Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Diatas Langit Masih Ada Awan Cumulonimbus


__ADS_3

"Apa maksudmu mereka adalah Oom dan Tantemu? Mungkin malah kamu yang ngadi-ngadi!" balas Susan sinis dengan nada mengejek.


"Oh. Apa aku belum memperkenalkan siapa namaku?" Juliet menoleh ke Romeo. "Sayang, memangnya kamu tidak memberitahukan namaku?"


"Tampaknya aku belum memberitahukan sayang. Bukankah kita suka privacy?" balas Romeo sambil menyesap kopinya.


"Oh iya. Halo, namaku Juliet Reeves." Juliet tersenyum ke Susan.


"Juliet? Juliet?" Susan tertawa terbahak-bahak. "Sok-sokan ala Novel Romeo and Juliet!"


"Ralat. Romeo dan Juliet bukanlah novel melainkan act played yaitu tulisan untuk teater yang kemudian disusun menjadi novel. Sama halnya dengan Hamlet dan Henry V."


"Sok Tahu!" bentak Susan.


"Hanya meluruskan. Oh aku lupa kamu bukan tipe orang yang suka membaca dan belajar sesuatu. Jangan-jangan kamu masuk kedokteran karena koneksi ayahmu?" sindir Juliet dengan nada meremehkan.


"Hah! Paling kamu juga sama!"


"Eits, sorry ya. Meskipun papaku bukan dokter bedah terkenal" Juliet menaik turunkan jari telunjuk dan tengah kedua tangannya. "Tapi soal sekolah, aku masuk dengan otakku sendiri. Tidak ada sogok menyogok atau menggunakan fasilitas orang tua kecuali biaya sekolah. Tidak bisa masuk sekolah yang kamu inginkan, ya berarti itu salah kamu!"


"Tahu apa kamu!"


Juliet mendekati Susan dan menatapnya tajam. "Aku akan cari tahu siapa kamu sampai sedetail-detailnya dan jangan menangis jika aku mendapatkan semua aibmu hingga sekecil apapun!" Bibirnya tersenyum yang entah mengapa membuat Susan merinding. "So, mumpung kamu belum aku umbar aibmu, lebih baik kamu jauhi Romeo, karena dia adalah milikku !"


"Kamu hanya menggertak!" desis Susan dengan nada bergetar. Tidak, cewek ini tidak mungkin tahu apapun.


"You'll see kalau kamu tidak mau menjauh dari calon suamiku" ancam Juliet.


"Juliet? Ngapain kamu disini?"


Kelima gadis itu menoleh ke belakang dan tampak seorang wanita dengan tubuh tinggi langsing dan wajah anggun berdiri disana. Mata hitamnya menatap satu persatu gadis yang kesannya hendak mengeroyok Juliet.


"Tante Dhita? Lho kok Tante disini?" sapa Juliet sambil menghampiri Anandhita lalu mencium punggung tangannya dan Anandhita membalas dengan cipika cipiki.


"Tante kan urus coas bedah disini. Ayo kalian segera kumpul bukan main gerombolan disini!" Anandhita menatap tajam ke Susan dan genknya yang terkejut melihat keakraban Juliet dan dokter bedah terkenal itu.


Buru-buru kelima gadis yang memakai sneli itu langsung pergi menuju ruang coas. Romeo pun mengambil snelinya dan mengangguk ke arah Anandhita.


"Tunggu Romeo!" panggil Anandhita ke arah kekasih Juliet.


"Iya dokter Dhita." Romeo menatap Tante Juliet itu dengan wajah polos.


"Untuk kali ini kamu lolos dari hukuman! Sudah ke tempat coas sana!" perintah Anandhita.


"Baik dok. Assalamualaikum." Romeo mengedipkan sebelah matanya ke Juliet. "Sekolah dulu Jules." Pria itu pun meninggalkan Anandhita dan Juliet yang masih memasang wajah bingung.


"Tante, ada apa ini?" tanya Juliet bingung.


"Kamu akan tahu nanti sayang." Anandhita mencium kening keponakannya. "Jaga hati kalian masing-masing. Tante senang kamu bersama Rombeng."

__ADS_1


Juliet memeluk Anandhita. "Terima kasih Tante."


***


Kediaman keluarga Reeves


Juliet tadi sengaja meminta jemput oleh Ethan, pengawal dan sopir nya ke RS Cipto Mangunkusumo dan kini dirinya sudah berada di kamarnya.


Gadis itu mulai membongkar semua tentang Susan Sandra yang dimulai dari semua akun sosial medianya hingga Juliet bisa membongkar semua nilai akademi Susan dari SD hingga kuliah di kedokteran.


Aku suka jaman teknologi. Juliet memang tidak sepintar kakaknya Valentino tapi dirinya pernah diajari oleh Oomnya Benjiro Smith.


Wah wah wah... Nona manja ini ternyata nakal juga ya? Juliet tersenyum smirk. Aku simpan saja sebagai kartu As kalau masih ngejar-ngejar Rombeng.


***


RS Cipto Mangunkusumo Jakarta


"Romeo!" panggil Susan ke Romeo yang sedang berdiskusi dengan coas lain.


"Apa Susan?"


"Kamu serius sama cewek tadi? Memangnya dia bisa apa? Paling sama dokter Anandhita hanya kenal begitu saja. Siapa pun kan bisa saja mengaku keponakannya!"


Romeo tersenyum smirk. "Jadi kamu masih tidak percaya?"


"Halah! Memang siapa dia?"


Susan menatap Romeo seolah meremehkan. "Siapa yang tidak mengenal perusahaan import mobil mewah itu?"


"Juliet adalah putri Quinn Reeves, CEO Giandra Otomotif Co."


Susan melongo.


"See, Susan. Aku jatuh cinta dengan Juliet bahkan dari SMA dan aku tidak melihat dia putri siapa, tapi yang aku lihat kepribadiannya. Kami sudah berpacaran empat tahun ini dan akan menikah jadi kamu tidak ada ruang dimana pun. Jadi, jangan mengarang bahwa aku akan menjadi milikmu. Oh, kalau kamu mau mempersulit kuliah aku, silahkan. Aku tidak takut karena itu sama saja kamu memanfaatkan karier ayahmu." Romeo lalu meninggalkan Susan yang kesal luar biasa karena ternyata kekasih pria itu bukan anak sembarangan.


Awas kamu Juliet! Dikira aku takut sama kamu! Lihat saja! Romeo akan aku rebut!


***


Kamar Juliet


"Jadi kamu tadi mengkonfrontir si ulat gatel itu?" tanya Valentino ke adiknya yang masih asyik di kamar.


"Iya mas."


"Dan kamu sekarang mencari aib cewek getah itu? Sendiri?"


Juliet menoleh ke arah kakaknya. "Jangan remehkan Jules lah! Kan Oom Benji udah ngajarin dan aku baru kali ini cari aib orang sebagai kartu as kalau dia masih ngeyel ngejar Rombeng!"

__ADS_1


"Kamu sudah serius? Sudah yakin?"


"Insyaallah mas. Bagi aku, Romeo adalah jodohku meskipun aku agak telat menyadari."


Valentino memeluk adiknya. "Alhamdulillah, kamu sudah sadar Jules. Jadi mas V tinggalkan ke MIT ayem. Karena kamu sudah ada Romeo yang akan selalu melindungi kamu."


"Mas V sendiri gimana sama Katya?" Juliet bertanya kepada kakaknya.


Valentino melepaskan pelukannya. "Makanya Mas V ambil master di MIT karena Katya mau masuk Harvard."


Juliet tersenyum senang karena akhirnya Valentino mau mengejar cewek cantik itu.


"Kejar dia mas. Aku suka Katya."


"Mas V juga suka Kay."


"Papa macan sama mama macan gimana?"


"Mereka setuju kok. Apalagi tahu Kay cucunya opa Storm Grimaldi jadi mereka oke-oke saja" senyum Valentino.


"Semangat mas!"


"Thanks dik."


***


Malam harinya Romeo datang ke kediaman Keluarga Reeves dan seperti biasa ikut makan malam bersama dengan mereka.


"Haruto dan Megumi kemana lagi Rom?" goda Levi saat melihat pacar cucunya datang.


"Sekarang ke Papua Opa."


"Setidaknya masih di Indonesia lah, nggak diluar negeri. Sampai kapan?"


"Insyaallah sampai lusa Opa."


"Kuliahmu gimana?" tanya Yanti.


"Sudah masuk coas Oma. Insyaallah sebentar lagi selesai dan bisa ambil spesialis jantung seperti Opa Fuji dan Opa Nathan."


"Bagus lah ada penerusnya. Oma berpesan, jadilah dokter yang humble jangan pilih - pilih pasien. Kamu tahu, Opa Nathan dan Opa Fuji memang mematok tarif mahal buat pasiennya yang berduit tapi mereka membebaskan biaya bagi pasien tidak mampu. Karena bagi mereka, menjadi dokter itu harus punya hati, jangan hanya berpikir materi saja" pesan Yanti.


"Iya Oma" jawab Romeo patuh lalu menoleh ke Juliet yang tersenyum manis.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2