Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Masih Upside-down


__ADS_3

"Hah?" Juliet mendongak dan tampak Romeo disana dengan kemeja hitam dan celana kain. Di fakultas kedokteran tidak boleh mengenakan celana jeans dan kaos, kecuali kamu Co as malam ( ini kata teman author yang anak kedokteran ).


"Julie, sepertinya ini jawabanmu" bisik Shayna.


"Memang" bisik Juliet.


"Kenapa kamu tidak menerimanya dan menjalaninya?"


"Kalian berdua bisik-bisik apaan? Siapa yang bayar?" goda Romeo.


"Iya. Aku dan Shayna biasa ribut siapa yang bayar kalau makan" senyum Juliet. "Kamu sudah maem?"


"Belum. Ini pizzanya aku makan ya Jules?" Romeo langsung duduk di sebelah Juliet.


"Makan aja. Aku tahu kamu capek." Juliet menatap Romeo sambil tersenyum.


"Gimana ujiannya tadi?" tanya Romeo.


"Lumayan" jawab Juliet.


"Insyaallah nilai okelah kak." Shayna menatap sahabatnya yang masih mode meragu-ragu.


"Semoga kalian lulus dengan nilai bagus."


"Aamiin."


***


Rumah kediaman keluarga Akihiro


Malam ini Romeo tidak kemana-mana karena dirinya merasa lelah usai menjalani ujian semester yang benar-benar menguras energi dan otaknya. Secerdas apapun dirinya, tapi ada batasannya juga.


Suara panggilan video membuat wajah pria itu tersenyum.


"Halo Val" sapanya.


"Yo Rombeng. Kagak ngapelin adik gue? Secara ini malam Minggu lho" ledek Valentino.


"Nope. Aku lelah pengen cepat tidur."


"Do I bother you?" Valentino menatap sahabatnya.


"Nope lah. Cuma jangan lama-lama video call nya karena aku ingin tidur cepat." Perbedaan waktu antara Jakarta dan Brussel adalah enam jam lebih dulu kota tempat Romeo tinggal. "Kamu masih di Uccle?"


"Masih."


"Hai, Romeo!" sapa Arkananta yang sedang makan ramen dari mangkuknya.

__ADS_1


"Halo Ka. Mbak Zee udah aman kan yang penting?"


"Yup, tapi kami masih harus buat closure buat Raja Andrew. Tahu sendiri kan mbak Leia dan bang Lukie tidak terima mbak Zee diperlakukan seperti itu!"


"Kalian kapan pulang? Ini sudah dua bulan kalian pergi" ucap Romeo.


"Paling bentar lagi lah, aku sudah selesai juga menyelesaikan ujian online. Kamu gimana? Jules jadi ambil kuliah di Singapura?" tanya Valentino.


"Jadi. Kemarin sudah kesana dengan Tante Rina buat daftar ujian masuk sekalian jalan-jalan."


"Kamu nggak papa ditinggal ke Singapura sama adikku?"


"Mau gimana, itu sudah kemauan Jules, V. Aku sih hanya berdoa dia hepi disana."


"Kuliah di kedokteran berat ya Rom?" celetuk Arkananta.


"Berat banget ternyata... hahahaha. Aku sampai ngobrol sama Oma Nieva dan beliau cuma ketawa. Ohya V, Minggu kemarin pas aku ke rumah kamu, aku bertemu dengan opa Nathan pas disana. Wuuuiiihhh, orangnya asyik ya?"


"Opa Nathan? Kan dia dokter jantung."


"Iya, aku kan memang mau ambil spesialis jantung dan banyak ilmu yang aku dapat. Aku juga bertemu dengan Oom Bagas dan Tante Safira tapi anaknya Dewananda nggak ikut."


"Lha si Dewa kemana?" tanya Arkananta.


"Katanya malah terbang ke Singapura bertemu dengan Radyta disana."


Romeo hanya tersenyum.


"Dah, kamu tidur sana Rom. Muka lu capek banget tuh!"


"Oke Val. Goodnight everyone. Stay safe."


"Goodnight!" balas Valentino dan Arkananta bersamaan.


***


Pagi harinya seperti biasa di hari Minggu, Romeo memilih bangun siang usai sholat subuh. Sang okāsan, Megumi, tidak mengganggu putranya yang memang tampak lelah seminggu ini.


"Anata, kayaknya si Romeo kecapekan deh kuliah di kedokteran" ucap Megumi ke suaminya Haruto.


"Kan memang sudah resiko kuliah di kedokteran pasti akan melelahkan. Mommy kan sudah kasih tahu panjang lebar ke Romeo" balas Haruto yang stay di Jakarta selama sebulan ini sebelum nanti bertolak ke Mesir. Memiliki toko antik yang high end dengan banyaknya permintaan dari para kolektor, membuat pasangan suami istri itu sering keliling dunia berburu barang-barang yang tidak mudah ditemukan.


"Iya lho. Mana Juliet memilih kuliah di Singapura lagi. Kan kasihan jadi semakin jarang bertemu" keluh Megumi yang khawatir dengan kehidupan asmara putranya dengan putri Rina Reeves itu.


"Jules itu baru 16 tahun mau 17 jadi wajar lah kalau masih labil, masih belum bisa serius macam Romeo. Anak kita saja yang terlalu serius. Aku sudah bilang sama dia, jangan terlalu heboh mengejar Juliet karena anak itu masih ingin have fun go mad mencari jati dirinya. Sama kan seperti kita dulu, cari kerjaan sana sini yang malah akhirnya kita seperti sekarang ini, pemburu barang antik yang bisa dijadikan uang. Iya kan?"


"Tapi Romeo memang cinta banget sama Juliet." Megumi menatap pintu kamar anaknya.

__ADS_1


"Kalau memang mereka berjodoh, tidak akan kemana Megumi."


"Aku suka Juliet secara personal, dia anak yang tahu sopan santun dan kita tahu dari keluarga mana. Hanya saja... Hubungannya sama Romeo itu bagaikan roller coaster."


"Kan aku sudah bilang, sayang, mereka masih sama-sama muda." Haruto menggenggam tangan istrinya. "Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan agar diberikan yang terbaik buat anak kita."


Megumi mengangguk.


***


Kediaman Keluarga Reeves


"Romeo nggak kemari, Jules?" tanya Rina sambil menyiapkan makanan sehat untuk Levi bersama dengan Yanti.


"Katanya capek mama. Ujian semesternya bikin bludrek ( pusing )" jawab Juliet yang masih mempelajari kisi-kisi ujian masuk kampus yang sama dengan duo G dan Radyta Yung. Hoshi mengijinkan Juliet kuliah di Singapura asalkan satu kampus dengan saudara sepupunya agar tidak sendirian disana.


Juliet juga menolak membawa Ethan ke Singapura karena ingin mandiri dan tidak mau dianggap bayi karena harus bawa pengawal macam Garvita.


"Namanya juga kuliah di kedokteran ya capek apalagi Romeo memang ngebut kan pengen cepat selesai sarjananya supaya bisa segera ambil spesialis" timpal Yanti.


"Iya Oma."


"Kamu serius nggak mau bawa Ethan kesana buat ngawal kamu?" Rina menatap putrinya.


"Memang mama waktu kuliah dulu apa juga dikirim pengawal sama Opa Abrisam? Nggak kan? Kenapa juga aku harus bawa Ethan ke Singapura? Lagian aku kan bukan putri Emir macam Garvita itu. Kita beda dunia ma. Aku hanya putri pak Hoshi dan Bu Rina sedangkan Garvita putri Emir yang setara dengan keluarga kerajaan Brunei Darussalam. Beda level ma" gelak Juliet.


"Iiissshhh tapi kamu kan selama di Jakarta selalu sama Ethan."


"Karena papa tahu aku masih belum punya SIM dan papa khawatir aku gimana-gimana makanya dikasih lah Ethan."


"Coba kamu hubungi Romeo, sayang. Dia itu selalu ada buat kamu, mbok ya kamu inisiatif lah kasih support sama anak ganteng itu" tegur Yanti.


"Iya Oma. Nanti Jules kirim pesan."


"Telepon Jules, bukan kirim WA!" omel Rina yang gemas dengan hubungan putrinya dan Romeo yang jauh dari kata mesra dan lembut.


"Iya mama macan. Jeezz galaknya!" gerutu Juliet sebal.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2