
Kia yang masih berada di parkiran cafe sore itu membuka kembali tas miliknya dan mencari kartu nama yang di berikan andara pagi tadi ia berinisiatif ingin menghubungi Andara dan memberi tahu ke pria itu bahwa Kia ingin segera pergi ke kediaman Andara tapi ia tidak mempunya alamat pria tersebut,, dan kini orang yang di hubungi olehnya belum juga mengangkat telepon tersebut hinga dering terakhir barulah terdengar suara di seberang sana..
📞 Y hallo, ini dengan siapa ??
📞 Emm saya Kia yang pagi tadi udah buat mobil om lecet, saya ingin ke rumah om tapi saya tidak memiliki alamat lengkap saya ingin menyelesaikan tugas saya om.." Kia berkata dengan sangat hati-hati
📞 Oh ok saya akan mengirim alamat lengkapnya ke kamu dan kamu harus cepat sampai di sana bersikan semuanya jangan pulang sebelum saya mengecek hasil pekerjaan kamu. "Andara langsung mematikan telefon itu tanpa mendengar jawaban dari Kia."
Tut Tut Tut
telepon di matikan sepihak oleh Andara
📞 O, lah belum juga selesai ngomong udah di matiin" Kia merasa kesal dengan perbuatan pria dingin itu
handphone yang masih di genggam oleh Kia itu bergetar tanpa mengeluarkan suara karena mode silent ia yang merasakan getaran dari handphone nya tersebut melihat ada pesan masuk dan langsung membacanya terlihat ada alamat lengkap yang di kirim oleh nomor tersebut ia pun menghidupkan mesin motornya dan bergegas ke alamat itu.
Dengan kecepatan sedang Kia melewati jalan yang kelihatan begitu ramai di padati dengan berbagai macam kendaraan yang memang di waktu jam pulang kerja.
Membutuhkan waktu kurang dari setengah jam Kia sudah sampai di alamat tersebut, berkali-kali Kia membaca pesan itu untuk memastikan apakah betul alamat itu sesuai dengan isi pesan yang ada di handphone miliknya,, Kia mendekati gerbang yang menjulang tinggi di hadapannya dan ingin membuka gerbang tersebut,, tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan penjaga keamanan rumah mewah itu lalu menyapa Kia dari arah berlawanan..
" Neng ada perlu apa ?? "Tanya mang Seno security di rumah tersebut.
__ADS_1
"Pak saya di minta ke alamat ini oleh pak Andara untuk membersikan rumah miliknya pak" Kia berkata sambil melihat isi pesan yang di kirim Andara tadi.
"Boleh saya lihat isi pesannya untuk memastikan apakah betul nomor yang mengirim pesan ke neng itu benar nomor pak Andara" Mang Seno berkata dengan sangat sopan agar Kia tidak tersinggung dengan perkataannya..
Kia yang menanggapi dengan baik maksud dari security tersebut langsung menunjukan isi pesan dan juga nomor si pengirim pesan agar mengijinkan ia masuk dan langsung melakukan tugasnya dengan segera.
Mang Seno yang melihat isi pesan dan Nomor si pengirim ia memastikannya jika benar itu nomor majikanya Mang Seno bergegas membuka gerbang dan mempersilahkan Kia masuk menuntun nya sampai ke dalam rumah, setelah selesai mengantar Kia mang Seno keluar dan kembali ke pos security seperti biasa untuk berjaga.
Kini Kia telah berada di dalam rumah mewah milik Andara,, Kia yang tidak tau di mana letak alat pembersih itu berniat menuju ke arah dapur dan mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk memulai aktifitas, Kia hanya mengunakan instingnya untuk membuka pintu yang berada di sekitar dapur itu Kia membuka pintu yang tertutup rapat yang di dalamnya terlihat seperti gudang tapi sangat rapi dan benar saja di dalam sana Kia menemukan semua alat yang bisa iya gunakan untuk membersikan rumah mewah bergaya klasik tersebut..
Kia memulai pekerjaannya dengan membersikan debu di setiap barang yang tertata dengan rapi merasa debunya sudah tidak menempel lagi Kia lanjut mengambil sapu dan penyedot debu untuk ia gunakan membersikan lantai sofa dan juga karpet bulu.
"Ehhkem, "Andara berdehem untuk menyadarkan Kia dari lamunannya
Kia yang kaget dengan kehadiran Andara itu pun bergegas bangkit dari duduknya.
" Emm maaf om"
"udah selesai ?? saya mau cek hasil kerja kamu,, klau hasil kerja kamu memuaskan saya kamu bisa pulang."
Andara berjalan menelusuri setiap ruangan dan sudut rumah nya mencari hal yang mungkin akan membuat ia harus memerintahkan kembali wanita itu untuk melakukan pekerjaan lagi tetapi sayangnya tidak satu pun ia temukan hal yang membuatnya kecewa.. Pria itu tiba-tiba menghentikan langkahnya tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu membuat Kia yang sedari tadi mengikutinya dari belakang menabrak punggung pria tersebut,, hal itu tentu membuat pria itu membalikan badan kearah Kia dan menatapnya dengan tatapan datar lagi..
__ADS_1
Mati aku mengapa slalu ada kejadian seperti ini sih bisa-bisa aku gak bisa pulang malam ini" Kia merutuki dalam hati perbuatannya yang akan membuat ia terjebak dengan pekerjaan tambahan lagi .
" Kamu " Andara menggantung omongan nya sesaat melihat ekspresi Kia yang panik membuat ia enggan melanjutkan perkataan nya barusan.
Andara melihat jam di pergelangan tangannya kini sudah menunjukan jam 9:30
"Kamu boleh pulang dan ingat besok kamu ke sini lagi tapi ada tambahan masak buat makan malam dan saya akan menyiapkan semua bahan makanan untuk kamu masak besok"
Tanpa berpikir panjang Kia berpamitan dan melanjutkan langkah untuk mengambil tas miliknya yang ia simpan di dapur sewaktu ia datang,, Kia berjalan keluar dari rumah itu,, kini pikiran Kia ingin segera pulang untuk membersikan diri dan beristirahat. Sampai di motor kesayangannya Kia kembali menghidupkan mesin motornya dan berlalu meninggalkan kediaman Andara tersebut, sesampainya di gerbang ia berpamitan dan mengatakan ke mang Seno klau besok ia akan datang kembali di jam yang sama.
"Pak saya pulang dulu besok saya ke sini lagi di jam yang sama.." ia mengulas senyum lalu pergi
"Hati-hati di jalan neng" pesan pak Seno sebelum Kia berlalu pergi.
Kini tinggallah Andara sendiri, Andara sangat jarang berada di rumah miliknya karena ia memilih tinggal di rumah orang tuanya ketimbang harus sendiri di rumah sebesar ini, Andara bukan tanpa alasan untuk memiliki rumah itu, rumah itu ia persiapkan jika kelak ia menikah dan akan tinggal bersama istrinya ( di mata Andara wanita ribet tapi masih mikir nikah kan aneh ya guys ) tentu keberadaan rumah tersebut tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya
Andara berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya berniat untuk membersikan diri dan beristirahat, sesampainya di kamar miliknya Andara mulai melepas jas dan juga kemeja yang ia kenakan, ia meletakkan dengan sembarang di sofa yang berada tak jauh dari ranjangnya tinggal menyisahkan celana panjang saja lalu menuju kamar mandi tak lupa ia membawa handuk.
Selesai dengan ritual mandinya Andara menuju lemari untuk mengambil baju lalu mengeringkan badannya dengan handuk dan memakai pakaian, Andara mencari benda pipi ingin menghubungi ibunya klau ia malam ini tidak akan pulang dan menginap di luar, benda yang di cari oleh pria itu pun ketemu ia langsung mengirim pesan takut klau menelpon akan mengganggu ibunya yang lagi tidur karena jam sudah menunjukan pukul 11:00 malam yang berarti sang ibu sudah berada di alam mimpi..
sampai di sini dulu ya guys author udah ngantuk ,,, tunggu babak selanjutnya bakalan seru ...
__ADS_1