Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Lagi Akur


__ADS_3

Mansion Giandra.


Mansion yang dibangun oleh Abimanyu Giandra pagi ini tampak semarak karena disinilah diadakan acara aqiqah Arsyanendra, putra Zinnia. Meskipun tanpa Sean, ayah bayi tampan itu, tapi acara tampak meriah. Apalagi semua sepupu Zinnia beserta keluarga besar heboh melihat bayi tampan itu.


Romeo akhirnya bisa bertemu dengan Juliet setelah sebelumnya mereka bertengkar hebat karena jeleknya komunikasi diantara mereka berdua. Sama-sama sibuk, sama-sama lelah, membuat kegesrekan emosi meningkat.


Kini setelah acara inti selesai, Juliet memilih duduk di sofa depan ruang gym. Ruang yang menjadi legenda bagi Eiji Reeves, Gozali Ramadhan dan Humaira Harsaya melakukan drama Korea abal-abal ( Baca Menikahi Sahabat Suamiku ).


Romeo yang melihat Juliet tampak lelah, menghampiri gadis itu.


"Apalagi Rombeng. Aku capek, jadi jangan diajak gelut ya" ucap Juliet dengan nada lelah.


"Nggak sayang. Aku cuma kangen sama kamu" jawab Romeo sambil duduk di sebelah Juliet.


Juliet merebahkan kepalanya di bahu Romeo dan melingkar kan tangannya di lengan pria itu.


"Kata mama macan, resiko LDR memang begini, Rombeng."


"Iya aku tahu. Kamu juga mau cepat-cepat segera lulus kan Jules?" Romeo menoleh ke arah gadisnya yang mulai memejamkan matanya.


"Iya, aku sengaja tidak sering-sering pulang supaya aku bisa liburan lama disini tapi kamu kadang nggak paham Rom"


"Maaf ya Jules. Kamu tahu kan aku kangen sama kamu apalagi kita jarang bertemu, aku nggak bisa ke Singapore kamu nggak ke Jakarta."


"Hu um..." gumam Juliet.


"Kamu ngantuk? Mau aku antar pulang?" tawar Romeo.


Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Nggak enak, masih pada disini. Apa kata mama macan kalau tahu anaknya main pulang."


"Bisa memaklumi lah, Jules kalau kamu cukup lelah membantu disini."


"Hu um. Tapi aku senang melihat Arsya cakepnya minta ampun, sangat mirip Bang Sean."


"Jules, kamu umur berapa ya sekarang?" tanya Romeo.


"Mau jalan 17 ya Rombeng."


"Lima tahun lagi" gumam Romeo.


"Apaan lima tahun lagi? Pemilu?"


Romeo terbahak. "Bukan Juliet sayang, tapi aku sudah berjanji sama Oom Quinn kalau aku akan datang melamar kamu saat usia kamu 22 tahun. Aku rasa itu usia yang tepat buat aku dan kamu berumah tangga. Aku tidak mau jarak antara kita dan anak kita terlalu jauh..."


"Macam papa macan ke kita? Kan papa macan menikah usia 24, mama macan usia 23."


"Hu um. Kan malah bisa jadi teman jadinya."


"Tapi aku bekerja dulu, Rombeng. Kan aku ingin merasakan bekerja. Aku melihat semua oom Tante bahkan papa dan mamaku bekerja meskipun tanpa bekerja, sudah bergelimang harta."

__ADS_1


"Tentu saja Jules." Romeo mencium pucuk kepala Juliet dengan sayang. "Tapi jika kamu nanti diberikan rejeki punya anak, aku ingin kamu full time di rumah. Aku masih bisa cari uang untuk menghidupi kalian..."


Juliet memeluk Romeo erat. "Kamu bahkan sudah berpikir sejauh itu Rombeng?"


"Karena aku yakin akan bersamamu Jules. Dan aku sudah terbayang bagaimana kehidupan kita besok."


Juliet tersenyum lebar. Benar kata papa macan, benar kata mama macan. Carilah pria yang sudah berpikir jauh ke depan karena pasti pria itu serius padamu.


Romeo tersenyum senang melihat bagaimana Juliet memeluknya erat.


"Ini apa-apaan malah berpelukan macam Teletubbies?"


Romeo dan Juliet menatap ke arah suara. Tampak Hoshi berdiri sambil bersedekap judes.


"Oom Quinn..." sapa Romeo kikuk dan berusaha melepaskan pelukan Juliet.


"Apaan sih papa macan. Kayak nggak pernah muda saja!" cebik Juliet judes.


"Di usia kamu, papa nggak pernah peluk-peluk mama kamu!"


"Salahnya nggak! Rugi kan?" balas Juliet durjana. "Enak tahu!"


Hoshi melotot. "Juliet Anastasia Kareem Reeves!"


"Iya iya..." Juliet akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Romeo. Sudah menjadi tradisi di keluarganya, jika kamu sudah dipanggil dengan nama lengkap, berarti ortu kamu marah jadi janganlah melawan karena mereka pasti akan meng-KDRT dirimu tanpa ampun!


***


"So, senang kamu dipeluk Juliet?" tanya Hoshi sambil duduk di sofa.


"Senanglah Oom Quinn. Berapa bulan saya tidak bertemu dengan Juliet" jawab Romeo jujur.


Meskipun Hoshi sering darting melihat Romeo dan Juliet mesra mix gelut tidak jelas tapi cucu Eiji Reeves itu salut dengan kejujuran Romeo.


"Rom, kamu tahu kan bagaimana Juliet masih labil?"


"Saya tahu Oom dan Alhamdulillah stok sabar saya masih banyak."


"Good! Karena saya sendiri sebagai papanya terkadang sering tidak sabar sama anak keras kepala itu! Heran! Nurun siapa sih?" Hoshi tampak berpikir.


Tanpa berbicara, Romeo memberikan kaca yang ada di meja kerja dan memperlihatkan wajah Hoshi.


"Maksudmu? Nurun saya gitu?" pelotot Hoshi.


"Saya kan tidak perlu menjabarkan Oom Quinn" cengir Romeo.


Hoshi hanya manyun namun tersenyum dalam hatinya.


__ADS_1


Siapa kangen bon cabe?


***


"Jadi Gemintang lulus tahun ini dan langsung ke Melbourne?" tanya Valentino saat mereka berada di ruang tengah yang luas. Semua pernak pernik acara sudah dibereskan dan para generasi keenam pada berkumpul disana dengan lesehan kecuali Zinnia dan Garvita yang berada di kamar.


"Iya V. Policy-nya begitu. Aku menyelesaikan di Singapore lalu mengambil sisa kreditnya di Melbourne University. Jadi aku menempuh waktu kuliah sekitar enam tahun karena di Melbourne aku hanya setahun disana, kasarannya aku praktek langsung."


"Kenapa nggak langsung ke peternakan Oom Fathir?" tanya Arabella. "Eh tapi mbak Mintang di Melbourne, Oom Fathir di Queensland ding."


"Jauh kaleee Kunti!" cebik Arka sambil membuka iPad nya. "Lihat nih Peta Aussie."



"Iya mas Arka sayang. Kan Ara sudah bilang jauh tadi. Nggak usah diperjelas dong. Kan Ara jadi merasa bersalah." Ara memasang wajah memelas membuat Arka jengah.


"Perasaan yang demen berdrama Oom Bima, kenapa malah jadi Ara dan Kungkang yang tukang drama ya?" gumam Gasendra.


"Ih Sendra kok sok iye sih?" kerling Ara yang membuat Gasendra bergidik.


"Eh sudah woi, malah ribut sendiri. Jadi kamu sendirian dong Jules ?" tanya Radyta.


"Mau gimana mas. Kan memang siklusnya begitu."


"Butuh pengawal nggak Jules? Nanti aku minta tolong papa. Atau Ethan saja Nemani kamu?" usul Arabella mengingat selama di Jakarta, Juliet selalu dikawal Ethan.


"Nggak usah lah. Aku sudah mulai hapal Singapura, aman kok" tolak Juliet yang merasa akan tidak bebas kalau ada pengawal lagi.


"Tanpa kamu minta, papa macan pasti kirim pengawal bayangan Jules, macam Ara juga" timpal Valentino. "Soalnya kamu masih dibawah umur juga."


"Maaf mas, mbak, mengganggu. Di depan ada mbak Shayna dan mas Bambang mencari mbak Juliet." Suara pelayan mansion Giandra membuat para generasi keenam itu menoleh.


"Kamu ngundang Shayna?" tanya Valentino.


"Iya. Sengaja setelah selesai semua acara biar santai. Aku ke depan dulu." Juliet berdiri dari duduknya dan menuju ruang tamu.


"Suami sahabatnya Juliet beneran namanya Bambang?" tanya Radyta.


"Padahal kalau di kita, buat acara ledekan" kekeh Gemini.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2