Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Rusuh Berkelanjutan


__ADS_3

RS PRC Group


Keributan terjadi di kamar Juliet dengan penuh kehebohan dan kerusuhan. Luke membujuk Rin agar tetap bernafas yang benar seperti yang diajarkan di kelas prenatal, Bayu berteriak mencari dokter Obgyn, Valentino dan Arkananta heboh mencari siapa saja yang bisa membantu melahirkan, Arabella sibuk menelpon sang mama.


"Lho kalian kenapa?" tanya Rina yang datang bersama Arimbi bingung melihat kerusuhan putra-putranya dan sepupunya.


"Mbak Rin mau melahirkan mama macan!" teriak Valentino.


"Oh mau lahiran. Rimbi, Rin mau lahiran... HAAAAAHHH! BENERAN MAU BROJOL?" teriak Rina ikutan heboh.


"Astaghfirullah! Aku telpon mami dulu!" Arimbi langsung menelpon Arum.


Dan kehebohan berlanjut hingga di lorong kamar rawat inap Juliet.


Romeo, Juliet dan Remy hanya bisa melongo saat mereka semua pergi begitu juga dengan tiga pasang di layar zoom dan Eagle McCloud yang hanya bisa terdiam melihat kerusuhan yang sangat Membagongkan.


"Sayang, Rin beneran mau lahiran?" tanya Dante ke Leia yang hanya bisa menatap kosong layar iMac nya.


"Zee, tampaknya bakalan rusuh deh di ruang bersalin" kekeh Sean.


"Leia, what's going on?" tanya Nadira yang saling berpandangan dengan Pedro.


"Kabari aku ya anaknya si Yakuza jenis kelaminnya apa" gelak Eagle. "Adios!"


"Mbak, Abang, maafkan atas kejadian tidak terduga. Jadi kita lanjutkan ngobrolnya disini. Nanti juga akan ada pasukan huru hara yang memberikan laporan" kekeh Remy yang membuat ketiga pasang suami istri itu tersenyum.


"Haaaiii. Ada kabar apa?" tanya Blaze yang baru bergabung dengan Samuel.


"Rin mau lahiran" jawab Leia.


"What? Dimana?" tanya Blaze bingung. Bumil cantik itu menatap Juliet. "Ya Allah, kamu kok berantakan gitu sih Jules? Mana pelakunya? Biar mbak Bee kasih succinylcholine!"


"Bee, kamu tuh lagi hamil. Sudah kalem!" ucap Samuel memperingatkan istrinya yang perasaan semakin bar-bar pada saat hamil. Waktu Blaze hamil Rania, Samuel harus berusaha menahan emosi istrinya yang gampang sumbu pendek.


"Tadi air ketuban Rin keluar saat kami masih ngobrol tadi dan kalian tahu sendiri kan bagaimana pasukan sirkus" kekeh Zinnia.


"Zee, Arsya belum ada tanda - tanda mau punya adik?" tanya Nadira.


"Belum. Doanya ya semoga Arsya segera punya adik." Kali ini Sean yang menjawab.


"Eh Jules, cerita sama mbak Blaze. Gimana kamu bisa babak bunyak ( babak belur ) begitu!" Blaze menatap tajam ke adiknya yang masih terdampar.


"Aku saja yang cerita mbak Blaze. Soalnya ini juga karena aku juga." Romeo menengahi.


"Aku juga ingin tahu mas. Soalnya papa nggak cerita detail." Remy pun duduk sambil mendengarkan Romeo.


***


"Jadi karena obsesi ke kamu, si Sundel bolong yang memang sudah tendensi Manipulator dan sosiopat merencanakan kecelakaan menjurus pembunuhan ke Juliet melalui kaki tangannya?" simpul Blaze.


"Iya mbak. Aku merasa bersalah karena semua karena aku dan melihat Jules ditabrak di depan mataku sendiri..."

__ADS_1


"Nyawamu seperti hilang separuh kan?" potong Dante. "Itu yang aku rasakan saat Leia masuk jurang. Rasanya kalau Leia tidak ada, aku pun akan menyusulnya..." ( Baca The Bianchis chapter Leia Bianchi : Kecelakaan ).


"Dasar Bucin!" ledek Blaze dan Nadira bersamaan.


"Hei, aku hanya bucin dengan satu-satunya wanita yang aku cintai. Wajar kan?" bela Dante sambil mencium pipi Leia.


"Oh my God!" seru Remy. "Please ya kakak-kakak sekalian yang sudah menikah, kasihanilah aku yang masih di bawah umur ini. Janganlah berikan adegan tidak senonoh pada mataku yang masih suci dalam debu."


Semua orang menatap cicit Abimanyu Giandra itu dengan tatapan sebal.


"Ya ampun Remy" gelak Juliet.


"So, paha kanan kamu harus pakai pen?" tanya Samuel concern.


"Iya mas Sammy. Harus pakai pen, dan kata Oom Arga kalau sudah oke, aku harus latihan jalan dan difisioterapi."


Romeo memegang tangan Juliet. "Nanti aku akan temani."


"Oh Rombeng, kamu sweet banget!" celetuk Nadira dan Blaze bersamaan.


"Tapi aku sedih bang, mbak" adu Juliet.


"Kenapa?" tanya Zinnia.


"Aku tidak jadi ujian skripsi..." jawab Juliet sambil manyun.


"Apa tidak bisa ujian skripsi secara online? Kan kondisi kamu tidak memungkinkan pergi ke Singapura. Harusnya ada kebijakan akan hal itu." Zinnia menatap serius ke Juliet. "Mbak Zee yakin pasti bisa kamu ujian online."


"Iya mbak. Papa macan juga sedang berusaha meminta dispensasi mbak."


"Bang Sean rasa apa yang dikatakan Pedro itu benar Jules" timpal Sean sambil meletakkan dagunya di bahu Zinnia.


Terdengar suara langkah kaki dan semua orang di layar tv yang disetting Arkananta menunggu siapa yang datang.


"Lho Jules? Rombeng? Remy? Mana yang lain?" Hoshi menoleh ke layar tv. "Hai kalian? Mana cucu aku?"


"Halo Oom Hoshi."


"Halo Oom Quinn."


"Arsya masih di belakang" jawab Zinnia.


"Rania bobok Oom" jawab Blaze.


"Vicenzo juga bobok setelah tadi ribut sama Padre ( papa - bahasa Italia ). Dasar sama-sama keras kepala!" adu Leia ke semua orang.


"Ya ampun Zee, aku kira aku saja yang begitu ke Arsya, ternyata Dante juga!" gelak Sean bahagia ada temannya.


"Sean, tandanya kita sangat memuja wanita kita masing-masing" balas Dante sambil tersenyum.


"Oke kalian. Biana ngapain Dira?" tanya Hoshi ke putri Rajendra McCloud itu.

__ADS_1


"Bia lagi main di cribnya. Mau ketemu Bia?" tawar Nadira.


"Maulah!" ucap semua orang.


Pedro inisatif mengambil putri mereka yang mau setahun. Bayi berambut hitam itu tampak senang melihat banyak orang di layar.


"Aaaahhhh Bia, Tante kangen!" seru Juliet.


"Tambah cantik aja ih Bia" puji Leia.


"Gemesin Dira. Besok kalau Oom Hoshi ada acara ke New York, mampir deh ke Virginia sekalian nengok Bia setelah Rania. Eh Jules, mama macan kemana?" Hoshi baru ngeh kalau istrinya tidak ada.


"Di ruang bersalin Oom" jawab Remy.


"Ngapain?"


"Mbak Rin lahiran" jawab Juliet.


"Haaaaahhh? Oh ya ampun anak itu!" Hoshi langsung memegang pangkal hidungnya.


"Ramai tadi Oom" kekeh Blaze.


"Lagian si Rin nekad main ngikut Luke!" sungut Hoshi kesal.


"Oom Quinn, bagaimana kasusnya Juliet?" tanya Pedro penasaran.


"Neslon dan Kapten Randy sudah mengajukan kasusnya ke kejaksaan. Dan kalian tahu siapa jaksa penuntut nya?"


"Siapa pa?" tanya Juliet penasaran.


"Tante Norma Theresia, kakaknya Tante Rahajeng."


"Whaaaatttt?" Para keluarga Juliet tahu siapa Norma Theresia sebab Nelson seiring curhat saat kuliah dulu.


Suara derap langkah terdengar mendekati ruang rawat inap Juliet. Tampak Valentino berdiri di depan pintu dengan terengah-engah.


"Anaknya... bang Lukie sudah ... lahir..." ucapnya sambil mengatur nafas.


"Cowok atau cewek?" tanya semua orang.


"Cowok."


"Siapa namanya?"


"Hyde Takara Bianchi."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2