Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Kucing Garong Oyen


__ADS_3

Romeo mengangkat wajahnya dari Juliet dan tampak seorang gadis cantik berambut pirang menatap geli ke arah mereka berdua.


"Eh, Gemintang..." sapa Romeo kikuk dan Juliet seperti biasa sok cool seolah tidak ada apa-apa.


"Kalian itu!" Gemintang menghampiri keduanya. "Untung yang mergoki aku, kalau Oom Hoshi gimana? Habis kamu Rom! Bisa-bisa kamu digantung di pohon mangga kesayangan terus dijadikan pupuk kompos disana!"


Juliet menatap horor ke putri Freya dan Haris Lexington itu. "Seriously mbak! Jangan mentang-mentang Tante Freya hobi cari hantu, kamu ikutan sok horor lah!"


"Lha kan kamu tahu sendiri Oom Hoshi gimana?" kekeh Gemintang. "So, kalian sudah baikan nih? Sudah ya Jules, anak orang yang baik dan tidak ada duanya ini jangan kamu buat blingsatan dan bingung akibat kebagongan kamu! Jadi kapan kalian resmikan?"


"Nunggu Jules usia 22 Mintang. Biar pas waktunya baik secara fisik maupun mental." Romeo menatap lembut ke Juliet.


"Lha aku yang mau 23 tahun saja belum punya pacar" gerutu Gemintang.


"Lha Krisna Rao gimana mbak?" tanya Juliet polos.


"Kok kamu tahu soal cowok itu?"


"Mbak Gem yang cerita. Memang dia kenapa mbak? Cakep kok orangnya..."


"Heeeeiiii!" protes Romeo.


"Issshh yang ngejar mbak Mintang. Aku kan sudah punya kamu!" gerutu Juliet sambil merangkul lengan Romeo.


"Nggak lah Jules. Mbak nggak suka. Orangnya ngejar mbak kayak obsesi gitu..." ucap Gemintang pelan.


"Lha ini apa kabar?" Juliet menunjuk ke arah Romeo. "Sama aja kan?"


"Tapi Romeo kan halus pedekatenya sama kamu. Lha ini main tubruk sana sini" balas Gemintang.


"Beeeuuuu, sama mbak! Kayaknya harus begitu buat ngejar kita-kita cicitnya eyang Ajeng Pratomo yang limited edition. Bonek aka Bondo nekad!" kekeh Juliet yang hatinya lebih enteng setelah berbaikan...lagi... sama Romeo.


"Iya, tapi jangan sampai ketahuan sama Oom Hoshi kalian habis ciuman..." Gemintang merasakan hawa dingin di belakangnya sedangkan Romeo dan Juliet hanya bisa menunduk.


"Romeo cium Juliet? Dimana nya?"


Gemintang menutup mata hijaunya. Mati aku!


***


Ruang Kerja Bara dan Anarghya Giandra


"Kalian berciuman? Di bibir? Rombeennggg! Juliet masih di bawah umur!" bentak Hoshi kesal. Keduanya berdiri di ruang kerja keluarga Giandra sedangkan bon cabe generasi kelima itu berjalan mondar mandir guna menghilangkan emosinya yang sampai ke ubun-ubun.


"Technically aku yang cium duluan papa macan" bela Juliet.


"Harusnya kamu tolak dong Rombeennggg!"


"Gimana mau nolak Oom... Bibirnya Jules enak... Adduuuhhh!" Romeo memegang kepalanya yang kena keplak Hoshi.

__ADS_1


"Saya tahu kamu anaknya jujur tapi mbok ya jangan jujur banget tho Rombeng!" hardik Hoshi gemas.


"Papa macan, aku yang cium Romeo duluan. Harusnya aku yang kena keplak dong!" protes Juliet.


"Dengar Juliet, putrinya Hoshi Paramudya Quinn Reeves, seumur hidup papa tidak akan main tangan ke kamu atau pun mama kamu! Jadi lebih baik papa keplak Romeo sebagai gantinya."


"What?" protes Romeo.


"Shut it, Rombeng!"


"Pa, aku dan Romeo sudah berkonsolidasi untuk menyatukan pola pikir kedepannya. Maafkan Jules kalau selama ini membuat papa macan dan mas V bete melihat hubungan aku sama Romeo Upside-down empat tahun terakhir ini dan sekarang aku dan Romeo sudah mulai serius hingga nanti waktunya aku dilamar secara resmi ke papa..."


Hoshi melongo. "Apa? Dilamar? Kamu mau ngajak kawin anakku?" Pria yang masih cantik itu menatap Romeo dengan perasaan terluka. "Tapi Jules masih kecil Rom!"


"Ya Allah Oom, nggak sekarang. Kan saya sudah janji akan melamar Juliet saat usianya 22 tahun..."


"Iya tapi... Kok waktunya cepat ya. Mana kamu sudah 19 tahun...tiga tahun lagi kamu digondol kucing garong!" Hoshi memeluk putrinya melow.


"Astaghfirullah papa! Kayak apa saja aku dibilang digondol! Emangnya aku ikan asin?" gerutu Juliet dalam pelukan Hoshi.


"Iya! Dia kucing oyen nya!" tuduh Hoshi ke Romeo yang auto cengo dibilang kucing oyen.


"Ya elah Papa!" kekeh Juliet sambil membalas pelukan Hoshi erat.


"Rombeng, kalau sampai kamu macam-macam..."


"Nah tuh tahu!"


"Astagaaa papa macan!" pekik Juliet kesal dengan kekacauan papanya.


***


RS Cipto Mangunkusumo Jakarta


Romeo sengaja mengajak Juliet ke rumah sakit tempatnya di coas. Bukan tanpa alasan tapi untuk menunjukkan pada Susan kalau dirinya sudah punya tunangan, calon istri pula. Semalam akhirnya restu kesekian kalinya keluar dari mulut Hoshi Reeves yang melihat kesungguhan putrinya dan tidak bermain-main lagi macam sebelumnya.


Romeo sendiri juga lebih tenang karena coas di seksi bedah, pasti ada Anarghya Giandra dan Anandhita Satrio disana yang akan menjadi konsulen. Mana jadwal hari ini adalah salah satu dari mereka. Sedikit nepotisme nggak papa kan ya? Romeo tersenyum smirk yang membuat Juliet melirik curiga.


"Kamu kenapa senyum menyebalkan seperti itu?"


"Tak apa Jules." Romeo menggandeng tangan Juliet mesra apalagi ini belum waktunya kumpul mahasiswa yang coas jadi dirinya bisa bebas bersama Juliet sementara.


Tak lama Susan dan gerombolannya melihat Romeo datang bersama dengan seorang gadis blasteran yang diakui Susan lebih cantik dari dirinya.


"Romeo, tidak kamu perkenalkan siapa cewek udik itu?" ejek Susan ke Romeo dan Juliet yang sedang membeli kopi dan roti.


"Udik?" Juliet tertawa. "Really?! Dandanan begini dibilang udik?"


__ADS_1


Senyumnya cerah banget neng


"Mungkin karena model rambut kamu sayang, jadi dikira kamu udik. Padahal kan style bun lagi ngetren kan di Eropa" sindir Romeo ke Susan.


"Memang kamu siapa?" tanya Susan lagi.


"Aku? Calon istrinya Romeo Akihiro. Senang bertemu dengan cewek yang mengaku-ngaku kalau calon suamiku adalah your bae. Are you baek-baek saja?" Juliet mengulurkan tangannya tapi tidak dianggap oleh Susan.


"Hah! Jadi kamu kemari untuk melabrak aku?" tantang Susan. "Silahkan saja! Tapi aku pastikan Romeo akan kesulitan di kuliahnya karena ayahku adalah dokter senior di sini!"


"Jadi kamu membawa-bawa ayah kamu. Rom, kalau kamu kesulitan kuliah, bagaimana?" Juliet menatap Romeo sok panik.


"Ya mau gimana." Romeo menepuk kepala Juliet pelan.


"Aku tidak akan melabrak kamu karena dengan begini, aku tahu bagaimana kwalitas kamu yang hanya nona manja, terbiasa dituruti semua permintaan tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bottom line, kamu egois dan cenderung manipulatif. Romeo tidak suka cewek macam itu!" Wajah Juliet berubah menjadi dingin dan baru kali ini Romeo melihat duplikat Hoshi Reeves disana.


"Hah! Apa hak kamu menilai psikologis aku!"


"Memangnya tidak boleh? Aku kok kasihan sama pasien mu ya ketemu dokter dengan sifat nauzubillah begini. Yang ada pasiennya inalillahi."


"Baru sok blasteran belagu!"


"Lho aku memang blasteran. Jadi bukan sok blasteran" jawab Juliet santai.


"Kamu apa tidak kasihan kalau Romeo dipersulit kuliahnya oleh papa aku?"


"Memang papa kamu siapa sih? Lagian ya kalian cewek-cewek kok ya mau jadi bebeknya si Susan ini? Dibayar berapa? Atau diancam apa?" Juliet memicingkan matanya membuat pengikut Susan salah tingkah.


"Papaku adalah Dokter Spesialis Bedah bernama Dokter Harry Sandoro. Beliau adalah dokter bedah nomor satu di Jakarta!"


"Nomer delapan!" ucap Juliet sambil tersenyum smirk.


"Apa?"


"Lihat!" Juliet menunjukkan iPad nya yang berisikan rangking dokter bedah terbaik keluaran IDI Jakarta. "Nomor satu adalah Dokter Anandhita Ramadhan Satrio dan nomor dua adalah Dokter Anarghya Giandra. Lihat nama ayah kamu di urutan ke delapan! Jangan ngadi-ngadi kamu!"


Wajah Susan tampak memerah antara malu dan kesal.


"Apakah aku belum memberitahukan kalau dokter Anandhita dan dokter Anarghya itu adalah Oom dan Tanteku?" seringai Juliet yang membuat Susan dan genknya terkejut.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2