Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Kembali ke Jakarta ( END )


__ADS_3

Menjelang subuh akhirnya rombongan para pria itu tiba ke Jakarta dan Romeo langsung menuju kamarnya yang sudah dipersiapkan oleh Hoshi dan Haruto.


Romeo melihat Juliet sudah bangun dan bersiap untuk melaksanakan ibadah subuhnya, tampak terkejut suaminya sudah datang.


"Kamu mau mandi dulu Rombeng?" tanya Juliet sambil meletakkan sajadahnya.


"Aku mandi terus wudhu. Kita jamaah ya Jules, untuk pertama kalinya aku jadi imam kamu resmi, official, ada suratnya" senyum Romeo.


"Oke. Aku tunggu, dan aku siapkan semuanya." Juliet mengambilkan sarung dan baju Koko dari dalam koper Romeo sedangkan pria itu sudah membawa pakaian dalam dan kaos oblong ke dalam kamar mandi.


***


Juliet mencium punggung tangan Romeo usai mereka melakukan ibadah subuh dan pria itu mencium keningnya lembut.


"Tadi kemana saja di Bandung?" tanya Juliet ke Romeo setelah melepaskan mukenanya.


"Ke rumah makan yang jual batagor di buah batu, lalu muter-muter Bandung terus kita nongkrong di restauran daerah Dago yang buka 24 jam. Dan Arka sudah menyiapkan semuanya" jawab Romeo sambil menyimpan kembali sarung dan baju kokonya. Sekarang keduanya memilih tiduran di tempat tidur karena ingin mengobrol setelah Romeo diculik oleh para pria paripurna.


"Kamu tahu, tadi aku dan Val bertemu dengan pak Ilham, guru matematika kita pas kelas satu. Tapi pas kamu masuk, beliau sudah pensiun. Dia di restauran bersama dengan keluarganya."


"Keluarganya apa nggak kaget melihat kalian semua?" kekeh Juliet.


"Iya, pada bengong" cengir Romeo.


"Pak Ilham masih ingat kalian?"


"Alhamdulillah masih."


Juliet memeluk Romeo erat.


"Kamu kenapa Jules? Minta unboxing sekarang?" goda Romeo.


"Kamu tidak apa-apa jika kita menunda anak setahun?" Juliet menatap Romeo serius.


"Tidak apa-apa Jules. Lagipula, aku setuju dengan keputusan kamu untuk menunda karena aku masih ingin berdua dengan kamu selama aku mengambil spesialisasi jantung." Romeo menunduk ke arah Juliet. "Terserah orang lain mau bilang apa yang tahu kan kita berdua. Mau dibilang egois, hei yang nikah gue sama Jules, dan yang punya rencana kita berdua bukan salah satu. Kagak usah julid deh!"


Juliet tertawa. "Warga +62 kan memang julidly plus kepopers. Senang rusuhi orang lain tapi giliran dia dirusuhi, nyolot!"


"Sudah ah! Jadi unboxing nggak nih?" Romeo tersenyum jahil.


"Ya ampun, Rombeng! Kagak ada romantis sama sekali kamu!" cebik Juliet sebal.


Romeo hanya tertawa lalu mencium kening Juliet. "Terimakasih sudah mau menikah denganku..."


"Terimakasih sudah mau bersabar denganku..."

__ADS_1


Romeo mencium bibir Juliet lembut namun setelahnya keduanya saling membalas dengan panas hingga malam unboxing yang tertunda bisa dimulai. Apalagi para durjana juga sedang sibuk terlelap.


Suara desa**Han dan pekikan pelan saat Romeo berhasil menembus milik Juliet terdengar di kamar pengantin itu. Entah siapa yang memulai, setelah berhasil menembus, keduanya semakin memanas membuat tempat tidur mereka acak-acakan.


Keduanya tidak perduli, yang penting perasaan, naf*su, hormon estrogen, testosteron, dan progesteron saling mengimbangi. Ditambah endorfin semakin membuat mereka relaks, senang dan membuat nyaman.


***


Romeo mendekap erat tubuh polos Juliet yang masih berantakan nafasnya. Keduanya sama-sama tidak menyangka akan bisa begitu panas di saat pertama mereka.


"Ya ampun Jules ... Wow! Tadi itu... " ucap Romeo sedikit terengah.


"Iya... kamu wow, disini aw!" pendelik Juliet sambil menunjukkan area pribadi miliknya.


"Aku sudah sedia salep untuk mengurangi lecet kok Jules..." senyum Romeo. "Sudah persiapan!"


"Dasar pak Dokter!"


"Jules, tadi aku keluar di dalam ... Gimana?"


"Aku sudah pakai patch kok. Kata Oma Gendhis, sementara pakai itu lebih aman dan efeknya nggak seperti minum pil KB atau suntik." Juliet memperlihatkan patch di lengannya.


"Kukira tadi malah koyo yang dipasang disitu. Belum diapa-apakan kok sudah pakai koyo?" gumam Romeo membuat Juliet mendelik sebal.


"Kamu memilih itu karena lebih gampang ya Jules?"


"Karena aku masih muda, Oma Gendhis tidak mengijinkan aku suntik, IUD atau minum pil KB. Jadi yang aman ya pakai ini saja. Sudah dikasih tahu caranya kok."


Romeo mengangguk. "Pil dan suntik memang efeknya macam-macam. Senyamannya kamu saja Jules."


"Iya" jawab Juliet.


Romeo menarik selimutnya. "Tidur bentar yuk, aku ngantuk."


Tak lama keduanya pun terlelap sembari berpelukan.


***


Siang Harinya


Romeo dan Juliet sedang menikmati acara makan siang di hotel ketika terjadi kehebohan di keluarganya.


Krisna Rao tampak panik ketika mengetahui Gemintang, istrinya pergi. Semua sepupu pria Juliet yang masih berada di hotel langsung menghubungi keluarga yang berada di rumah, bertanya apakah Gemintang berada disana.


"Mas Bayu, ada apa?" tanya Juliet yang terpaksa memakai kaos turtle neck hitam demi menutupi tanda merah dari Romeo saat menghampiri sepupunya yang tampak heboh di lobby hotel.

__ADS_1


"Gemintang menghilang. Tampaknya pergi bersama Garvita dan Gabriel!" jawab Bayu.


Romeo dan Juliet saling berpandangan. "Gemintang kabur?"


***


Mansion Giandra Jakarta


Sekarang pasangan pengantin itu melihat bagaimana terpuruknya Krisna ditinggal oleh Gemintang. Terlepas dari cara Krisna berusaha mendapatkan Gemintang dengan begitu menyebalkan, semua orang tahu kalau pria itu sangat mencintai sepupu Juliet.


Setelah Anarghya memberikan obat penenang dan dibawa Bayu serta Gasendra ke kamar tamu, semua anggota keluarga pun tampak menatap tajam ke arah Ayrton, Haris dan Fathir.


Juliet hanya saling berpandangan dengan Romeo dengan drama yang terjadi sehari usai mereka menikah.


"Maaf ya Rombeng kalau jadi ada telenovela di keluarga aku" jawab Juliet.


"Tidak apa-apa Jules. Semoga keduanya diberikan jalan yang terbaik." Romeo merangkul bahu istrinya yang meletakkan kepalanya di bahu suaminya.


"Aku kasihan sama Mbak Mintang. Aku tahu karena aku kuliah di Singapura dan selama itu dia selalu meminta agar aku tidak cerita apapun ke papa macan." Juliet menggenggam tangan Romeo.


"Hebat Mintang kuat mentalnya tapi kalau sampai dia pergi, berarti dia sudah terlalu lelah..." gumam Romeo.


"Apakah kamu akan lelah padaku, Rombeng?" Juliet mendongakkan wajahnya menatap Romeo.


"Jules, apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama meskipun dalam perjalanan rumah tangga pasti ada pasang surut, bahagia sedih tapi jika kita saling terbuka, komunikasi baik, tidak ada yang ditutupi... Insyaallah aku tidak akan pernah lelah padamu. Apalagi mengingat kamu hampir meninggalkan aku... Itu adalah hal yang selalu aku ingat sampai kapanpun..."


Juliet tersenyum lalu memeluk erat tubuh Romeo.


"Love you Rombeng..."


"Love you too Jules. Mbok jangan panggil aku Rombeng tho..." kekeh Romeo.


"Iiiisshhhh itu kan panggilan kesayangan!" cebik Juliet sambil mencium pipi Romeo.


***END***


Juliet dan Romeo End


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2