
Ruang Rawat VIP RS PRC Group
Para Opa dan Oma sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing begitu juga dengan Arimbi dan Rina yang diminta oleh suami masing-masing untuk pulang karena besok gantian mereka yang akan menjaga Juliet.
Dan kini setelah Juliet tidur setelah diberikan penenang dan pain killer, para pria tampak serius mendengarkan cerita Romeo dari awal.
"Jadi dokter Harry Sandoro meminta kamu memutuskan hubungan mu dengan Juliet, untuk menikah dengan anaknya plus ancaman nilai bedah kamu jeblok?" Anarghya menatap Romeo tajam.
"Iya Oom Arga. Dan tadi itu harusnya aku test sama dokter Harry."
Hoshi, Bima, Anarghya, Travis, Valentino, Arkananta dan Nelson saling berpandangan. "Apakah kalian berpikiran hal yang sama?" Hoshi menatap semua orang disana.
"Apa maksudnya Oom Quinn?" tanya Romeo bingung. Jujur setelah melihat gadisnya ditabrak, Romeo seperti tidak fokus dan konsentrasi bubar.
"Receh banget caranya" gumam Travis.
"Receh tapi b@ngs@t!" umpat Valentino.
"Aku akan cari orang itu!" Bima lalu menelpon David Hakim Satrio. "Pid, kita harus menyeret orang malam-malam!"
"Apa ada yang bisa mengatakan sesuatu atau soal apa ini?" Romeo menatap semuanya.
"Kamu tidak paham Rombeng?" Hoshi menatap Romeo. "Juliet sengaja dicelakakan agar kamu tidak ikut test dan menghancurkan nilai coas kamu dan kamu memohon ke dokter Sandoro... Sampai disini kamu paham Rombeng?"
Romeo melongo. "Son of the b***h!"
"Sampai terbukti si sundel bolong memang otak kejadian ini, aku tidak akan melakukan apa-apa pada Harry Sandoro" ucap Anarghya.
"Ah, iya kamu kan ketua persatuan dokter bedah seluruh Indonesia. Satu kalimat menjatuhkan darimu..."
"Habis kariernya, bang Travis."
"Cewek uget-uget itu memang tidak perduli menghancurkan karier ayahnya yang penting mendapatkan kamu!" ucap Valentino.
***
David Hakim Satrio datang ke rumah sakit dengan baju hitam-hitam layaknya ninja. Bima menyambut mantan letnan polisi itu di lobby rumah sakit dan mengajak ke ruang rawat inap Juliet.
"Hoshi, bagaimana Jules?" tanya David setelah memeluk iparnya.
"Alhamdulillah gegar otaknya tidak parah hanya lupa saat ditabrak" senyum Hoshi.
"Setidaknya tidak separah kamu saat kena tembak masih pakai baju wanita" kekeh Anarghya yang membuat David terbahak. ( Bisa dibaca My Boyfriend is not a transgender ).
"Oke. Acaranya apa ini?" tanya David.
***
Pagi-pagi David dan Kapten Randy, sahabat David di kepolisian dulu sudah tiba di sebuah rumah sederhana di daerah Jakarta Barat. Di belakang ketiganya ada empat orang anggota kepolisian, dua wanita dan dua pria.
"Assalamualaikum!" sapa Randy yang membuat para tetangga yang sedang beraktivitas pagi mendadak kepo kenapa banyak polisi di rumah itu.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam" jawab seseorang dari dalam rumah. "Eh? Kok ada polisi pagi-pagi. Apa saya kurang bayar tilangnya pak?" tanya bapak-bapak seumuran David dan Randy.
"Apa nona Anneke ada di rumah pak?" tanya David sopan.
"Anneke? Ada perlu apa dengan putri saya pak polisi?" tanya bapak itu ke David yang mungkin dikira polisi reserse.
"Pak, ada apa?" sebuah suara terdengar dari dalam. Dan wajah Anneke memucat melihat polisi di depan rumahnya. Gadis itu masih mengenakan piyama.
"Saudari Anneke, mari ikut kami ke kantor polisi" ucap Randy tegas.
Anneke hanya bisa menunduk sedangkan sang ayah menatap bingung ke putrinya. "Anne? Ada apa ini?"
"Maap pak, putri bapak kami tahan karena telah melakukan tabrak lari kemarin pagi di depan toko buku Read Me" jelas Randy.
"Tapi, kami tidak punya mobil pak..." ucap ayah Anneke itu.
"Kami tahu. Nona Anneke menggunakan mobil milik orang yang menyuruhnya untuk menabrak keponakan saya" ucap David dingin membuat ayah Anneke terkejut dan langsung bersandar di kusen pintu.
"Astaghfirullah... Astaghfirullah..." ucap pria paruh baya itu berulang kali hingga putrinya dibawa mobil patroli.
***
Ruang Rawat Inap VIP PRC Group
Juliet membuka matanya dan tampak Romeo disana sedang memandang dirinya.
"Hai..." bisiknya.
"Sedikit..." Juliet tersenyum. "Rom...kamu kesini naik apa?"
"Ada dokter Gibran pas berhenti dan dia saksi saat kamu ditabrak. Posisi mobilnya memang di depan zebra cross saat kamu menyebrang. Aku membawa kamu naik mobilnya dia."
"Mobilmu?"
"Hilang ya sudah. Yang penting itu kamu, Jules!"
"Tapi itu Nissan GTR kesayangan kamu..."
"Jules dengar. Melihat kamu ditabrak itu rasanya jantungku berhenti berdetak saat itu juga! Aku tidak perduli mobil ku Jules! Kamu adalah segalanya untukku! Kamu tidak tahu rasanya menggendong kamu dengan berlumuran darah... Dan aku hanya meminta kamu masih hidup..."
"Darah?"
"Iya. Pahamu berdarah dan aku sudah takut kena aorta sayang karena banyaknya darah."
"Rombeng..."
"Aku menangis Jules. Aku yang tidak pernah menangis, kemarin seperti orang gila menangisi dirimu. Aku merasa tidak bisa menjagamu Jules... Aku merasa bersalah sama Oom Quinn, Opa Levi..." Mata Romeo berkaca-kaca lagi.
Air mata Juliet turun juga mendengar ucapan Romeo yang penuh perasaan. "Jangan...nangis Rom..."
"Kenapa?" tanya Romeo sambil mengusap matanya.
__ADS_1
"Jelek!"
Romeo menangis sambil tertawa lalu mencium kening gadisnya. "Cepat sehat, cepat sembuh."
"Dan aku harus mundur ujian skripsi nya..."
"Oh astagaaa! Masih memikirkan itu?" Romeo mencium pipi Juliet.
***
Ruang interogasi Kantor Polisi
"Ini anda kan?" ucap Kapten Randy sambil memperlihatkan foto-foto Anneke yang berada di belakang setir mobil hitam itu.
"Bu... bukan pak..." jawab Anneke gemetar.
"Romeo Akihiro sudah mengidentifikasi anda! Dan face recognition pun terbukti ini adalah anda! Sekarang, apa maksudmu menabrak Juliet Reeves? Kamu disuruh siapa? Apa kamu mengenal Juliet?" hardik Randy gemas. Cantik sih cantik tapi kriminil.
"Tidak kenal...pak..."
"Tidak kenal kok kamu tabrak dia?" bentak Randy membuat Anneke terlonjak.
"Mobilnya remnya blong..."
"Blong? Blong? Anda jangan membuat saya tertawa ya! Memangnya kami begok apa? Lihat! Mobil anda berada lima mobil yang berhenti karena lampu merah. Begitu nona Juliet hendak menyebrang, mobilmu langsung keluar jalur kanan dan mengebut menabraknya!" Randy memperlihatkan bukti CCTV melalui iPad nya. "Masih mengelak kamu?"
Anneke semakin memucat.
"Sekarang jawab! Apa motif kamu menabrak nona Juliet! Sangat tidak masuk akal kalau kamu menabrak orang yang tidak kamu kenal!"
Anneke terdiam seribu bahasa.
"Siapa yang kamu lindungi? Susan Sandoro?" Randy menatap tajam ke wajah Anneke yang terkejut. "Apa yang Susan janjikan padamu?"
Anneke tidak menjawab dan semakin menundukkan kepalanya.
BRAAKKK!
Tiba-tiba pintu ruang interogasi terbuka dan masuk Hoshi Reeves dengan wajah ingin membunuh yang belum pernah dia perlihatkan lagi sejak terakhir menghajar orang-orang Korea yang mengeroyok Benji. ( Bisa dibaca Love And Revenge of Mr Mafia chapter Dua Kali Berkelahi ).
"Katakan! Siapa yang nyuruh kamu menabrak anak saya atau kamu saya lempar ke kolam piranha!" bentak Hoshi sambil memperlihatkan live video kolam piranha milik Keluarga Bianchi melalui iPad nya yang sedang makan satu ekor kambing. "Dan jika kamu mengira saya tidak berani melakukannya, kamu salah!"
Anneke menatap Hoshi dengan wajah ketakutan.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️