Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Kembali Ke Singapura


__ADS_3

Bandara Soekarno-Hatta Jakarta


Pagi ini Valentino dan Romeo mengantarkan Juliet untuk kembali ke Singapura, kembali beraktivitas kuliah seperti biasanya. Zinnia dan Gasendra sudah kembali ke Indramayu dengan diantar Ayrton dan Mariana sedangkan Garvita sudah kembali ke Dubai bersama dengan keluarga Al Jordan lainnya.


"Mana nih mbak Gemintang?" gerutu Juliet. Menurut rencana kakaknya itu akan berangkat bareng ke Singapura dengan maskapai Singapore Airlines jam sepuluh pagi tapi menjelang jam sembilan salah satu anak kembar Freya Sky dan Haris Lexington itu belum nongol.


"Apakah Gemintang sering ngaret gini?" tanya Valentino.


"Kemarin sih pas janjian awal aku datang, ngaret lumayan karena diajak makan dulu sama cowok yang naksir dia" jawab Juliet.


"Siapa Jules?"


"Aku nggak tahu. Mbak Gem dan mbak Mintang nggak cerita."


"Paling cuma cowok reseh, V. Salah siapa kakak elu cantik macam model begitu" kekeh Romeo.


"Iya sih, duo G itu memang seperti model."


"Juliieeettt!"


Ketiga orang itu menoleh dan tampak Gemintang datang sambil berlari dan membawa kopernya.


"Maaf maaf... aku kesiangan bangun" ucap gadis cantik bermata hijau itu sambil terengah-engah saat sampai ke para sepupunya.


"Memangnya kagak pasang weker kamu?" tanya Valentino judes.


"Ya Allah Val, gue baru bisa tidur nyenyak selama di Jakarta cumi! Selama di Singapura, kan gue dikejar-kejar kuliah dan praktek!" omel Gemintang yang hanya beda setahun dengan Valentino.


"Ya udah, kita check in ya. Aku pulang dulu mas V" ucap Juliet sambil memeluk kakaknya.


"Hati-hati, kalau ada apa-apa, kabari ya" balas Valentino sambil memeluk dan mencium pipi adiknya.


"Balik ke Singapura dulu Rombeng. Ingat besok Juli aku minta Lamborghini Gallardo" seringai Juliet durjana.


"Ya ampun, masih diingat saja sih!" Romeo memanyunkan bibirnya lalu memeluk gadisnya dan mencium keningnya lama.


"Duh, kalian bikin aku gemas! Yuk Val, kita balik dulu" pamit Gemintang sambil memeluk Valentino dan mencium pipinya. "Romeo, jangan nakal!" ancam Gemintang sambil memeluk pria berdarah Jepang itu.


"Nggak lah Mintang. Bisa digantung di pohon mangga sama Oom Quinn" cengir Romeo.


"Nah!" senyum Gemintang. "Kami pulang ya!"


Kedua gadis cantik itu pun masuk ke dalam ruang keberangkatan sambil melambaikan tangan ke arah dua pria tampan yang mengantarkan mereka.


***

__ADS_1


First Class Singapore Airlines



"Mbak Mintang, nanti langsung ke apartemen dekat kampusmu atau ke apartemen aku?" tanya Juliet yang sekarang sudah resmi memakai apartemen milik Gemini karena pemiliknya sudah lulus dan kembali ke Jakarta untuk bekerja disana.


"Ke apartemen kamu dulu aja Jules. Apartemen kamu kan dekat Orchard jadi bisa makan dulu deh. Mbak lapar ini apalagi mommy tadi juga nakal nggak bangunin aku !"


Juliet cekikikan. "Tante Freya tahu mbak Mintang jarang tidur nyenyak selama kuliah disini."


"Iya lho. Makanya kalau ambil kedokteran itu harus siap-siap kurang waktu tidur. Apalagi kalau kamu sudah masuk residen nanti, alamat deh semakin waktu kamu akan habis di rumah sakit. Kamu harus sabar sama Romeo, Jules. Kan dia ingin ambil spesialis jantung jadi bakalan lama kuliahnya. Kedokteran hewan tidak seribet itu kecuali kamu ambil spesialis hewan besar, hewan kecil, aves ( burung ), exotic animals. dan reptile."


"Mbak Mintang nanti ambil spesialis?"


"Iya Jules, nanggung. lah. Mbak ambil large and small animals rencananya karena mbak nggak mau spesifik satu jenis hewan meskipun itu banyak dicari di rumah sakit hewan tapi aku pengen yang global saja lah."


"Pacarannya kapan sekolah melulu" kekeh Juliet.


"Emang kamu udah pacaran jaman dari SMA. Jodoh masing-masing, Jules" balas Gemintang sambil tertawa.


"Padahal aku nggak menyangka bakalan pacaran usia muda tapi Rombeng itu punya semua menjadi pacar dan calon suami idaman."


"Beruntungnya dirimu, Jules. Semoga mbak dapat calon suami yang seperti Romeo sifat dan karakter nya."


"Aamiin."


***


Juliet dan Gemintang berjalan menuju pintu keluar bandara guna mencari taksi untuk ke apartemen adik Valentino itu. Tanpa mereka sadari, seorang pria tampan menatap keduanya dan diam-diam mengikuti dua gadis cantik itu.


Pria itu mengambil jarak sembari terus memperhatikan interaksi dua gadis yang sama-sama cantik dengan darah blasteran mengalir di fisik mereka.


Jantung pria itu berdesir ketika melihat bagaimana gadis berambut pirang itu tertawa lepas saat mendengar ucapan gadis cantik berambut coklat di sebelahnya yang sepertinya memberikan lelucon lucu.


Kenapa kamu tidak bisa tertawa seperti itu kalau bersama denganku, Mintang.


Kedua gadis itu menunggu di tempat penjemputan taksi dan segera naik begitu mobil itu datang. Pria itu pun memilih kembali masuk ke bandara karena dia hanya transit dari London menuju Australia.


Dalam hatinya, pria itu tidak tahu kapan akan bertemu dengan gadis pujaannya lagi.


***


Apartemen Juliet


Juliet dan Gemintang pun segera membersihkan diri dari bandara dan berganti pakaian yang lebih santai. Meskipun Juliet tinggal di apartemen Gemini, tapi tetap kamar Gemintang tidak Juliet utak utik. Dia hanya merubah kamar milik Gemini. Bagi Juliet, jika Gemintang ingin menginap disini, tidak bingung.

__ADS_1


"Mau makan apa Jules?" tanya Gemintang.


"Mbak Mintang mau apa? Western, Asian atau kita masak dhewe?"


"Masak sendiri males ah. Makan laksa yuk habis itu kita ke mall jalan-jalan. Mumpung aku baru masuk kuliah lusa."


"Ayo! Aku juga pengen belanja."


***


Orchard Road


Kedua gadis itu segera menuju sebuah rumah makan khas Melayu yang menjual laksa. Keduanya pun memakan dengan lahap apalagi baik Juliet dan Gemintang bukan tipe rewel soal makanan.



Laksa Singapura


Saat di tempat makan, Romeo menelpon Juliet. Gadis itu pun menerima dengan nada riang.


"Assalamualaikum Rombeng" sapa Juliet yang membuat Gemintang hanya tertawa geli mendengar panggilan khas keluarga Reeves ke pria Jepang itu.


"Wa'alaikum salam. Sudah sampai sayang?" sapa Romeo di seberang dengan posisi Juliet meloud spreaker ponselnya.


"Sudah. Alhamdulillah lancar semua dan ini lagi makan laksa sama mbak Mintang terus nanti mau ke mall, pengen belanja aku."


"Ya sudah. Yang penting sudah sampai. Have fun ya Jules. Bye mbak Mintang. Assalamualaikum" pamit Romeo.


"Wa'alaikum salam."


"He's a nice guy, Jules. Pantas Oom Hoshi sayang sama dia dan kita sekeluarga juga. Romeo itu benar-benar pria idaman. Saran mbak, jangan sampai Romeo berpaling sama kamu setidaksabarnya kamu terkadang."


"Tapi mbak, aku kan juga kadang ingin sendiri..."


"Ini kamu sendiri, kamu bebas ngapa-ngapain, belanja, hang out tapi jangan sampai kepercayaan itu luntur Jules. Mbak memang belum punya pacar tapi mbak melihat bagaimana mommy dan Daddy sangat menjunjung tinggi kepercayaan pasangan begitu juga dengan semua orang tua kita kan?" Gemintang menatap lembut ke Juliet.


Juliet mengangguk.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2