Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Ke Singapura


__ADS_3

Kediaman Keluarga Reeves


Pagi ini Romeo sudah siap di rumah keluarga Reeves untuk mengantarkan Juliet ke bandara. Gadis itu akan memulai kuliah di Singapura dan Romeo sengaja meminta ijin kedua orangtuanya dan Hoshi untuk boleh mengantarkan Juliet hingga ke apartemen yang satu gedung dengan apartemen Gemini dan Radyta.


"Kamu yakin mau antar Jules?" tanya Rina yang sedang menyiapkan sarapan.


"Iya Tante. Oom Quinn, boleh kan antar Juliet?" Romeo menatap Hoshi penuh harap.


"Boleh saja. Tapi nanti kamu nginap dimana? Awas kalau satu apartemen sama Juliet!" ancam Hoshi.


"Aku sudah bilang sama Radyta kalau bakalan nginap di apartemen dia dan dikasih."


"Ya sudah. Asal nggak di apartemen Juliet saja" ucap Hoshi.


Valentino yang baru keluar kamar, tampak acak-acakan bahkan kumis tipis mulai tumbuh di wajahnya dan tanpa baju.



Bang, cukuran dulu kenape?


"Astaghfirullah! Valentino Adipramana Reeves! Pakai baju kenapa? Siapa yang ngajarin?" omel Rina melihat anak lanangnya amburadul.


"Ah yang lihat cuma Rombeng doang. Santai saja" balas Valentino cuek karena dirinya masih jetlag akibat perjalanan jauh dari Belgia.


"Haduh, haduh!" Rina menggelengkan kepalanya.


"Biarin saja mama macan. Masih jetlag juga" sahut Hoshi yang tahu putranya lelah luar biasa.


"Sekali ini saja ya Papa Macan! Jangan merusak aturan!" Rina menatap tajam ke Valentino.


"Iya mamaa... Ish ya ampun!" gerutu Valentino. "Lha Opa Toyib kemana?"


"Opa di belakang sama Oma, urus tanaman. Kemarin dikasih bibit tanaman banyak sama Oom Rama. Tahu sendiri kan hobinya Oom mu satu itu bikin tanaman macam-macam" jawab Hoshi.


"Sudah selesai urusannya V?" tanya Romeo.


"Sudah. Kamu jadi antar Jules?" tanya Valentino sambil menuangkan kopinya.


"Jadi. Kamu masih teler kan?" Romeo mengambil teko teh dan mengisinya di cangkir yang sudah disiapkan.


"Buanget! Disana nggak kerasa karena main adrenalin tapi begitu sampai sini, beuuuu baru kerasa carpknya."


"Pagi semuanya. Pagi mama." Juliet mencium pipi Rina. "Pagi papa." Pipi Hoshi tidak luput dari bibir putrinya. "Pagi mas V. Iiiihhh cukuran dulu kenapa?" protes gadis itu ketika mencium pipi kakaknya. "Pagi Rombeng." Tanpa sadar Juliet latah mencium pipi Romeo.


"Eeeehhhh! Kok Rombeng pakai acara dicium?" protes Hoshi yang melihat adegan itu.


"Astagaaa! Lupaaaa papa macan! Reflek cium semuanya... Kamu kok nggak menghindar sih!" Juliet mengeplak bahu Romeo.


"Lha gimana mau ngelak, wong kamu yang nyosor duluan" kekeh Romeo yang senang mendapatkan ciuman pipi dari Juliet.


"Cukup ya Jules ! Kamu masih di bawah umur!" Hoshi menatap tajam ke putrinya.


"Iya papa macan. Ini juga nggak sengaja." Juliet menatap judes ke Romeo sedangkan pria itu tersenyum senang.


PLUK !


Wajah Romeo langsung kena lempar serbet oleh Hoshi.


"Muka dikondisikan, Rombeennggg! Mau kamu saya gantung ke pohon mangga?" pelotot Hoshi.

__ADS_1


"Eh iya Oom Quinn. Peace Oom."


Valentino hanya menggelengkan kepalanya sambil menikmati kopi pahitnya.


***


Meskipun Juliet tidak mau memakai pesawat pribadi, tapi Opanya memaksa untuk memakai pesawat milik keluarga agar lebih praktis. Dan kini Juliet dan Romeo sudah berada di pesawat Gulf Stream milik keluarga Giandra.


"Kamu jadinya besok Senin daftar ulang?" tanya Romeo sambil membuat tugas di MacBook nya.


"Hu um. Aku sudah lolos ujian masuk kan? Jadi tinggal daftar ulang."


"Perlu aku temani?"


"Kamu memang Senin nggak kuliah?" Juliet menoleh ke arah Romeo.


"Kuliah sih..."


"Rombeng, kamu kan mau menjadi dokter dan mau ambil spesialis jantung. Kapan lulusnya kalau bolos melulu?"


Romeo menatap gadisnya. "Serius kamu nggak perlu aku temani?"


"Ada mbak Gem, ada mas Radyta. Mereka kan satu kampus sama aku kecuali mbak Gemintang yang beda kampus meskipun satu universitas. Lagian mbak Gem kan sudah skripsi jadi agak santai."


"Benar ya kamu nggak papa ditinggal?" Romeo menatap khawatir ke Juliet.


"Astagaaa! Nggak papa, Romeo."


"Ya sudah. Aku cuma khawatir."


Juliet tersenyum manis. "I'm fine Rombeng. Aku sudah gedhe juga."


Romeo mengusap kepala Juliet sayang.


***


"Welcome to Singapore" senyum Radyta, putra Aji Yung dan Falisha Hassan yang mewarisi darah Turki opanya, Kareem Hassan.


"Kok diantar Romeo? Valentino sudah pulang kan?" tanya Gemini sambil merangkul adiknya.


"Sudah mbak" jawab Juliet. Romeo dan Radyta berjalan di belakang dua gadis itu.


"Yang penting mbak Zee sudah aman. Meskipun aku kesal sama bang Sean tapi kita tidak bisa bilang gimana. Situasi saat itu kan kita tidak tahu..." Gemini menghentikan ucapannya. "Apakah Romeo tahu soal mbak Zee?"


"Tidak detail sih cuma tahu Mbak Zee dibawa ke Jakarta saja supaya aman."


Gemini mengangguk.


***


Mobil Toyota 4Runner milik Radyta tiba di gedung apartemen yang ditempati dua saudara sepupu itu meskipun beda lantai. Apartemen yang disewa oleh Juliet, berada satu lantai dengan Gemini.


"Nanti setelah mbak Gem kembali ke Jakarta usai wisuda, kamu pakai saja apartemen mbak" ujar Gemini sambil membantu membawakan duffle bag Juliet.


"Iya, mama juga bilang gitu setelah ngobrol dengan Tante Freya."


"Lagian Jules, sayang sudah dibeli nggak dipakai. Nanti rencananya kalau kamu sudah selesai, mau disewakan ke orang lain apalagi lokasinya dekat dengan kampus kan."


"Benar mbak. Mas Radyta di lantai berapa?" tanya Juliet sambil meletakkan koper nya di kamarnya. Dirinya bersyukur meskipun apartemennya kecil, tapi perabotan cukup lengkap. Hoshi sendiri yang meminta mengganti kasur dan tempat tidur dan sofa. Lainnya masih asli dari pihak developer.

__ADS_1


"Radyta satu lantai di bawah unit kita."


"Kalau mbak Gemintang, dimana?"


"Mintang sendiri apartemennya tiga blok dari sini yang dekat dengan rumah sakit hewan tempat dia berpraktek."


"Apakah kita bisa bertemu mbak Mintang nanti?" tanya Juliet ke Gemini. Gemintang merupakan saudara kembar Gemini.


"Katanya sih mau kemari nanti."


***


Gedung Fakultas Kedokteran Hewan


Gemintang membuka ponselnya dan melihat pesan dari kembarannya kalau adiknya dan pacarnya sudah tiba di apartemen. Gadis bermata hijau itu tampak tersenyum dan membayangkan akan berghibah dengan Juliet. Hari ini Gemintang baru saja mengikuti operasi seekor ular piton yang tidak bisa mengeluarkan telurnya dan sekarang dirinya berjalan menuju halte bis yang akan membawanya ke metro.


"Gemintang! Mintang!"


Gemintang memejamkan matanya dan harus menghela nafas panjang mendengar suara yang paling tidak disukainya. Sedikit kesal, dirinya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara itu. Tampak seorang pria tampan berdarah India mengenakan kacamata hitam berdiri di dekat kursi taman di bawah gazebo yang memang tersedia disana.



Krisna Rao


"Apalagi Krisna Rao?" Wajah Gemintang sengaja dibuat judes. Dirinya merasa sebal dikejar - kejar oleh pria itu.



Gemintang Lexington


"Kamu mau pulang kan? Aku antar" tawar Krisna.


"No thank you."


"Oh come on, Mintang, daripada naik bis."


"No, thank you Mr Krisna Rao."


Krisna hanya tersenyum lalu menggamit lengan gadis itu. "Ayo, aku antar."


"Krisna!"


"Yes baby?"


"You're jerk!"


"Heard that a lot." Krisna memberikan senyum manis ke gadis itu.


***


Kisah Gemini dan Gemintang akan ada di novel mereka yang insyaallah akan launching bulan depan.



***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2