
Ruang Kerja Hoshi Reeves di kediaman keluarga Reeves
Hoshi menatap putra Haruto dan Megumi Akihiro itu dengan tatapan menusuk. Dirinya merasa kesal pagi-pagi Romeo meminta ijin untuk berbicara empat mata dengannya.
Masih dengan membawa cangkir kopi masing-masing, berdua memilih minum terlebih dahulu sebelum masuk ke menu utama.
Coffee in the morning
Coffee everyone?
"Apa hal kamu pagi-pagi datang kemari, masih muka bantal, terus minta bertemu dengan saya?" tanya Hoshi ke Romeo yang sudah menghabiskan separuh kopinya.
"Oom Quinn. Saya mengenal Oom Quinn enam tahun ini kan?"
"Iya. Kamu cucunya Oma Nieva dan keluarga kami sudah mengenal keluarga kamu sejak lama." Hoshi menatap Romeo. "Jangan bilang..."
"Saya ingin menikah dengan Juliet tahun depan."
Hoshi melongo. "What? WHAAAATTTT?"
"Iya Oom..."
Hoshi menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Rombeennggg! Kamu jangan bikin saya jantungan pagi-pagi!"
"Maaf Oom Quinn tapi semalam saya dan Juliet sudah membahas soal hubungan kami. Dan kami... Saya ingin agar hubungan kami legal, dan Juliet juga tidak keberatan. Jules bilang setahun kami menunda anak baru karena ingin bekerja setelahnya kami memiliki anak..."
"Hah? Anak? Kamu sudah DP duluan?" bentak Hoshi marah.
"Hah? DP? Oh nggak Oom Quinn! Saya tidak berani lah. Bukan Oom, dengar dulu pelan - pelan..."
"Kamu mau menikah dengan Jules tahun depan terus apa tadi...menunda punya anak soalnya Jules mau kerja dulu... Oh my God!" Hoshi memegang pangkal hidungnya.
"Maaf Oom Quinn, tapi melihat Juliet kemarin membuat saya tidak mau kecolongan lagi. Saya tidak sanggup jika ... Bottom line Oom, saya salah kemarin tidak melindungi Juliet ... Dan saya..."
"Rom, kecelakaan kemarin itu bukan salah kamu. Posisi kamu tidak memungkinkan untuk menolong Jules ..."
"Iya Oom tapi sampai detik ini saya masih terbayang kejadian itu dan..."
"Romeo Akihiro! Dengar! Tidak hanya kamu yang trauma melihat Juliet seperti itu!" bentak Hoshi. "Apa hanya kamu saja yang merasa tidak mampu melindungi Juliet? Saya ayahnya, Romeo. Seorang ayah seharusnya melindungi anak perempuannya lebih keras daripada anak laki-laki! Tapi yang namanya musibah, kita tidak pernah tahu! Satu hal yang saya dan mama macan syukuri, Juliet masih hidup, masih bersama kita.!"
Romeo menunduk dan air matanya mengalir. "Saya merasa gagal menjadi kekasihnya, Oom..."
__ADS_1
"Apalagi saya Rom. Intinya kita sama-sama mencintai dan menyayangi Juliet dengan caranya masing-masing." Hoshi berpindah duduk ke sofa panjang dan duduk bersama Romeo. "Rom, sebagai seorang ayah, ada rasa kehilangan jika anak-anak kita diambil oleh orang lain. Ada rasa kekhawatiran apakah anak kita aman, anak kita dicintai seperti kita mencintainya, apakah anak kita dirawat dengan baik oleh pasangannya... Itu hal yang wajar."
Romeo menoleh ke Hoshi.
"Apa Oom Quinn juga mengalami hal yang sama dengan Opa Abrisam?"
Hoshi terkekeh. "Posisi saya hampir mirip denganmu Rom. Mengenal mama macan dari jaman dia putih biru, keluarga kami saling mengenal tapi bedanya, saya nikung mama macan dari Yudha."
"Oom Yudha yang di Dubai?" Romeo menatap Hoshi bingung.
"Yup. Bukan hal yang patut dibanggakan tapi saat itu Oom merasa harus merebut Tante Rina dari Oom Yudha."
Romeo tersenyum. "Pasti ada alasan mengapa Oom Quinn sampai berbuat hal yang sedikit tidak etis."
"Ohya ... Dan itu biar kami saja yang tahu" senyum Hoshi smirk. ( Baca Hoshi, My Tiger )
"Jadi bagaimana Oom Quinn? Apakah saya diijinkan menikahi Juliet tahun depan? Ada rasa ingin ditemani Juliet saat saya nanti mengambil spesialisasi jantung. Rasanya kok nyaman disaat kita berkutat dengan belajar, ada pasangan yang menemani."
Hoshi memindai pria yang masih muda tapi pola pikirnya sudah jauh ke depan. "Rom, jika kamu sudah siap mengarungi hidup berumahtangga, Oom memberikan restu sama kamu. Tapi ingat ucapan Oom. Jangan kamu sakiti Juliet, bersikaplah menjadi suami yang bijaksana karena kamu tahu sendiri kan bagaimana sifatnya Jules? Dan...jika kamu dan Juliet sudah saling bosan... kembalikan dia pada kami baik-baik. Tapi yang ini, Oom harap tidak terjadi."
"Insyaallah tidak Oom. Memang kita tidak tahu kedepannya bagaimana karena kita belum kesana tapi saya dan Jules berusaha menjalankan kehidupan rumah tangga kami dengan saling terbuka seperti halnya kita pacaran."
Hoshi mengacak-ngacak rambut Romeo. "Oom percayakan Juliet sama kamu Rom. Jangan kecewakan kami."
"Iya Oom. Karena jika saya membuat kecewa kalian, saya bakalan digantung di pohon mangga kan Oom?"
***
Hoshi mengumumkan kepada keluarga besarnya termasuk Abrisam dan Chitra yang datang semalam untuk menginap disana karena menurut rencana para Opa dan Oma hendak menjenguk Juliet dan Hyde, putra Luke dan Rin yang berada di rumah sakit yang sama.
"Kamu serius Rom?" tanya Rina ke pria berdarah Jepang itu.
"Serius Tante Rina" jawab Romeo tegas.
Abrisam lalu menyalami kekasih cucunya. "Opa senang Juliet mendapatkan pria yang baik dan bertanggung jawab." Romeo lalu memeluk Opa berdarah Arab itu.
"Saya yang berterima kasih diterima di keluarga besar ini..." senyum Romeo.
"Juliet kalau nakalin kamu, marahi Rom. Jangan kamu manjakan!" tegur Chitra sok galak. "Memangnya Oma tidak tahu bagaimana sifatnya anak satu itu."
"Duh Oma, Jules lagi galau, jangan dimarahi lah."
"Kenapa?" tanya Levi kepo.
"Mundur ujian skripsi nya tapi bisa via online kok" senyum Romeo.
__ADS_1
"Yang penting sudah ujian skripsi, soal wisuda kan bisa menyusul kalau sudah sehat" timpal Yanti.
Romeo mengangguk.
***
Pagi ini Romeo kembali menjadi coas di RS Cipto Mangunkusumo divisi bedah dan Anandhita sekarang yang menggantikan dokter Harry Sandoro sebagai ketua koordinator bedah.
"Juliet gimana Rom?" tanya Anandhita. "Sudah bisa bergerak kaki kirinya?"
"Alhamdulillah sudah dok. Ini dia ngabari lihat keponakannya yang dibawa sama mbak Rin."
"Ih anaknya si Luke itu gemesin banget! Tapi aku tetap Oma cantik lah!" kekeh Anandhita.
"Iya deh dok. Semua Tante nya Juliet Oma cantik-cantik" gelak Romeo.
"Yuk kita mulai visite!" ajak Anandhita.
***
Ruang Rawat Inap Juliet
"Ya ampun Hyde lucu banget!" seru Juliet yang senang melihat keponakannya datang bersama Rin dan Luke.
"Iya Tante Juliet, katanya aku lebih mirip ke Okāsan daripada ke otosan" cengir Rin sambil menatap putra lucunya.
"Tapi memang mirip mbak Rin sih daripada bang Lukie" senyum Juliet yang membuat Luke semakin manyun.
"Kalian tuh memang de!" sungut Luke sambil duduk manis di sofa.
"Kemarin pada aku tinggal lahiran ya?" Rin menoleh ke Juliet. "Duh maafkan ya."
"Mbak Rin tuh gimana! Wong mau brojolan kok malah mikir yang pada zoom" kekeh Juliet.
"Jules, apa benar kamu mau nikah tahun depan?" Luke menatap adiknya lembut.
"Insyaallah bang."
Luke lalu berdiri dan memeluk Juliet. "Adikku sudah dewasa."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️