
Apartemen Gemini
Juliet beringsut di belakang punggung Romeo saat mereka menonton film horor pilihan Gemini sedangkan biang keroknya memilih mengintip dari balik bahu Radyta.
"Seriously, Gem. Bakal apaan kamu nonton tapi pakai acara ngintip. Kok ya demen banget nonton model begini sih?" omel Radyta yang meringis karena Gemini mencengkeram bahunya karena takut.
"Issh seninya disini tahu!" sungut Gemini.
Tak lama suara teriakan terdengar di apartemen itu namun tidak mengganggu Gemintang yang sudah terlelap. Radyta menggelengkan kepalanya saat melihat Romeo dan Juliet sama-sama berteriak kencang mendrama sedangkan Gemini menempelkan wajahnya di bahunya.
"Astagaaa nagaaaa! Kalian itu! Rom, apa kamu juga penakut sama dengan Gemini dan Juliet?" Radyta menoleh ke Romeo yang masih menepuk-nepuk dadanya.
"Aku nggak takut, cuma kaget" jawab Romeo.
"Gila, mbak Mintang kayak kena aji sirep. Nggak bangun kita jejeritan." Juliet menoleh ke arah kakaknya yang masih terlelap.
"Gemini balik ke Jakarta nanti?" tanya Romeo.
"Iya, aku dan Radyta balik ke Jakarta soalnya mommy sudah bilang aku ada pekerjaan di PRC Group. Kalau Radyta megang perusahaan Oom Aji."
"Gemintang belum balik ke Jakarta ya?"
"Belum. Kan kuliahnya lebih lama dari kami berdua. Makanya aku senang Jules memilih kuliah di Singapore soalnya bisa menemani Gemintang. Kan Mintang selesai kuliah, Jules paling juga mau selesai kan. Kalian bisa wisuda bareng."
Juliet mengangguk. "Iya mbak."
***
Malam ini diputuskan, Juliet tidur di apartemen Gemini sedangkan Romeo bersama Radyta di unit apartemen nya. Gemintang bangun di jam hampir jam delapan malam setelah sebelumnya dibangunkan Gemini untuk Maghrib.
"Ya ampun. Enaknya bisa tidur" ucap Gemintang.
"Capek ya mbak kuliah di kedokteran?" tanya Juliet.
"Lumayan. Kamu jadi ambil Desain interior?"
"Jadi mbak. Aku sudah incar posisi di PRC Group jadi anak buah Tante Arimbi."
"Tapi tetap masuk sesuai prosedur kan?"
"Iyalah mbak Mintang, bisa diamuk papa macan kalau aku nggak sesuai prosedur!" ucap Juliet.
"Bagaimana dengan Romeo?"
"Kenapa dengan Romeo, mbak Gemini?" tanya Juliet.
"Apa dia nggak papa kamu tinggal kesini?"
__ADS_1
"Lha kan dia sudah tahu aku memang mau kuliah disini jadi mau gimana."
"Semoga Romeo di Jakarta nggak ada godaan, begitu juga kamu Jules. Soalnya kamu tahu sendiri kan LDR itu banyak godaannya." Gemini menatap adiknya.
Juliet hanya terdiam.
***
Romeo pulang ke Jakarta keesokan harinya dengan pesawat milik keluarga Giandra dan Juliet pun memulai acara daftar ulang ditemani oleh Gemini dan Radyta. Tak terasa gadis itu pun mulai menikmati menjadi mahasiswi baru.
Gemini membantu banyak ke adiknya untuk beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan di kampus National University of Singapore. Meskipun beda jurusan, tapi gadis itu tetap membantu adiknya.
***
Jakarta
Juliet merasakan bagaimana tidak nyamannya berhubungan jarak jauh dengan Romeo. Dua bulan ini berisikan ribut dan ribut membuat dirinya mempertanyakan apakah ada kesalahan yang diperbuat oleh nya. Diakuinya, kalau dirinya memang mood swinger sekali.
Tak terasa sudah enam bulan lebih dirinya berada di Singapura dan hanya sesekali pulang ke Jakarta karena Juliet ingin segera menyelesaikan kuliahnya karena Gemintang berencana usai menyelesaikan pendidikannya di Singapura, akan berangkat ke Melbourne Australia untuk melanjutkannya disana.
Gemini dan Radyta wisuda November kemarin dan sudah kembali ke Jakarta untuk bekerja di perusahaan keluarga. Juliet sudah pindah ke apartemen milik Gemini dan Gemintang masih berada di apartemennya yang memang dekat dengan kampusnya.
Pagi ini Gemintang dan Juliet pulang ke Jakarta karena selain untuk liburan semester, juga ada acara kelahiran Arsyanendra, putra Zinnia. Mereka pulang malam itu setelah mendengar Zinnia melahirkan.
***
Juliet hanya melengos melihat para sepupunya sudah pada berkumpul di rumah sakit untuk menengok keponakan baru mereka. Benar-benar rombongan sirkus kumpul jadi satu!
"Iiiiihhhh gemesin! Ya ampun mbak, kamu nggak dibagi sama sekali!" celetuk Gemini saat melihat baby Arsya.
"Iya lho, plek ketiplek bang Sean" komentar Gemintang.
"Matanya biru lagi macam mataku" kekeh Gemini. "Ini kalau aku gendong Arsya, pasti orang pada bilang anakku. Lha warna matanya mirip."
"Jangan kamu culik, Gem! Awas!" ancam Gasendra.
"Isshh siapa yang mau culik Arsya? Wong sumber maemnya di mbak Zee!" cebik Gemini.
"Mbak, apa nggak pusing ya si Arsya dengar kekacauan di kamar begini?" tanya Juliet yang duduk di sebelah kakaknya.
"Lha Arsyanya anteng kok" senyum Zinnia.
"Mbak, sakit kah kemarin pas lahiran?" Juliet tahu kakaknya melahirkan secara normal.
"Sakit lah Jules tapi begitu lihat Arsya, ajaibnya sakit di badan mbak langsung hilang. Beneran. Duh, nggak menyangka bayiku ganteng banget."
Juliet merangkul Zinnia. "Sayang bang Sean nggak tahu ya mbak."
__ADS_1
Zinnia mengangguk. "Mbak tidak kebayang kalau masih di Brussels, nyawa Arsya dalam bahaya ... Haduuuhhh... Lagipula Jules, mbak belum siap bertemu dengan Sean ditambah Opa dan papa kan masih marah."
"Mbak Zee sendiri?"
Zinnia hendak menjawab namun Arabella datang dengan rusuhnya dan mulai ribut dengan Arkananta hingga akhirnya Ara pun menangis drama dengan kencang membuat Arsyanendra ikut menangis. Kekacauan pun terjadi di ruang rawat inap Zinnia yang membuat Hoshi memarahi semuanya.
Juliet menghela nafas panjang. Welcome kerusuhan.
***
Kediaman Keluarga Reeves
Rina memeluk erat putrinya yang menjadi neng Toyib karena hampir dua bulan ini tidak pulang ke Jakarta demi menyelesaikan tugas sebelum liburan ke Jakarta.
"Neng Toyib, mama kangen banget sama kamu sayang" ucap Rina sambil terus menciumi kepala putrinya.
"Apa-apaan sih mama macan ini! Ikutan sama Opa saja!" sungut Juliet kesal. Kenapa hanya keluarga aku yang mengagumi sosok Toyib di setiap generasinya.
"Lha kamunya nggak pulang-pulang, Jules" timpal Hoshi.
"Kan biar bisa liburan lama di Jakarta. Nggak punya hutang tugas dan ujian juga."
"Gimana? Senang kuliah disana? Soalnya opa lihat nilai semester kamu bagus-bagus." Levi membuka report Juliet. "Kamu tahu, kata Hideo, Shinichi nilainya turun dan bisa diambil semua deh fasilitasnya."
"Wah kacau anak itu!" kekeh Hoshi.
"Senang lah Opa. Apalagi punya banyak teman baru dan suasana baru dari Jakarta."
"Syukurlah. Kamu masih suka kumpul sama Gemintang kan?"
"Masih lah mama macan. Cuma Mbak Mintang kan saudara aku di Singapura. Dewa kan minggat ke Inggris menjauhi dari Oom Bagas malah milih kumpul sama mas Eagle."
"Payah tuh Dewa. Gara-gara nggak mau kuliah di Jakarta malah kabur sekolah ke Eaton." Hoshi menggelengkan kepalanya memikirkan keponakannya yang sama kacaunya dengan sang mama, Safira Pratomo Hadiyanto.
"Kalau Opa rasa, si Dewa itu mirip Oma buyut Savitri. Heboh dan pemberani tanpa Tedeng aling-aling." Levi menatap keluarga nya. "Yang opa dengar dari Nathan, ibunya itu dikenal tukang hajar waktu masih muda."
"Tapi kenapa Safira jadi ceroboh gitu?" gumam Hoshi.
"Salah gen!" jawab Juliet cuek.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️