
Fumiko masuk ke bagian atas rumah besar itu. Mungkin saja ada ruang yang bisa digunakan untuknya dan anak-anak beristirahat.
Dibukanya pintu sebelah kanan, terlihat ruang tidur yang cukup besar bisa untuk 3 atau 4 orang.
"Kamar siapa ya, luas sekali, ranjang nya juga besar!" Ucap Fumiko sembari mencoba duduk di ranjang yang besar dan megah itu.
Lembut sekali, juga empuk, ini pasti kasur mahal, pikir Fumiko. Lalu di lihat nya sebuah lemari antik yang besar.
"Apa isinya, apa mungkin masih ada pakaian di dalamnya?" Fumiko penasaran lalu membuka lemari antik itu.
"Astaga!" Fumiko takjub, pakaian dari era zaman kuno tertata rapi di dalam lemari. Baju yang sudah tidak zaman lagi, seperti pakaian orang kerajaan.
"Kenzi....Sakura....!" teriak Fumiko ingin menunjukkan hasil temuannya.
Fumiko lalu menutup kembali lemari itu, dia resah karena Kenzi dan Sakura dipanggil tidak segera menyaut.
"Ada dimana mereka, jangan-jangan mereka tersesat!" Ucap Fumiko khawatir.
Kenzi menatap Sakura yang tertunduk malu.
Kemudian Sakura berkata dengan suara pelan.
" Terimakasih Kenzi". Sakura mengatakan dengan malu-malu.
Kenzi lalu mendekat, sangat dekat, membuat Sakura makin salah tingkah.
"Kamu tadi bilang apa?" Tanya Kenzi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura.
Sakura terpana, melihat mata hijau Kenzi yang indah. Kenzi pun merasa semakin berdebar, Kenzi mulai melihat ke arah bibir Sakura yang merah muda.
Sakura pun jadi fokus melihat bibir tipis Kenzi yang lembab.
Kenzi lama kelamaan ada rasa ingin menyentuh bibir Sakura, yang seakan merayu dirinya untuk segera memberanikan diri mencium Sakura.
Sakura mulai memejamkan matanya, dirinya tak kuasa menolak gerak tubuh dan belaian lembut jemari Kenzi yang mengusap bibirnya.
"Kenzi....Sakura...di mana kalian!" teriak Fumiko yang mencari-cari anak nya.
Kenzi segera sadar mendengar teriakan Mamanya, dan Kenzi segera menjauhi Sakura yang kala itu sudah siap untuk di cium.
Sakura membuka matanya, dia melihat Kenzi bukannya menciumnya malah menjauh. "Maafkan aku....!" Ucap Kenzi segera berlari keluar.
Sakura menghela nafas panjang, lalu mengigit bibirnya.
Fumiko lalu menemukan pintu yang menuju ruang buku tempat Kenzi dan Sakura berada.
"Kenziii...Sakura..!" panggil Fumiko sembari membuka pintu.
Kenzi lalu bertemu Fumiko di depan pintu.
" Iya Ma, ada apa, kami ada di dalam sini dari tadi!" Jawab Kenzi yang raut wajahnya sedikit tegang karena hampir saja kepergok berciuman.
"Kamu kenapa...kenapa wajahmu pucat?" Tanya Fumiko yang curiga. Kenzi lalu tersenyum berusaha menutupi rasa malunya.
" Ah..enggak ..gak ada apa-apa, aku baik-baik aja kok Ma!" Jawab Kenzi berusaha santai.
Fumiko memeriksa ke dalam ruangan itu, dan melihat ada Sakura di sana.
__ADS_1
Sakura lalu berpura-pura membaca buku sampul warna merah. Tak sengaja dia membaca isi buku itu yang ternyata isinya berkaitan tentang misteri hipnotis mata hijau.
" Kenzi ...Tante...coba kesini, aku menemukan buku yang aneh!" Ucap Sakura sambil membaca dan semakin penasaran.
Kenzi dan Fumiko lalu mendekati Sakura.
" Memang buku apa itu?" Tanya Fumiko yang melihat Sakura memegang sebuah buku tua bersampull warna merah.
" Itu, tadi dia ambil dari rak buku yang paling atas, sebelah sana!" Jawab Kenzi menjelaskan pada Mamanya.
" coba sini, aku mau lihat!" Ucap Fumiko meminta buku itu.
Sakura segera memberikan buku dan ikut membaca bersama-sama.
Kenzi berdiri di sebelah kanan samping Fumiko, sedangkan Sakura di sebelah kirinya. Mereka serius sekali membaca.
Kenzi menatap Mamanya.
"Ma, isinya hampir sama dengan buku cacatan kakek buyut ku!" Ucap Kenzi.
Fumiko mulai sadar dan berfikir untuk memeriksa semua buku yang ada di dalam ruangan itu.
Fumiko lalu memberikan buku sampul merah pada Sakura kembali, kemudian Fumiko mencoba mengambil buku-buku lain dari dalam rak buku di depannya.
"Coba kalian periksa semua buku- buku ini, yang di sana juga, di sebelah situ juga!" Ucap Fumiko sambil membawa tumpukan buku dan meletakkannya di meja.
Mereka memeriksa semua isi buku-buku itu satu persatu. Benar saja tebakan Fumiko.
Ternyata semua buku-buku yang ada di dalam ruangan itu, hampir semuanya membahas tentang hipnotis mata hijau.
" Kalian selidiki buku-buku itu, dan teliti tahun berapa dan siapa yang menulisnya!" Ucap Fumiko pada Sakura dan Kenzi.
" Mama, buku ini ditulis sudah sangat lama sekali, dan penulisnya mungkin sudah mati!" Jawab Kenzi setelah melihat tahun 1947 tertulis di buku yang ia pegang.
" Iya betul sekali, di sini tertulis tahun 1946, berarti sudah 80 tahun yang lalu!" Sakura ikut berkomentar tentang buku yang ia baca.
Jadi buku-buku ini sudah bertahun-tahun lamanya tersimpan di sini, dan siapa yang sudah mengumpulkannya dan merawatnya, Fumiko berfikir pasti ada seseorang di rumah ini yang menjaganya.
" Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!" Ucap Fumiko yang segera meletakkan kembali buku-buku yang sudah di baca ke dalam rak.
Kenzi heran "kenapa harus pergi?" , Kenzi mengikuti Mamanya segera merapihkan semua buku yang tadi di turunkan dari rak.
Sakura terdiam, dia tak mengerti dan mulai bertanya.
" memangnya mata hijau yang di ceritakan di buku-buku ini, apakah ada hubungannya dengan Kenzi?" Tanya Sakura sembari mulai membereskan buku-buku.
" Iya!" Jawab Fumiko singkat.
" Jadi, Kenzi beneran bisa menghipnotis orang!?"Tanya Sakura tak percaya. Matanya tertuju pada Kenzi meminta penjelasan.
" Kenzi...?" " benar begitu?"
Sakura masih ingat dengan bisikan Kenzi waktu di atap sekolah dulu, kalau dirinya di hipnotis Kenzi agar tidak berkelahi dengan Rian.
Kenzi diam dan tak tahu harus bagaimana menjelaskannya.
" Sudah, ayo cepat, kita harus keluar dari rumah ini!" Ucap Fumiko yang segera menyelesaikan merapihkan buku.
__ADS_1
Dengan tatapan yang waspada, Fumiko memeriksa di pintu, merasa khawatir.
Kenzi tidak faham, sebenarnya apa yang Mamanya takutkan, "bukankah rumah ini kosong?"
" Tante, memangnya ada apa, kenapa kita harus keluar dari sini?" Tanya Sakura sembari melihat Fumiko yang terus saja bersikap waspada.
" hari sudah gelap, kita mau pergi kemana?" Tanya Sakura yang melihat keluar matahari sudah terbenam.
" Iya Mama, kita di sini saja, rumah ini kan kosong!" Ucap Kenzi membujuk mamanya untuk tidak pergi.
" Ssssstttt....jangan berisik, ada orang yang masuk!" Ucap Fumiko berbisik pada Kenzi, dan segera menutup pintu dengan perlahan.
Sakura terkejut, begitu pula Kenzi. Mereka tak tahu harus bagaimana.
"Ayo sembunyi, cepat!" Bisik Fumiko menarik baju Kenzi.
Dan Kenzi menggandeng tangan Sakura.
Mereka mencari tempat untuk sembunyi.
Di balik rak buku besar Fumiko bersembunyi. Sedangkan Kenzi dan Sakura masuk kedalam lemari tua yang juga berukuran besar.
Kenzi berdiri berhadapan dengan Sakura di dalam ruang lemari gelap itu. Di dalam nya terdapat tumpukan buku-buku yang usang.
Kenzi kemudian melihat ada laba-laba kecil yang berjalan di rambut Sakura.
Sakura curiga karena melihat raut wajah Kenzi yang seperti melihat sesuatu di kepalanya.
" Ada apa...?" Tanya Sakura penasaran.
"Ssssssttt...!" Kenzi menutup mulut Sakura, khawatir sakura menjerit kalau tahu ada serangga yang berjalan di rambutnya.
Sakura panik, dia berfikir ada kecoa, binatang kecil hitam berkaki kasar, serangga yang paling dia takuti.
" Ssstt..tenang, ini cuma laba-laba kecil!" Bisik Kenzi yang berhasil menyingkirkan serangga itu dari rambut Sakura.
Sakura bernafas lega. Lalu Sakura dan Kenzi mendengar langkah kaki di luar.
Kenzi mengintip disela-sela pintu lemari yang sengaja tidak di tutup rapat. Terlihat pria dari arah belakang sedang berdiri.
Ada sosok pria berpakaian tebal memasuki ruangan, dia menoleh ke kanan dan ke kiri, sepertinya dia tahu kalau rumah sudah di masuki orang lain.
Fumiko yang bersembunyi di balik rak buku, mencoba mengintip. Rasa penasaramnya membuat Fumiko sampai lupa kalau rak buku itu tidak boleh di dorong.
Tak sengaja rak buku itu terdorong Fumiko sampai bergoyang-goyang.
Pria itu pun melihat rak buku yang bergerak-gerak dan mulai curiga, mungkinkah ada seseorang yang bersembunyi di belakang rak bukunya. fikir pria itu.
" Mama...!" Bisik Kenzi khawatir Fumiko akan ketawan oleh pria itu.
Pria itu pun maju memeriksa belakang rak buku.
Dan Fumiko yang putus asa takut terlihat, memandang Kenzi yang sedang mengintip di pintu lemari seperti ingin keluar menyerang pria ini.
Lalu Fumiko menggelengkan kepalanya, memberikan tanda pada Kenzi untuk tetap bersembunyi.
Pria itu semakin dekat, dan akhirnya Fumiko menguatkan diri, mencoba untuk bangkit dan keluar dari tempat persembunyiannya.
__ADS_1