Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Keributan Di Awal Tahun


__ADS_3

Kamar Juliet, Kediaman Keluarga Reeves


Gadis itu membuka matanya dan melihat matahari sudah bersinar terang. Juliet merenggangkan kedua tangan dan tubuhnya. Seketika mata indahnya terbelalak.


"Haaaaahhh? Jam sebelas? Siang? Astaghfirullah!" Buru-buru gadis itu bangun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. Juliet mandi dengan cepat dan segera memakai baju rumah dan celana jeans pendek sebatas pahanya lalu keluar dari kamarnya.


"Selamat siang semuanya! Selamat tahun baru!" sapa gadis itu ke semua anggota keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tengah.


"Ande-ande lumut satu sudah keluar, tinggal yang dua belum nongol!" sindir Hoshi.


"Yeeee, papa macan, kan semalam kumpul-kumpul sama anak-anak sampai subuh" balas Juliet sambil memeluk Hoshi dan mencium pipi ayahnya.


"Siapa saja yang kumpul Jules?" tanya Levi. Semalam dirinya memilih tidur dan menurut rencana baru pagi ini akan melakukan zoom bersama para sepupunya.


"Semua opa." Juliet pun berpindah untuk memeluk Opanya dan mencium pipinya.


"Ada Deya dan Antonio juga?" tanya Yanti yang tahu Sekar tampak panik mendengar cucunya yang masih belia ditaksir oleh keponakan Luca dan Joey Bianchi dengan beda usia cukup jauh.


"Ada. Kasihan Deya, digodain sama kita-kita semalam gara-gara bang Antonio ikutan nimbrung di layar barengan sama bang Luke." Juliet pun berganti memeluk dan mencium pipi Yanti.


"Menurut kamu, apa Deya juga tertarik dengan Antonio?" tanya Rina sang mama macan.


"Mama, kalau boleh Jules jujur. Kayaknya Deya juga suka bang Antonio." Kini Juliet duduk disebelah Rina sambil memeluk sang mama manja.


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Hoshi.


"Soalnya semalam saat bang Antonio digodain habis-habisan sama kita, Deya bilang 'Kasihan bang Antonio digodain' dengan wajah khasnya yang selalu lembut."


"Aku rasa jalannya Antonio bakalan berat karena banyak aral rintangan yang akan dihadapi. Satu, usianya dua kali Deya. Benar kan Jules?" tanya Levi.


"Iya Opa, Deya 16 tahun, bang Antonio 30 mau 31 tahun kalau info dari Bang Luke sih."


"Di keluarga kita memang belum pernah ada yang jaraknya jauh-jauh begitu usianya..." gumam Yanti.


"Paling delapan tahun paling jauh jaraknya..." ucap Levi. "Oom Duncan dan Tante Rhea segitu jaraknya."


"Kedua, apa Antonio sabar menunggu Deya sampai usianya pantas untuk menikah. Itu pun kalau Deya mau dengan Antonio" celetuk Rina. "Kisah cinta Opa Duncan dan Oma Rhea itu sangat langka. Bagaimana Opa Duncan bisa sabar menunggu Oma Rhea sampai dewasa."


"Kita lihat saja nanti, Rin. Bagaimana pun yang menjalani nanti kan Deya, dan itu pun harus mendapatkan restu dari Rama dan Astuti. Apalagi Antonio kan ketua mafia Bianchi Turin meskipun sudah tidak di bidang ilegal tapi kan tetap saja..." Yanti menatap menantunya.


"Tapi Oma, mbak Leia kan akan tinggal di Turin kalau memang jadi menikah sama bang Dante."


"Ini tahun baru kok malah bahas Deya dan Antonio. Yang ulang tahun malah belum bangun?" potong Hoshi. "Tadi malam pada kasih hadiah?"


"Kasih papa macan. Mentahan semua."


"What?" seru Hoshi. "Mentahan?"

__ADS_1


"Iya, pada transfer ke Rombeng. Soalnya pada bingung mau kasih apa."


"Semua kasih?"


"Yang kecil-kecil nggak papa, yang sudah dewasa yang kasih ke Rombeng."


Sebuah suara pintu kamar terbuka membuat semuanya menoleh dan tampak Valentino bersama Romeo keluar dengan wajah bantal.


"Kalian sudah mandi belum sih?" tanya Hoshi.


"Mandi? Makanan apa itu papa macan?" sahut Valentino sambil mengacak-acak rambutnya.


"Astaghfirullah! V! Mandi!" bentak Rina kesal.


"Jeez mama macan! Galaknya tahun baru..." Valentino pun ngeloyor masuk ke dalam kamarnya untuk mandi. Romeo sendiri sudah mandi hanya tersenyum smirk.


"Kan aku sudah bilang, mandi dulu sebelum keluar kamar. Tahu sendiri Tante Rina disiplin ketat" kekeh Romeo.


"Shut up, Rombeng!" sungut Valentino.


***


Ruang Makan Kediaman Keluarga Reeves


Romeo meniup lilin yang berada diatas black forest, cake favorit pria berdarah Jepang itu.


"Papa Mama kamu sudah telpon?" tanya Yanti.


"Sampun Oma. Baru bisa pulang setelah tanggal 4 Januari setelah saljunya mencair."


"Yang penting kedua orang tua kamu baik-baik saja di Paris" ucap Rina.


"Iya Tante."


Semua orang menikmati acara makan siang sembari merayakan ulang tahun Romeo lengkap dengan nasi kuning dan lauk pauknya. Kekasih Juliet itu sangat senang dengan ulang tahunnya tahun ini meskipun sederhana tapi sangat berkesan.


***


Halaman belakang Kediaman Reeves


"Aduuuhh perutku kenyaaaanggg!" keluh Valentino sambil menepuk perutnya.


"Kelemahan mas V adalah nasi kuning" kekeh Juliet.


"Iya, Val sangat suka nasi kuning" sambung Romeo.


"Nasi kuning itu makanan paling enak menurut aku. Meskipun nasi kebuli biryani juga sama-sama kuning, tapi nasi kuning khas jowo itu yang paling endes menurut aku."

__ADS_1


"Ini aku kasih kadonya" ucap Juliet sambil memberikan sebuah kotak besar.


"Jangan bilang jam tangan lagi Jules" goda Romeo.


"No, aku nggak bakalan kasih itu lagi" cebik Juliet.


Romeo tertawa lalu membuka kadonya. Wajah remaja itu tampak terkejut ketika melihat sebuah kotak sepatu bermerek yang sudah lama dia idamkan tapi belum sempat beli karena kesibukannya.


"Air Jordan?" Romeo menatap Juliet dengan tidak percaya. "Kok kamu tahu sih aku sudah lama ingin beli tapi belum sempat ke toko Nike."



"Aku tahu kamu sudah lama ingin membelinya tapi selalu menunda. Jadi aku beli lah di di Singapura." Juliet menatap tajam ke arah Romeo. "Jangan-jangan kamu menundanya karena ingin aku membelikan untukmu?"


Romeo melongo. "What?"


"Iya kan? Oh Rombeennggg! Kamu memang menyebalkan!" Juliet memukul bahu Romeo gemas.


"Lha kok malah KDRT di tahun baru?" gelak Valentino melihat keributan adik dan sahabatnya.


"Mas V! Apa mas V tahu akal licik calon dokter ini?"


"Hei! Aku tidak tahu apa-apa Jules!" Valentino pun langsung ngacir.


Juliet menatap sebal ke Romeo. "Besok, aku nggak bakalan beliin kado lagi!"


"Juliet sayang, kamu mau apa besok ulang tahun? Biar aku bisa cicil dari sekarang, mengingat kamu pasti mintanya aneh-aneh" senyum Romeo manis yang memperlihatkan lesung pipinya.


Juliet langsung tersenyum licik. "Aku minta Lamborghini Gallardo."


Romeo melongo. "Are you kidding me?"


"Terserah! Pokoknya ulang tahun ke 17 besok, aku minta itu!" Juliet pun berdiri meninggalkan Romeo yang masih shock.


"Jules! Juliet! Please sayang! Jangan mobil dong! Juliet!" Romeo pun bergegas menyusul gadisnya yang masih mode songong.


"Salahnya nanya jadi ta jawab saja!" balas Juliet sambil terbahak.


"Oh my God! Dasar anak sultan! Juliet!"


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2