Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Yang 5% Di Lidah


__ADS_3

Ruang Rawat Inap Juliet


Juliet merasa senang ketika para opa dan omanya datang menjenguk dirinya apalagi Yanti dan Chitra membawakan makanan kesukaannya, gudeg dan sambal krecek.


Anarghya yang memeriksa kondisi keponakannya pun tidak melarang makanan itu karena tidak sering dan Juliet harus makan banyak agar perbaikan tulang dari dalam tubuhnya semakin cepat.


"Mama macan kemana Oma?" tanya Juliet yang sedang disuapi oleh Yanti karena tangan kanannya masih digips.


"Mamamu ke toko sebentar nanti kemari" jawab Yanti.


"Ya ampun Jules, Oma tidak habis pikir sama orang yang menabrak kamu otaknya dimana?" gerutu Chitra.


"Di dengkul!" sahut Abrisam yang disambut tawa Levi.


"Kau benar besan. Otaknya di dengkul!" kekeh Levi.


"Terus sekarang gimana pelakunya? Apa sudah dihukum?" tanya Chitra sambil memeriksa kondisi kaki kanan cucunya.


"Baru masuk berkas ke kejaksaan, Chit" sahut Yanti. "Katanya jaksa penuntut umumnya kakak iparnya Travis."


"Si Norma?" Chitra menatap besannya.


"Iya."


"Waduh, kalau dia sih aku mending bilang wasalam deh! Galak dan tegas banget kan dia? Eh tapi katanya pindah ke Harvard, kok balik Jakarta dan kejaksaan?"


"Ditarik lagi sama Jaksa Agung, Chit" jawab Levi.


"Owalaahhh. Mungkin karena dia orangnya tegas dan tidak neko-neko ya" gumam Chitra.


Suara langkah kaki masuk ke ruang rawat Juliet membuat semua orang menoleh.


"Lho? Ada Opa dan Oma rupanya" senyum Bayu O'Grady.


"Apa kabar Bayu?" sapa Abrisam.


"Alhamdulillah baik Opa." Bayu menyalami semua opa dan Oma disana. "Wuuuiiihhh, gudeg! Masih ada nggak Oma?" tanyanya ke Chitra.


"Masih. Tuh ambil saja Bay. Sudah Oma taruh di kotak-kotak buat nanti siapa yang datang kemari" senyum Chitra yang senang jika para cucunya suka makan masakannya.


Bayu langsung mengambil kotak berisikan gudeg, sambal goreng krecek, nasi serta telur pindang dan suwiran ayam. Pria bertubuh kekar itu pun langsung tampak bahagia bisa memakan makanan yang jarang ditemuinya di New York.


"Aduh sedapnyaaaa" ucapnya dengan mulut masih penuh.


"Ya ampun, Bay! Dikunyah, ditelan baru ngomong! Keselak nanti!" omel Levi.


"Habis di New York nggak ada!"


"Memang Rajendra tidak pernah bikin?" tanya Yanti.


"Oom Jendra kalau buat tema masakan Indonesia itu jarang bikin gudeg dan sambal goreng. Mungkin karena bahannya susah carinya ya..."


"Lho kan sekarang toko bahana makanan Asia banyak mas di New York?" celetuk Juliet.

__ADS_1


"Iya tapi kan tetap lah Jules, nangka nya beda sama nangka Indo. Menurutku nangka Indo lebih medok."


"Semua itu kan tergantung gimana cara masaknya, Bay" sahut Chitra.


"Kalau Oma Chitra kan masak ini benar-benar old style sedangkan Oom Jendra harus sesuai lidah bule."


"Kalian tuh cucu bule lidah jowo terus kepiye ( gimana )" kekeh Yanti.


"Berarti yang 5% tersisa dari darah jawa itu lidah" gelak Juliet.


"Kayaknya bener tuh Jules sama kadang istilah pisuhan Jawa paling gampang diingat..." Bayu terdiam saat Levi dan Yanti mendelik tapi memberikan kode ke Juliet.


"Kampret!" ucap Bayu dan Juliet bersamaan lalu tergelak.


"Oh astagaaa!" Yanti dan Chitra memegang pelipisnya.


***


Keempat Opa dan Oma sekarang menuju kamar Rin untuk melihat cicit mereka yang baru sedangkan Bayu masih bersama Juliet.


"So, kabarnya kamu mau menikah tahun depan?" tanya Bayu.


"Iya. Romeo sudah nembung papa macan tadi pagi."


Bayu bersiul. "Salut aku sama anak itu. Gentle! Tidak banyak anak jaman sekarang berani langsung menembung papa si gadis sendirian. Jules, kamu bersyukur diberikan jodoh yang baik, yang diterima keluarga besar. Romeo itu punya nyali lho!"


"Mas Bayu sendiri? Sudah punya pacar?"


"Belum. Mana sempat Jules! Sibuk bersama bokap dan Tante Moon. Lagian aku belum masuk 25 masih 24. Belum kepikiran macam kamu lah!"


Bayu menatap adiknya yang meskipun masih terdampar di tempat tidur tapi tetap berpikir jernih.


"Kamu semakin dewasa, Juliet."


"Setelah mengalami kecelakaan, aku hanya bersyukur mas, masih diberikan umur. Allah masih memberikan kesempatan untuk bersama dengan keluarga dan Romeo. Aku tidak mau kesempatan yang diberikan ini aku sia-siakan. Aku sudah banyak diberikan berkah mas, papa dan mama macan, mas V dan Romeo ditambah keluarga besar yang saling menyayangi. Dan sekarang..."


Bayu memeluk Juliet. "We know Jules. Tapi kamu cinta sama Romeo kan?"


"Mas Bayu gimana sih? Meskipun aku dan Romeo sering tidak akur, tapi aku sayang sama dia. Cinta dia."


Bayu mengurai pelukannya. "Syukurlah kalau kamu merasakan hal yang sama dengan Romeo."


"Lagian ya mas. Dia masih hutang Lamborghini buat aku."


Bayu melongo. "Allahu Akbar! Dasar adek matre!" gelak Bayu.


Juliet nyengir.


***


Romeo datang sore harinya usai kuliah dan karena RS Cipto Mangunkusumo lebih dekat dari RS PRC Group dibandingkan rumahnya karena malam ini dia ada jadwal jaga malam.


"Nanti kembali lagi ke Cipto?" tanya Juliet yang masih asyik membalas chat teman-temannya yang menanyakan tentang kondisinya.

__ADS_1


"Iya, aku ada jadwal jaga malam." Romeo mencium kening Juliet. "Tadi maem apa?"


"Gudeg sama sambal goreng krecek, dimasakin sama Oma Chitra dan Oma Yanti."


"Enak?" tanya Romeo sambil mengambil baju bersih dan handuk. Rencananya dia akan mandi di ruang rawat Juliet baru nanti setelah makan malam kembali ke RS Cipto Mangunkusumo.


"Enak lah!"


"Aku mandi dulu Jules. Nanti jam tujuh harus balik ke Cipto soalnya."


Juliet mengangguk. "Yang bersih ya" godanya.


Romeo hanya tertawa lalu masuk ke kamar mandi.


Juliet mendengar suara langkah dan tak lama wajah kakaknya pun muncul di balik pintu.


"Rombeng mana?" tanya Valentino.


"Rombeng mandi. Kenapa mas Vi?"


"Mobilnya sudah ketemu!"


"Mobil apa?" tanya Juliet bingung.


"Nissan GTR kesayangan si Rombeng kan hilang tuh pas kamu kecelakaan dan ternyata dibawa salah satu pengawal bayangan kamu dan sekarang berada di pelataran parkir basement kantor Oom David." Valentino duduk di sebelah adiknya.


"Kok gadha yang bilang?"


"Lha itu, lupa gara-gara harus mengawal klien."


Juliet tampak lega. "Setidaknya mobil kesayangan Rombeng nggak hilang."


"Iya lah Jules."


"Mas V kalau mau ke MIT, berangkat saja. Aku tidak apa-apa" ucap Juliet ke kakaknya.


"Beneran? Kamu tidak apa-apa mas V tinggal?"


"Tidak apa-apa. Kan ada papa mama dan Romeo."


Valentino tersenyum manis ke adiknya. "Mas V akan pulang Desember dan pada saat kamu mau menikah."


Juliet menggenggam tangan Valentino. "Ayo, kejar Katya."


Wajah Valentino langsung memerah.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2