Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Ijab Qobul Jules dan Rombeng


__ADS_3

Sehari sebelum hari pernikahan


Sebagian besar anggota keluarga klan Pratomo sudah hadir ke Jakarta meskipun tidak lengkap karena beberapa generasi keempat memilih di negara masing-masing seperti Takeshi Takara, Fuji Al Jordan dan Seira Hayami, Ezra dan Keia Hamilton, Reyhan dan Paradina Al Jordan dan Duo Bianchi, Mario dan Marco.


Ashley yang merasa sudah sehat, ikut dalam rombongan Al Jordan yang datang bersamaan dengan Emir Al Azzam Blair. Seperti pembagian tempat untuk menginap, masing-masing sudah mendapatkan rumah keluarga yang ada di Jakarta kecuali generasi keenam yang sudah memiliki anak, memilih di hotel yang sama untuk tempat resepsi.


Levi tampak senang bertemu dengan Arjuna McCloud dan Aidan Blair, begitu juga dengan Bara Giandra dan Arya Ramadhan. Para opa itu langsung berghibah mengingat masa lalu, mengacuhkan kesibukan di luar ruang kerja Levi dan Hoshi.


Yanti dan Arum hanya menggelengkan kepala melihat suami mereka macam anak kecil yang senang bertemu dengan teman lama. Sekar, Thara dan Amberley memilih untuk ke dapur guna melihat persiapan acara besok ijab.


"Biarkan saja lah Ndis, mereka biar tetap awet muda" kekeh Sekar melihat Arum manyun karena para suami main kabur seenaknya.


"Iya tapi kan nggak main langsung ngumpet di ruang kerja" gerutu Arum.


"Sudah, kita para kaum Oma juga punya acara sendiri" senyum Yanti.


Tak lama Juliet keluar dari kamarnya sambil membawa satu bucket ice cream, membuat para Omanya mendelik.


"Ya ampun Jules! Malah makan es krim! Besok kalau gaunnya nggak cukup gimana?" tegur Arum. "Masa dibongkar lagi?"


"Ish Oma Gendhis nih. Yakin deh, besok dua gaun aku cukup soalnya pasti subuh sudah aku buang ke kloset isi perutku... Addduuuhhh duh duh! Omaaaa!" rengek Juliet yang kena jewer oleh Gendhis.


"Jules, nggak boleh ngomong jorok!" tegur Arum gemas.


"Lho Jules bilang buang ke kloset isi perutku, nggak bilang pup atau pun be*ol atau ..."


"Stop! Tidak usah kamu teruskan! Benar-benar deh!" omel Arum yang membuat Yanti tertawa.


"Jules, besok habis ijab langsung resepsi?" tanya Amberley Ramadhan, istri Arya Ramadhan.


"Iya Oma. Kata papa macan biar capeknya sekalian terus malam bisa istirahat."


"Kalau menilik dari gayanya mas Levi dan komplotannya, malam pun pasti masih ngegosip!" ucap Yanti.


"Kayaknya mending gini deh Yan. Jules dan Romeo kan di hotel dan rumah kamu kan besar Ndis. Jadi gimana para Oma di rumah Yanti, para Opa di rumah Gendhis? Lagian jaraknya kan nggak terlalu jauh." Sekar menatap para iparnya.


"Lagian ya Sekar, memang kaum opa saja yang bisa ghibah? Ya kan?" kerling Thara.


"Aku nggak ikutan karena pasti pada bongkar aib anak dan cucu" ucap Juliet sambil ngeloyor.


***


Ijab Qobul


Acara ijab qobul pagi ini berlangsung lancar dengan tidak ada drama yang selalu diucapkan para generasi kelima, drama cincin gelinding dan salah memasukkan cincin ke jari seperti yang dilakukan Abiyasa O'Grady saat lamaran dan nikah ke Gandari.


Meskipun kejadian itu sudah dua tujuh tahun yang lalu dan Bayu sudah dewasa, tapi entah mengapa generasi kelima selalu mengungkit peristiwa memalukan hingga setiap ada yang menikah dari keluarga mereka selalu diulang.

__ADS_1


Saat Zinnia, Leia, Blaze, Nadira dan Luke menikah pun semua Oom dan Tantenya selalu mewanti wanti agar aib tidak menurun. Dan tadi saat Romeo hendak ijab qobul pun, Benji dan Joey sudah meminta agar berhati-hati dengan yang namanya cincin.


Tentu saja Abiyasa manyun mendengar wejangan yang selalu membuka aibnya dan entah kenapa, putranya pun 11-12 ikutan durjana membully dirinya.


"Awas kamu Bay, kalau kamu nikah, baru kamu rasakan bagaimana gugupnya mendapatkan wanita yang kamu cintai!" ancam Abiyasa ke putranya.


"Masih lama, Dad. Masih banyak proyek jadi mana sempat mikir romance" elak Bayu yang memang malas memikirkan pasangan hidupnya.


"Kamu tuh kapan sih terkahir kencan?" tanya Abi lagi.


"Kuliah mungkin. Lupa."


"Bay, Daddy sudah capek cariin kamu sekretaris dan ini sudah yang ke 90. Yang benar saja Bay, kamu cari model macam apa sih?" omel Abiyasa yang sampai harus tebal muka meminta ke semua cabang MB Enterprise, PRC Group dan Giandra Otomotif Co bagian HRD mencarikan sekretaris untuk anaknya.


"Yang tahan banting, yang cekatan dan yang cerdas" jawab Bayu sambil memakan buah melon.


"Ya ampun Bay, semua sesuai dengan permintaan kamu!" Mata coklat Abiyasa menatap tajam mata biru Bayu. "Mau cari model apalagi sih?"


"Lha selama ini banyak minusnya Dad. Males lah!"


"Memang mau sampai sekretaris ke berapa kamu carinya?" tanya Abi gemas.


"Entah! Ke seratus kali!" jawab Bayu sambil mengedikkan bahunya lalu pergi meninggalkan ayahnya.


***


"Lu kapan nyusul V? Yakin lu Kat, sama anak nggak jelas ini?" kekeh Romeo ke teman SMA nya dulu.


"Yakin laaaah..." senyum Katya sambil memeluk lengan Valentino.


"Juliieee!"


Juliet tersenyum melihat siapa yang datang. Tampak Shayna bersama suaminya Bambang berjalan bersama putri mungil mereka, Kaysa.


"Akhirnya Julie nyusul aku juga!" seru Shayna bahagia. "Selamat ya kak Romeo. Semoga sakinah mawadah warahmah...Aamiin."


"Selamat nona Juliet, tuan Romeo" sambung Bambang sambil menggendong Kaysa yang tampak menggemaskan dengan rambutnya yang dikucir dua.


"Terima kasih mas Bambang. Ya ampun Kaysa, kamu lucu banget!" Juliet mencium pipi batita itu.


"Kak Valentino, kak Katya, apa kabar?" sapa Shayna yang ramah seperti biasanya.


"Alhamdulillah baik, Na. Gimana kuliah kamu?" tanya Valentino ke sahabat adiknya.


"Sebentar lagi aku coas di RSJ. Agak ngeri tapi mau gimana lagi" senyum Shayna.


"Eh di RSJ seru horor gitu Na. Aku ngalamin soalnya" celetuk Katya.

__ADS_1


"Iya kah?" Shayna tampak antusias.


"Sudah, kamu ngobrol saja sama nona Katya buat persiapan ke RSJ" senyum Bambang ke Istrinya.


"Kak Valentino, aku pinjam kak Katya sebentar ya?"


"Jangan lupa dibalikin!" kekeh Valentino.


"Nona Katya ambil kedokteran juga?" tanya Bambang.


"Nggak, dia ambil psikologi tapi entah kenapa suka yang berbau klinis" senyum Valentino.


"Macam Raveena dong. Suka yang klinis" celetuk Juliet.


"Iya tuh makanya otaknya rada kacau" ucap Valentino yang melihat kode dari Garvita.


"Sebentar, Garvita manggil aku" pamit Valentino.


"V baik-baik saja kan?" tanya Romeo.


"Kenapa kamu bilang begitu?"


"Kok kayak agak kurang fokus."


"Mungkin karena ini pernikahan nona Juliet dan Tuan Valentino ikutan jadi bagian sibuk. Oh, Resepsi di hotel Mulia? Jam berapa?" tanya Bambang.


"Jam sebelas dan ini jam sembilan pagi. Kayaknya semua orang sudah bersiap untuk berangkat" gumam Juliet.


"Jules, Romeo, ayo siap-siap ke hotel Mulia" ajak Rina. "Halo Bambang. Aduh Kaysa, cantiknya."


"Mrs Reeves" sapa Bambang sambil mengangguk hormat.


"Ayo kita siap-siap ke hotel buat resepsi."


Juliet menggamit lengan Romeo. "Yuk!" Gadis itu menoleh ke arah Garvita dan Valentino yang tampak serius.


Kalian merencanakan apa sih?


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2