Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Masih Di Bandung


__ADS_3

Masih di Bandung...


"Mas Romeo, mas Valentino, maaf jika saya penasaran. Apakah tadi itu Raja Sean dari Belgia, Bayu O'Grady yang memegang berbagai perusahaan keluarga di New York dan Nelson Blair pengacara dari Blair and Blair Advocate?" tanya putra pak Ilham.


"Iya benar. Kenapa mas?" balas Valentino.


"Anakku ini wartawan tv, Valentino jadi dia hapal orang-orang terkenal" kekeh Pak Ilham.


"Masyaallah bapak itu dulu ngajar mas Valentino dan mas Romeo yang notabene keluarga Sultan?" seru putranya dengan nada tertahan sambil melihat ke arah pria-pria yang sudah masuk ruang VIP.


"Kami memang Sultan di luaran tapi saat di sekolah, tetap murid pak Ilham" senyum Romeo.


"Terus ini acara apa sebenarnya pada ke Bandung?" tanya pak Ilham.


"Acara nyulik pengantin baru" kekeh Valentino. "Romeo kan baru saja menikah dengan adikku, Juliet."


"Waaahhh... Alhamdulillah. Sahabat jadi ipar, ya Vale. Kalian memang cocok kok berdua. Selamat ya Romeo."


"Terimakasih pak Ilham." Romeo mengangguk hormat.


"Kami permisi dulu pak, mas, mbak. Itu sudah ditunggu para sepupu" pamit Valentino.


"Monggo."


Valentino dan Romeo pun berjalan menuju ruang VIP yang berada di lantai dua setelah berpamitan.


"Pak, mereka semua itu duitnya tidak berseri tapi adabnya membuat orang menjadi berubah pikiran bahwa mereka keluarga sombong..." ucap putra pak Ilham itu.


"Kok bisa bilang kamu kalau mereka keluarga sombong? Bapak ceritakan ya, dulu Valentino sempat ujian matematika kelas satu SMA, ketiduran dan bapak memanggil pak Quinn, ayah Valentino. Datang lho, nak. Quinn Reeves yang dikenal pengusaha sibuk, menyempatkan datang bersama istrinya Bu Rina. Bapak sudah ketar-ketir kalau pak Quinn marah-marah ke bapak tapi kekhawatiran bapak hilang melihat pak Quinn hanya memegang pelipisnya." Pak Ilham tertawa kecil.


"Hah? Pak Quinn tidak marah?" tanya anaknya.


"Tidak nak, beliau hanya bilang 'Lagi?'. Rupanya waktu SD, Valentino juga pernah seperti itu..." kekeh Pak Ilham mengingat wajah Hoshi yang sebal mendengar perilaku anaknya yang seenaknya sendiri.


Anak pak Ilham tersenyum. "Ternyata hanya casingnya saja tampak garang, aslinya mereka sama dengan kita-kita."


"Mereka Sultan tapi adabnya jauh lebih baik dari orang - orang kaya baru. Kamu tahu, Valentino dan Romeo itu dulu dikenal dynamic duo. Sama-sama cerdas, sama-sama banyak yang suka tapi mereka tipe pria yang tidak suka tebar pesona dan pamer kekayaan ayah masing-masing. Mereka bukan playboy bahkan Valentino dulu kulkasnya minta ampun."


"Padahal saat aku mewawancarai seorang anak pejabat yang bapaknya baru diangkat jadi ketua DPRD, belagunya minta ampun. Memang beda, sultan dari lahir sama karbitan."


Pak Ilham tertawa. "Apa kamu lupa, mereka dari keluarga siapa?"


"Ah, aku lupa, keluarga Pratomo yang dikenal humble dan jarang mau terekspos kecuali soal bisnis..."

__ADS_1


Pak Ilham mengangguk. "Paham kan sekarang? Bahkan baru kali ini seorang raja menyalami bapak tanpa tapi..."


"Sebab bapak seorang guru... dan Raja Sean menghormati bapak..."


"Bukan itu saja nak, menghormati orang tua. Meskipun kamu raja, tapi tadi raja Sean tetap ngajeni ( hormati ) bapak. Itu namanya didikan manner dan attitude yang benar dimana adab sekarang mulai menipis di generasi muda." Pak Ilham tersenyum pada anaknya.


***


Ruang VIP sebuah Restauran di Dago Bandung


"Tadi guru kalian ?" tanya Bayu setelah Romeo dan Valentino duduk. Semua orang sudah mendapatkan minumannya tinggal menunggu makanan yang sudah dipesan oleh Arkananta sebelumnya.


"Iya, guru kami jaman SMA. Valentino ada story dengan pak Ilham" kekeh Romeo.


"Apaan V?" tanya Luke.


"V tidur pas ulangan."


"Laaagiiii?" seru Arkananta dan Shinichi bersamaan.


"Lho kamu pada nggak tahu?" tanya Romeo ke kedua orang yang heboh itu.


"Setahu kami, Valentino ketiduran waktu SD terus digantung di pohon mangga sama Oom Hoshi macam piñata gitu ..." jawab Arkananta sambil terbahak. "Bayangkan saja Valentino dihukum begitu sama Oom Hoshi."



Semua orang terbahak membayangkan Valentino digantung di pohon mangga kesayangan ayahnya.


"Kok bisa sih kamu ujian ketiduran?" gelak Sean ke adik iparnya.


"Ngantuk ya aku tidur lah! Yang penting kan sudah aku jawab" sahut Valentino cuek.


"Tapi yang waktu SD nilai Valentino beneran dapat telor bebek. Nol Besar! Sorry, mas Sammy, aku tidak berbicara soal telurmu..." timpal Shinichi yang membuat semua orang menatap tajam ke pria imut itu karena kalimatnya Membagongkan.


"Kungkang..." pendelik Luke. "Kamu kalau ngomong yang jelas! Dasar Shinchaaannn!"


"Lho apaan sih? Kan benar mas Sammy dipanggil mbak Bee, Bebek. Terus aku kan bilang nilainya V nol besar macam telur bebek tapi bukan telurnya... " Wajah Shinichi memucat. "Kok jadi aneh ya?"


"Shinchaaannn!" seru kakak-kakak sepupu kandungnya.


"Tunggu ... Aaaaaahhhh Shinchan masih polos! Shinchan nggak maksud meshum! Mommmyyyy!" rengek Shinichi membuat semua saudara sepupu kandungnya ingin menjewer sulung Hideo Park itu.


"Astaghfirullah!" Sean hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Pantas Arsya mendrama nya fasih begitu! Suhunya aduhai!"

__ADS_1


***


Acara makan malam di Dago tampak ramai dan masing-masing pria bercerita tentang kerusuhan yang mereka alami termasuk soal sekretaris Bayu yang dipecat kesekian kalinya.


"Ya Allah mas, mau sampai kapan kamu bikin anak orang dipecat atau resign sih? Perasaan Oma Kaia dan Oom Abi nggak segitunya deh!" omel Radhi ke kakaknya yang masih dengan cueknya menikmati sup iga bakar.


"Bayu mecat orang lagi?" seru Luke tidak percaya.


"Tidak aku pecat, dia resign sendiri. Lagian siapa yang betah lihat dia sibuk meni pedi dan melupakan jadwal meeting aku? Aku buat tidak bertahan lah! Akhirnya dia mundur sendiri" jawab Bayu cuek.


"Sebenarnya kamu butuh sekretaris macam apa sih?" timpal Antonio. "Apa aku kirim dari Turin. Tuh, anak buahku si Gemma tahan banting!"


"Lho Gemma bukannya bertugas mengawal Leia?" Bayu menatap sepupu iparnya.


"Leia bisa aku Carikan lagi pengawal, Bay" sahut Dante. "Coba saja pakai Gemma."


"Berapa bahasa yang dikuasai Gemma?" tanya Bayu.


"Dia bisa lima bahasa, Inggris, Italia, Jerman, Perancis dan Spanyol" jawab Antonio.


"Coba dulu Bay. Oom Abi sampai curhat ke mama gara-gara kamu bikin pusing" timpal Radeva yang putra Reana, saudara kembar Abiyasa ayah Bayu.


"Ya sudah, Minggu depan suruh Gemma ke New York biar aku tahu seberapa tangguhnya pegawai kamu, bang Tomat."


"Good. Nanti aku bilang Gemma kalau dia dipecat sementara karena akan menjadi sekretaris kamu. Jika tidak cocok, kan dia bisa balik ke mansion Bianchi lagi" senyum Antonio.


"Ngomong - ngomong Gabriel beneran tuh rumahnya nggak dibalikin CIA, Son?" tanya Luke ke Nelson.


"Yup! Bangkeeeee deh CIA! Ini Daddy dan Oom Steven lagi urus" jawab Nelson.


"Namanya juga CIA. Sorry Pedro, tidak bermaksud" cengir Bayu.


"It's okay. FBI dan CIA juga jarang akur" kekeh Pedro.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gifts


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2