
Kediaman Keluarga Reeves
Yanti dan Rina menatap wajah suami masing-masing dengan tatapan bingung karena wajah Levi dan Hoshi seperti habis marah pada seseorang. Entah kenapa, keduanya sama-sama bangun kesiangan hingga sholat subuh pun sampai hampir habis waktunya.
"Kalian kenapa?" tanya Yanti.
"Sebal!" jawab Hoshi.
"Memang kenapa papa macan?" tanya Rina yang saling berpandangan dengan ibu mertuanya.
"Habis dijewer Toyib senior!" jawab Hoshi.
"Mas Levi jewer Hoshi?" Yanti menatap Levi dengan tatapan menuduh.
"Nggak, Yanti. Bukan aku, tapi Toyib paling menyebalkan yang pernah hidup di muka bumi ini!" sungut Levi sambil cemberut.
"Papa Eiji?" tanya Yanti bingung.
"Lho, Dad pun sama? Ngimpi ketemu Toyib satu itu?!" Hoshi menoleh ke Levi. "Kuping Dad sakit nggak?"
"Sakit Hosh... Jangan bilang kamu ngimpi dijewer si Toyib senior..." Levi menatap horor ke putranya.
Hoshi menatap Levi. "Seriously Dad! Bahkan udah mokat aja masih reseh Toyib satu itu!"
Yanti dan Rina yang awalnya bingung akhirnya tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan tidak jelas antara kedua ayah dan anak itu.
"Jadi kesimpulannya kalian berdua ngimpi didatangi papa Eiji dan kalian berdua sama-sama dijewer gitu?" Yanti menyembunyikan tawanya.
"Kira-kira begitulah" jawab Levi sambil manyun.
"Oh astaghfirullah..." Rina tertawa membayangkan Opa gesrek itu datang ke dalam mimpi ayah mertua dan suaminya lalu menjewer mereka berdua.
"Papa Eiji gimana mas Levi?" Jujur Yanti rindu dengan ayah mertuanya yang super ancur dan seenaknya itu.
"Sehat! Muda dan Sehat banget! Tapi menyebalkan puuooollll!" umpat Levi sebal.
Yanti dan Rina terbahak lagi.
"Ada apa ini?" tanya Juliet bingung melihat opa dan papa macannya manyun sedangkan Oma dan mama macannya tertawa terbahak-bahak.
"Papamu dan Opa dijewer Opa Eiji" kekeh Rina.
"Kok bisa?" Juliet menatap opa dan papanya yang manyun. "Makanya tho, kirim Al Fatihah bukan ghibah."
"Ini lagi!" sungut Levi sebal.
***
Menjelang jam sepuluh pagi, Haruto dan Megumi datang ke kediaman keluarga Reeves yang disambut ramah oleh penghuni rumah kecuali Hoshi yang sudah berangkat kerja dan Juliet yang mengurus semua administrasi untuk kuliah di Singapura.
Haruto dan Megumi pun menyampaikan maksud dan tujuan mereka. Yanti pun dengan lembut menyatakan bahwa barang-barang antik koleksi dan kesayangan Ayame tidak akan diopen adopsi maupun dilelang.
__ADS_1
"Bukan apa-apa ya Megumi, tapi nilai sentimentalnya yang tidak bisa kita beli. Banyak yang bilang aku hoarder tapi nggak. Kalau aku penimbun, rumah ini sudah penuh sampah tapi aku hanya menjaga peninggalan mama Ayame."
"Iya Tante Yanti. Kami juga tidak memaksa kalau memang tidak dilepas karena kami tahu bagaimana dekatnya keluarga kalian satu sama lain" timpal Megumi.
"Jadi, maaf kalau kami belum bisa melepaskan koleksi mama Ayame" senyum Yanti dengan penuh sesal.
"Tidak apa-apa Tante Yanti, kami paham kok" ucap Haruto.
"Nieva sehat Haruto?" tanya Yanti.
"Alhamdulillah mama sehat tapi mulai galau soalnya sudah tidak praktek kan."
"Sama lah dengan Tante Gendhis dan Tante Rani yang sudah pensiun jadinya di rumah memilih membuat podcast bersama seputar Obgyn" senyum Rina.
"Wah hebat lho masih membuat podcast" ucap Haruto.
"Sebenarnya kalau itu, sejak Tante Gendhis masih gadis sudah rutin buat. Sekarang pensiun kan banyak waktu luang, berdua sama Tante Rani suka live di sosial media untuk berbincang-bincang seputar kesehatan wanita."
Kelima orang disana berbincang macam-macam termasuk hubungan upside down Romeo dan Juliet.
***
Romeo menyelesaikan kuliahnya hari ini dan memutuskan untuk jalan-jalan karena sudah lama dirinya tidak menikmati hari. Kebetulan hari ini tidak padat.
Pria tampan itu pun menyetir mobilnya menuju ke sebuah toko buku besar di Jakarta. Sesampainya disana, dirinya langsung parkir dan masuk ke toko buku itu b
Romeo sangat suka bau buku. Baginya membaca buku kertas jauh lebih menyenangkan daripada di tab atau iPad tapi jaman now untuk mengurangi pemakaian pohon untuk kertas.
Pria itu menuju deretan komik yang sudah lama tidak dibeli dan dibacanya. Romeo memilih-milih banyak komik dan mulai mengambilnya untuk dibeli.
Usai membayar, Romeo berjalan menuju sosok itu sambil tersenyum senang bisa melihat gadis yang selalu membuat jantung nya berdegup kencang.
"Hai..."
Juliet mendongak dan terkejut melihat Romeo sudah berada di hadapannya.
"Kamu ngapain disini? Sudah sehat?" Juliet menatap cemas ke sahabat kakaknya.
"Sudah Jules" jawab Romeo sambil duduk di hadapan gadisnya.
"Pesan makanan dan minum dulu Rom, kamu belum makan siang kan? Aku pesankan ya?"
"Nggak usah Jules. Aku pesan sendiri saja." Romeo berdiri lagi menuju tempat pesan makanan.
Juliet memperhatikan Romeo yang memesan makan dan minum. Gadis itu tampak khawatir melihat mata panda di pria yang terang-terangan menyatakan cinta padanya.
Apa semalam si Rombeng tidak bisa tidur?
Romeo berjalan menuju mejanya bersama Juliet namun hawa dingin tiba-tiba menyerangnya.
"Kamu kenapa Jules?" tanya Romeo takut-takut.
__ADS_1
"Kamu itu semalam tidur nggak sih?"
Eh? Gimana mau tidur kalau aku terlalu bahagia kemarin?
"Ti..." Romeo bergidik melihat wajah judes Juliet. "Ku...rang..."
"Kenapa?"
Masa aku bilang nggak bisa tidur membayangkan kalau kita menikah, bakalan seperti kemarin. Kamu mengambilkan makanan buat aku... "Aku ingat ada quiz hari ini, jadinya aku belajar semalam..."
"Rombeennggg! Kan kamu baru sehat dikit!" Juliet menendang kaki Romeo.
"Aduuuhh! Ya ampun Jules! Kenapa sih cewek-cewek di keluarga kamu bar-bar semua!" Romeo mengaduh sambil mengelus tulang keringnya yang kena tendang.
"Yang bar-bar cuma aku doang!"
"Nggak ya Jules! Kakakmu Blaze sama Leia apa kabar? Aku tahu ceritanya dari Val kalau mbak Leia pernah menghajar preman saat pulang kuliah malam!"
Juliet melongo. Rombeng tahu juga?
"Terus kamu pas ke Tokyo apa kabar?! Mbak Leia sama kamu juga bar-bar kan? Belum mbak Blaze yang menghajar teman kuliahnya!"
Juliet memegang pelipisnya. Semoga cuma tahu soal dua anak mafioso itu saja! Jangan sampai tahu soal mbak Zee yang menghajar pangeran Belgia sebelum menikah dan mbak Nadira yang menghajar bang Pedro.
"Jules... Yang bar-bar saudaramu cuma mereka kan?" Romeo memicingkan matanya.
"Sementara..." jawab Juliet pelan.
"Apa?" Romeo melongo. "Jangan bilang sepupumu lainnya yang masih kecil-kecil sudah ada bibit bar-barnya..."
"Lha mau gimana. Keturunan... " cengir Juliet.
"Ngomong - ngomong, kamu kenapa cemberut?"
"Apartemen yang aku incar sudah diambil orang ..."
"Lha? Terus gimana?"
"Kepaksa satu gedung apartemen sama mbak Gemini. Padahal mbak Gemini bentar lagi lulus. Mbak Mintang malah apartemennya beda lagi karena kampusnya berbeda sama kampus kami meskipun satu universitas."
"Lha memang kenapa kalau sama mbak Gemini?"
"Orangnya penakut tapi demen nonton film horor. Kan payah! Jadi aku nantinya diseret suruh nemenin! Males kan?"
Romeo tertawa.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️