
Romeo bergegas keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Juliet yang tertabrak dan hatinya mencelos melihat gadisnya tergeletak bersimbah darah.
"Jules! Jules!" teriaknya sambil memeluk gadis itu.
"Mas, bawa ke rumah sakit saja. Pakai mobil saya!" ucap seorang bapak-bapak ke Romeo.
"Iya pak." Romeo menggendong Juliet dan membawanya masuk ke sebuah mobil SUV dengan dibantu orang-orang disana masuk ke pintu belakang mobil itu.
Bapak baik hati itu lalu menyetir mobilnya sedangkan Juliet dipangku oleh Romeo.
"Jules! Bangun Jules!" ucap Romeo berulang sambil menangis.
"Mas nya apanya mbaknya?" tanya bapak itu.
"Saya tunangannya pak" jawab Romeo sambil memeriksa tubuh gadisnya. Alhamdulillah masih bernafas.
"Untung dekat dengan rumah sakit!" Bapak itu membelokkan ke rumah sakit milik PRC Group setelah hampir sepuluh menit perjalanan.
"Kris, bawa brankar ada korban tabrak lari!" teriak bapak itu ke seorang dokter yang sedang berjalan.
"Baik dok!" ucap dokter yang dipanggil Kris.
Dengan sigap para petugas dan perawat membantu Romeo mengangkat Juliet ke atas brankar dan membawanya menuju IGD. Bapak tadi menepuk bahu Romeo lembut.
"Mas nya tunggu sini ya. Biar saya periksa tunangan anda." Pria berusia sekitar akhir 40 itu bergegas masuk ke bilik Juliet dirawat.
Romeo tidak memperdulikan bajunya yang terkena darah dan dirinya tampak kacau. Berulang kali dia mengucapkan istighfar dan berdoa agar gadisnya selamat.
"Romeo? Apa yang terjadi?"
Romeo menoleh. "Oom Arga! Juliet Oom... Juliet korban tabrak lari."
"Haaaaahhh? Dimana dia sekarang?" tanya Anarghya terkejut.
"Di bilik sana."
Anarghya bergegas masuk ke bilik yang ditunjuk Romeo dan melihat salah satu rekan sejawatnya sedang berjuang menyelamatkan keponakannya.
"Dokter Gibran? Apa yang terjadi?" tanya Anarghya yang langsung memeriksa semua tubuh Juliet.
"Gadis ini hendak menyebrang padahal lampu merah dan tiba-tiba sebuah mobil hitam menabraknya" jawab Bapak tadi yang bernama Gibran.
"Bawa ke OR! Sekarang!" perintah Anarghya.
"Dok?"
"Ini keponakan saya! Stat! NOW!" bentak Anarghya.
***
Hoshi dan Rina yang mendapatkan kabar Juliet menjadi korban tabrak lari dari pengawal bayangannya bergegas datang ke rumah sakit PRC Group dan melihat Romeo terduduk di depan ruang operasi ditemani oleh dokter Gibran.
__ADS_1
"Rombeng!" panggil Hoshi yang melihat betapa berantakannya calon menantunya dengan darah di baju dan celananya.
"Oom..." Romeo menatap Hoshi dengan wajah bersalah. "Maafkan Romeo Oom... Maafkan Romeo..." isaknya.
Hoshi memeluk kekasih putrinya yang tampak shock berat.
"Pak Reeves? Bu Reeves? Saya dokter Gibran yang kebetulan melihat kejadiannya" ucap Dokter Gibran sambil menyalami Hoshi dan Rina.
"Bagaimana putri kami dok?" tanya Rina cemas dengan air mata bercucuran.
"Masih ditangani dokter Anarghya dan dokter Anandhita..."
Hoshi dan Rina merasa lega karena putrinya di tangan sepupu mereka. Valentino dan Arkananta yang datang bersamaan melihat Romeo tampak kacau hanya bisa lemas.
Lampu ruang operasi akhirnya padam dan Anandhita keluar menyambut keluarga Reeves.
"Gimana Dhit?" tanya Hoshi dan Rina bersamaan.
"She'll live yang jelas. Juliet mengalami gegar otak, tulang panggul retak, patah tulang kaki kanan yang harus memakai pen sampai sembuh, luka dalam tulang rusuk patah hingga tadi ada pendarahan di paru-paru... Sudah aku dan Arga atasi dan yang aku sangat bersyukur organ perut selamat semua. Bagaimana tadi sebenarnya posisi Juliet saat tertabrak dokter Gibran?" Anandhita menatap dokter Gibran.
"Tadi mbak Juliet menyebrang sesuai dengan lampu merah dan memang sisi kanan kosong belum ada kendaraan. Mbak Juliet tadi di tengah-tengah berhenti sejenak menengok kanan arah sisi kosong itu dan disaat aman dia berjalan pelan... tiba-tiba mobil hitam itu dari sisi kosong mengebut dan menabrak mbak Juliet... "
"Aku akan hack CCTV lalu lintas!" Valentino mengambil ponselnya. "Halo Oom Benji?"
"Apa dokter Gibran tahu jenis mobilnya atau plat nomor?" tanya Arkananta. "Hanya memastikan meskipun nanti kita lihat di CCTV."
"Honda Civic lama kalau plat saya tidak bisa melihatnya mas karena dimodifikasi mengkilap jadi tidak terlihat angka ataupun hurufnya."
"Insyaallah mbak. Lukanya memang butuh waktu untuk sembuh tapi kan Juliet masih muda dan fisiknya memang bagus. Aku yakin anak cantik itu kuat!" Anandhita memeluk Rina.
Tak lama Anarghya keluar dari ruang operasi dengan Juliet di sampingnya diatas brankar dengan perban dan berbagai peralatan medis disana.
"Mbak Rina, mas Hoshi, aku masukan ke ICU dulu ya sampai Jules stabil." Anarghya menatap ke semua anggota keluarga Juliet.
"Yang terbaik Ga" pinta Hoshi.
"Of course!" Anarghya memberikan kode ke para perawat untuk bergegas ke ruang ICU. Hoshi merangkul Rina yang menangis di pelukannya dan pria cantik itu pun ikut menangis memikirkan keadaan putrinya.
Arkananta memeluk Romeo yang dia tahu pasti trauma luar biasa melihat kekasihnya ditabrak seperti itu.
***
Tokyo Jepang
"APPAAAA? Juliet ditabrak orang?" teriak Luke saat mendengar kabar adik perempuannya kecelakaan. "Siapa yang berani melakukannya?"
"Masih diselidiki oleh Valentino dan tuan Benjiro Smith, Luke" ucap Hidetoshi.
"Aku ke Jakarta sekarang!" putus Luke final.
"Tapi Luke, kamu ada acara anniversary dengan Rin!"
__ADS_1
Luke langsung menelpon Rin. "Sayang, maaf aku harus ke Jakarta sekarang!"
"Kenapa Luke? Ada apa?" tanya Rin bingung.
"Seseorang minta dilempar ke Empang! Ada yang menabrak Juliet!"
"Aku ikut!" eyel Rin.
"Tapi Rin! Kamu lagi hamil!"
"Luke Skywalker Takara Bianchi! Aku ikut atau anakmu aku lahirkan sekarang!" ancam Rin.
Luke dan Rin menikah setahun lalu setelah penuh drama yang membuat Luca dan Emi pusing. Sekarang Rin sedang hamil delapan bulan.
"Baiklah! Kamu ikut ke Jakarta!" Akhirnya Luke menyerah meskipun khawatir tingkat dewa.
***
Rumah Sakit PRC Group Jakarta
Hoshi menempelkan tangannya di kaca ruang ICU dan mata coklatnya tampak berkaca-kaca melihat putrinya tergeletak tidak berdaya disana. Haruto dan Megumi datang memberikan dukungan kepada calon besan sekalian membawakan baju ganti untuk putranya.
Keluarga lainnya sedang mencari makan karena Anarghya memaksa meskipun tahu mereka tidak ada yang nyaman untuk makan tapi demi menjaga fisik, mau tidak mau harus diisi perutnya.
"Benji dan Bayu sedang perjalanan ke Jakarta. Bang Travis sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian." Bima berdiri di sebelah Hoshi.
"Siapa yang berani mencelakakan putriku, Werkudara?"
"Aku tidak tahu muka cewek. Tapi dari cerita Romeo tadi aku tanya, calon menantu kamu memang sempat ribut dengan teman kuliahnya."
Hoshi menoleh ke arah Bima. "Cewek?"
"Iya. Anaknya dokter Harry Sandoro."
"Cari that b1tch!"
"Sabar muka cewek, semua lagi mencari buktinya dan rekaman CCTV itu sedang diproses Benji dan Bayu. Valentino juga sedang mencari mobil itu bersama Arka dan pihak kepolisian."
"Untuk kali ini, aku setuju si pelaku dilempar ke Empang!" geram Hoshi. "Jika perlu, aku sendiri yang akan membuat dia sama seperti Jules!"
Bima hanya bisa menghela nafas panjang.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1