Romeo Untuk Juliet

Romeo Untuk Juliet
Ke Dubai


__ADS_3

SMA Elite Menteng Jakarta


Shayna menatap Juliet dengan tatapan tidak percaya. Kakak sepupunya akan menikah dengan seorang pangeran? Pangeran? Macam cerita Cinderella atau Snow White?


"Serius Julie?"


"Serius Na. Mbak Zee itu memang pacaran sama pangeran Belgia dan akan menikah di Dubai. Kebayang kan seperti apa suasananya?"


"Iya sih Julie. Mengingat mbak mu anaknya Emir Dubai yang juga pengusaha terkenal dan salah satu orang terkaya di UAE ... Aduh, Julie. Aku langsung minder."


Juliet terbahak. "B aja Na."


"B dari Monas!" cebik Shayna.


***


Kedua gadis remaja itu mulai membuat presentasi kepada guru biologi dan guru kimia demi tugas penambahan kredit. Shayna sendiri tampaknya sudah yakin untuk masuk ke fakultas kedokteran sedangkan Juliet masih belum jelas ingin kuliah apa.


Usai presentasi, keduanya pun makan di cafetaria dan melihat para siswa kelas tiga sudah selesai melaksanakan ujian nasional hari pertama. Romeo yang melihat gadisnya sedang asyik makan dengan sahabatnya, langsung menarik Valentino.


"Sudah presentasi nya?" tanya Romeo yang duduk di sebelah Juliet sedangkan Valentino memilih kursi di sudut.


"Sudah. Tinggal nanti lihat hasilnya" jawab Juliet. "Gimana ujiannya?"


"Gitu deh!" sahut Valentino cuek.


"Ih mas V kalau ditanya suka begitu. Gampang apa susah?"


"Gampang lah menurut aku" timpal Romeo.


"Syukurlah." Juliet menatap Romeo dan kakaknya bergantian namun Valentino tampak menatap arah lain.


"Val, mau batagor nggak? Aku mau pesan nih, tiba-tiba lapar. Lihat Jules dan Shayna makan kok kayaknya enak, jadi kepengen aku."


"Boleh. Minumnya aku air mineral saja" jawab Valentino cuek.


Romeo lalu berdiri menuju stan batagor di cafetaria dan memesankan dua porsi. Juliet yang melihat kakaknya seperti cuek dengan dirinya dan Romeo, ikut melihat obyek yang membuat Valentino bengong.


"Katya D'Angelo?" goda Juliet.


"Apaan sih?"


Shayna ikutan menoleh. "Oh yang anak keturunan Spanyol itu ya?"


"Cantik kan mas V?" Juliet mengerlingkan matanya ke kakaknya.


"Cantik itu relatif. Soalnya mas V sudah kenyang lihat cewek cantik di keluarga kita" ucap Valentino songong.


"Iya sih, semua sepupu kita cantik - cantik, adikmu sendiri juga cantik" kekeh Juliet ikutan songong.


Shayna hanya cekikikan melihat kedua kakak beradik itu. "Kalian berdua itu lucu deh. Aku senang melihat kalian."


"Biasa saja Na. Kami ya begini ini" senyum Juliet.


"Ini batagornya Val. Makan dulu, baru kita pulang. Na, kamu dijemput laki kamu nggak?" Romeo menoleh ke arah Shayna.

__ADS_1


"Kata mas Bambang sih mau jemput."


"Oke lah."


Keempatnya menikmati makanan yang dipesan dan Juliet bertanya-tanya, tumben kakaknya kepo sama cewek, padahal biasanya cuek. Juliet tersenyum tipis. Bisa meleleh juga ini anak kulkas satu.


***


Selama tiga hari ujian nasional berlangsung, hubungan Juliet dan Romeo masih damai sejahtera tanpa ada keributan yang berarti. Romeo bahkan membantu Juliet belajar menghadapi ujian semester terutama di bidang Biologi.


"Kenapa sih harus ada bahasa Latin? Kan itu bahasa sudah mati! Nggak ada lagi! Iiissshhh, siapa sih yang bikin penemuan ini? Bikin pusing kepala ih!" omel Juliet yang harus menghapal setiap kingdom yang dibagi hingga tingkatan ke spesies yang memiliki urutan adalah: Domain, Kingdom, Filum, Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies.


"Ya kamu jangan salahkan ilmuwan jaman sebelum Masehi. Kan nggak ada bahasa Inggris." Romeo tertawa mendengar omelan gadisnya.


"Makanya aku nggak mau masuk kedokteran! Malas hapalin istilah aneh-aneh!"


"Kamu jadinya kuliah dimana Jules? Singapura?" tanya Romeo.


"Sepertinya. Kenapa?"


"Nggak pengen kuliah di Jakarta saja?"


Juliet menatap Romeo. "Biar bisa ketemu kan?"


"Setidaknya masih bisa bertemu Jules, soalnya tahu sendiri kuliah di kedokteran padat jadwalnya. Kenapa nggak ambil arsitektur macam Arka atau desain di UI?"


"Aku nggak mau ah soalnya Arabella sudah koar-koar ingin masuk UI biar barengan sama mas Arka."


"Arabella kan baru mau lulus SMP kan?"


"Arka dan Arabella nggak ada hubungan darah?" tanya Romeo.


"Sepupu jauh. Opa buyut Ara saudara angkat Opa buyut Arka. Opa Gozali menikah dengan Opa Maira yang masih keponakan jauh Oma buyut Dara. Tapi orangtua Oma Maira itu sepupu jauh dari Oma Dara dan Opa Abimanyu sih...Ah pusing aku!" Juliet memegang pelipisnya.


"Sini aku buat pohon keluarga." Romeo membuat jalur susunan keluarga Arkananta dan Arabella.


"Kalau aku lihat sih masih ada hubungan darah, Jules tapi memang jauh banget apalagi Opa Gozali tidak ada hubungan darah. Kalau Arka menikah dengan Arabella, tidak apa-apa sih." Romeo menatap Juliet. "Lebih tidak apa-apa lagu kalau kita menikah Jules. Kan gadha hubungan tali kentut."


Juliet menatap judes ke Romeo. "Hubungan tali kentut apaan?"


"Eh?"


"Kamu dapat istilah itu dari mana?"


"Dapet dari..."


"Rombeennggg!"


"Kita belajar lagi yuk!" cengir Romeo.


"Rombeng nyebelin!"


***


Seminggu Juliet dan Shayna mengikuti ujian semester dan tidak terasa, acara pernikahan Zinnia dan Sean pun semakin dekat. Juliet sudah mengatakan pada Romeo kalau dirinya akan ke Dubai setelah ujian penerimaan mahasiswa baru yang akan dijalani oleh Valentino dan Romeo.

__ADS_1


"Mbak Zee menikah di Dubai? Nggak di Brussels?" tanya Romeo.


"Nggak. Maunya Oom Ayrton begitu soalnya kan mbak Zee anak paling besar dan Oom Ay maunya yang punya gawe pihak Dubai."


"Apa karena sebelumnya Belgia mengadakan pesta mewah saat pernikahan Stefanus dan Natalia jadi nggak mau adain buat bang Sean?" gumam Romeo.


"Aku nggak tahu. Yang jelas aku bakalan senang bisa ke Dubai bertemu dengan para sepupu disana. Ada Garvita, Kalila dan Raine."


"Aku nggak boleh ikut?" Romeo menatap Juliet dengan wajah memelas.


"Nggak Rombeng, Family only."


"Lho aku kan bagian dari keluarga Reeves."


"Darimana? Kan cuma sahabatnya mas V!"


"Kan kita pacaran jadi sudah bagian keluarga dong."


"Kan belum resmi, Rombeng... Jadi aku nggak bisa ajak kamu lah!"


Romeo cemberut.


***


Dubai UAE, Istana Al Jordan


Juliet tampak senang melihat kebahagiaan Zinnia dan Sean usai acara ijab qobul. Tampak keduanya saling mencintai satu sama lain apalagi Sean tampak tidak mau jauh-jauh dari istrinya.


Gadis itu juga melihat bagaimana Gabriel, pengawal sepupunya Garvita, tampak begitu telaten mengawal gadis itu.


Sejujurnya Juliet sedikit manyun karena tidak ada pasangan... tapi mbak Leia, mbak Dira dan mbak Bee juga pada belum ada pasangan.


"Kamu kenapa?"


Juliet menoleh dan tampak gadis cantik berambut coklat pirang bermata hijau berdiri di sebelahnya.


"Mbak Zee tampak bahagia sama bang Sean, mbak Raveena."


Raveena, putri Pandu Dewanata dan Reana O'Grady itu hanya tersenyum manis. "Aku ikut senang jika ada seseorang yang bisa menemukan pasangan yang mencintainya."


"Iya mbak."


"Ngomong-ngomong, itu siapa Jules?" Raveena menunjuk ke arah para sepupu prianya berkumpul.


Juliet menatap tidak percaya. Rombeng?


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2