
Akhirnya acara nonton dengan jejeritan pun. berakhir membuat Bambang dan Romeo bernafas lega setelah telinga mereka terkena jeritan entah berapa desibel nilainya.
Awalnya Romeo senang-senang saja bisa dipeluk oleh Juliet tapi kalau pakai acara teriak di kuping kan jadi polusi juga! Belum malunya kayak apa.
"Ternyata nggak serem ya Na?" komentar Juliet ke Shayna membuat dua pria disana mendelik tidak percaya apa yang mereka dengar.
"Serem ah Julie, apalagi pas dipanggil sama setannya..." bisik Shayna sambil menggenggam tangan suaminya.
"Masih serem papa macan kalau marah" gumam Juliet.
***
Usai nonton film, keempatnya pun memilih untuk makan di sebuah restauran Jepang. Kedua gadis itu pun heboh dengan rencana kuliah tahun ini.
"Nona Juliet jadi ke Singapura, tuan Romeo?" tanya Bambang.
"Katanya sih jadi meskipun saya agak keberatan tapi karena Tante Rina dulu juga kuliah di kampus yang sama diincar Jules, jadi ya sudah. Apalagi Oom Quinn juga kasih ijin..." jawab Romeo dengan nada gamang hendak ditinggal. "Bagaimana dengan Shayna?"
"Shayna memang ingin masuk kedokteran dan saya sudah bilang dananya ada kalau mau masuk jalur mandiri tapi dia maunya jalur ujian dulu. Shayna tidak mau membebani saya kalau harus jalur mandiri."
"Dia memang anak baik, mas Bambang."
"Iya dan saya bersyukur pernah dihajar nona Juliet karena menyadarkan kesalahan saya sebagai seorang suami yang istrinya masih sekolah."
"Kadang usia itu tidak menjamin kedewasaan seseorang."
"Anda benar tuan Romeo, saya merasa malah Shayna yang pola pikirnya jauh lebih dewasa dari saya. Dia bahkan lebih sabar jika saya sudah emosi."
"Kalau anda kebalikan sama saya" gelak Romeo. "Juliet itu malah masih labil, kadang bisa dewasa, kadang bisa bayi kelakuannya."
"Hahahaha. Mungkin karena nona Juliet anak bungsu jadi sindrom nya begitu?" Bambang menoleh ke arah Romeo yang sedang memakan ramennya.
"Mungkin."
"Rom, besok kamu kasih kisi-kisinya biar lolos ujian masuk perguruan tinggi Fakultas Kedokteran UI ya! Biar Shayna siap nanti" pinta Juliet.
"Nanti aku kirimkan clue-nya ke kamu biar kamu kasih ke Shayna.
"Terima kasih kak Romeo." Shayna mengangguk dan menatap wajah suaminya. "Semoga bisa lolos jalur ujian ya mas."
"Aamiin." Bambang mengusap kepala istrinya sayang.
***
Usai acara kencan, Romeo dan Juliet tidak saling bertemu lagi apalagi gadis itu harus menyelesaikan ujian nasional. Romeo memang tidak ke rumah Juliet tapi tetap telepon setiap hari dan mengirimkan pesan kepada gadisnya untuk sukses ujiannya.
Setelah tiga hari menjalani ujian nasional, akhirnya Juliet dan Shayna bisa mengembuskan nafas lega.
"Aaaaaahhhh otakku capeeekkk!" keluh Juliet. "Mas V kok bisa sih ujian nasional malah main game! Dah gitu nilainya nyaris perfect pula! Mbok ya otak jeniusnya dibagi dikit ke adiknya tho!"
"Julie, kamu itu pintar lho. Buktinya setiap semester pasti ranking tiga besar" kekeh Shayna.
__ADS_1
"Masih kalah sama Opa, Papa dan mas V. Apa kamu tahu, Opa itu pernah dapat hadiah Nobel fisika. Tahu kan bagaimana beban mental aku kalau sampai ketahuan cucunya begok!"
"Memang Opa Levi pernah protes nilai kamu?"
"Nggak sih. Soalnya Opa pernah bilang 'yang penting nilai kamu diatas nilai rata-rata sesuai kemampuan kamu' dan itu berarti aku harus belajar kan? Ngomongnya pelan tapi menenggelamkan saking dalamnya!"
Shayna tertawa mendengar istilah aneh-aneh dari Juliet yang mana dia tidak heran karena keluarganya Juliet memang biasa ngomong seenaknya.
"Acara apa nih Julie? Kita sudah selesai ujian, aku belum dijemput mas Bambang..."
"Ke mall yuk! Kita makan enak!"
"Kamu dijemput Ethan?"
"Iyalah! Tadi pagi memang aku diantar papa soalnya sambil membantu aku belajar juga di mobil. Kamu tahu sendiri kan aku paling payah di bidang biologi, nggak kayak kamu."
Kedua gadis itu menuju gerbang sekolah dan melihat Ethan sudah ada di mobil Mini Cooper milik Juliet.
"Jadi tadi pagi Oom Quinn bantu kamu buat ujian biologi?" tanya Shayna setelah mereka berada di dalam mobil.
"Iya. Kamu kan tahu papaku itu jenius jadi tadi malam tanya aku ujian apa hari ini terus ikut belajar sama aku. Dan tadi pagi, membantu aku merecall apa yang aku pelajari."
"Senang ya punya papa kayak Oom Quinn."
"Kalau lagi mode begitu, menyenangkan tapi jangan kalau lagi mode Julid atau mode galak keluar, malesi!" sungut Juliet manyun.
Shayna tertawa.
***
"Kamu mau makan apa Na?"
"Aku kok pengen pizza ya?"
"Ya udah, ayo! Ethan, ikut makan ya!" ajak Juliet.
"Baik nona Juliet" jawab Ethan.
Ketiganya masuk ke sebuah restauran pizza dan Juliet langsung memesan pizza favoritnya dan Shayna. Lalu keduanya mengambil salad yang dimakan berdua.
"Julie, kak Valentino kemana? Kok kemarin pas Senin aku ke rumah, nggak ada?"
"Pergi ke luar negeri, bantuin kakak aku yang lain" jawab Juliet. Dirinya tidak mau banyak orang tahu kalau Valentino bersama anggota trio kampretnya sibuk membuat gegeran di negara orang.
"Lho padahal kan mau masuk ujian semester genap kan?"
"Katanya sudah mengajukan ujian online sama tugas untuk menambah nilai nanti. Kan sekrang bisa secara online semua."
"Aplikasi kuliah kamu di Singapura sudah dikirim Julie?"
__ADS_1
"Sudah dong..." Juliet menoleh ketika ponselnya bergetar karena tadi saat ujian dia mensilentnya dan segera dia menggeser tombol hijau.
"Assalamualaikum Romeo" sapa Juliet.
"Wa'alaikum salam. Kamu dimana Jules?"
"Central Park sambil makan pizza sama Shayna. Ada Ethan juga, kasihan kalau disuruh tunggu di mobil. Kenapa Rom?"
"Aku sebentar lagi selesai kuliahnya. Kamu masih lama disana?"
"Sambil menunggu suaminya Shayna menjemput sih. Berarti ya sampai sore lah."
"Ya sudah, aku ke Central Park. Kamu tunggu saja disana."
"Nanti aku kabari dimana kalau misal sudah selesai makan pizzanya."
"Oke sayang. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam." Juliet mematikan ponselnya.
"Kan enak Julie nggak ribut sama kak Romeo" goda Shayna.
"Habis, aku dimarahi sama mama macan macam anak tak labil saja."
Shayna tertawa. "Iyalah Julie. Kurang apa kak Romeo sama kamu? Susah lho mendapatkan calon suami yang auto disetujui sama orangtua kita."
"Kamu sama mas Bambang gimana?"
"Aku kan nggak sempat pacaran, Julie. Jadi boleh dibilang, pacaran setelah menikah. Sensasinya berbeda."
"Aku masih belum yakin, Na apakah Romeo jodohku atau bukan. Aku baru 16 tahun, masih muda, biarpun kamu sudah menikah di usia seperti aku ya?"
"Julie, jodoh itu misteri. Jika kamu masih ragu, bertanyalah kepada pemilik hidup di sepertiga malam, agar kamu lebih yakin."
Juliet menatap sahabatnya. "Sudah Na."
"Jawabannya?"
"Masih di pizza hut ternyata kalian?"
Kedua gadis itu mendongak dan tampak Romeo berdiri disana.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1