
Ruang Rawat Inap Juliet
Untuk kesekian kalinya Bayu O'Grady datang ke Jakarta karena selain ada urusan dengan Hoshi, dia juga hendak menengok adik perempuannya yang masih harus terdampar di rumah sakit hingga seminggu mendatang.
"Aku tadi ke rumahmu, Jules, tapi kata Opa Levi, kamu masih menjadi penghuni rumah sakit sampai besok Minggu sore" ucap Bayu tanpa beban sambil mengambil buah apel dari keranjang buah di meja Juliet.
"Bukannya mas Bayu mau ketemu papa macan?"
"Oom Hoshi masih di pengadilan. Kan putusan tho hari ini?"
"Iya. Papa dan mama macan sudah di gedung pengadilan bareng sama mas Nelson."
"Jadinya kamu sendirian deh di kamar" kekeh Bayu.
"Nggak papa. Kan memang aku melarang opa dan Oma kemari karena kasihan mereka nanti kecapekan."
"Semoga hakim bisa memberikan hukuman yang adil ya Jules. Lihat saja, kamu kesakitan kan tadi saat fisioterapi?" Bayu memang tadi sengaja menemani adiknya fisioterapi karena Romeo masuk coas Obgyn dan Radyta sibuk bekerja di Perusahaan IT milik ayahnya, Aji Yung.
"Ini sudah mulai banyak berkurang sakitnya mas, tinggal sengkring tidak nyaman saja."
"You're a fighter, Jules. Mas Bayu bangga sama kamu" ucap cicit Duncan Blair itu.
"Mas Bayu apa kabar? Kata papa macan, ganti sekretaris lagi? Ini yang ke berapa?" goda Juliet yang geli-geli gemas mendengar Omelan Oom Abi nya ke Hoshi dua malam lalu saat Hoshi menjaga Juliet.
"Hah! Mereka saja yang mentalnya lembek!" umpat Bayu cuek.
"Ini yang keberapa mas?" goda Juliet.
"48, 49... Mbuh!"
Juliet terbahak. Bayu memang pria yang sulit buat orang di luar keluarga nya karena pria itu sangat workaholic dan hanya hangat jika bersama dengan keluarga besarnya.
"Astaghfirullah mas! Rekor paling lama jadi sekretaris kamu?"
"Dua Minggu tapi itu pun dia ambruk karena kecapekan mengikuti ritme kerja aku."
"Astaghfirullah mas Bayu! Itu anak orang!"
"Yang bilang anak kucing juga siapa?" sahut Bayu sambil manyun.
"Mas, jangan terlalu workaholic dong. Tar mukanya tambah tua dan uban nongol dengan cepat" senyum Juliet.
"Tenang saja. Mas Bayumu ini awet muda."
***
__ADS_1
Hoshi dan Rina datang menjelang asar usai menghadiri sidang putusan kasus tabrak lari dan percobaan pembunuhan Juliet oleh Anneke dan Susan Sandoro.
Hoshi tersenyum ke arah Juliet yang sudah memasang wajah super kepo, begitu juga Bayu yang seharian ini memilih menemani adiknya.
"Kita sholat berjamaah dulu ya. Sudah masuk asar ini" ajak Hoshi yang diangguki oleh Juliet dan Bayu.
Usai melaksanakan sholat asar, Hoshi duduk di sebelah kursi Juliet sedangkan Rina berdiri di belakang suaminya sembari memegang bahu Hoshi yang sudah mulai relaks setelah sebelumnya tegang dari pagi.
"Anneke dihukum 30 tahun penjara, Jules..." ucap Hoshi yang membuat Juliet dan Bayu melongo.
"Lalu Susan?"
"Seumur hidup tanpa ada kemungkinan grasi."
Juliet dan Bayu saling berpelukan merasa lega hukumannya setimpal dan lebih manusiawi daripada hukuman mati.
"Jujur papa macan, aku sendiri tidak terlalu setuju hukuman mati karena aku tidak tega meskipun awal pengen lempar ke Empang piranha sih..."
"Setidaknya hukuman mereka lama dan kamu pun tidak akan bertemu dengan mereka, Jules. Sudah lega ya?" senyum Rina yang kemudian memeluk putrinya.
"Alhamdulillah sudah lega, mama macan."
***
Hoshi dan Bayu memutuskan untuk berbicara soal bisnis di sebuah cafe dekat rumah sakit sedangkan Rina menemani Juliet di ruang rawat inap sembari menunggu Romeo yang hendak datang.
"Mama lega Jules. Hakim tetap memberikan hukuman yang berat dan setimpal."
"Sudah ya mama macan. Kita sekarang menatap ke depan bukan ke belakang."
Rina lalu memeluk putrinya. "Kamu semakin dewasa saja anak macan."
Juliet terbahak mendengar panggilan sayang Rina ke dirinya dan Valentino.
"Segera pulang, anak macan. Mama macan sepi nih kehilangan anak macan satu lagi yang minggat ke New York."
"Kan besok Minggu, Jules pulang mama macan."
"Iya tadinya mama ingin kamu pulang Sabtu tapi Oma mu dua-duanya meminta jangan pulang hari Sabtu atau Selasa. Karena menurut kepercayaan wong Jowo, pulang dari rumah sakit di hari - hari itu, bisa membuat kamu kembali lagi ke rumah sakit."
Juliet mengerenyitkan dahinya. "Masa sih mama?"
"Oom Arga juga bilang begitu. Ya sudah lah Jules, manut saja sama dua Oma itu supaya cari amannya lah. Toh maksud mereka juga baik kok."
Suara ketukan di pintu membuat ibu dan anak itu menoleh dan tak lama sebuah kepala melongok dari balik pintu.
__ADS_1
"Assalamualaikum" sapa Romeo.
"Wa'alaikum salam. Sudah selesai di rumah sakit Rom?" tanya Rina saat Romeo masuk ke dalam kamar Juliet.
"Sudah Tante Rina" jawab Romeo sambil mencium punggung tangan istri Hoshi itu. Romeo lalu mencium kening Juliet. "Bagaimana tadi Tante sidang putusannya?" tanya Romeo sambil duduk di kursi sebelah Juliet.
Rina pun menceritakan suasana sidang tadi dan Anneke menghampiri dirinya serta Hoshi untuk meminta maaf karena sudah mencelakai putri mereka.
"Cuma Anneke, Tante?" tanya Romeo.
"Cuma Anneke dan bapaknya. Sebenarnya kasihan lihat bapaknya Anneke sampai terlihat terpukul begitu."
"Si sundel bolong?" tanya Romeo lagi.
"Tidak ada permintaan maaf apapun! Begitu putusan di bacakan, Sundel bolong hanya tersenyum smirk dan hakim bilang bahwa selama di tahanan, tetap menerima pengobatan psikiater. Dokter Sandoro saja yang datang menghampiri kami Rom."
"Oh dokter Sandoro dipecat jabatannya dari ketua koordinator bedah RS Cipto Mangunkusumo dan Universitas Indonesia tapi dia tetap buka praktek hanya saja Oom Arga tidak memberikan jabatan apapun." Romeo menatap Rina dan Juliet bergantian. "Keputusan Oom Arga juga karena desakan dari banyak pihak kok jadi tidak ada tendensi kepentingan pribadi."
"Hanya karena nafsu cemburu buta, membuat banyak orang terkena imbasnya" gumam Juliet.
"Kalau ingat dulu almarhumah Oma Ayame pernah ngobrol dengan almarhumah Oma Alexandra dan almarhumah Oma Rhea, wong sing otake cupet, ora iso dhowo, ora iso mikir nek kelakuanne iso nggeret wong-wong sing ora salah ( orang yang otaknya cupet, tidak bisa memikir panjang, tidak bisa berpikir kalau perbuatannya bisa menyeret orang-orang yang tidak salah ). Mengutip ucapan almarhum Ogan Abi otake kuwalik ( otaknya kebalik )" kekeh Rina. "Soalnya mama sering mendengar ungkapan itu dari Oma Rhea dan Oma Ayame."
"Tapi memang kan Tante, orang-orang yang seperti itu laksana otaknya kebalik" kekeh Romeo.
"Iya sih Rom. Pedro tuh yang ketemu orang-orang macam itu sekarang" kekeh Rina.
Tak lama Hoshi dan Bayu datang sambil membawakan makanan dan mereka semua pun makan malam di ruang rawat inap Juliet.
***
Ogan Abi bisa dibaca di Menikahi Suami Sahabatku
Oma Rhea bisa dibaca di My Rey
Oma Alexandra bisa dibaca di The Detective and The Doctor
( tiga anggota keluarga Giandra ada di tiga novel itu ).
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️