
Kediaman Keluarga Reeves
Hari Minggu pagi ini Romeo sudah datang ke rumah Juliet setelah hampir seminggu tidak kesana karena kesibukannya kuliah. Pria imut itu ingin bertanya mengapa sahabatnya Valentino dan Arkananta memilih ujian online disaat hendak masuk jadwal ujian semester. Meskipun beda fakultas dan gedung, tapi Romeo selalu mendengar cerita dan kabar tentang dua bersaudara sepupu itu.
Kedatangan Romeo disambut oleh Levi yang sedang membaca buku di ruang tengah sedangkan Yanti sibuk membuat rajutan, hobinya sejak menemani ibu mertuanya Ayame yang sakit.
Sembari mengobrol dan menunggui Ayame dulu, Yanti diajari oleh wanita Jepang blasteran Indonesia itu teknik merajut. Hingga sekarang, Oma cantik itu tetap melanjutkan hobinya. Tak terhitung berapa sweater, pashmina dan selendang dibuatnya yang diberikan kepada anggota keluarga besar setiap berulang tahun.
"Assalamualaikum Opa Levi, Oma Yanti" sapa Romeo sambil membawa makanan vegetarian buatan sang mama, Megumi, untuk keluarga Reeves.
"Wa'alaikum salam. Bawa apa itu anak ganteng?" balas Yanti yang mendapat lirikan Levi.
"Ini, okāsan membuatkan sushi dan gyoza vegetarian buat keluarga Reeves."
"Mamamu sudah pulang dari Turki?" tanya Yanti yang tahu Haruto dan Megumi pergi ke Turki untuk mengikuti lelang.
"Sampun Oma, otousan dan Okāsan sudah pulang dua hari kemarin."
"Kasih bik Ninih itu masakan mamamu biar ditata di meja. Pas buat brunch" ucap Levi.
"Njih Opa. Oom Quinn dan Tante Rina kemana? Biasanya sudah ramai saja." Romeo celingukan.
"Hoshi sama Rina ke rumah Bima. Ada urusan disana." Yanti menatap lembut ke Romeo. "Kamu ajak Juliet makan sekalian, lagi ngambek dia."
"Hah? Ngambek apa lagi anak itu..." gumam Romeo sambil masuk ke dalam dapur mencari pembantu rumah tangga keluarga Reeves.
"Mas Levi, apa menurutmu, cucu-cucu kita yang ke Brussels, baik-baik saja?" Jujur Yanti merasa cemas dengan keselamatan semua cucunya yang berangkat ke Brussels.
"Aku yakin mereka baik-baik saja tapi tidak untuk Luke."
"Kenapa?"
"Aku yakin dia akan semakin jengkel dengan trio kampret, terutama Shinichi."
Yanti tertawa. "Shinichi itu gabungan antara papa Eiji, Bima dan Oom Takeshi."
"Kok aku lebih merasa si Shinchan mirip Pianis durjana dan Guru Bar-bar."
"Tante Savitri maksudmu? Nggak ah, Shinichi nggak sebar-bar Tante Savitri. Tapi aku heran, Tante Savitri bar-bar, Oom Jaehyun kalem terus lahir mas Nathan yang super cool, lahir Safira yang super ceroboh. Kok bisa ya?" gumam Yanti.
"Yanti sayang, apa kamu lupa Shinichi anaknya siapa? Hideo mantan mafia kampret itu kayak apa kulkasnya?" Levi menatap istrinya serius.
"Lho jadi pas dong mas!"
"Apaan?"
"Hoshi kan ngatain Hideo mafia kampret, Bimasena itu Werkudara, sekarang anak-anak mereka jadi trio kampret..." gelak Yanti.
"Astagaaa! Baru sadar aku!" cengir Levi.
***
"Aku nggak boleh ikut ke Belgia!" omel Juliet yang saat ini duduk bersama Romeo di teras belakang yang menghadap kolam renang dan pohon mangga kesayangan Hoshi.
"Memang pada ngapain ke Belgia? Itu alasannya kenapa Valentino dan Arkananta cuti?"
__ADS_1
"Bawa pulang mbak Zee!"
Romeo melongo. "Mbak Zee? Jules, bukannya mereka baru saja menikah? Belum ada setahun lho! Kan aku datang waktu acaranya di Dubai! Mbak Zee ini kan Zinnia Schumacher yang menikah sama pangeran Sean dari Belgia? Benar nggak?"
"Iya Rombeng! Mbak Zee yang itu! Iiiihhh, mas Lukie curaaannggg! Yang diajak cuma mas Viiii!" teriak Juliet gemas.
"Soalnya Luke tahu kamu bakalan seperti ini, emosional jadi nggak dibawa ke Belgia. Lagipula kamu kan masih ada ujian nasional kan? Minggu depan lho Jules! Katanya kamu mau kuliah di Singapura."
Juliet menatap pacar labilnya ( benarnya dia yang labil, bukan Romeo ). "Oh iya. Aku kan harus persiapan ya? Apalagi mas V dan mas Arka sama Shinchan harus lama di Belgia. Duh bisa nggak pulang aku buat urus kuliah di Singapura."
Romeo tersenyum melihat acara ngomelnya Juliet sudah teralihkan dengan keinginannya untuk kuliah di Singapura.
"Kamu mau nggak jalan-jalan? Aku bosan lihat anatomi dan buku kedokteran yang tebalnya naudzubilah."
Juliet mengangguk. "Makan enak ya! Rombeng traktir!"
"Iya lah! Aku yang traktir."
***
Romeo dan Juliet memutuskan jalan-jalan ke sebuah mall di Jakarta Pusat. Keduanya sengab santainya saling bergandengan tangan dan membeli banyak camilan kesukaan gadis itu.
Pria imut berdarah Jepang, sangat bahagia hari ini karena tidak ada keributan yang berarti dan unfaedah.
"Jules, mau kemana lagi kita?" tanya Romeo saat mereka menikmati makan gelato.
"Nonton yuk!" Juliet menatap Romeo.
Yang happy today barengan sama Juliet
"Mau nonton apa?" tanya Romeo.
"Horor!"
Romeo mendelik. "Serius? Kamu kan penakut Jules!"
"Serius! Nggak lah! Siapa yang takut? Macam-macam tinggal baca ayat kursi!"
Romeo tergelak. "Jules, setan di film ga bakalan ilang lah kamu bacain ayat kursi."
"Yuk dong nonton horor!" rayu Juliet. Entah kenapa obat dongkol itu antara makan banyak dan nonton horor meskipun endingnya Juliet pasti jejeritan dan menutup wajahnya pakai bantal. Valentino paling sebal kalau melihat adiknya seperti itu.
"Kalau kamu girap-girap, nggak tahu lho ya" senyum Romeo.
"Iya. Nggak bakalan girap-girap."
Akhirnya keduanya pun menuju gedung bioskop yang memang sedang memutar film horor Indonesia yang katanya remake dari dari film lama berjudul Kodrat.
"Serius kamu mau nonton ini?" tanya Romeo.
"Serius lah!" Juliet menatap yakin ke arah pria Jepang itu.
__ADS_1
"Beneran ya. Aku beli tiketnya."
"Juliet? Kak Romeo?"
Keduanya menoleh mendengar nama mereka dipanggil. Tampak Shayna bersama suaminya Bambang.
"Lho Na? Mas Bambang. Ngapain?" tanya Juliet yang senang melihat sahabatnya.
"Nonton lah! Kamu mau nonton apa?" tanya Shayna.
"Ini, horor remake. Kamu?"
"Sama!"
"Mas Bambang, ini bakalan apaan ya kalau para cewek kita jejeritan?" bisik Romeo ke pria yang jauh lebih tua darinya, seumuran Luke Bianchi.
"Yang jelas alamat nanti malam dik Shayna kebawa mimpi deh..." kekeh Bambang.
"Rombeng, beli tiketnya deretan ajah ya?" Juliet merasa senang bisa nonton bareng bersama sahabatnya.
"Oke."
"Tuan Romeo, biar punya kami, bayar sendiri" potong Bambang ketika Romeo hendak mengeluarkan kartunya.
"Sekalian saja mas Bambang. Nggak papa, santai saja" senyum Romeo.
"Mas Bambang traktir popocorn sama minum saja" usul Juliet.
"Oh Okay. Nona Juliet mau popocorn asin atau manis?" tanya Bambang.
"Manis. Rom, punyamu?" Juliet menatap Romeo.
"Asin saja. Biar bisa saling mencicipi satu sama lain."
"Oke. Aku belikan ya." Bambang mengajak Shayna membeli popcorn dan coke.
***
Di dalam gedung bioskop, keempatnya pun duduk di kursi sesuai tiket mereka. Juliet dan Shayna tampak heboh sendiri membuat dua pria di sisi kiri dan kanan kursi saling berpandangan seolah saling berbicara 'tunggu nanti kalau setannya datang.'
Dan benar... Ketika film mulai sekitar 20 menit, Shayna dan Juliet saling memeluk pasangan masing-masing. Keduanya sama-sama menjerit kencang saat setannya nongol.
Bambang dan Romeo hanya bisa menghela nafas panjang.
Gue bilang juga apa! Ngeyel!
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1