
Malam ini Romeo ingin mengajak Juliet jalan-jalan untuk menikmati malam pergantian tahun sekalian merayakan ulang tahun pria itu yang ke 19. Juliet sendiri lebih suka di rumah apalagi jalanan pasti macet malam ini karena banyak orang turun ke jalan mengkuti pawai, atraksi dan euforia tahun baru.
"Kenapa sih kamu ulang tahun pas tanggal 1 Januari?" omel Juliet saat Romeo datang.
"Lha, tanya sama Okāsan dong kenapa mulasnya tanggal 31 Desember yang bikin aku brojol tgl 1 Januari..." kekeh Romeo.
"Aku malas pergi Rom. Mending kamu disini saja, merayakan disini. Aku tidak nyaman dengan keramaian di pusat kota dan pasti muacet! Bisa stress sendiri tahu!" ucap Juliet.
"Lho Romeo? Kok di teras? Ayo masuk!" ajak Rina sambil membawa Pyrex berisikan Mac and cheese.
"Iya Tante Rina" jawab Romeo.
"Kalian mau pergi? Mending ga usah deh! Di rumah saja soalnya pasti ribet jalanan. Banyak makanan juga disini" pinta Rina.
Romeo menatap Juliet yang wajahnya seolah mengatakan 'Gue bilang juga apa.'
"Papa Mama kamu kemana Rom?" tanya Rina.
"Kejebak di Paris, Tante. Tidak ada perjalanan keluar Paris karena saljunya tebal jadi baru bisa ke Jakarta mungkin setelah tanggal 2 Januari."
"Kamu ulang tahun kan besok? Sudah nginap sini saja!" Rina memberikan kode kepada Romeo dan Juliet untuk masuk.
Keduanya pun patuh atas perintah mama macan yang meskipun kalah judes dari Hoshi, tapi Rina bisa sama galaknya sama suaminya.
"Lho Romeo? Mana Haruto dan Megumi?" tanya Levi saat melihat remaja akhir menuju ke pria tampan itu masuk.
"Kejebak di Paris opa" jawab Romeo.
"Iya, Paris, Brussels, Bern lagi kena salju parah. Semua penerbangan ditunda" sahut Hoshi yang baru saja datang dari ruang kerjanya.
"Sudah, elu disini saja Rombeng. Soal baju gampang lah!" timpal Valentino sambil turun dari tangga.
"Iya lho. Nggak usah pergi-pergi, ramai tuh lihat!" sahut Yanti sambil menunjuk layar televisi yang menampilkan bagaimana padatnya pusat kota Jakarta bahkan daerah jarang macet pun terkena dampaknya.
"Saudara lainnya pada nggak pergi kan?" tanya Juliet.
Valentino memeriksa chat saudara-saudaranya di ponsel. "Nope. Pada di rumah semua."
"Wis Romeo, mending di rumah. Kamu makan ini saja" senyum Rina sambil mengeluarkan kue tart black forest dengan hiasan Cherry yang banyak.
Romeo tampak terkejut melihat bagaimana keluarga Juliet sudah mempersiapkan tart ulang tahun untuknya.
"Jules bilang kamu pasti akan mengajak jalan-jalan tapi kami khawatir keselamatan kalian ditambah pada uyel-uyelan begitu" senyum Yanti.
"Lebih nyaman di rumah Rombeng. Kita bisa menikmati makan bersama keluarga dan berdoa bersama agar di tahun yang baru, diberikan umur, kesehatan dan kesuksesan yang barokah" ucap Juliet ke Romeo.
__ADS_1
Romeo menatap gadisnya yang pola pikirnya mulai sedikit dewasa. Hidup sendiri di Singapura membuat Juliet tampak lebih bisa bijak dalam berbicara dan berpikir.
"You're right. Lebih nikmat merayakan malam pergantian tahun dan ultahku bersama dengan keluarga dan wanita yang aku sayangi." Romeo merangkul bahu Juliet yang duduk di sebelahnya.
"Nggak usah rangkul - rangkul, Rombeng!" hardik Hoshi judes.
***
Kini Romeo, Valentino dan Juliet sudah duduk di karpet tebal kamar Valentino untuk mengobrol dengan para sepupunya. Tampak Damian, Luke, Leia, Nadira, Blaze, Bayu, Arkananta, Arabella, si kembar Gemini dan Gemintang, Radyta, si kembar Kalila dan Ken, si kembar Radhi dan Raine, Gasendra, Zinnia, Garvita, si kembar Radeva dan Raveena, Savrinadeya, Devan, Shinichi dan Sakura sudah siap di layar monitor MacBook dan iMac masing-masing.
"Kirain kalian berdua mau jalan-jalan. Kan Romeo ultah bentar lagi" komentar Luke.
"Nggak boleh sama Oma Yanti, mas Lukie soalnya Jakarta macet dimana-mana" jawab Juliet.
"Mending di rumah saja, kan bahan makanan dan camilan banyak. Lebih aman, dan nggak bikik khawatir orang banyak" ucap Bayu.
"Bahumu gimana mbak Leia?" tanya Valentino.
"Lumayan sudah mendingan" jawab Leia.
"Lho mbak Raveena di Turin?" tanya Kalila, putri Enzo Al Jordan.
"Iya, nemanin mbak Leia. Lagipula sekali-kali liburan ke tempat sarang mafia" cengir putri Reana O'Grady dan Pandu Dewanata.
"Deya, mau ketemu Antonio nggak?" goda Blaze yang membuat gadis ayu itu memerah wajahnya.
"Tapi kayaknya si tomat tidak menganggap begitu deh Deya" kekeh Leia.
"Kalau boleh aku bilang, punya pasangan yang jauh lebih tua itu menguntungkan. Kenapa? Satu, dia lebih ngemong. Dua, sudah mapan. Jeleknya bisa mokat duluan" kekeh Shinichi.
"Shinchaaannn!" seru semua sepupunya.
"Lho itu realita guys" eyel Shinichi.
"Kamu tuh! Untung aku di Turin! Kalau tidak..." Luke menatap judes ke adiknya yang imut itu.
"Kalau tidak, bang Lukie mau kasih aku action figure Pikachu yang limited edition. Beneran kan bang? Duh matur nuwun banget!" ucap Shinichi bahagia.
"Nggak, aku kasih kungkang!" balas Luke sebal.
"Kalian tuh! Kasihan Deya ah digangguin" tegur Zinnia. Dibandingkan semua sepupunya yang cewek kebanyakan bar-bar semua, Savrinadeya paling kalem dari semua. Banyak tetua yang bilang Savrinadeya mirip sifatnya dengan Rain Pratomo McCloud.
Bahkan Arjuna McCloud sendiri mengatakan bahwa cucunya satu itu mirip dengan mommynya.
"Ngomong-ngomong, bagaimana Turin? Jadi kalian buat gegeran?" tanya Damian yang tahu mereka akan menghadapi Harland Rochester.
__ADS_1
"Jadilah!" cengir Bayu yang mirip dengan Abiyasa O'Grady kalau sedang usil.
"Jangan pakai kekerasan ya" pinta Gemini.
"Nggak jamin kalau itu" seringai Raveena.
"Oh astagaaa! Radeva! Kembaran elu tuh!" sungut Arkananta.
"Mau gimana Ka, aku sendiri dalam kandungan sudah dihajar, di dunia nyata pun sama. Aku kalah awu ( kalah kuat - Jawa ) dari kakakku satu itu biarpun cuma beda 15 menit tapi tetap ngaruh" jawab Radeva mendrama.
"Kalian yang kembar berpasangan, siapa lagi yang kalah awu sama kembaran ceweknya?" tanya Gasendra usil. "Bang Lukie jelas kalah sama mbak Leia..."
"Heeeeiiii!" protes Luke tidak terima meskipun mengakuinya dalam hati.
"Radeva kalah sama Raveena, Kalila kalah sama Ken, Raine balance sama Radhi karena sama-sama biang kerok..."
Ucapan Bayu terpotong dengan suara Raine. "Mas Lesus kok benar sih? Aku sama Radhi balance... nakalnya" gelak Raine.
"Tapi nggak ada yang nakalnya melebihi duo K. Ferrari baru langsung cium tembok gerbang istana itu apaaaa!" umpat Valentino.
"Lha, papa kan mantan pembalap, mas V. Kan kita sedang mencari bibit-bibit pembalap, siapa tahu bisa kayak papa" elak Ken.
"Astaghfirullah! Kalian itu!" gumam Nadira.
"Oke, mbak Leia jadi nikah sama si Inferno? Sudah yakin?" tanya Gemintang.
"Insyaallah..." jawab Leia.
"Deya, kalau memang si Bang Tomat serius sama elu, yakin deh dia bakalan mau sunat dengan suka rela!" celetuk Shinichi. "Cuma masalah nya, apa Oom Rama mau terima pria yang usianya macam bang Lukie ke Mamoru anaknya Tante Alea?"
Savrinadeya hanya menunduk karena dirinya sendiri tidak tahu kenapa sepupu Leia dan Luke itu mengejar dirinya.
"Shinchaaannn! Sudah dibilang jangan godain Deya!" hardik Gasendra.
"Sekali lagi, aku hanya memaparkan kemungkinan yang bakal terjadi...."
Suara kembang api terdengar dari kamar Shinichi dan Sakura.
"Wah Tokyo sudah tahun baru. Happy New Year semuanya! Banyak barokah di tahun yang baru ini. Aamiin!" seru Sakura.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️