
Hotel Mulia Jakarta
Romeo berjalan sembari manyun karena dirinya tidak bisa apa-apa mengingat dirinya bakalan dikeroyok tidak hanya oleh trio kampret tapi juga semua sepupu Jules. Bakalan ada drama penculikan pengantin secara ekstrim.
Ketika mereka berenam tiba di halaman hotel tampak Arkananta sudah berdiri di depan motorhome yang dibeli Bima bersama dengan para sepupunya kecuali yang masih bocil macam Remy, Gio dan Mamoru, tidak diajak oleh mereka semua. Kata Arka hanya untuk para pria usia 17 tahun keatas yang membuat Remy, Gio dan Mamoru manyun karena masih dibawah usia itu.
"Keren kan motorhome bokap? Bisa menampung 30 orang dan kita sudah sedia dua pengawal merangkap sopir. Kalau capek, kita semua kan bisa nyetir jadi gantian" cengir Arka.
Disana sudah ada Sean, Luke, Damian, Pedro, Samuel, Radeva, Nelson, Dewananda, Antonio, Alexis, Eagle, Devan, Radyta, Pahlevi dan Michel.
"Lho Gabriel kemana?" tanya Bayu tidak melihat kekasih merangkap pengawal Garvita.
"Dipanggil Oom Ayrton. Mungkin masalah di Miami" jawab Damian.
"Memang ada masalah apa di Miami?" tanya Sean.
"Rumah milik keluarga Luna tidak diberikan CIA untuk Gabriel" jawab Nelson sambil masuk kedalam motorhome milik Bima Baskara. "Wow! Pantas Oom Bima ikhlas merogoh kocek sampai sejuta dollar."
Dalamnya Motorhome
"Silahkan duduk bebas" ucap Arka. "Ini sengaja bokap beli yang banyak kursinya biar kita semua bisa duduk. Kalau kamar sebelah sana memang untuk kamar tidur. Kalau nggak cukup, ya lesehan. Senyaman kalian saja lah!" ucap Arka cuek.
Semua pria - pria tampan itu memilih duduk di tempat yang nyaman dan setelah itu motorhome pun berangkat menuju Bandung. Sebagai tuan rumah, Arka pun mengambil alih menjadi moderator buat semua keluarganya.
"Oke, sekarang nih kita ketambahan anggota keluarga baru gaeesss. Ada bang Michel dan bang Krisna yang merupakan suami dari Gemini dan Gemintang. Kalau kalian belum kenal siapa-siapa saja, aku perkenalkan deh!" Arka pun berjalan untuk memperkenalkan semua sepupunya.
"Ini bang Sean, meskipun raja Belgia, disini gelar dia kagak laku!" ucap Arka membuat Sean mendelik. "Istrinya kakak ku yang cantiknya minta ampun, mbak Zee."
Arka pun berlanjut ke Luke. "Ini bang Lukie Bianchi masih sodaraan dengan bang Tomat eh Antonio Bianchi yang rambutnya macam mie keriting..." tunjuk Arka ke Antonio yang sedang bermain ponsel.
__ADS_1
"Arkaaaa aku nggak keriting!"
"Ya dah, ikal ruwet!" balas Arka cuek. "Jangan lupa Yakuza satu ini punya piaraan tidak lazim, piranha hitam, dua Empang! Lalu ada mas Sammy aka mas Bebek suaminya mbak Blaze aka mbak Bee. Persamaan, sama-sama sakit kalau sudah nyosor dan ngentup!"
"Heeeiii!" protes Samuel tidak terima karena dibilang bebek nyosor dan Blaze ngentup macam tawon.
"Lalu ini bang Pedro, suaminya mbak Dira iparnya Eagle. Doi agen FBI. Oh, ada McCloud satu lagi yaitu Devan yang kakaknya bernama Savrinadeya incaran Oom pedofil berambut keriting disana" cengir Arka ke Antonio yang menatapnya judes. "Lalu bang Nelson Blair , bagian urus hukum kalau kita bermasalah. Lanjut, Damian Blair, Radhi Blair, Radeva Dewanata yang kembarannya Raveena pacaran dengan Alexis Accardi asisten bang Tomat, Bayu O'Grady yang masih ada hubungan dengan kaum per Blair an. Jangan remehkan Damian dan Radhi, mereka Emir Dubai dari istana Al Azzam, sayangnya Radhi lebih memilih jadi tukang ngebut dan entah sudah berapa mobil Ferrari dia tabrakan."
"Mas Arkaaaa!" protes Radhi.
"Masih dari Dubai, dari istana Al Jordan, ada Gasendra dan Ken. Ada anak Turki Radyta dan Pahlevi. Lalu ada Dewananda yang kelakuan nya kagak dewasa banget, playboy duren tiga yang bakalan dikirim ke pesantren kalau tidak lulus Cambridge tahun ini."
"Brengseeekkk lu Mas!" umpat Dewa kesal.
"Last but not least, trio kampret yang diblacklist ke Belgia oleh bang Sean. Arkananta, saya sendiri, lalu Valentino yang juga ipar Romeo, pengantin baru yang kita culik, dan Shinichi bukan Kudo yang biasa dipanggil Shinchan atau Kungkang" tutup Arka.
"Masih ada tiga sepupu kami yang dilarang ikut karena masih dibawah 17 tahun, bernama Remy Giandra putra Oom Anarghya dan Tante Amaranggana, Mamoru Bradford putra Oom Chris Bradford yang juga pewaris kerajaan mall Hamilton di Amerika Serikat dan Giordano putra Oom Benji Smith dan Tante Jang Geun-moon" sambung Bayu.
"Senang berkenalan dan menjadi saudara kalian semua" senyum Michel. "Maaf jika aku dan Krisna mendadak menikah dengan saudara perempuan kalian."
"Ini Bandungnya kita kemana mas Arka?" tanya sopir motorhome.
"Makan batagor dan mie kocok! Aku sudah booking tempat habis itu kita jalan-jalan di Dago dan makan malam disana. Ada resto 24 jam yang juga sudah aku booking. Setelahnya jam tiga an kita ke Starbucks ngopi, jam empat kita kembali ke Jakarta. Pokoknya malam ini isinya makan dan makan. Dilarang menghubungi istri dan pacar masing-masing nanti setiba di Bandung. Boys night out itu berarti no girls!" cengir Arka.
***
Bandung Jawa Barat
Motorhome mewah itu tiba di sebuah rumah makan sederhana yang berada di daerah Buah Batu dan Arka bersyukur berada di jalan besar jadi tidak membuat macet jalan. Para pria tampan itu pun turun membuat pengunjung rumah makan langsung heboh melihat mereka.
Semua keluarga Pratomo masuk ke ruang VIP yang sudah dipesan Arka dan mereka semua pun menikmati makanan khas Bandung. Bagi yang bule, mencicipi kedua makanan itu pun menjadi sensasi tersendiri karena mereka belum pernah mencobanya.
Usai menikmati acara makan mie kocok dan batagor, semua pria tampan itu pun masuk ke dalam motorhome lalu melanjutkan ke Dago. Romeo membalas pesan Juliet bahwa mereka akan jalan-jalan ke Dago.
__ADS_1
"Jules ngamuk?" tanya Valentino.
"Nggak lah. Sudah tahu bakalan begini" kekeh Romeo.
"Kagak mengira sahabat aku jadi ipar aku" senyum Valentino. "Setidaknya aku dan papa macan ayem si judes sama kamu, Rombeng."
"Thanks Valentino."
"Jangan sakiti Jules, sebab kalau sampai kamu khilaf, aku sendiri yang akan menghajar kamu!"
"No way lah! Apa kamu tidak ingat bagaimana aku saat Jules ditabrak? Rasanya nyawaku hilang separo!" balas Romeo.
"Good!"
Tak lama motorhome itu pun tiba di sebuah restauran high end yang bisa melihat pemandangan kota Bandung dari daerah atas. Rombongan itu pun turun yang tentu saja membuat heboh pengunjung karena melihat sekumpulan pria-pria tampan datang dengan santainya.
"Rombeng, itu bukannya pak Ilham?" tunjuk Valentino ke seorang pria paruh baya yang sedang mengobrol dengan anggota keluarganya.
"Eh iya. Kita samperin." Keduanya pun menghampiri mantan guru matematika mereka waktu kelas satu setelahnya pak Ilham pensiun.
"Pak Ilham?" sapa Romeo dan Valentino membuat semua orang di meja itu terkejut.
"Ya ampun! Valentino? Romeo? Masyaallah..." Valentino dan Romeo mencium punggung tangan guru sepuh itu. "Ya ampun, sama siapa kalian?"
"Sama kakak dan adik sepupu." Valentino memberikan kode kepada para sepupunya untuk bertemu dengan gurunya. Keluarga pak Ilham melongo bagaimana pria-pria tampan itu menyalami guru tersebut dengan hormat dan santun padahal putra pak Ilham mengenali beberapa diantara saudara Valentino dan Romeo adalah orang-orang terkenal.
Keluarga Sultan satu ini memang berbeda.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️