
Divisi Design Grafis PRC Group
Juliet sedang membuat desain wallpaper yang nantinya akan dipatenkan sebagai desainnya dan hanya akan dipakai di semua gedung PRC Group seluruh dunia. Leia memang sudah membuat yang dipasang dimana-mana dan sekarang giliran Juliet diberikan tugas untuk membuat desain yang fresh dan sophisticated.
Suara notifikasi ponselnya membuat gadis yang sedang konsentrasi penuh mengalihkan pandangannya dari layar monitor ke layar ponselnya.
Mata Juliet yang termasuk heterochromia hijau dengan coklat di tengahnya, mendelik tidak percaya kalau duo Gem akan segera menikah.
"Perasaan yang mau menikah aku tahun depan tapi kenapa mbak Gem dan mbak Mintang duluan?" gumam Juliet.
"Juliet" panggil salah satu rekannya.
"Ada apa?"
"Kamu dipanggil Bu Arimbi."
Juliet menutup MacBook nya dan membawanya untuk menemui tantenya yang juga bossnya karena dia tahu Arimbi pasti mempertanyakan bagaimana progres desain wallpaper dirinya.
"Aku menghadap Bu Arimbi dulu ya" senyum Juliet sambil berjalan keluar dari meja kerjanya. Meskipun Juliet adalah keponakan Arimbi, di kantor tetap memanggil formal ke Tantenya. Arkananta yang dulu juga bekerja di PRC Group, memanggil sang mommy juga dengan formal.
Arkananta sekarang memilih bekerja di PRC Group New York karena Valentino juga pergi ke Amerika meskipun dirinya ke Massachusetts mengambil program pasca sarjana di MIT hanya karena pacarnya Katya D'Angelo kuliah di Harvard.
Juliet pun menuju lantai tempat ruang kerja Arimbi dan tersenyum ke sekertaris nya yang sudah menunggu.
"Masuk saja mbak Juliet, sudah ditunggu Bu Arimbi."
"Makasih mbak." Juliet pun mengetuk pintu ruang kerja Arimbi lalu membukanya. Tampak mamanya Arkananta dalam posisi manyun dan gusar.
"Tutup pintunya Jules."
Juliet pun menutup pintu dan duduk di kursi depan sang Tante. "Ada apa Tante?" Jika hanya berdua dan di ruang tertutup seperti ini, Juliet memanggil Arimbi tetap 'tante' tapi jika di publik dia memanggil formal.
"Bagaimana desain kamu?" tanya Arimbi yang Juliet tahu hanyalah mengalihkan kegusarannya.
Juliet membuka MacBook nya dan Arimbi melihat desain milik Juliet. Keduanya pun langsung berdiskusi tentang desain buatan kekasih Romeo Akihiro itu yang tidak kalah glamournya dengan desain milik Leia yang sudah di hak paten.
"Ini bagus Jules" puji Arimbi yang memang sangat menyukai desain mewah gold dan navy, warna khas PRC Group sedangkan MB Enterprise bewarna hijau dan merah seperti warna kilt karena Duncan McGregor adalah keturunan keluarga kerajaan Skotlandia. Giandra Otomotif Co memilih warna merah hitam untuk logo, RR's Meal bewarna biru putih dan AJ Corp warna emas.
"Iya kah Tante? Tante suka yang ini?" tanya Juliet.
"Tante pribadi suka yang ini karena sesuai dengan style PRC. Punya Leia kan sama basicnya tapi beda vibe. Leia lebih kental influence Jepangnya sedangkan kamu lebih kental nuansa Jawa. Masing-masing punya ciri khas tersendiri."
__ADS_1
"Tapi..."
"Tapi Tante Freya kan sedang pusing menghadapi duo Gem yang memutuskan mau menikah dengan pria-pria yang membuat mereka dendam. Tante akan berkonsultasi dengan Tante Reana dan Tante Natasha saja soal desain kamu untuk bisa dipakai sebagai new desain."
"Tante, aku sendiri tidak paham apa mau nya mbak Gem dan mbak Mintang..." Juliet menatap Arimbi.
"Tante tahu mereka marah dengan Michel dan Krisna tapi apakah ya harus menikah? Apa enaknya menikah Diatas kertas?" Arimbi menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan Juliet bisa melihat Arimbi menangis.
Juliet memeluk Arimbi yang terisak. "Duo Gem itu juga seperti anak Tante sendiri dan Tante sebagai ibu, tidak rela melihat apalagi Tante Freya yang mengalami sendiri..."
"Tante, aku yakin semua anggota keluarga juga tidak setuju dengan keputusan mbak Gem dan mbak Mintang. Aku sendiri juga tidak setuju tapi mereka berdua sudah membuat keputusan dan mereka sudah dewasa dan sudah tahu konsekuensinya."
Arimbi membuka tangannya dan menatap keponakannya. "Juliet, kamu yang mau menikah sekarang jauh lebih dewasa ya?"
"Ah nggak Tante. Jules hanya mengkompromikan perasaan Jules ke mbak Gem dan mbak Mintang. Kita semua tahu duo Gem kan bukan tipikal cewek galak tapi situasi dan kondisi yang membuat mereka seperti itu."
Arimbi menggenggam tangan Juliet. "Tante hanya takut semua itu akan menjadi bumerang buat mereka berdua, Jules."
"Tante, aku yakin mbak Gemini dan mbak Mintang bisa mengatasinya. Kita hanya bisa berdoa dan melindungi mereka dengan cara kita sendiri. Jules yakin Oom Haris dan Opa Ashley tidak akan diam saja jika terjadi sesuatu dalam pernikahan mereka."
Arimbi mengangguk. "Semoga mereka akan baik-baik saja."
***
Juliet mendatangi tempat Romeo yang menjadi asisten dokter spesialis jantung sembari dirinya menunggu jadwal wisuda. Gadis itu dengan sabar menunggu kekasihnya datang sambil menikmati camilan dan minuman yang dipesannya.
Tak lama, Romeo pun datang dan memberikan ciuman di kening gadisnya.
"Sudah lama?" tanya Romeo yang duduk di hadapan Juliet.
"Lumayan tapi nggak papa kok Rom."
"Aku pesan makanan dulu ya. Lapar nih! Tadi pasiennya dokter Budi banyak banget!" Romeo berdiri lagi untuk memesan semangkok soto ayam dan nasi lengkap dengan perkedel dan es teh manis.
"Ada berita apa?" tanya Romeo sambil meracik sotonya dengan sambal dan jeruk nipis.
"Mbak Gem dan mbak Mintang akan menikah Minggu depan."
Romeo yang hendak menyendok nasi sotonya melongo. "Apa? Sama siapa? Kok mendadak?"
"Mbak Gem hendak menikah dengan Michel de Luca..."
__ADS_1
"Orang yang menabraknya hingga buta? Tapi kenapa Jules? Bukankah Gem membenci nya? Lalu Mintang?"
"Mbak Mintang akan menikah dengan Krisna Rao."
"Cowok India yang mengejarnya?" Romeo membatalkan memasukkan nasi sotonya. "Ada apa dengan duo G? Bukankah Mintang benci sekali dengan pria itu? Jules, apa rencana dua Gem? Aku tidak yakin mereka menikah karena cinta!"
"Mbak Gem dan mbak Mintang tidak mencintai masing-masing pria itu!"
"Kalau tidak cinta, kenapa mau menikah dengan mereka? Aku tidak mau menikah tanpa ada cinta karena kehidupan berumahtangganya pasti hambar."
Juliet mengangguk. "Aku rasa duo Gem memiliki rencana tersendiri."
"Jules, aku kok serem membayangkan kehidupan rumah tangga mereka. Dan kesabaran Michel dan Krisna pasti ada batasnya." Romeo memasukkan nasi sotonya ke dalam mulutnya.
"Aku juga Rombeng tapi seperti yang aku bilang ke Tante Arimbi, mereka berdua sudah dewasa dan pasti sudah tahu konsekuensinya." Juliet menatap Romeo serius.
Romeo tersenyum. "Kamu benar Jules."
"So, bagaimana? Jadi ambil spesialis jantung kan?"
"Ohya jadi dong Jules. Karena dokter spesialis jantung itu sangat berguna mengobati jantung yang galau..."
"Apaan jantung yang galau?"
"Kamu tahu tadi ada pasien datang dan meminta untuk diperiksa jantungnya karena merasa dirinya selalu berdebar debar. Kakek itu takut jika tiba-tiba mengalami serangan jantung dan tadi aku bersama dokter Budi memeriksa EKG pasien itu. Normal. Tapi setelah kami mengobrol banyak, rupanya kakek itu sedang jatuh cinta dengan seorang nenek yang satu panti jompo dengannya..."
Juliet melongo lalu tertawa geli. "Astagaaa!"
"Kamu tahu, tadi pas dokter Budi bertanya saat datang, kakek itu bilang. 'Dok, apakah ada obatnya jantung galau?'. Tentu saja aku dan dokter Budi saling berpandangan bingung. Kita kudu diagnosa apa coba jantung galau?"
Juliet terbahak.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Juliet memang aku end kan tapi tetap update karena timingnya biar bersamaan dengan Gemini dan Gemintang. Nanti ada plot twist nya
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️