Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Bertemu Dengan Anneke


__ADS_3

Sudah dua bulan ini Juliet kembali ke kediaman keluarga Reeves membuat Levi dan Yanti bahagia bisa melihat cucunya berada di rumah kembali.


Selama itu pula, Juliet tetap menjalankan fisioterapi dan latihan fisik terutama kakinya. Bahkan Hoshi memanggil terapis ke rumah untuk Juliet berlatih seminggu tiga kali. Dan kini kaki kanan Juliet sudah bisa dipakai berjalan meskipun pelan-pelan menggunakan tongkat, sudah tidak menggunakan kruk.


Juliet pun semakin bersemangat setelah dirinya tahu menjadi wisudawan dalam peringkat sepuluh besar di fakultasnya dan bertekad bisa wisuda besok September tanpa tongkat.


Pagi ini Juliet sarapan bersama dengan keluarganya minus Valentino yang sudah terbang ke MIT mengambil program magister di sana. Yanti dan Rina membuatkan makanan khusus untuk Juliet serta susu berkalsium tinggi untuk perbaikan tulangnya.


"Jadi bulan depan kamu bisa wisuda dong Jules" tanya Levi sambil mengoles roti bakarnya dengan mentega tawar karena dirinya mengurangi garam.


"Insyaallah Opa. Kata mama, berangkat lah daripada menunda besok April tahun depan."


"Lagian Jules, kamu sudah bisa berjalan lho meskipun masih tertatih tapi setidaknya much much better dari sebelumnya." Yanti tersenyum ke cucunya.


"Njih Oma. Jules bersyukur sekali kesembuhan Jules lumayan cepat."


"Soalnya kamu sangat serius dan fokus untuk sembuh setelah selesai sidang skripsi jadi lebih cepat prosesnya." Rina mengusap kepala putrinya.


Hoshi tersenyum melihat putrinya yang benar-benar seorang fighter dan tanpa mengeluh meskipun dia tahu Juliet menahan sakit, tetap melakukan terapi.


Suara ponsel Hoshi berbunyi membuat pria cantik itu menoleh. Wajahnya tampak bingung saat tahu siapa yang menelpon.


"Siapa Hosh?" tanya Levi.


"Bang Travis menelpon. Sebentar aku terima dulu." Hoshi mengangkat panggilan Travis dan meloud spreaker. "Pagi bro. Ada apa?"


"Pagi Hosh. Ini aku mendapatkan permintaan dari pengacaranya Anneke."


"Kalau minta keringanan, sorry bro. Kagak gue kasih!" ucap Hoshi judes.


"Bukan itu, Hoshi. Anneke ingin bertemu dengan Juliet."


Hoshi dan Rina menatap Juliet yang melongo.


"Ada apa si eneg mau ketemu Jules?" tanya Levi.


"Katanya ingin bicara empat mata sama Juliet, Oom Levi. Tapi nanti biar didampingi sama Nelson soalnya saya ini posisi masih di Palermo."


"Ah Gemini. Bagaimana keadaannya?" tanya Levi yang sedih mendengar cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas dan masih dalam perawatan intensif.


"Masih sama dengan Minggu lalu. Si Haris ingin saya menuntut Michel de Luca karena kelalaian dalam berkendara."


"Apakah Gemini benar menjadi buta, Vis?" tanya Yanti.

__ADS_1


"Iya Oma. Joey dan Samuel bersama dua dokter terbaik di Amerika yang datang memeriksa, tidak sanggup membenarkan cidera mata Gemini."


"Astaghfirullah..." ucap semua orang disana.


"Kembali ke si eneg, memang kapan dia minta bertemu dengan Jules?" tanya Levi yang diam-diam berdoa diberikan mukjizat untuk Gemini cucunya.


"Hari ini. Nanti Nelson akan jemput Juliet. Masalahnya adalah, Jules kamu mau tidak?" Travis bertanya pada keponakannya.


Juliet menatap semua orang di meja makan. "Tidak apa-apa Oom Travis. Jules akan hadapi" ucap gadis itu yakin.


"Apa kamu yakin anak macan?" tanya Rina.


"Aku bukan anak macan dong kalau tidak berani" cengir Juliet.


"Ya sudah. Suruh Nelson jemput Juliet dan bang, titip Haris dan cewek Ghostbuster. Aku yakin hati Freya pasti remuk redam, apalagi Haris. Gemintang sudah di Turin kan?" tanya Hoshi.


"Sudah, Mintang datang bersama Pahlevi dan pegawainya Fathir. Kata Pahlevi, Fathir akan menyusul ke Palermo kalau urusan di Queensland selesai."


"Titip ya Travis. Kasih kabar kalau ada update" pinta Yanti.


"Njih Tante Yanti."


***


Jam sepuluh pagi Nelson Blair sudah tiba di kediaman keluarga Reeves dan seperti biasa Levi dan Yanti menginterogasi pria cool itu. Nelson sendiri berusia sebaya dengan Arka, Hoshi, Duo G dan Radyta. Adik perempuannya, Nadya berbeda usia tiga tahun darinya dan sedang menempuh pendidikan di Harvard Law School.


"Saya dampingi Oma. Tenang saja." Neslon memegang tangan Omanya lembut.


"Yuk bang. Keburu siang nanti." Juliet menghampiri sepupunya dengan sedikit tertatih menggunakan tongkat.


"Oke. Opa Levi, Oma Yanti, kami berangkat dulu." Pamit cicit Stephen dan Neil Blair itu.


"Hati-hati" pesan Levi.


***


Lapas Perempuan Pondok Bambu Jakarta


Nelson dan Juliet menemui kepala lapas yang juga sahabat Norma Theresia, sang jaksa penuntut umum kasus tabrak lari Juliet. Mengetahui Nelson adalah keponakan Norma, sang kepala lapas pun memberitahukan pengacara Anneke yang akan segera datang.


"Alhamdulillah mbak Juliet bisa jalan lagi sekarang. Saya tuh pas mendapatkan napi Anneke itu sampai tidak habis pikir. Kok bisa mahasiswi kedokteran berbuat kebodohan seperti itu?!" ucap kepala lapas. "Apalagi Norma memperlihatkan rekaman tabrakan mbak Juliet. Astaghfirullah..."


"Karena sebelumnya Anneke juga berbuat kejahatan dengan mencuri obat di rumah sakit untuk ayahnya. Jadi maju kena mundur kena..." ucap Nelson.

__ADS_1


"Iya lho mas Nelson..." suara ketukan di pintu membuat kepala lapas menghentikan ucapannya. Dilihatnya sekretaris nya datang bersama dengan pengacara Anneke.


Setelah berbicara sebentar, akhirnya Juliet dan Nelson diantarkan ke ruang pertemuan bagi para napi ke tamu yang datang. Ruangan itu dibuat privacy hingga hanya mereka yang bertemu meskipun tetap direkam melalui CCTV.


Nelson dan Juliet duduk berdampingan sembari tangan pria itu menggenggam tangan adiknya seolah menyemangati Juliet. Pengacara Anneke berdiri di dekat pintu penghubung ruang narapidana dan ruang pertemuan.


Tak lama Anneke pun terlihat dengan baju oranye khas narapidana. Wajahnya tampak tirus dan lebih tua dari usianya. Matanya yang kuyu segera berkilat semangat melihat Juliet duduk disana bersama dengan seorang pria bule yang dia tahu adalah sepupu gadis yang ditabraknya.


"Ju... Juliet..." ucap Anneke yang langsung menghampiri Juliet dan bersimpuh di depan putri Hoshi Reeves itu.


"Eh? Kok bersimpuh?" celetuk Juliet bingung melihat ke Nelson.


"Maafkan aku... maafkan aku..." ucap Anneke berulang membuat Juliet tidak nyaman.


"Ayo bangun. Jangan seperti ini" pinta Juliet yang memberi kode kepada pengacara Anneke agar membuat kliennya berdiri dan duduk di hadapannya.


Pengacara wanita itu pun membantu Anneke bangun dan membawanya ke kursi. Nelson hanya menatap dingin ke gadis yang nyaris menghilangkan nyawa adiknya.


"Ada apa kamu meminta aku datang kemari, Anneke?" tanya Juliet.


"Apakah... apakah kamu bisa berjalan?" tanya Anneke pelan.


"Alhamdulillah, aku sudah bisa berjalan kembali. Berkat dukungan dan cinta semua keluarga besar aku."


Anneke tampak sangat lega mendengar kabar Juliet bisa berjalan lagi.


"Maaf, apakah aku bisa berbicara berdua dengan Juliet?" tanya Anneke ke Nelson dan pengacaranya.


"Maaf Anneke, aku tidak bisa membiarkan adikku berdua denganmu mengingat apa yang sudah kamu perbuat!" jawab Nelson tegas yang membuat Juliet tersenyum smirk sebab sepupunya satu ini sama dinginnya dengan Luke Bianchi.


"Kamu mau bicara apa? Bilang saja tidak apa-apa" ucap pengacara nya.


Anneke menghela nafas panjang. "Soal Susan..."


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1



Savrinadeya dan Raveena sudah up Yaaaa


__ADS_2