Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Rencana Akan Ke Dubai


__ADS_3

RR's Meal Restaurant


Romeo menatap gadis cantik di hadapannya yang memakan hidangannya dengan sangat elegan. Wajah Juliet yang malam ini memakai make up tipis, membuatnya semakin cantik tanpa harus terlihat menor.


"Jules..."


"Ya?"


"Aku mungkin akan tidak sering-sering ke rumahmu menjelang ujian Nasional."


Juliet menatap wajah khas Jepang di hadapannya. "Kenapa? Biasanya kalau mau ujian ke rumah, belajar bareng sama mas V."


"Untuk ujian nasional, aku mau konsentrasi supaya mendapatkan nilai sempurna. Sebab kalau aku belajar bareng sama Val di rumahmu, aku bakalan tidak fokus."


Juliet memandang Romeo. "Apa kamu yakin Rombeng? Apa kamu nggak lebih berantakan kalau tidak melihat aku lama?"


"Hitung-hitung latihan jika nanti aku masuk kedokteran, akan jarang bertemu denganmu Jules. Aku harus berusaha menyelesaikan kuliahku dengan cepat supaya bisa langsung ambil spesialis jantung."


Juliet hanya terdiam. Satu sisi dirinya senang Romeo tidak terlalu sering berada di rumahnya tapi sisi lain, dirinya sudah terbiasa melihat remaja pria itu berseliweran di rumahnya.


"Oke..." akhirnya kata itu yang keluar dari bibir Juliet.


Romeo tersenyum. "Nanti usai ujian nasional, aku akan penampakan di rumah mu kok Jules. Don't worry."


***


Ucapan Romeo memang terbukti dengan hampir jarangnya dia datang ke kediaman keluarga Reeves bahkan Valentino tidak lepas dari pertanyaan para orang rumah.


"Romeo kok nggak datang V? Apa sudah makan benar ya di rumah? Setahu mama, Megumi sedang ke Karachi mengikuti pameran disana." Rina melihat ke arah Valentino yang sedang sarapan. Pagi ini putra sulungnya hendak ujian nasional.


"Rombeng nggak mau datang selama ujian nasional, mama macan. Biar ga buyar konsentrasi nya lihat Jules" jawab Valentino sambil menikmati sarapannya.


"Kamu ikut kakakmu berangkat pagi, Jules?" tanya Hoshi.


"Iya Papa macan. Daripada minta tolong Ethan, mending aku bareng mas V. Toh aku bisa bantu ngepel, nyapu kebon sekolah..." jawab Juliet asal.


"Eh beneran ya, nanti bantuin pak Maman yang tukang kebun sekolah" ledek Valentino.


"Idiihhh! Nggak diharafiahkan juga mas!" Juliet menatap judes ke kakaknya.


"Semangat ujiannya ya Toyib junior paling junior" ucap Levi yang baru saja datang dari acara jalan paginya bersama dengan Yanti. Kebiasaannya semenjak memutuskan pindah dari New York ke Jakarta saat Eiji berpulang dan dia menemani sang mommy Ayame.


"Seriously Opa? Toyib? Ada apa dengan keluarga ini! Mengapa selalu bangga dengan ketoyiban di setiap generasi? Really?" omel Valentino sambil mendelik ke arah Opanya.


"Itu juga yang papa bingung. Sepertinya bangga sebagai Toyib" timpal Hoshi.


"Karena cuma kita yang dikenal sebagai keluarga Toyib di keluarga besar" jawab Levi kalem sambil menyesap teh panasnya.


"Astaghfirullah. Udah ah! Bikin bete mau ujian. Jules, udah selesai sarapannya?" Valentino menoleh ke arah adiknya.


"Udah. Mama, ini Jules bawa ya?" pinta Juliet untuk membawa beberapa potong sandwich.


"Mau kamu bagi sama Shayna?" Rina tersenyum.

__ADS_1


"Iya ma. Kalau Senin begini, Shayna sering berangkat pagi banget sama Bambang Gentolet biar lakinya nggak terlambat."


"Bawa saja, Jules. Nanti Oma buatkan sarapan sendiri buat Opa" sambung Yanti.


"Kita berangkat dulu semua." Valentino dan Juliet mencium semua anggota keluarga sebelum keluar rumah untuk berangkat sekolah.


***


SMA Elite Menteng Jakarta


Mobil Audi milik Valentino baru saja terparkir ketika mobil milik Romeo tiba dan terparkir di sebelah mobil sahabatnya.


"Pagi Val, pagi Juliet" sapa Romeo ramah.


"Pagi Rom. Kita masuk sekarang?" Valentino berjalan menghampiri sahabatnya.


"Yuk. Jules? Nggak kasih ucapan apa gitu biar semangat ini?" tanya Romeo.


"Ganbatte!" jawab Juliet sambil tersenyum.


"Wah, mood booster aku pagi ini! Thanks Jules!" senyum Romeo.


"Oh please! Nggak ada rayuan gombal." Valentino menyeret Romeo.


"Lho Val, kok Juliet masuk? Bukannya anak kelas 1 dan 2 libur?"


"Juliet dan Shayna ada tugas untuk pra ujian. Dasar mereka berdua super niat akselerasi."


"Bagus dong Val. Biar nanti barengan lulusnya sama sepupumu satu lagi ... Siapa namanya? Shinchan?"


"Nah dia. Kapan dia ke Jakarta? Aku suka geli sama ucapan absurdnya." Romeo dan Valentino duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk ujian.


"Kayaknya nggak deh. Soalnya kami mau ke Dubai habis ini."


"Ngapain?"


"Mbak Zee nikah sama Sean, pangeran dari Belgia."


Romeo melongo.


***


Juliet menunggu kedatangan sahabatnya Shayna di kursi taman sekolah sambil membalas chat para sepupu perempuannya yang tergabung dalam grup chat


📩 Garvita Schumacher : Iya mbak Zee jadi nikah sama bang Sean. Kemarin sudah lamaran.


📩 Arabella Satrio : Terus kita dresscodenya apaan dong?


📩 Gemintang Lexington : Warna biru saja ya?


📩 Arabella Satrio : Manut


📩 Nadira McCloud : Zee, kamu udah yakin itu sama Sean. Nggak main-main lho, pangeran Belgia.

__ADS_1


📩 Zee Schumacher : Insyaallah siap Dira. Kalian pada datang kan?


📩 Leia Bianchi : Tentu saja kami datang. Kan kamu duluan yang menikah dari generasi keenam.


📩 Gemini Lexington : Habis ini kamu ya mbak Leia.


📩 Leia Bianchi. : Emoh! Aku masih menikmati jadi jomblowati


📩 Blaze Bianchi : Leia kan bakalan tinggal di Turin. Dia bakalan jadi juragan anggur


📩 Kalila Al Jordan : Lila cicip ya?


📩 Leia Bianchi : Kamu pengen mbak gantung di pohon willow, Lila?


📩 Kalila Al Jordan : Ya Allah, galake... Bercanda mbakku ... Bercanda.


📩 Sakura Park : Aku udah cicip sake... Enak kok


📩 All : SAKURRAAAA!!!


📩 Sakura Park : Appa malah yang ngajari dan itu cuma satu sendok teh. Cukup tahu bagaimana rasanya dan aku suka! Tapi ya nggak boleh sampai aku usia 21.


📩 Blaze Bianchi : Duh Oom Hideo! Pantas keluarnya Shinchan wong ajarannya nyeleneh begitu! 🤦🤦🤦


Juliet cekikikan membaca chat saudara-saudaranya. Bagi gadis remaja itu, komunikasi dengan para gadis-gadis cicit klan Pratomo generasi keenam adalah mood booster baginya.


Leia dan Blaze yang bar-bar, Zinnia yang judes, Nadira yang bagaikan gunung es, Garvita yang manja, Arabella yang receh, si kembar Gemini dan Gemintang yang pintar, Sakura yang hobi berantem, Kalila yang usil... Masih ada Savrinadeya yang tuna rungu, Raine yang kepo dan Raveena yang kalem seperti papinya Pandu Dewanata.


Meskipun mereka memiliki karakter berbeda, Juliet sayang dengan semua sepupunya.


"Kamu kenapa senyum - senyum sendiri?" tanya Shayna sambil duduk di hadapan Juliet.


"Ini bahas soal dresscode untuk acara nikahnya mbak Zee."


"Mbak Zee itu kakakmu yang mana?"


"Mbak Zee itu anaknya Oom Ayrton dan Tante Mariana, salah satu Emir di Dubai. Besok, mbak Zee mau menikah sama bang Sean, pangeran dari Belgia."


Shayna melongo. "Pangeran? Pangeran? Serius Julie? Pangeran? Macam Pangeran Henry dari Inggris yang kemarin menikah sama putri Medeline?"


"Iya tapi ini dari kerajaan Belgia."


"Ya ampun Julie. Keluarga kamu kok ya aduhai sih?"


Juliet hanya tersenyum manis.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2