
Kediaman Keluarga Reeves Jakarta
Seperti biasa, usai di rumah sakit jika tidak terlalu malam, Romeo pasti mampir ke rumah Juliet untuk makan malam disana dan bercengkerama dengan gadisnya beserta kedua opa Omanya.
Satu hal yang disukai dari Levi dan Hoshi adalah Romeo tidak hanya melihat Juliet saja tapi juga keluarga inti gadis itu seperti halnya Juliet ke keluarga Romeo.
Pria berdara Jepang itu juga tidak canggung dalam berbaur dengan para anggota keluarga besar klan Pratomo terutama dengan para sepupu Juliet generasi keenam. Apalagi semuanya juga menerima Romeo dengan tangan terbuka.
Kini usai makan malam, Levi dan Yanti bersama Hoshi dan Rina menanyakan apa rencana kedua anak itu setelah menikah. Apakah tinggal di rumah Haruto atau rumah Hoshi atau di apartemen atau sudah beli rumah sendiri.
"Rencananya kami akan tinggal di apartemen dekat dengan departemen kardiovaskular FKUI dan ke kantor PRC juga dekat" jawab Romeo saat Hoshi menanyakan nanti mereka akan tinggal dimana.
"Apa papa macan keberatan?" tanya Juliet.
"Kalau papa mau egois, iya tapi kan kamu dan Romeo sudah punya rencana sendiri berdua, ingin menikmati kehidupan berumah tangga mandiri jadi papa dan mama macan mendukung keputusan kalian" jawab Hoshi.
"Jangan khawatir, rumah ini atau rumah Haruto selalu terbuka untuk kalian jika ingin bersama dengan kami" ucap Yanti. "Meskipun kami tahu bahwa itu adalah siklus kehidupan tapi tetap saja ada rasa kehilangan dan rasa 'duh cucuku sudah dewasa. Sudah ada suami yang akan menjadi imamnya'..."
Levi merangkul istrinya. "Jangan mewek Yan..."
"Habis aku... sedih tapi juga bahagia akhirnya Jules bersama pria yang akan menjadi pasangannya."
Hoshi dan Rina saling menggenggam tangan seolah menguatkan bahwa Juliet masih tetap anak perempuan mereka.
***
Juliet mengantar Romeo menuju mobilnya yang sempat dikiranya hilang tapi ternyata disimpan oleh pengawal bayangan gadis itu.
"Rombeng, kita kan bentar lagi nikah. Jangan sering-sering ketemu dulu, pamali kata Oma."
"Yakin betah ga ketemu?" goda Romeo.
"Yeeee wong nanti sudah akad ketemu tiap saat, dikekepi, dikeloni juga jadi masalah gitu?" sahut Juliet sambil manyun.
"Apa semua akan datang?" tanya Romeo sambil merengkuh pinggang Juliet dan keduanya saling berhadapan.
"Insyaallah pada datang kecuali Opa Yakuza. Oma Miko tidak kasih ijin pergi jauh-jauh, opa Ashley belum tahu, kalau opa Karl katanya mau datang."
"Buat para opa dan Oma yang kesehatannya tidak memungkinkan, lebih baik di kota masing-masing deh jaga fisik..." gumam Romeo.
"Iya, opa Levi dan papa macan juga bilang begitu tapi mbuh lah, kan tahu sendiri keluarga aku super perngeyelan tingkat dewa" kekeh Juliet.
"Acara kita dua Minggu lagi, jadi kita memingitkan diri saja ya Jules, daripada kena tauziah kiri kanan depan belakang."
Juliet tertawa. "Deal, memingitkan diri sendiri." Gadis itu mencium bibir Romeo lembut. "Hati-hati pulangnya."
__ADS_1
"Besok aku nggak kesini ya sampai acara ijab. Jangan ditungguin..."
"Aku tunggu pas ijab."
Romeo mencium pipi dan kening Jules. "Pulang dulu" pamitnya usai mencium bibir Juliet.
***
Ruang Kerja Hoshi Reeves **Keesokan Harinya**...
"Buat yang seangkatan dan segenerasi aku, kalau kondisi fisik tidak memungkinkan, tidak datang tidak masalah bro" ucap Levi ke semua sepupunya yang generasi keempat melalui iMac yang berada di ruang kerja. "Terutama Ashley, Yakuza karatan, Fuji dan Karl yang barusan pindah nginap di rumah sakit."
"Sialan lu Vi. Makin tua kagak hilang-hilang mulut njeplaknya" komentar Arjuna sambil tertawa.
"Lha Junjun, benar kan ucapan aku?" elak Levi.
"Ada yang nggak benar. Aku bukan Yakuza Karatan!" protes Takeshi yang sekarang duduk di kursi roda karena kesehatannya.
"Lha apa?" tanya Ashley.
"Yakuza pensiun."
Para pria generasi keempat hanya melengos. "Ash, sekarang aku tahu darimana kacaunya cucu lu. Shinchan ketularan Takeshi" kekeh Aidan.
"Tampaknya begitu. Kelamaan kumpul sama besan lu duo M" sungut Ashley ke Marco dan Mario Bianchi yang juga tidak bisa hadir ke Jakarta karena faktor kesehatan juga.
Hoshi hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan unfaedah ayah dan para Oomnya yang meskipun sudah berusia lanjut, tapi soal menistakan mana ingat umur.
Pria berwajah cantik itu lalu menghubungi sepupunya dengan menggunakan MacBook dan air pods miliknya agar tidak bentrok dengan Levi.
"Acaranya besok gimana Hosh?" tanya Joey.
"Ijab di rumah keluarga Reeves, resepsi baru di hotel dan rumah - rumah keluarga kalian sudah di bersihkan dan renovasi jika hendak dipakai" jawab Hoshi.
"Rumah opa buyut Adrian, rumah opa buyut Aryanto, rumah opa Ryu, rumah opa Elang, rumah opa Ghani, rumah opa Gozali sudah siap semua" lapor Bima yang memang bersama Hoshi dan Anarghya, Falisha dan Freya yang di Jakarta bertugas merawat rumah-rumah para leluhur mereka.
"Kalian nggak usah mikir hotel, bukan kah seru di rumah sambil ghibah?" gelak Anarghya.
"Mungkin kita bisa Ga, tapi anak-anak pasti ada acara sendiri" sahut Luca.
"Apalagi macam Leia, Dira, Bee, Zee dan Luke yang sudah punya anak, pasti memilih di hotel" timpal Abiyasa.
"Yah yang penting akomodasi sudah ready. Bilang saja mereka pada mau nginap dimana, nanti kita atur deh" putus Hoshi.
***
__ADS_1
Apartemen Valentino dekat kampus MIT
Malam ini Valentino sengaja menghubungi semua sepupu prianya untuk acara adiknya Juliet.
"Jadi para sepuh sudah disiapkan rumah sama bokap lu?" tanya Bayu O'Grady putra Abiyasa dan Gandari.
"Iya. papa macan dan bokapnya patung arca sudah renovasi dan merawat rumah keluarga besar kita mas" jawab Valentino.
"Kalau aku kemungkinan dengan Zee memilih di hotel V soalnya kamu tahu sendiri kan, si kembar masih bayi dan pasti rusuh" ucap Sean.
"Mungkin kita-kita yang punya baby juga milih di hotel V" timpal Luke. "Aku sudah booking hotel rekomendasi dari Oom Hoshi. Sean, ikut satu hotel dengan kita? Gimana Pedro? Sammy? Hotelnya itu satu tempat dengan Resepsi nya Jules dan Rombeng."
"Kita ikut saja Luke selama lokasinya nggak jauh dari rumah orang tua kita" jawab Pedro.
"Hotel itu di tengah - tengah kok, ke rumah Reeves, Giandra, Ramadhan, Pratomo dan McCloud paling banter 30-40 menit" jawab Bima.
"Ya sudah, bareng kamu saja Luke" putus Samuel.
"Junior Suite ya biar sama dengan aku" ucap Luke yang segera membooking kamar hotel. "Kalian tinggal transfer aku nanti."
"Gampang lah, yang penting dibooking dulu" sahut Samuel.
Valentino menatap Sean yang tampak berpikir dan entah kenapa sulung Hoshi itu merasakan sesuatu.
"Bang Sean? Kenapa?" tanya Valentino.
"Tidak apa-apa." Sean memberikan kode ke Valentino. Kita bicara private nanti. Valentino pun paham.
"Paling dia pusing memikirkan Arsya yang semakin mirip Shinchan" celetuk Gasendra.
"Lho berarti Oomnya yang imut bersahaja ini memang good influence... Hahahaha" tawa Shinichi durjana.
"Kamu, di black list masuk Belgia!" ucap Sean tegas ke Shinichi.
"Lhoooo... bang Sean raja tegaaaaa!" tiba-tiba Shinichi menangis drama.
"Astaghfirullah! Shinchaaannn!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️