sakura.
" Maaf... maaf ya!" Ucap Kenzi sembari membuka tali ikatan Sakura.
Sakura terbebas dari ikatan, dan berdiri sambil kebingungan.
"Ada dimana aku, mana Ayahku?" Tanya Sakura sembari melihat sekeliling dan merasa asing dengan tempat ini.
Fumida tak menyangka kalau Sakura masih terhipnotis.
Fumiko mendekati Sakura.
"Sakura, apa kamu tidak ingat tempat ini?" Tanya Fumiko mencoba membantu Sakura untuk kembali mengingatnya.
" Lihat ada Kenzi, kamu ingat Kenzi kan?" Tanya Fumiko lagi.
Kenzi merasa khawatir dengan keadaan Sakura, dan berfikir pasti ada yang salah dengan efek hipnotis mata hijaunya.
Kenzi kembali mengambil buku itu, dan mencari tahu apa yang terjadi dengan Sakura, mengapa dia seperti orang yang lupa ingatan.
" Mungkin ini hanya efek sementara, biarkan Sakura istirahat, bawa dia ke kamar!" Ucap Fumida pada Fumiko.
" baiklah!" Jawab Fumiko faham. "ayo Sakura..ikut Tante miko ya, kita ke kamar". Ucap Fumiko dengan lembut menuntun Sakura yang terlihat masih pusing kepala nya.
Kenzi memandang Sakura merasa bersalah. Lalu melanjutkan membaca. Siapa tahu di buku ini ada cara membuat Sakura sembuh kembali, pikir Kenzi.
Kemudian alarm keamanan Cafe Fumida berbunyi.
"tutut..tutut..tutut..!"
__ADS_1
Fumida segera menutup mulut Kenzi yang baru saja mau mengeluarkan suara melanjutkan membaca.
"Ssstt....ada yang membobol Cafe ku!" Ucap Fumida pelan.
Dengan sifat waspadanya, Fumida menyalakan sistem Cctv yang terpasang di ponselnya.
Terlihat jelas di layar hpnya, Cafe Fumida di masuki orang yang tidak di kenal.
Kenzi yang ikut melihat ke layar hp tantenya itu segera berlari memberitahu mamanya.
Di dalam kamar, Fumiko membantu Sakura membaringkan tubuhnya di tempat tidur Kenzi.
Lalu Fumiko menyelimutinya dengan selimut tebal Kenzi yang berwarna abu-abu.
"Mama...Ssstt..dengarkan, Cafe Obasan di masuki orang tak di kenal!" Ucap Kenzi sambil berbisik pada Fumiko.
Fumiko terkejut, sedangkan Sakura mulai memejamkan mata beristirahat. Kemudian perlahan Kenzi dan Fumiko keluar kamar menghampiri Fumida.
" Benarkah itu, ada orang masuk ke Cafe mu?" Tanya Fumiko sambil berbisik pada Fumida.
Fumida menganggukkan kepala.
Mata mereka semua fokus tertuju ke layar hp Fumida.
Dan tiba-tiba terdengar dering hp dari tas Sakura di dalam kamar Kenzi.
Mereka bertiga menoleh bersama, panik. Khawatir suara dering hp itu akan terdengar sampai keluar.
Kenzi segera berlari untuk mematikan ponsel Sakura itu.
"Cepat pakaikan kontak lensa ini pada Kenzi !" Ucap Fumida yang mengeluarkan lensa kontak dari saku celananya, dan memberikannya pada adiknya. Fumiko faham, dan langsung menyusul Kenzi.
Kenzi mencari ada di mana asal bunyi hp Sakura, dia belum menemukan tas Sakura yang memang sudah dua hari ini tak pernah Kenzi lihat, terakhir dia melihatnya ketika membawa masuk Sakura pertamakali ke sini.
Sakura mulai membuka mata, dia terbangun karena mendengar suara dering hpnya.
Sambil menyingkirkan selimut dari atas tubuhnya, dia melihat Kenzi yang masuk ke dalam kolong tempat tidur.
" Kamu sedang apa Kenzi?" Tanya Sakura. Fumiko lalu masuk kamar dan melihat Kenzi yang berada di bawah tempat tidur.
Fumiko segera menarik kaki Kenzi, menarik tubuh Kenzi keluar dari bawah tempat tidurnya.
" aaa..ketemu!" Ucap Kenzi yang memegang tas Sakura.
Sakura bingung mereka berdua sebenarnya sedang apa.
"Ini tas ku, kalian mau apa!" Ucap Sakura yang langsung mengambil tasnya dari genggaman Kenzi. Lalu segera mengambil hpnya dan mengangkatnya.
" Hallo Ayah...!" Baru menjawab ponselnya, hp Sakura segera di rebut Kenzi lalu dimatikan.
"Kenzi...Kenapa dimatikan, itu tlp dari Ayahku!" teriak Sakura marah. Kemudian Kenzi segera menyekap mulut Sakura agar diam.
" Sssssttt...tenang, jangan berteriak!" Ucap Kenzi sambil berbisik.
Sakura dengan mata melotot, merasa tak nyaman dengan tindakan Kenzi yang menyekap mulutnya.
Sakura meronta, minta di lepaskan mulutnya.
Kenzi mengerti, pasti Sakura kaget.
" Aku akan melepaskan mulut mu, tapi kamu harus diam, nanti aku akan jelaskan semuanya!" Bisik Kenzi lagi.
Fumida merasa geram karena di layar hpnya terlihat orang-orang itu menemukan jembatan di atas dan mulai menyelidiki, sepertinya mereka mengetahui atau mungkin mereka mendengar suara dari ruangan ini.
" Kenapa mereka lama sekali di kamar!" Ucap Fumida yang cemas takut orang-orang itu akan segera menemukan ruangan ini.
Kenzi pun mulai melepaskan mulut Sakura. Dan meminta Sakura untuk tenang.
Kemudian Fumiko memberikan lensa kontak pada Kenzi.
" Cepat pakai !" Perintah Fumiko.
__ADS_1
Kenzi segera memakainya, dan kini mata hijaunya sudah tak terlihat hijau lagi.
Sakura hanya melihat dan berfikir, ada apa ini sebenar nya?