
Kamar Romeo.
Romeo masih terlelap ketika mendengar getaran pada ponselnya yang memang dia pasang mode silent getar. Matanya sedang malas membuka karena dirinya ingin hibernasi.
Namun tampaknya si penelpon tidak memperdulikan keinginannya dan tetap saja menelpon membuat Romeo menyerah dan mengambil ponselnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Ha...Lo?"
"Romeo? Rombeng? Kamu sakit?"
Mata coklat Romeo langsung terbuka sempurna. "Ju..les?"
"Kamu sakit? Aku kesana ya!" .
"Hah? Nggak Jules... Aku nggak ... Dimatiin?" Romeo menatap layar ponselnya yang sudah berganti layarnya dengan wajah Juliet.
Remaja akhir berusia 18 tahun itu langsung terduduk dan gedubrakan buru-buru masuk kamar mandi. Jarak rumah Juliet dan Romeo hanya sekitar 20 menit kalau hari biasa dan bisa 10 menit kalau hari libur.
***
Kediaman Keluarga Reeves
Juliet bergegas berganti pakaian dan segera keluar kamar. Dilihatnya sang mama dan omanya baru saja selesai membuat sandwich berisikan suwiran ayam diberi saus mushroom yang sudah di toast via air fryer.
"Mama... Ini sandwich nya ada berapa?" tanya Juliet yang tampak panik.
"Ada sepuluh... Kenapa Jules?"
"Aku bawa lima boleh ma?"
"Bawa kemana?" tanya Yanti.
"Rombeng sakit. Aku mau ke rumahnya. Boleh kan ma?"
Yanti dan Rina saling melirik. "Bawa saja Jules, ambil kotak dulu sana. Terus lihat pak Joko ada nggak, biar diantar sama dia saja karena Ethan kan kalau Minggu ijin ke gereja."
"Iya mama." Juliet langsung ke dapur mengambil kotak makanan dan mulai menyusun sandwich yang hendak dibawanya. Setelahnya dia berpamitan pada Rina dan Yanti lalu keluar rumah.
Tampak Levi dan Hoshi sedang mengobrol di teras untuk melihat pergerakan saham semua perusahaan milik keluarga besar Pratomo.
"Papa, pak Joko ada nggak?" tanya Juliet yang sudah rapi dengan kemeja hitam beraksen motif bunga-bunga kecil dan celana jeans model bootcut plus sepatu Skechers warna pink favoritnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Hoshi.
"Mau ke rumah Rombeng. Tadi aku telepon kayaknya sakit. Aku mau besuk. Boleh kan pa?"
"Boleh aja. Pak Joko tadi lagi manasi Maserati papa tapi kamu nanti naik mini Cooper mu saja ya."
Juliet pun mengangguk. "Siapa juga mau naik Maserati papa macan! Berisik!"
Levi tertawa. "Dah sana, cari si Joko. Salam buat Rombeng. lekas sembuh. Kecapekan dia kuliah di kedokteran."
Juliet lalu mencium pipi opa dan papanya lalu berjalan menuju garasi mencari pak Joko, sopir keluarga nya.
__ADS_1
"Apa si Jules sudah mulai membuka diri sama si Rombeng, Hosh?" tanya Levi.
"Mungkin Dad tapi aku tidak mau Juliet anget-anget tai kebo habis itu gedubrakan lagi sama si Rombeng! Nanti ditinggal malah muring-muring nggak jelas. Biarkan saja lah mereka maunya gimana!" sungut Hoshi.
Keduanya melihat mobil mini Cooper merah milik Juliet keluar gerbang rumah kediaman Reeves.
"Toyib junior kapan pulang?" Levi menoleh ke putra bon cabenya.
"Sebentar lagi paling."
***
Kediaman Keluarga Akihiro
"Mbak Juliet, saya tunggu atau gimana?" tanya Pak Joko ke nona mudanya yang duduk di sebelahnya.
"Tinggal saja Pak Joko. Nanti kalau sudah selesai, saya bisa menelepon pak Joko atau naik ojek online." Juliet membuka pintu mobilnya dan menatap rumah yang kental dengan gaya Jepangnya.
"Saya pulang dulu mbak Juliet" pamit pak Joko dari dalam mobil.
"Iya pak Joko."
Tak lama mobil milik Juliet pun meninggalkan gadis itu. Juliet memencet bel di depan pagar yang termasuk kamera disana.
"Juliet?" Megumi tidak percaya melihat kekasih putranya di depan pagar.
"Ada. Masuk saja Juliet." Megumi membuka pagar itu secara otomatis dan Juliet pun masuk ke dalam rumah beratap hijau tersebut.
Ketika hendak mengetuk pintu, Megumi sudah membukanya dan Juliet langsung mencium punggung tangan ibu Romeo itu. Megumi membalasnya dengan memeluk gadis berdarah Arab dan Jawa - Jepang itu.
"Apa kabar sayang? Duh lama ya Tante nggak ketemu kamu! Makin cantik saja. Gimana? Jadi kuliah di Singapura?" tanya Megumi sambil merangkul gadis itu.
"Insyaallah jadi Tante. Oom Haruto dimana?"
"Masih memeriksa hasil hunting kita kemarin. Ohya kata Romeo, Oma buyut kamu yang bernama Yuna Pratomo itu kurator ya? Pernah jadi kepala museum juga?"
"Iya Tante. Oma Yuna itu kurator, dapat jodoh juga gara-gara pekerjaannya. Opa Edward itu nggak paham seni jadi minta tolong buat dicarikan kurator sama Opa Mike, dan ketemu deh sama Oma Yuna. ( Baca Love In Bet ). Eh malah jadi jodoh gara-gara lukisan Degas."
"Duh coba kalau masih ada ya, Tante bisa seharian ngobrol soal barang seni dan antik" gumam Megumi.
"Ohya Tante, Romeo dimana?"
"Ada di kamarnya. Belum keluar tuh anak dari tadi setelah sholat subuh berjamaah. Katanya lagi pengen istirahat dan kalau sudah begitu berarti badannya lagi gak enak."
"Juliet boleh masuk ke kamarnya Tante?"
"Boleh aja tapi jangan kaget ya kalau lihat kamarnya berantakan" kekeh Megumi.
"Mas V dan mas Arka juga sama kok Tante" cengir Juliet. "Namanya juga cowok."
"Kamu keatas saja Juliet, Tante mau lihat Oom dulu."
__ADS_1
"Juliet naik ya Tante." Gadis itu pun naik tangga ke kamar Romeo yang terdapat stiker Gundam di pintunya.
Juliet mengetuk pintunya dan terdengar suara Romeo yang mengijinkannya masuk.
"Aku masuk ya Rombeng" ucap Juliet sambil membuka pintu kamar sahabat Valentino itu. Dilihatnya kamar Romeo sudah terbuka gorden nya dan Romeo masih di balik selimut dengan wajah lelah.
Kamar Romeo didominasi warna kayu dan hijau lengkap dengan perlengkapan mini bar coffee disana. Dan menurut Juliet, kamarnya termasuk rapi kalau dibandingkan kamarnya sendiri.
"Hai Jules..." sapa Romeo dengan suara serak.
Juliet bergegas ke pinggir tempat tidur Romeo dan memegang kening remaja pria itu. "Agak hangat. Aku buatkan teh ya?" Juliet lalu menuju mini bar yang terdapat termos elektrik dan berbagai teh dan kopi disana. "Mau camomile atau jahe?"
"Apa saja Jules..." ucap Romeo sambil tersenyum melihat kesibukan adik Valentino itu. Duh ternyata akting sakit memang membawa berkah. Aku bisa dilayani oleh Juliet. Nikmatnya dunia... Romeo senyum - senyum sendiri.
"Ayo duduk Rombeng, ini teh nya sudah siap. Aku buatkan teh jahe, dengan sedikit madu. Untung mini bar kamu termasuk lengkap." Juliet membawakan cangkir teh jahe yang harumnya hingga ke seluruh kamar.
Romeo merubah posisinya menjadi duduk dan bersandar di kepala tempat tidur.
"Terima kasih, Jules." Romeo menyesap teh nya perlahan dan rasa hangat baik dari tehnya maupun perlakuan Juliet, membuatnya relaks. "Kamu bawa apa itu?" Romeo mengedikkan dagunya ke paper bag yang dibawa gadisnya.
"Oh sandwich isi ayam mayonaise yang ditoast. Mau?"
"Kamu yang buat?" Romeo menatap Juliet.
"Aku hanya menyuwir ayamnya. Sisanya mama yang membuat soalnya aku tadi membantu Oma membuat dadar buat Semar mendem. Sayang tadi belum matang pas aku kemari."
Romeo tersenyum. "Aku mau sandwich nya."
Juliet membuka kotak makannya dan mengambil sepotong sandwich untuk diserahkan ke Romeo.
"Terimakasih sudah mau datang Jules."
Juliet tersenyum. "Jangan sakit ya Rombeng."
"Kenapa memang?"
"Bikin aku khawatir."
Wajah Romeo memerah.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1