Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
1 Januari


__ADS_3

Kediaman Keluarga Reeves, kamar Valentino


“Deya, kamu nggak usah dengerin kerusuhan ya. Mereka cuma menggoda bang Antonio, bukan kamu” ucap Nadira sambil menggunkan bahasa isyarat dengan tangannya.


Tapi Deya kasihan lihat bang Antonio diledekin begitu, mbak.


“Whaaaaaattttt?” seru semua sepupunya membuat Savrinadeya terkejut.


“Dengar Deya, kalau sampai si mafia turin bujang lapuk karatan ini sampai menangis, bukan laki-laki Bianchi namanya! Diragukan!” ucap Luke judes tanpa memperdulikan Antonio duduk di sebelahnya dengan tatapan ingin mencekik sepupunya.


Savrinadeya hanya menatap kasihan melihat pria Italia itu dijadikan bulan-bulanan sepupunya yang terkenal durjana.


Maaf. Savrinadeya mengucapkan dengan bahasa isyarat yang membuat Antonio tersenyum.


It’s Okay. Balas Antonio dengan bahasa isyarat juga membuat gadis cantik itu melongo.


“Wah! Sejak kapan elu bisa bahasa isyarat, Tomat?” seru Blaze yang tidak percaya melihat sepupunya yang juga berprofesi sebagai dosen, bisa seperti itu.


“Sejak tahu Deya tuna rungu jadi aku belajar meskipun yang sederhana.”


“Kayaknya dia beneran deh jatuh cinta sama kakakku. Bang, kalau mau kakakku, banyak syarat yang harus dipenuhi tapi yang paling utama adalah, semua tergantung kakakku mau sama abang artau tidak! Percuma kan abang jatuh bangun sampai seperti ini tapi mbak Deya nggak mau sama kamu” ucap Devan pedas.


“Lu galak banget Dev” komentar Eagle.


“Iya… soalnya yang menjalani kan mbak Deya bukan aku” ucap remaja berusia 13 tahun itu. Devan sendiri merasa bahwa dirinya harus menjadi pelindung kakaknya karena tahu sifat Savrinadeya paling lembut dibandingkan dengan sepupu perempuan yang lain.


“Ini malam tahun baru malah bahasnya gado-gado sedangkan tahun lalu, kita malah menghabiskan di kantor polisi…” gumam Arkananta.


“Kan asyik tuh Ka, gelut sekalian olah raga terus gangguin pak polisi yangb sombong tidak mau dibantu memecahkan kasus sama aku, Shinichi bukan Kudo…”


“Kita ditangkap polisi juga gara-gara kamu, Shinchan!” hardik Valentino kesal apalagi mengingat besoknya harus mencuci mobil di musim salju.


“Bukankah itu seru?” balas Shinichi cuek.


“Eh habis Jakarta, mana lagi yang ganti tahun?” tanya Juliet. “Dubai ya?”


“Iya habis Dubai, terus London dan Turin baru New York terakhir” jawab Radyta.

__ADS_1


“Eh iya, Gemini jadi kerja di PRC Jakarta?” tanya Bayu.


“Jadilah! Radyta juga pulang ke Jakarta meskipun Oom Enzo menawarkan magang di FH Custom Dubai tapi…”


“Tapi aku milih di Jakarta urus perusahaan papa dan Opa disini” sambung Radyta.


“Yang penting kita tetap menjaga warisan keluarga besar dan jika perlu, melebihi dari orang tua kita. Dan jika kalian ada kesulitan, alangkah baiknya kita mengadakan pertemuan untuk mencari solusinya. Kalau soal perusahan milik keluarga Pratomo, jangan diam saja jika ada masalah. Kalian pikir orang tua kita tidak menghadapi masalah perusahaan? Apalagi saat dunia mengalami resesi. Perusahaan kita juga sama menghadapi masalah tapi semua opa, papa, oom dan tante mengadakan rapat pemegang saham keluarga untuk mencar jalan agar pabrik, pembangunan yang sedang berjalan tidak sampai mangkrak, pemasukan tetap ada dan para pegawai tidak di PHK. Beruntungnya kita semua memiliki cadangan dana yang memang sudah dipersiapkan jika terjadi hal-hal seperti ini” ucap Luke panjang lebar membuat semua orang disana terdiam membenarkan situasi yang terjadi beberapa waktu lalu.


“Kita semua itu keturunan orang-orang hebat, orang-orang tahan banting meskipun minusnya durjana dan menistakan ke sesama saudara itu juga berlangsung tanpa melihat usia… Tapi, seperti pesan Oma Kaia, kamu boleh berantem sama saudara kamu asal bukan uang, bukan wanita atau pria ataupun ingin menguasai perusahaan keluarga. Bagaimana pun ini adalah rumah kamu, tempat kamu bernaung dan kemana lagi kita meminta bantuan kalau bukan ke keluarga sendiri.” Bayu menatap ke semua sepupunya. “Sekarang aku tanya, apakah kalian merasa kekurangan harta benda? Nggak kan? Kalian berlebih! Jadi kalau sampai ada yang kurang, Saru!”


“Hah? Monyet ( saru \= monyet bahasa jepang )?” celetuk Shinichi.


“Itu mah elu! Saru itu tidak elok ( bahasa Jawa ), tak patut!” omel Bayu.


“Kalau kata Opa buyut Eiji, kita memang harus rajin menabung, urip kuwi sak madya ( hidup secukupnya ) jangan selalu merasa kurang terus. Bersyukur kita dilahirkan di keluarga yang sudah gold spoon ( sendok emas istilah keluarga Sultan ) karena tidak semua bisa seperti kita” celetuk Juliet yang membuat semua orang melongo.


“Jules? Waras?” tanya Arkananta. “Kok tumben elu bener?’


“Perlu gue bacain ayat kursi?” goda Damian durjana.


“Ya Allah Gusti, gue ngomong serius, kok pada bengong sih semua?” sungut Juliet kesal.


“Kenapa Va?” tanya Romeo.


“Bisa bikin dia berpikir dewasa” senyum saudara kembar Raveena dan semua orang membenarkan putra Pandu Dewanata dan Reana O’Grady itu.


Juliet tampak termenung. Apakah benar Rombeng yang merubah pola pikir aku tanpa aku sadari?


***


Usai mengucapkan selamat tahun baru buat saudara di Dubai dan London, ketiganya pun berpamitan karena sudah mulai mengantuk dan Juliet pun keluar kamar kakaknya.


“Perlu aku antar, Jules?” tawar Romeo.


“Aku bilang nggak usah tetap kamu antar kan?” senyum Juliet dengan mata sudah lima watt.


Romeo tersenyum lalu menggandeng gadisnya yang sudah mengantuk menuju kamarnya.

__ADS_1


“Sudah sampai. Aku tidur dulu ya Rombeng” ucap Juliet dengan suara serak khas nya kalau sudah mengantuk.


“Iya…” Romeo menatap lembut ke Juliet.


“Dah kamu bobok sana…” gumam gadis itu mulai tidak jelas.


“Jules…” Tiba-tiba tubuh Juliet ambruk di dada Romeo dan terdengar suara dengkuran halus dari gadis itu. “Astaganaga… kamu tidur?”


Romeo lalu memapah tubuh Juliet masuk ke dalam kamarnya dan meletakannya diatas tempat tidurnya. Dengan lembut Romeo menyelimuti gadis itu dan mencium keningnya. “Selamat bobok.” Pria itu lalu menyalakan AC kamar Juliet dan keluar dari sana.


***


“Adikku sudah tidur?” tanya Valentino yang sudah menyiapkan kasur untuk Romeo.


“Kamu tahu, dia langsung ambruk di badanku dan tertidur” kekeh Romeo.


“Jules mah kalau sudah ngantuk berat ya sudah langsung groookkk syuuuuttt” senyum Valentino.


“Thanks V” ucap Romeo.


“Soal apa?”


“Merayakan ulang tahun tidak sendirian, merusuh bersama dengan saudara kamu… Dan ternyata dibalik kerecehan kalian, tersembunyi pola pikir dewasa soal perusahaan keluarga, saling tolong menolong tanpa tapi…”


“Itu memang didikan sejak Opa buyut Adrian yang diwanti-wanti oleh eyang buyut Arga Pratomo. Silisilah keluarga aku panjang Rombeng, tapi kami harus saling guyub dan tidak boleh ada keributan antar saudara sebab jika terjadi, kamu bakalan dicoret dari silisilah keluarga dan tidak mendapatkan bagian sepeser pun! Tak heran jika kami mencari pasangan yang tidak silau harta benda karena itu akar permasalahan di setiap orang dan keluarga.”


“Terimakasih kamu sudah menerima aku sebagai bagian dari keluarga.”


“Itu kan doa Oma Nieva yang ingin berbesan dengan keluarga aku.”


“Hu um. Dah kita tidur V, aku sudah mulai mengantuk.”


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don’t forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️😊❤️


__ADS_2