Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Pengakuan Anneke


__ADS_3

Ruang Interogasi Kantor Polisi


"AYO JAWAB!" bentak Hoshi yang membuat Anneke terkejut hingga dengan nada bergetar gadis itu menjawab.


"Sa...saya ... disuruh... Susan Sandoro..."


"Apa karena dia mau mengambil Romeo Akihiro?" tanya Randy melunak karena dirinya sendiri seram melihat wajah bengis yang muncul di wajah Hoshi Reeves. Quinn Reeves memang wajahnya cantik tapi kalau sudah berubah jadi psycho, horor chuy!


"Dia...hanya..." Anneke berusaha mengatur nafasnya yang tersengal akibat takut, panik dan menangis. "Susan...selalu mendapatkan apa yang diinginkan... Pada saat... Romeo menolak mentah-mentah... meskipun sudah membawa ayahnya tapi... Romeo tetap tidak bergeming..."


"Jelas Romeo tidak bergeming! Memang kamu nggak tahu siapa Juliet pacar nya?" ucap Nelson Blair yang masuk ke dalam ruang interogasi karena disuruh ayahnya untuk menjaga Hoshi.



Introducing Nelson Blair


Anneke menatap pria blasteran tampan itu dengan ketakutan.


"Juliet sudah bilang kan kalau dokter Anandhita Satrio dan dokter Anarghya Giandra adalah Tante dan Oomnya. Itu benar nona Anneke Gunawan. Dan itu yang tidak diceritakan oleh Susan ke anda pada saat Romeo mengatakan pada dirinya dan dokter Sandoro." Mata hijau Nelson menatap tajam ke Anneke.


"Sekarang nona Anneke. Kenapa anda mau melakukan pekerjaan kriminal seperti itu? Apa anda tidak berpikir kalau anda akan tertangkap dan bukan Susan yang dihukum, tapi anda! Apa anda tidak memikirkan ayah anda?" Randy lalu duduk di depan Anneke. "Pak Quinn, lebih baik anda keluar deh!"


"Kenapa?" tanya Hoshi cuek sambil masih menatap Anneke tajam.


"Karena anda bukan seorang polisi."


***


Setelah berdebat dengan Randy, akhirnya Hoshi mau keluar dengan ditarik oleh Nelson dan Travis yang hanya bisa mengelus punggung sepupunya. Mereka kini hanya bisa melihat dari balik kaca dua arah dengan mendengarkan percakapan Randy dan Anneke.


"Berapa kamu dibayar oleh Susan, nona Anneke?" tanya Randy.


Anneke hanya terdiam.


"Oke, apa alasan anda mau melakukannya? Apakah anda diancam?"


Anneke menangis lagi.


"Look nona Anneke. Anda itu seorang calon dokter dan anda terikat sumpah dokter untuk menyelamatkan nyawa manusia bukan menghilangkannya!"


"Ceritakan semuanya pada kami nona Anneke" pinta Toro ( ingat siapa? ) yang baru saja bergabung untuk memberikan hasil forensik mobil hitam yang ditemukan di Ancol. "Semua DNA disana menunjukkan anda di dalam mobil itu tidak ada DNA nona Susan. Jadi anda sudah dijebak dan anda yang bakalan masuk hotel prodeo, Susan melenggang seolah tidak terjadi apa-apa."


Anneke menghela nafas panjang berulang kali. "Baik pak tapi saya membutuhkan pengacara agar saya tidak dihabisi oleh Susan."

__ADS_1


"Soal pengacara nanti kami Carikan yang mau pro Bono karena saya tahu anda dan ayah anda tidak mampu membayar pengacara mahal."


"Terima kasih pak polisi. Saya akan ceritakan dari awal..."


***


"Susan adalah tipe nona kaya manja dan mengapa saya mau menjadi groupies atau pengikutnya karena saya membutuhkan koneksi untuk bisa menjadi mendapatkan pekerjaan setelah nanti saya menjadi dokter. Dan sejak semester satu, Susan sudah tertarik dengan Romeo Akihiro. Siapa sih yang tidak suka dengan Romeo, tampan dan baik tapi tetap menjaga jarak dengan lawan jenis."


Hoshi dalam hati bersyukur calon menantunya memang pria baik.


"Romeo selalu bilang kalau dia sudah punya pacar tapi kami semua tidak percaya karena di akun Instagram nya tidak ada foto-foto dia dan pacarnya..."


"Bisa saja kan Romeo menutup rapat kehidupan pribadinya karena menjaga perasaan kekasihnya?" sindir Randy.


Anneke mengangguk. "Hingga coas kami satu kelompok membuat Susan semakin gencar mendekati Romeo tapi Romeo semakin sulit dijangkau. Puncaknya salah satu dari groupies kami mendapatkan foto Romeo sedang mengobrol dengan adik kelas kami bernama Shayna."


Randy dan Toro menoleh ke arah kaca dimana Hoshi berada disana dan memberikan kode ke pria cantik itu untuk masuk.


"Shayna siapa pak Quinn?" tanya Toro.


"Shayna adalah sahabatnya Juliet dari SMA dan kami sekeluarga kenal dengannya. Asal kamu tahu Anneke, Romeo dan Shayna sudah kenal lama, karena Shayna adik kelasnya. Dan Shayna sudah menikah dengan Bambang, pegawai kantor PRC Group punya anak satu. Kalian mau memfitnah Romeo dengan Shayna? Asal kamu tahu, Anneke. Romeo sudah menceritakan semuanya dan sebelum kalian mengambil gambar mereka, Romeo sudah terlebih dahulu meminta ijin pada suaminya untuk diperbolehkan berbicara dengan istrinya!"


Anneke melongo. "Pantas saat dikirim kan foto-foto itu... tidak ada respon apa-apa dari Juliet..."


"Itulah kenapa Romeo dan Juliet sama-sama tidak mengumbar di sosial media!" timpal Randy.


"Astaghfirullah... " Anneke menutup wajahnya dengan tangannya.


"Lanjutkan!" perintah Toro yang mendapatkan pendelik dari Randy. "Lho kalau di tv seri CSI, mereka boleh tanya kok..."


"Ateng..." desis Randy kesal. "Benar-benar aku kangen si David! Pawangnya si Ateng cuma dia soalnya."


"Lanjutkan Anneke!" pinta Hoshi.


"Susan lalu meminta seseorang untuk mengikuti Romeo. Dan ketika melihat Romeo menjemput Juliet di rumahnya, saya disuruh mengikutinya dengan menggunakan mobil sewaan yang disewanya."


"Alasan kamu mau melakukannya belum kamu sampaikan. Apakah hanya untuk mendapatkan pekerjaan saja?" Randy menatap Anneke.


Anneke menghela nafasnya berulang kali. "Susan...memergoki saya mengambil beberapa obat antihipertensi dari ruang obat untuk ayah saya...dan saya harus mau menuruti semua perintah nya dengan ancaman saya akan di DO."


"Dan kamu menurut?" Toro menatap gadis belia itu.


"Iya... Susan menjanjikan bahwa jika saya bisa mencelakakan Juliet, saya akan terjamin selama kuliah hingga lulus..."

__ADS_1


"Really? Kamu tahu kan dia manipulator ulung? Hasilnya apa? Kamu yang dipakakke ( diumpankan ) masuk penjara! Kamu yang akan diadili! Kamu yang akan divonis sebagai pelaku tabrak lari! Sedangkan dia? Bisa berjalan-jalan dengan tanpa beban!" hardik Hoshi kesal. "Memang siapa dia! Hanya anak manja yang b1tch!"


"Nona Anneke, anda saya tahan dengan tuduhan tabrak lari sesuai dengan bukti-bukti yang sudah lengkap. Anda bisa mendapatkan keringanan hukuman nanti asal melakukan perjanjian dengan kami. Apakah anda ada bukti Susan lah dalang dari semua ini?" Randy menyiapkan borgol untuk Anneke.


"Saya tidak ada... " Anneke terdiam. "Kami merencanakan semua ini di Starbucks Kuningan, dua hari lalu!"


Hoshi menoleh ke David yang bergegas pergi dengan Nelson menuju Starbucks dekat gedung PRC Group. Keduanya mencari rekaman CCTV disana untuk membuktikan ucapan Anneke.


"Nona Anneke, siapa yang menyewa mobil itu?" tanya Toro tiba-tiba.


"Susan."


"Menggunakan apa?"


"Via online dengan kartu kredit."


"Punya siapa?"


"Susan. Saya tidak memiliki kartu kredit pak."


"Dimana Susan menyewa nya?"


"Jakarta Luxury Rent Car, daerah Grogol."


Toro tersenyum smirk. "Bang Randy, aku akan kesana dengan Jimbong. Dan siapa tahu kalian bisa mendapatkan bukti-bukti tambahan untuk menahan si Susan."


"Thank Ateng."


Hoshi menepuk bahu Randy. "Aku serahkan padamu.. "


"Kamu mau kemana Pak Quinn."


"Fathers talk! Aku ingin membedah otak si Harry Sandoro!"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2