
Ruang Kerja Norma Theresia
"So, gimana kabar papamu?" tanya Norma sembari membaca berkas yang dibawa oleh Nelson.
"Dad baik, mom juga."
"Nadya masih di Harvard?" tanya Norma soal adik Nelson.
"Nadya iya masuk Harvard Law School."
"Kalian tuh dari jaman Opa buyut mu memang memilih jadi pengacara."
"Kan Tante tahu, keluarga Dad hobinya bikin kacau" kekeh Nelson mengingat dari jaman opa buyutnya Stephen Blair hingga papanya Travis, pasti ada gegeran setiap generasi. "Harus ada yang menjaga mereka dan kami sendiri memang suka menjadi pengacara."
"Aku ya gumun, Rahajeng kok iso nikah sama Travis. Tapi adikku Wis biasa ya Son" kekeh Norma.
"Dah biasa Tante. Kok Tante balik ke kantor kejaksaan?" tanya Nelson ke Norma.
"Lha Tante ditarik lagi sama jaksa agung padahal Tante dikirim ke Harvard buat jadi dosen disana. Wis mbuh lah Son, manut sama perintah Negara itu ibadah."
Norma Theresia adalah kakak tiri Rahajeng Blair, istri Travis Blair. Norma memang memilih masuk ke fakultas hukum dan menjadi jaksa di Indonesia. Semenjak suaminya meninggal karena sakit, Norma yang tidak memiliki anak, menolak menikah lagi dan memilih mendedikasikan menjadi jaksa yang dikenal jujur dan tegas. Hingga suatu hari, Norma ditawarkan menjadi dosen di Harvard Law School.
Norma hendak mundur dari PNS tapi pihak kejaksaan republik Indonesia tidak ingin kehilangan jaksa penuntut umum yang brilian dan akhirnya Norma diijinkan untuk mengajar selama lima tahun di Harvard dan disana lah dia menjadi dosen Nelson, keponakannya sendiri.
"Adikmu gimana Son? Siapa namanya... Juliet?"
"Iya Juliet, biasa dipanggil Jules. Puji Tuhan sudah sadar, sudah baikan."
"Nabrak kok anaknya Quinn Reeves. Habis!"
"Lho Tante tahu Oom Quinn?"
"Tante ini juga dapat info korupsi di Giandra Otomotif Co Surabaya. Gila tuh Oom kamu, dapat detail semua! Ini teman jaksa Tante kasarannya tinggal nuntur doang!"
"Kena hukuman berapa lama Tante?"
"15 tahun penjara, pemiskinan aset dan hanya ada uang untuk sekolah anak-anaknya. Setidaknya Oom kamu masih mikir sekolah tapi bapaknya memang kentir. Keluarga dikasih makan pakai uang haram kan nggak berkah!"
Nelson tersenyum smirk. "Lha Juliet, Oom Quinn mau lempar dua orang yang bertanggung jawab ke Empang piranha!"
"Hah? Ning Endi kuwi ( dimana itu )?" tanya Norma bingung kok ada orang yang mau piara ikan buas itu.
"Di Jepang, punyanya Oom Luca Bianchi."
Norma mendelik. "Oom kamu yang nikah sama anak Yakuza? Aduh...aduh...aduh... Golek molo ( cari perkara )!"
"Makanya Oom Quinn mempercayakan pada Tante untuk bisa menuntut semaksimal mungkin meskipun nanti keputusan di tangan hakim tapi setidaknya membuat dua orang itu merasakan hotel prodeo."
"Son, memang Oom Quinn mu serius mau lempar ke Empang piranha?"
Nelson tersenyum lebar. "Tante, keluarga Daddy adalah orang-orang yang super nekad, hajar duluan, mikir belakangan!"
__ADS_1
Norma hanya menggelengkan kepalanya.
***
Ruang Rawat Inap VIP Juliet
"Rasanya mama mau bawa semua pisau dapur yang di rumah, mama cincang itu cewek sundel bolong terus mama lempar ke penangkaran buaya!" omel Rina berapi-api membuat Bayu dan Juliet saling berpandangan.
Semalam Bayu bersikeras menjaga Juliet sedangkan Romeo dia suruh pulang karena harus ikut tes pagi ini.
"Tante, kata Oom Hoshi mau dilempar ke Empangnya si Luke..." ucap Bayu.
"Kejauhan! Lempar sini saja!" balas Rina judes.
"Mama macan, sudah. Nanti ubannya tambah lho..." goda Juliet melihat ibunya ngeroweng.
"Mana uban? Mana?" Rina bergegas mencari cermin.
Bayu hanya tersenyum melihat keributan ibu dan anak itu.
"Hai!" sapa Luke Bianchi dan Rin Ichigo di depan pintu rawat inap Juliet.
"Lho? Kok pada kesini?" tanya Rina bingung. "Ya ampun Rin! Kamu itu hamil gede sayang kok ya nekad kemari sih?" Rina memeluk keponakannya yang sedang hamil besar.
"Daripada aku ditinggal Yakuza freezer ya aku ikut saja!"
"Memang mbak Rin pakai acara ancam apaan?" tanya Juliet yang menerima ciuman di kening oleh Rin yang jalannya sudah susah.
"Rin, kalau anakmu brojol beneran gimana?" tanya Bayu dengan tatapan horor.
"Aku beruntung dong masih ada Oma Gendhis dan Oma Rani yang bakalan membantu aku lahiran" senyum Rin manis.
***
Kamar rawat Juliet menjadi ramai saat sore para keluarga berkumpul bahkan Arkananta menyalakan Zoom agar sepupunya yang lain bisa melihat kondisi Juliet.
"Ya ampun Jules!" ucap Zinnia saat melihat adiknya terdampar di tempat tidur. Ratu Belgia itu menatap dengan prihatin melihat kondisi Juliet.
"Pelakunya sudah tertangkap?" tanya Sean yang ikut disana.
"Sudah yang mulia..." jawab Valentino sambil membungkuk membuat Sean terbahak.
"Really? Oh come on guys, disini aku bukan raja Belgia. Aku hanya sepupu ipar kalian jadi jangan sok formal deh. Jengah!" omel Sean.
"Arsya mana mbak?" tanya Arabella yang kangen dengan balita imut itu.
"Arsya lagi main sama teman-teman berbulunya di halaman belakang bersama Jasmine dan Sarah" jawab Zinnia.
"Untung aku nggak disana. Sudah habis mereka!" ucap Leia geram yang ikut zoom bersama dengan suaminya Dante Mancini.
"FBI nggak perlu turun tangan kan?" goda Pedro yang ikut bersama dengan istrinya Nadira.
__ADS_1
"Ya ampun bang Pedro. Jauh amat FBI nyasar dimari!" gelak Arkananta. "Tapi BAU ( Behavioral Analysis Unit ) harus memeriksa kejiwaan si sundel bolong!"
"Hah?" seru Pedro dan Sean tidak paham.
"Nanti kamu aku ajak nonton filmnya Suasana" cengir Nadira durjana.
"Sayang, melihat dari wajah mu sepertinya itu film horor ya?" ucap Pedro dengan wajah bergidik.
"Memaaannggg!" seru semua sepupu Nadira di Jakarta heboh lalu tertawa terbahak-bahak.
"Oh boy..." gerutu Sean dan Pedro bersamaan.
"Klasik itu bang!" kompor Remy, putra Anarghya dan Amaranggana yang tahun ini masuk SMA.
"Lha kamu udah nonton rem mobil?" tanya Valentino.
"Udah dong!"
"Oom Hoshi gimana? Gue yakin dia bakalan ngamuk sengamuknya!" komentar Eagle McCloud.
"Sudah mau lempar ke Empang tapi karena kata Tante Rina kejauhan mungkin dilempar ke kolam buaya" kekeh Bayu O'Grady.
"Apa perlu gue bikin Empang piranha di Jakarta?" seringai Luke durjana.
"KAGAK USAH!" teriak semua orang di ruang VIP itu.
"Aku kan hanya mengusulkan daripada ongkos kirim mayat mahal..." celetuk Luke.
"Luke..." panggil Rin Ichigo.
"Apa sayang?" tanya Luke.
"Sepertinya... aku akan melahirkan..." cengir Rin yang merasakan air ketubannya mulai keluar.
"Oh my!" seru semua orang disana.
"Dokteeeerrr!" teriak Valentino heboh begitu juga dengan yang lain sibuk membantu bumil itu yang dipapah Luke duduk ke kursi roda sedangkan Juliet hanya bisa memegang pangkal hidungnya.
"Ini gue mau sembuh gimana, rombongan sirkus bikin kacau tiap hari!" gumam Juliet yang mendapatkan ciuman di keningnya dari Romeo.
"Justru kami cepat sembuh karena mereka membuat dunia ramai" senyum Romeo ke Juliet.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1