
RS PRC Group
"Namanya siapa?" tanya Zinnia.
"Hyde Takara Bianchi. Wajahnya perpaduan Yakuza dan Yankee, besarnya jadi gangster!" cengir Valentino yang mendapatkan keplakan dari Hoshi serta pelototan dari para sepupunya.
"Namanya Hyde? Macam Hyde Park di London?" komentar Juliet. "Oh ya ampun kalian dobel L itu ikutan Oom Luca kasih nama anak aneh-aneh!"
"Hei, Jules, nama Vicenzo itu keren lho!" protes Dante yang tidak terima putra tampannya dibilang namanya aneh. "Arti nama Vicenzo itu bagus!"
"Tapi bang Dante, entah kenapa aku jadi ingat judul drama Korea lama dengan judul yang sama" eyel Juliet tanpa takut ke arah kakak iparnya yang juga mafioso.
"Leia! Seriously?" Dante menoleh ke arah istrinya.
"Tapi memang kok ada drama Korea dengan judul sama dengan nama anak kita, Inferno..." kekeh Leia.
"Ini kenapa malah ribut sih. Nama yang kalian berikan pada anak masing-masing pasti berarti bagus dan yang paling penting adalah pola asuh dan pola didik" ucap Hoshi.
"Pa... Tumben benar..." gumam Valentino yang langsung mendapat pelototan dari ayahnya.
"Oom Hoshi, kapan sidang si sundel bolong?" tanya Samuel.
"Semoga tidak lama lagi karena ini kasus ini juga menyeret nama Oom dan keluarga Reeves."
"Val, kamu jadi masuk MIT ?" tanya Blaze.
"Jadi mbak. Tapi melihat Jules begini..."
"Berangkat saja V, papa mama macan dan Rombeng bakal urus adikmu" ucap Hoshi. "Dan semoga kamu tidak bikin malu disana. Secara nama Paramudya Quinn Reeves itu terkenal. Oh jangan lupa Opa Levi juga beken. Jadi kalau kamu bikin malu di MIT, diragukan kamu anak dan cucu siapa!"
Semua orang disana hanya bisa menatap sebal ke Hoshi dan kasihan ke Valentino.
"Iya papa macan" jawab Valentino sambil melengos.
***
Kamar rawat inap Rin dan Baby Hyde.
Welcome baby Hyde
"He's so cute!" seru Arabella melihat keponakannya yang baru. "Wah keponakan aku banyak! Arsya, Rania, Vicenzo, Biana terus Hyde, belum yang di dalam perut mbak Bee."
"Ya ampun gemesin" ucap Arimbi dan Rina antusias mendapatkan cucu baru lagi.
Ponsel Luke berbunyi membuat ayah baru itu mengangkat nya. "Ya Ojisan..."
__ADS_1
"Mana cicit aku!" seru Takeshi Takara yang sekarang harus duduk di kursi roda.
Luke mengganti panggilannya menjadi video call dan memperlihatkan Hyde yang sedang digendong Rin.
"Aaawww... kenapa mirip Rin? Kamu tidak dapat apa-apa hanya jenis kelaminnya saja?" komentar Opa buyut itu durjana. "Kamu sih Luke, terlalu Bucin dengan Rin jadinya anakmu mirip istrimu!"
Luke hanya menatap jengah ke opanya. "Setidaknya mirip Rin daripada mirip orang lain!" balas Luke yang mendapatkan pelototan dari Rin.
"Miko lihat! Cicit kita malah mirip ibunya" panggil Takeshi ke istrinya, Fumiko Kojima.
"Memang kenapa kalau mirip Rin? Kan wajar karena Rin ibunya" sahut Fumiko tenang. "Ya ampun Luke, cakepnya anakmu."
"Terimakasih obasan" senyum Luke dan Rin ke Oma cantik itu.
"Harusnya anak cowok mirip Luke bukan Rin" komentar Takeshi.
"Okāsan mirip Ojisan! Hayo!" balas Luke gemas ke opanya yang masih saja ribut unfaedah. Mau mirip dia ataupun Rin, yang penting anak mereka berdua! Gitu saja kok jadi masalah!
"Eh?" Takeshi langsung kicep yang membuat orang disana tertawa.
Luca pun ikut bergabung ke dalam video call bersama Emi. "Untung kamu ngeyel ikut Luke ya ke Jakarta. Bisa kasus nanti kalau kamu lahiran disini tanpa Luke di samping kamu" senyum hot opa itu.
"Besok kami ke Jakarta. Sekalian kumpul-kumpul lah" senyum Emi. "Selamat ya anak Lanang. Anakmu jangan kamu doktrin apa-apa lempar ke Empang!"
Luke pun manyun.
***
Gadis itu sedang melakukan panggilan zoom dengan dosen pembimbingnya kampus Singapura. Melihat keadaan Juliet dan permintaan dari Hoshi, akhirnya diputuskan Juliet akan melaksanakan ujian skripsi dua Minggu mendatang melalui online.
"It's okay kalau kamu masih berada di rumah sakit karena melihat kecelakaan kamu dan hasil rekam medis yang diberikan oleh Mr Reeves dan Dokter Giandra, memang tidak memungkinkan kamu dalam waktu dekat bisa kembali ke Singapura" ucap Dosen pembimbing Juliet.
"Yes, Sir. Perkiraan dokter Giandra, enam bulan baru saya bisa pulih seperti sedia kala" jawab Juliet.
"Apakah pelakunya sudah ditangkap?"
"Sudah Sir. Alhamdulillah langsung tertangkap dan sudah dipenjara."
"Saya tidak mengerti pola pikir anak jaman sekarang. Menyia-nyiakan masa muda dengan masuk penjara itu benar-benar diluar nalar! Sangatlah tidak faedah! Karena emosi dan nafsu, membuat gelap mata dan tidak berpikir panjang."
Juliet hanya mengangguk.
***
"Gimana? Bisa kan ujian skripsi online?" tanya Romeo yang malam ini akan menjaga gadisnya setelah Bayu disuruh pulang ke mansion Giandra oleh Bara.
"Alhamdulillah bisa. Lagian kan Mr Huang melihat sendiri kondisi aku bagaimana." Juliet tersenyum ke arah Romeo yang sudah bersiap dengan MacBook nya.
__ADS_1
"Gimana test nya sama Oom Arga?" tanya Juliet teringat kekasihnya masih hutang ujian bedah setelah seharusnya dokter Harry Sandoro yang memberikan test.
"Oom mu galak ih" adu Romeo.
"Namanya juga Oom Arga. Tapi bisa kan?"
"Alhamdulillah. Setelah test, kata Oom Arga, masih mending daripada Opa Fuji atau Opa Nathan kalau kasih test, apalagi Oom Joey. Lebih sadis katanya."
"Oom Joey dulu pernah memenjarakan dokter senior gara-gara mabok pas operasi lalu membuat Harvard Medical School merombak semua jajarannya karena membiarkan beberapa dokter mabok melakukan tindakan."
Romeo melongo. "Kalian itu memang deh. Tidak bisa diam kalau ada kekacauan di depan mata."
"Iya lah. Apalagi kalau menyangkut nyawa."
Romeo memeriksa kondisi Juliet. "Apa dadamu masih sakit?"
"Njarem ( masih tidak enak/sakit ) tapi much better dari tiga hari kemarin."
"Kakimu bisa digerakkan semua kan Jules?" Romeo memegang kaki Juliet untuk memeriksa syaraf disana.
"Geli Rombeng!" protes Juliet saat Romeo menggelitik kedua kaki gadis itu. "Kan pasca aku sadar sudah diperiksa semua sama Oom Arga dan Oma Haura. Syarafku di pinggang ke bawah termasuk tulang ekor aku baik-baik saja."
"Alhamdulillah..." Romeo tersenyum manis. "Jules, kalau kita nikahnya dimajukan gimana?"
"Apa maksud kamu? Bukannya kamu mau melamar dan kita menikah pas aku usia 22 tahun?"
"I know tapi melihat kamu seperti ini, aku jadi ingin kita cepat bareng secara halal. Aku tahu kamu mau bekerja dulu tapi aku sudah memikirkan selama aku menjaga kamu di sini. Kita menikah tahun depan tepat kamu usia 20 tahun dan aku tetap mengijinkan kamu bekerja selama belum hamil. Gimana?"
"Kita ambil jalan tengahnya. Aku mau menikah tahun depan tapi setahun kita tunda punya anak, setelahnya aku lepas KB dan siap punya anak. Gimana?" Juliet menatap Romeo dengan memberikan usul yang menurutnya win win solution.
"Boleh! Aku setuju ! Jadi kita menikah tahun depan?" senyum Romeo bahagia.
"Tunggu Rombeng! Kenapa kita bahas pernikahan bagaikan bahas pesan bento?"
Romeo tertawa terbahak-bahak. "Mungkin karena kita kelamaan berhubungan jadi segala sesuatu menjadi santuy?"
"Rombeng! Ini menikah! Menikah! Bukan pacaran!" protes Juliet.
"Anggap saja, pacaran dengan surat nikah..."
Juliet cemberut. "Dasar nggak romantis!" sungutnya.
**
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️