Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Tidak Boleh!


__ADS_3

Kediaman Keluarga Akihiro


Romeo makan dengan lahap makanan yang diambilkan oleh Juliet karena baginya itu pemberian dari gadis yang sering tidak tertebak maunya apa.


Aku tidak tahu kamu sudah memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak, tapi melihat perilaku dan sikap kamu yang perhatian, aku sangat bahagia sekali.


"Kamu kenapa, Rom?" tanya Haruto yang geli melihat putranya tampak sumringah.


"Nggak papa, otousan."


"Romeo senang karena Juliet datang untuk membesuknya" senyum Megumi.


Wajah Romeo memerah sedangkan Juliet hanya menunduk, malu mendengar ucapan ibu Romeo itu.


"Jules, Papa mamamu, opa omamu sehat?" tanya Haruto.


"Alhamdulillah Oom Haruto. Oma yang suka dengar cerita Oom dan Tante soal barang antik. Itu kalau nggak di rem Opa, bisa kayak Oma Buyut Ayame sampai koleksi banyak di Tokyo."


"Lha terus barangnya dimana? Apa saja Juliet? Siapa tahu boleh kami adopsi."


"Di rumah keluarga Agasa. Hanya saja kan sudah pada ngga urus karena keturunan Agasa, aku dan mas Valentino di Jakarta, kebetulan Oma buyut anak tunggal ya tinggal kita-kita lah."


"Rumah keluarga Agasa nggak dirawat?" tanya Haruto membayangkan banyaknya barang antik disana.


"Dirawat sama pengawal kepercayaan Oom Luca dan Opa Marco.


"Ohya, besok opa dan omamu ada kan? Siapa tahu kami boleh adopsi beberapa barang? Daripada rusak? Mending diadopsi sama orang yang menghargainya." Megumi menatap serius ke Juliet.


"Opa dan Oma ada di rumah terus tapi kalau Opa nggak kasih, Oom dan Tante jangan tersinggung ya. Apalagi papa. Soalnya mereka berdua kan punya perasaan sentimental dengan peninggalan Oma Buyut Ayame."


"Tante paham itu Juliet karena tidak mudah melepaskan barang yang punya nilai sejarah dan nostalgia ditambah sentimentil di dalamnya" senyum Megumi.


"Soalnya Minggu depan, kami mau ke Jepang ada pameran disana. Jika Oom Levi, Tante Yanti dan Quinn mengijinkan kami mengadopsi beberapa barang, bisa sekalian" sambung Haruto. "Jika dilelang dengan harga tinggi kan Oom Levi mendapatkan hasil juga."


"Monggo lho kalau Oom dan Tante mau bertemu dengan Opa dan Oma."


Acara makan siang pun membicarakan tentang rencana Juliet untuk berkuliah di Singapura dan topik itu membuat Romeo kembali sedikit galau tapi memang dirinya tidak bisa melarang keinginan gadisnya.


Jika aku main larang, kami akan bertengkar lagi dan bisa-bisa Juliet tidak mau bertemu lagi padaku, dan itu bahaya. Romeo melirik ke arah Juliet yang tampak berbinar - binar bercerita rencananya untuk pergi ke Singapura. Toh Jakarta - Singapura hanya satu jaman naik pesawat. Boros sih, tapi demi hubungan kami tetap terjalin baik. Hari ini adalah hari yang menyenangkan buat aku.

__ADS_1


***


Kediaman Keluarga Reeves, Makan Malam


"Jadi Haruto dan Megumi ingin bertemu untuk meminta ijin mengadopsi koleksi mommy?" tanya Levi ke Juliet saat gadis itu bercerita tentang rencana Kedua orang tua Romeo.


"Iya Opa. Kemungkinan mau dilelang dan Opa dan Oma dapat..."


"Nggak!"


Semua orang menoleh ke Yanti. Oma cantik itu menatap judes ke semua orang.


"Selama Oma masih ada, semua barang-barang koleksi mama, tidak boleh keluar dari rumah Tokyo! Oma tahu kalian takut rusak atau apa, tapi itu adalah barang kesayangan mama Ayame. Oma tidak bisa..." Mata Yanti berkaca-kaca. "Tidak bisa melepaskan... mama Ayame."


"Yan...kalau kamu tidak mau melepaskan, tidak apa-apa..." Levi mengusap punggung istrinya. Diakui Levi, mommynya sangat dekat dengan Yanti. Bahkan saat sakit pun maunya dirawat dan ditemani Yanti, bukan dirinya.


"Oma, kalau Oma keberatan, Tante Megumi juga tidak memaksa" ucap Juliet.


"Iya mom. Orangtuanya Si Rombeng kan baru nembung, semuanya kan tergantung Daddy dan mommy apakah ikhlas atau tidak karena kan masih menjadi milik kalian" sambung Hoshi.


"Kalau mommy tidak kasih ijin, nggak papa kan Hosh?"


"Papa macan..." desis Rina dengan wajah manyun.


"Aku kan hanya menyampaikan Oma, kalau Oma nggak boleh ya nggak papa. Supaya Oma nggak kaget duluan besok." Juliet menatap lembut ke Yanti.


"Iya, kamu benar sayang. Maaf kalau Oma terlalu kaget."


"Ya sudah, clear ya kalau kamu nggak mau melepaskan semua barang-barang koleksi mama?" Levi menatap istrinya.


"Nggak mas Levi. Itu barang-barang antik kesayangan mama, ada yang beberapa memang aku dan mama hunting sampai ke Malaysia dan Indonesia."


"Aku tahu. Soalnya si Toyib super senior yang sudah bikin. darting di alam sana, suka ngedumel kalau kalian berdua jalan-jalan mencari barang antik" kekeh Levi.


"Opa, kira-kira, Opa buyut ketemu opa dan Oma lainnya di alam sana, bikin perkara nggak ya?" gumam Juliet yang memang saat bayi, Eiji meninggal dunia. Gadis itu hanya tahu kerusuhan Opanya hanya dari video keluarga yang disimpan rapi oleh Levi dan Hoshi.


"Aku kebayang nya malah Oom Duncan dan Oom Javier inginnya menjitak kepala Papa" gelak Levi. "Secara, hanya dua orang itu yang selalu dibuat darting oleh opa buyutmu, Jules. Oh, belum lagi Opa Abimanyu Giandra, opa buyutnya Bayu. Dia juga kena dartingnya papa sampai-sampai waktu itu mau telepon Opa Alex buat nyeret papa Eiji pulang."


"Kesimpulan, generasi kedua dan ketiga sama rusuhnya dengan generasi papa dan aku" ucap Hoshi.

__ADS_1


"Well, generasi papa lebih parah sih..." Levi tersenyum mengingat banyaknya peristiwa bersama dengan sepupunya.


"Pembicaraan soal Haruto dan Megumi clear ya. Besok kalau mereka datang, mommy bisa bilang apa adanya" ucap Rina ke mertuanya.


"Iya Rin. Dah, kita bicara yang lain saja." Yanti menatap lembut ke semua anggota keluarganya.


***


Meanwhile di alam lain ...


"Haaaattssyyiinnggg!" Eiji mengusap hidungnya yang mancung membuat Ayame menoleh.


"Mas? Masa kita sudah di alam lain, masih saja flu?"


"Ini bukan flu Diajeng Aya-aya sayang, tapi aku dighibahin. Dasar Toyib! Masih berani main ghibah bapaknya! Mbok ya kirim doa, atau cerita yang bagus-bagus lah soal aku. Lha kok masih saja di ghibah!" omel Eiji.


"Karena keluarga elu emang banyak sebalnya sama elu!" sahut Duncan yang duduk bersama Rhea diatas kain piknik. Keempatnya sedang piknik di Padang hijau sembari menunggu Ghani dan Alexandra yang belum datang.


"Oh my Duncan, jangan seperti itulah. Aku sudah tidak bisa menjewer si Toyib satu dan Toyib dua! Kan gemas! Enak saja main ghibah orangtuanya yang baik hati ini dan rajin menabung pahala."


Duncan dan Rhea hanya cekikikan sedangkan Ayame hanya bisa memegang pelipisnya.


"Ohya kak Eiji, katanya bisa menjewer lewat mimpi lho. Dicoba saja" usul Rhea.


"Eh? Iyakah? Kalau begitu aku akan minta ijin malaikat untuk masuk ke mimpi Toyib satu dan dua buat bisa menjewer mereka. Sudah lama tanganku tidak usil!" Eiji pun berdiri mencari malaikat penjaga mereka.


"Rhea, aku tidak ikutan kalau habis itu Levi dan Hoshi bakalan ngomel-ngomel saat habis sholat." Ayame cekikikan.


"Bagi Eiji, dinistakan putra dan cucunya itu adalah pahala" gumam Duncan yang membuat Ayame dan Rhea terbahak.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


Maap semalam ketiduran aku. 🙏🙏🙏


__ADS_2