
Kamar Juliet
Romeo menatap Juliet dengan tatapan mesra setelah mendengar alasan gadisnya tidak memakai kalung pemberiannya di sekolah. Karena memang selama ini Juliet hanya memakai anting dan jam tangan saja.
"Bagaimana ujian tengah semester kamu?" tanya Romeo sambil bersandar tempat tidur Juliet.
Gadis berusia 16 tahun itu tersenyum dan memperlihatkan file hasil ujian nya.
"Wah hebat! Kecuali biologi, kamu dapat perfect semua. Kenapa sih Jules kamu nggak suka biologi?"
"Ribet!" jawab Juliet. "Kamu kesini bawa makanan nggak?"
"Ada pizza sukaanmu. Aku ambilkan ya?" Romeo pun bangun dan mengambil pizza di ruang makan dan membawanya ke kamar Juliet. Levi dan Yanti tampak asyik nonton film di ruang tengah sambil menikmati pizzanya.
Romeo membawakan pizza favorit Juliet bersama dengan dua botol coke dingin ke kamar gadisnya.
"Lha Rombeng tuh gimana? Kan ada kulkas mini di sini. Minuman lengkap." Juliet tertawa melihat Romeo datang membawa coke.
"Mana ingat Jules. Aku kan baru kali ini masuk kamar kamu" balas Romeo yang sengaja membuka pintu kamar gadisnya agar tidak parno kedua opa dan Oma Juliet.
"Waaahhh pizza favorit aku!" seru Juliet. "Terimakasih Rombeng!"
"Sama-sama Jules."
Keduanya pun menikmati pizza sambil mengobrol banyak hal termasuk sepupu Juliet.
"Jadi mbak Leia dikejar - kejar sama mafia musuh keluarga Bianchi?" tanya Romeo.
"Hu um. Mbak Blaze akhirnya mau sama mas Samuel. Mbak Dira masih belum tahu siapa pacarnya soalnya lebih fokus jadi dosen."
"Mbak Dira itu yang kuliah di jurusan filsafat ya?"
"Iya. Entah apa yang di benak kakakku satu itu tapi dia suka bidang nyeleneh begitu."
"Lalu kakakmu Bayu?"
"Kuliah di MIT ambil fisika dan matematika. Dasar anaknya Oom Abi, sukanya aneh-aneh."
"Kalian itu sangat menikmati passion dalam sekolah ya" senyum Romeo.
"Sama kan sama kamu. Oma Nieva dokter Obgyn, kamu mengikuti jejaknya mengambil kuliah di kedokteran."
Romeo menatap Juliet. "Jules, maaf."
"Maaf kenapa?" tanya Juliet bingung.
"Maaf karena tadi aku kesal kamu mau pergi ke Singapura demi mengejar mimpi kamu padahal aku sendiri juga mengejar mimpiku, kamu tidak pernah mencelaku."
Juliet memeluk Romeo. "Kita masih muda, Rombeng. Kata mas V, masih labil. Jadi sama-sama saling menyabarkan satu sama lain."
Romeo membalas pelukan Juliet. "Kakakmu memang wise."
__ADS_1
"Kadang-kadang..." gumam Juliet.
"Kalian ngapain berpelukan ala Teletubbies?"
Romeo dan Juliet melepaskan pelukannya, terkejut melihat Levi sudah berdiri di pintu kamar cucu perempuannya.
"Eh?! Opa ini nggak seperti yang Opa pikirkan..." ucap Juliet.
"Hu um... Romeo. Kamu hadap saya!" Levi pun berbalik keluar kamar.
"Kamarmu ada apanya sih Jules? Aku kok apes terus?" gerutu Romeo.
Juliet terbahak.
***
Ruang Tengah Kediaman Reeves
"Duduk Rombengan!" perintah Levi yang membuat Romeo mematuhi pria jenius yang pernah mendapatkan Nobel di bidang fisika.
"Njih Opa." Romeo menatap Oma Yanti yang hanya menahan tawa melihat suaminya mode sok galak. Juliet pun ikut duduk disana menunggu apa yang hendak diomongkan oleh Opanya.
"Kamu ngapain peluk-peluk Juliet?"
"Tadi itu hanya ekspresi saya dan Juliet sudah berbaikan dan mencari kata mufakat."
"Memang tadi kalian ribut lagi?" Levi menatap pria muda berdarah Jepang itu.
"Kan Opa tahu kami masih suka labil, masih emosian" senyum Romeo. "Makanya tadi setelah menyelesaikan dengan lebih dewasa, kami saling mendukung satu sama lain dengan berpelukan... Nggak ciuman kok Opa."
"Iiissshhh Opa, aku juga tahu. Lagian aku kan tidak mau merusak Juliet."
"Bagus itu!" dengus Levi sambil mendongakkan wajahnya yang membuat Yanti dan Juliet cekikikan melihat gaya songong salah satu genius generasi keempat itu yang tidak berubah.
***
Hubungan Romeo dan Juliet pun mengalami pasang surut. Kadang akur hingga mesranya membuat orang lain jengah, disaat mereka berantem pun membuat orang sekitarnya kesal. Namun Hoshi dan Rina hanya mengawasi bagaimana hubungan keduanya karena mereka tidak mau ikut campur.
"Berkaca dari Bima dan Arimbi dulu, cewek Arab. Aku hanya tidak mau terlalu intervensi hubungan Juliet dan Romeo" ucap Hoshi saat hendak beristirahat malam. "Aku ingin putri kita memiliki pola pikir yang lebih dewasa."
"Iya mas. Aku juga sudah banyak mengobrol dengan Juliet tapi ya gitu, emosinya masih suka upside down" jawab Rina sambil membaca pesan dari grup chatnya. Saat ini keluarga besar mereka sedang mendapatkan ujian karena fitnah yang ditujukan kepada Zinnia.
Seperti biasa, Hoshi dan Rina melakukan pillow talk membahas tentang anak-anak, orang tua dan anggota keluarga mereka yang semakin sedikit menurun kesehatannya. Abrisam Kareem, ayah Rina, divonis pre diabetes sama dengan Levi yang harus dikontrol pola makannya.
"Kamu tahu, Ayrton ngamuk saat tahu Zee difitnah." Rina membaca pesan dari para iparnya.
"Iyalah! Siapa yang tidak ngamuk anaknya diperlakukan seperti itu! Untung si Sean nggak didepan aku! Sudah aku gantung di pohon beringin!"
Rina melongo. "Kamu tuh kok hobi gantung orang sih? Apa masih kurang Valentino kamu gantung macam pinata?"
"Salah siapa Valentino main Resident Evil malam mau ujian dan akhirnya ketiduran kan? Bandel sih!" Hoshi meletakkan tubuhnya di sebelah istrinya.
__ADS_1
Tiba-tiba suara ponselnya berbunyi membuat pria yang masih tampak cantik meskipun sudah berumur itu mengangkat nya. Tampak di layar 'Luca Bianchi' disana.
"Astagaaa! Menantunya Yakuza kampret itu nggak lihat jam apa ya? Assalamualaikum bang Luca...
"Siapa yang menantunya Yakuza kampret, bon cabe!" omel Luca.
"Eh dengar tho?" sahut Hoshi cuek.
"Wa'alaikum salam. Hosh, aku pinjam anakmu ya."
"Hah? Anakku yang mana?" tanya Hoshi bingung.
"Valentino lah! Aku sudah bilang Bima dan Hideo untuk meminjam trio kampret yang akan dibawa ke London sama Luke."
"Mereka mau ujian semester lho bang!"
"Minta dispensasi ujian online. Shinichi juga sudah minta dan dikasih sama gurunya."
"Terus ada apa Luke meminta trio kampret ikut ke London? Apa nggak tambah darting tuh pawangnya?"
"Masalahnya Hosh, Bayu tidak bisa pergi karena harus presentasi, Radyta dilarang oleh Aji. Jadi Luke meminta trio kampret yang masih bisa menahan emosi lah. Kan kamu tahu sendiri Bayu dan Radyta panasan bocahnya."
"Bayu kan hasil produk mas Abi dan mbak Gandari sedangkan Radyta mirip Opa Javier" kekeh Hoshi. "Aku sih nggak papa bang, Luke mau bawa trio kampret. Biar besok aku bicarakan dengan Valentino."
"Oke Hosh."
"Rencananya gimana kah?" tanya Hoshi.
"Ayrton bilang, bawa keluar Zee dari Belgia, kirim ke London lalu terbang ke Jakarta."
"Jangan bilang Zee akan diberikan pabrik beras dan sawahnya sekarang" ucap Hoshi.
"Tampaknya begitu."
Hoshi dan Rina saling berpandangan.
***
Keesokan harinya, Juliet langsung ngambek karena tidak diijinkan papa macannya untuk ikutan gegeran ke Belgia.
"Kan Jules mau bantu mbak Zee" rengek gadis itu.
"Papa bilang tidak ya tidak! Oom Luca dan Luke hanya minta mas mu yang berangkat!" hardik Hoshi kesal.
Juliet pun cemberut sambil bersedekap.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️