
Istana Al Jordan Dubai UAE
Juliet menghampiri gerombolan kakak dan sepupu prianya dengan wajah tidak percaya. Romeo datang dan dengan santainya mengobrol dengan Valentino, Arkananta, Bayu dan Damian.
"Rombeng! Ngapain kamu kesini?" bentak Juliet.
"Nyusul kamu lah! Lagian aku sudah ijin Oom Quinn dan dikasih kok... Aduuuhh duh duh!" Romeo menjerit kesakitan ketika Juliet menjewer telinganya.
"Ngapain pakai acara nyusul-nyusul hah!"
"Kan aku sepi nggak ada kamu, Jules" rayu Romeo manis sambil memegang telinganya yang panas kena jeweran gadisnya.
Sontak sepupu pria dan kakak Juliet terbahak mendengar alasan gombal ala Romeo.
"Ya ampun, Rom. Segitunya sama Juliet! Padahal kita-kita nih sebal sama nih bocah..." gelak Bayu.
"Mau gimana mas Bayu, wong aku cinta Juliet..." cengir Romeo.
"Astagaaa! Kamu itu baru 17 tahun, mau kuliah... Eh, tapi aku juga hasil dari kerusuhan bapakku Ding" gumam Arkananta.
"Oom Bima tuh hobinya bikin darting Opa Ghani, Opa Raka dan Opa Bara... Kata Papa macan sih" sahut Valentino.
"Boys, aku seret tamu nyasar ini dulu yaa" ucap Juliet sambil menarik tangan Romeo.
Bayu hanya tertawa melihat adiknya kesal dan salah tingkah didatangi oleh kekasihnya. "V, kok bisa sih Romeo sampai tergila-gila sama adikmu? Tapi memang sih, hanya cowok yang tahan iman dan tahan banting yang berani menghadapi keluarga kita."
"Dan gesrek! Jangan lupa itu!" celetuk Arkananta. "Romeo itu anaknya juga sama slengean sama kita-kita."
Valentino hanya menatap adiknya dan sahabatnya pergi menuju halaman samping istana Al Jordan.
"Asal nggak ababil saja tuh si Jules" ucap Valentino.
***
Taman samping Istana Al Jordan
Juliet menatap judes ke Romeo yang pagi ini tampak tampan dengan kemeja putih, dasi dan celana abu-abu. Jasnya sudah dilepaskan dan disampirkan di kursi taman.
Yang nekad nyusul ke Dubai
Yang disusul
"Kamu tuh!" Juliet memukul bahu kekar Romeo. "Kok bisa minta ijin ke papa macan!"
"Lho bisa lah Jules! Aku kan anak baik jadi selalu minta ijin ke Oom Quinn. Kalaupun Oom Quinn nggak kasih, aku ya nggak berangkat lah."
__ADS_1
Juliet memicingkan matanya. "Yakin nggak berangkat?"
Romeo mendekati Juliet dan dengan berani mencium ujung hidung mancung gadis itu. "Jelas tetap berangkat lah Jules!"
"Tuuuuhhh kaaaann! Dasar Rombeennggg!"
Romeo terbahak lalu memeluk Juliet. "Aku besok pulang kok sama Valentino dan Arkananta. Kata Oom Quinn pakai pesawat pribadi milik Giandra tapi Oom Quinn dan Tante Rina masih disini. Iya kah?"
"Iya besok kami pulang." Juliet mendongak menatap pria berdarah Jepang itu. "Kamu memangnya kapan datang dari Jakarta ke Dubai?" Tidak dipungkiri, meskipun dirinya belum jatuh cinta seratus persen dengan Romeo, tapi dipeluk oleh pria yang disukai papanya, ada rasa nyaman dan ayem juga.
"Kemarin. Aku menginap di hotel dekat istana saudaramu ini. Valentino juga baru tahu semalam dan aku datang kemari juga karena kakakmu itu."
Juliet menatap tajam ke Romeo. "Mas V memang paling lemah kalau berurusan dengan mu, Rombeng!"
"Namanya itu sahabat yang pengertian, Jules."
"Pengertian dari Monas!" cebik Juliet.
"Lho pengertian Jules. Tahu kalau aku tuh kangen kamu jadinya ajak aku masuk ke acara kakakmu lah."
"Kamu mau sampai kapan peluk aku begini?"
"Ternyata peluk kamu tuh enak ya Jules..." cengir Romeo.
"Modus!"
***
"Astagaaa Romeo. Kamu macam Sean saja. Paling tidak bisa jauh-jauh..." gelak Zinnia yang memiliki rambut hitam panjang dan tebal itu.
"Iya mbak Zee. Aku kan kesepian di Jakarta" jawab Romeo memelas yang membuat Juliet melengos sebal.
"Selamat menikmati acara dan hidangan ya Romeo. Jangan dinakali adiknya mbak Zee."
"Nggak mbak, Insyaallah bakalan aku sayangi seumur hidup aku" ucap Romeo tegas.
"Bagus. Mbak senang kamu serius sama Juliet. Jules, jangan dinakali Romeo, dia sampai nyusul kamu kesini itu sesuatu lho." Zinnia menatap sayang ke Juliet.
"Iya mbaaa..." Zinnia merasa gemas dengan adiknya lalu mencubit pipinya.
"Kamu tuh dikasih tahu!" kekeh Zinnia.
Acara makan siang pun berlangsung ramai apalagi para sepupu perempuan Juliet heboh ketika tahu Romeo nekad menyusulnya ke Dubai. Bagi mereka itu adalah sikap romantis tapi bagi Juliet itu musibah karena tidak bisa seenaknya sendiri heboh dengan saudara - saudaranya.
***
Keesokan harinya usai dhuhur, para rombongan Jakarta pulang ke Indonesia kecuali Hoshi dan Rina yang masih stay di Dubai. Sepanjang jalan menuju pesawat Gulfstream milik keluarga Giandra, Romeo tetap menggandeng Juliet.
Sikap itu pun tidak lepas dari pengamatan Arabella, putri Anandhita dan David Satrio.
__ADS_1
"Mas Arkaaaa... Mbok kita kayak mas Romeo dan Juliet. Mersa dikit gitu lhoooo" rengek gadis berusia 14 tahun itu.
"Hah?! Apa - apaan mersa-mersaan?" pendelik Arka judes.
"Lho kan mas Arka punya Ara. Kan kita memang sudah jodoh" cengir Arabella cuek.
"Idiihhh! Eh Kunti! Yang jodoh tuh siapa? Mas Arka ogah jodoh sama kamu, Bel pintu!"
"Kok Kunti sih? Bel pintu lagi? Mas, namaku itu Arabella, disahkan di kantor dukcapil, ada aktanya Arabella Putri Ramadhan Satrio. Mbok Ojo diganti. Mesakke papa dan mama mengko Bancakan maning nganggo bubur merah putih. ( Kasihan papa dan mama nanti syukuran lagi pakai bubur merah putih )." Arabella mengerjapkan matanya yang belo.
Sontak semua orang disana tertawa mendengar ucapan cicit Gozali Ramadhan itu.
"Untung nggak ada Shinchan, bisa pusing aku!" sungut Valentino.
"Lu tuh kalau ngomong mbok dipikir!" omel Arkananta sambil menoyor dahi Arabella yang dengan cueknya memeluk lengan pria yang sudah disukainya sejak kelas satu SMP.
"Lho ini dipikir mas Arka sayang. Kan bener tho, mesakke gawe acara maning" eyel Arabella.
"Oom Dapiiidd! Anaknya ini lhooo!" protes Arkananta.
"Mau gimana, Ka. Wong bentukannya sudah begono" balas David Hakim Satrio cuek.
Arkananta pun manyun karena Arabella tetap tidak mau melepaskan pelukannya di lengan salah satu anggota trio kampret.
***
Di dalam pesawat
Romeo memandangi wajah Juliet yang terlelap dan perlahan membenarkan posisi tidurnya yang tampak tidak nyaman. Kepala gadis itu lalu diletakkan di bahunya perlahan dan tampak Juliet menjadi lebih pewe lalu tanpa sadar memeluk Romeo macam memeluk guling.
Arabella yang melihat itu langsung auto iri.
"Mas Arkaaaa..."
"Nggak ya Bel sepeda! Nggak ada acara meri-meri ( iri ) dengan Juliet dan Romeo! Karena mereka memang pacaran, sedangkan aku dan kamu hanya sebatas sepupu!"
"Iiissshhh mas Arka gitu. Mbok yang Alus dikit lah sama aku yang imut ini..."
"No way férguso!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1