
Kenzi pulang dengan membawa kekecewaan. Mengingat sikap Sakura yang begitu dingin dan mengabaikannya.
Sakura pergi begitu saja bersama Rivan teman sekolahnya.
Sakura menggandeng tangan Rivan di depan mata Kenzi, membuat hati Kenzi terasa sesak karena rasa cemburu.
“Hai Kenzi kamu dah ketemu Sakura?” Tanya Fumida melihat Kenzi memasuki rumah.
Kenzi diam tak menjawab sembari tetap berjalan menuju dapur mencari segelas air. “Aaaaakh...!” Kenzi meminum sebotol air putih tanpa menyisakannya sedikit pun. Fumida terheran-heran melihat Kenzi, “Kamu kenapa? Seperti orang yang belum minum air berhari-hari!” Kata Fumida.
Fumiko datang dari atas kamarnya, “Kenzi, bagaimana kamu sudah berjumpa dengan Sakura?” Tanya Fumiko sambil tersenyum.
Kenzi meletakkan botol minuman yang kosong dengan sangat keras, “BRAK!” Botol minuman langsung pecah.
Fumida dan Fumiko sampai terkejut, “Haii..ada apa dengan mu! Memang nggak bisa pelan-pelan meletakkan botolnya!” Ucap Fumida segera mengambil lap.
“Ada apa Nak? Apa Sakura mengatakan sesuatu padamu? yang membuat mu marah seperti ini!” Tanya Fumiko.
“Tolong, jangan tanya-tanya lagi soal Sakura!” Jawab Kenzi dengan matanya yang menyala, kemudian dia pergi ke atas.
Fumida dan Fumiko kembali terkejut, “Mata Kenzi, apa kamu lihat apa yang aku lihat Kak? Fumiko tak percaya kekuatan mata hijau Kenzi benar-benar sudah kembali.
“Ya aku melihatnya, Miko!” Jawab Fumida.
Kekuatan mata hijau Kenzi telah kembali, ini membuat Kenzi sembuh dengan sempurna.
Sakura tetap tak melepas pegangan tangannya. “Waaaw..lihat, itukan sang juara karate tingkat nasional yang kemarin dapat medali emas!” Ucap beberapa siswa yang melihat Sakura menggandeng tangan Rivan.
“Apa mereka berpacaran?” Siswa yang melihat itu jadi menyebarkan gosip di sekolah.
Di rumah Kenzi.
Fumiko, Hiroyuki dan Fumida sedang ssrapan pagi. Kenzi dengan bersemangat menyodorkan sebuah surat pendaftaran sekolah.
__ADS_1
“Tanda tangini ini Papa!” Ucap Kenzi pada Hiroyuki. Semua orang di meja makan saat itu menatap aneh ke arah Kenzi.
“Surat apa ini?” Tanya Fumiko.
Dengan tatapan mata yang percaya diri Kenzi menjawab, “Aku ingin melanjutkan sekolah!” Jawab Kenzi.
Dua hari telah berlalu. Gosip tentang kisah kasih Rivan dan Sakura semakin menyebar.
Kisah cinta itu pun akhirnya sampai ke telinga Sakura dan teman-temannya Rivan.
Ke esokan paginya Rivan masuk ke dalam kelas. “Wesss ini dia Rivan! selamat yaa…SELAMAT!” Ucap teman-teman sekelasnya.
Rivan nampak bingung. “Selamat apaan, emang hari ini gue ulang tahun?” Tanya Rivan.
“Yaelah…pura-pura lagi! Lo pacaran sama bintang sekolah kita kan?” Tanya Kiky dan teman-teman yang lain sambil senyum-senyum.
“Pacaran sama bintang sekolah? Maksud lo Sakura kakak kelas kita?” Rivan makin bingung.
“Brakkk..!” Suara meja di gebrak Sakura.
Rivan dan teman-temannya sampai kaget.
“HEH ! aku nggak mau tahu ya, pokoknya kamu jelasin ke mereka-mereka, kalau kita tidak pacaran!” Ucap Sakura emosi.
Rivan tak berkedip, bukannya takut melihat Sakura marah, malah menatap terpesona dengan kecantikan Sakura.
Wajahnya Sakura yang nampak jelas berhadapan dengan Rivan, membuat jantung Rivan berdegup dengan cepat, seperti suara langkah kaki kuda yang berlari cepat.
Sakura jadi keheranan, kemarahannya malah di sambut Rivan dengan wajah merona sembari tersenyum manis padanya.
“Iiiiihhh…dasar mesum, apa sih yang ada di otak mu!” Ucap Sakura mendorong kening Rivan dengan jari telunjuknya.
Sakura tak jadi marah-marah nya, dia pergi kekuar kelas Rivan dengan rasa canggung.
__ADS_1
“Cie cie…yang abis di tengokin pacar, mukanya sampai merah merekah, Hahahaha….!” Ledek Kiky dan kawan-kawan.
“Dasar orang gila, bukannya takut…malah pasang muka nyebelin ! Iiihhh…aku harus gimana sih sama anak model gitu!” Pikir Sakura sambik berjalan menuju kelasnya.
“Perkenalkan murid baru kita, ayo masuk Nak!” Ucap Bapak wali kelas 9D.
“KENZI…!” Sakura terkejut melihat Kenzi menjadi murid baru di kelasnya.
“Iiihh…ganteng banget, ya ampun matanya, hijau!” Ucap teman-teman sekelas Sakura terpana dengan ketampanan Kenzi.
Sakura terlihat kesal, mendengarkan ocehan teman sekelasnya yang nampak genit memandangi Kenzi.
“Ngapain juga aku kesel, aku kan bukan pacarnya lagi !” Ucap Sakuramengingatkan dirinya sendiri.
Sakura duduk memalingkan wajah, mencoba untuk mengalihkan perhatiannya ke buku pelajaran.
Kenzi di persilahkan duduk. Tempat duduk Kenzi berada tepat di depan meja Sakura.
Kenzi berjalan menuju tempat duduknya, sambil menatap Sakura.
“Duh…duduknya di depan ku lagi!” Bisik Sakura berpura-pura tak perduli dengan kedatangan Kenzi.
Kenzi berhenti di depan mejanya, lalu menundukkan kepala melihat ke arah mata Sakura.
“Deg!” Jantung Sakura seakan terhenti sejenak, matanya bertemu pandang dengan mata indah Kenzi.
“Hai sayang…kita sekekas lagi seperti dulu!” Ucap Kenzi sembari tersenyum.
Sakura berusaha mengabaikan tatapan mata Kenzi. Dia ambil buku, lalu Sakura pura-pura membaca. Di angkat bukunya sampai menutupi wajahnya yang memerah.
Kenzi tersenyum simpul, melihat tingkah Sakura. Kenzi duduk dengan nyaman dan merasa tenang karena berada dekat dengan Sakura.
__ADS_1