Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Ramainya Malam Tahun Baru Generasi Keenam


__ADS_3

Kediaman Keluarga Reeves


“Happy birthday Rombeeennggg!” Teriak Shinichi heboh.


“Belum kungkang! Jakarta masih tiga jam lagi!” Hardik Luke.


“Yang penting di Tokyo Rombeng udah ulang tahun!” Eyel Shinichi membuat semua sepupunya melengos.


“Selamat ulang tahun mas Romeo. Sehat, panjang umur, banyak barokah, tabah dengan kami semua terutama tabah banyak-banyak ke Juliet kalau lagi keluar dongoknya” ucap Sakura cuek.


“Terima kasih Sakura. Bang Luke, Shinichi nggak salah kok. Kan kalau di Tokyo aku sudah ulang tahun” kekeh Romeo yang melihat dua orang itu masih mode judes satu sama lainnya.


“Ini pada ribut apaan sih?” Tanya Eagle dan Dewa yang baru bergabung.


“Kalian habis darimana?” Tanya Leia.


“Biasa, buang peluru di tempat latihan McGregor - Blair. Nanti jam lima baru ke restauran, bantu-bantu” jawab Eagle.


“Lho RR’s Meal buka?” Tanya Valentino.


“Nggak lah V, tapi bantu untuk keamanan karena lokasinya dekat dengan area yang dipakai pawai malam tahun baru jadi kami mau menambah keamanan biar tidak seperti tahun lalu, kaca depan pecah. Untungnya arah ke dalam kan ada pintu penghalang lagi jadi semua peralatan masak dan makan yang harganya lumayan nggak hilang.”


“Apa alarm RR’s Meal nggak berfungsi?” Tanya Zinnia.


“Aku tidak tahu kenapa dan diapain tapi memang tidak berbunyi. Kalau kata Scotland Yard, itu merupakan sindikat pencuri peralatan masak di restauran-restauran high end karena pada saat itu empat restauran jadi korban. Untungnya di pintu belakang memang dobel kunci pintunya dengan pintu besi baru pintu belakang. Mereka memang profesional karena CCTV yang dipasang, rusak semua. Makanya Daddy minta CCTV hidden dan so far masih aman-aman saja tapi nanti tetap aku dan Dewa periksa.”


“Hati-hati dik” pesan Nadira ke adik kandungnya.


“Iya mbak.”


“So Dewa, elu kabur dari Oom Bagas? Enak sekolah di Eaton?” Ledek Bayu.


“Enak lah, tinggal di asrama, bebas meskipun disiplin tapi nggak lihat muka bokap yang super kepo, cukup meningkatkan iman, imun dan vaksinasi” jawab Dewananda putra Bagas Hadiyanto dan Safira Pratomo.


“Gue heran sama Dewa. Orang lain ogah di asrama, dia bahagia betul” gumam Arkananta.


"Banyak teman disana dan lagian weekend atau libur gue mesti sama bang Eagle, Opa dan Oma. Kalau ketemu bokap, isinya ribut ga jelas.” Dewananda memanyunkan bibirnya.


“Lagian elu ma Oom Bagas ada masalah apa sih?” tanya Valentino.


“Masalah hidup. Kurang piknik kalian berdua” celetuk Juliet.

__ADS_1


“Kok elu bener Jules? Mereka berdua memang kurang piknik!” gelak Shinichi.


Tiba-tiba suara notifikasi di ponsel Romeo ramai berbunyi dan mahasiwa kedokteran itu hanya melongo melihat notifikasi disana. “Ini beneran?” tanyanya ke semua orang di layar monitor.


“Lha kan kamu ulang tahun, Rombeng. Karena gue bingung mau kasih apaan, mentahan saja ya?” cengir Luke.


Valentino dan Juliet melihat para sepupunya malah mengirimkan uang ke rekening Romeo dengan jumlah yang lumayan untuk kantong mahasiswa.


“Kok kalian pada tahu nomor rekening aku?” tanya Romeo bingung.


“Tanya V lah!” jawab Bayu cuek.


“Aku nggak tahu kalau mereka bakalan kirim. Suwer!” Valentino memberikan tanda peace di dua jarinya.


Romeo hanya bisa tersenyum terharu melihat bagaimana baiknya para sepupu Valentino dan Juliet. “Ya ampun, kalian semua. Sungguh, bisa berkumpul ramai-ramai begini saja aku sudah bahagia…” ucapnya tercekat.


“Tahulah rasanya jadi anak tunggal” celetuk Bayu. “Kalau sudah kumpul dengan saudara itu nikmat banget meskipun penuh durjana dan penistaan antara sesama tapi disitu lah bahagianya.”


“Iya ya… Bay, Arka dan Radyta anak tunggal. Eh tapi masih ada Mamoru anaknya Oom Chris dan tante Alea sama Giordano anaknya Oom Benji dan Tante Moon…” gumam Blaze. “Eh gue anak tunggal juga angin lesus!”


“Astaga sista, nama bagus-bagus dikasih daddy pakai acara tapa bumi di ruang bawah tanah, malah diganti? Hutang bubur merah putih lho sama Pak Abiyasa!” sungut Bayu kesal namanya sering diganti Blaze seenaknya.


“Mas Romeo sudah tabah menghadapi mbak Jules itu sudah membuat kami salut lho…” ucap Radhi dengan wajah jahil.


“Apa maksudmu Rad?” Juliet menatap judes ke arah sulung Alaric Blair.


“Iya lho, secara elu kan anaknya Oom Hoshi dan Tante Rina yang dikenal judes mulutnya jadi nurun lah tapi memang nggak separah Oom Hoshi sih” sambung Raine saudara kembar Radhi.


“Apa kalian tahu, papaku dulu sampai bacain ayat kursi ke Oom Hoshi pas main ke Dubai gara-gara Oom Hoshi berubah jadi kalem, macam kasambet” celetuk Gasendra yang membuat semua sepupunya terbahak.


“Daddy juga cerita takutnya Oom Hoshi ketempelan jin iprit” timpal Damian. ( Baca Hoshi, My Tiger chapter Jin Iprit )


“Ya ampun mas V… jebule papa macan dibacain ayat kursi?” gelak Juliet.


“Kacau deh bokap lu, Gas!” sungut Valentino sambil tertawa membayangkan muka jutek si papa macan.


Suara kembang api dan sirine pun berbunyi menandakan Jakarta sudah berganti tahun dan hari. Sontak semua sepupu Juliet dan Valentino mengucapkan selamat ulang tahun ke Romeo, membuat pria berdarah Jepang itu terharu hingga meneteskan air mata. “This is the best birthday ever. Meskipun orang tuaku tidak bisa pulang karena terjebak di Paris, tapi bisa berkumpul dengan saudara yang tidak ada hubungan darah tapi tetap menganggap aku keluarga itu, rasaya…” Romeo mengusap air matanya.


“Happy birthday… jangan mewek! Jelek tahu!” ucap Juliet sambil mencium pipi Romeo di depan para sepupunya.


“Beneran deh! Si Jules nggak ada romantis-romantisnya!” celetuk Blaze.

__ADS_1


“Memang kamu sama Samuel ada romantisnya? Nggak juga!” balas Leia.


“Lha kamu sama si Inferno apa kabar? Yakuza binti Mafia dingin macam kulkas juga nggak ada romantisnya sama si Dante Inferno!” Blaze menatapn tajam ke Leia.


“Kok malah berantem?” ucap Nadira yang tahu dua sepupu itu panasan.


“Deya, kalau boleh bang Luke kaih saran. Kamu nggak usah gimana-gimana sama si Tomat. Dia macam Oom-oom doyan daun muda…”


“Aku dengar itu Luke! Brengsek! Aku bukan pedofil!” teriak Antonio yang sedang berjalan di luar kamar Luke yang terbuka. “Eh? Halo kalian semua…” suara Antonio menghilang ketika melihat wajah ayu Savrinadeya di layar. “Hai, Deya…”


Sontak semua sepupu Savrinadeya menggoda sepupu Luke, Leia dan Blaze itu dengan durjana.


“Ternyata mafia Turin kalau lagi jatuh cinta bisa meletoy macam kucing persia dibandingkan macan” gelak Bayu.


Wajah Antonio dan Deya tampak memerah mendengar godaan sana sini.


“Kalian itu kalau nggak godain mbak Deya kenapa sih?” sungut Devan, adik Savrinadeya.


“Kita nggak godain Deya, Devan. Kita godain si bujang lapuk yang jatuh cinta sama ABG!” gelak Blaze.


Romeo, Juliet dan Valentino hanya menggelengkan kepalanya. “Kayaknya mending malam tahun baru di kantor polisi karena gelut daripada rusuh begini” gumam Valentino.


***



Visual keluarganya Oom Bagas Hadiyanto



Visualnya Mas Al-al dan putranya Radhi


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don’t forget like vote and gift


Tararengkyu ❤️😊❤️

__ADS_1


__ADS_2