Ru-meet

Ru-meet
Cinta Pertama


__ADS_3

Senja mengantarkan malam. Namun jinganya engan memudar. Menemani jiwa jiwa penuh kasih yang terbelengu rinndu. Sepi namun syahdu. Hingga Bintang bermunculan, menemani bulan Yang kesepian.


sepasang suami Istri sedang memadu kasih. Dibalik kelambu berwarna unggu. Menikmati setiap kebersamaan, Dan tak ingin melewakannya.


Layaknya sepasang suami Istri. Yang selalu berusaha untuk saling melengkapi agar terjalin harmonisasi sebuah hubungan yang penuh dengan perbedaan.


Siska dan Yudha masih asik bercengkrama Di atas ranjang mereka. Yudha memilih duduk bersandar. sementara Siska dibiarkannya bernarinh dengan kepala dipangkuannya. Dengan begitu dirinya bisa mengamati istrinya sambil sesekali membelai rambutnya.


Obrolan santai mengisi wantu sebelum tidur. seputar tingkah polah anak anak yang membawa warna bagi keluarga baru ini. Kemudian melompat pada cerita seputar kebiasaan unik karyawan mereka. Mengalir begitu saja. Hingga ahirnya Siska usil bertanya.


"Sayang, " katanya sambil memutar kepalanya kearah Yudha.


Yudha menaikan kedua alisnya. Siska mulai melirik mengoda. Melihatnya, jantung Yudha langsung berdegup kencang.


"Kalau cinta pertamamu siapa?" jelas bukan ini pertanyaan yang Yudha harapkan.


Mendengarnya, seraya membuat Yudha memejamkan matanya, menarik nafas panjang. kemudian ingin mengigit istrinya, kesal. Siska yang melihat ekspresi suaminya kemudian tertawa, merasa memang mengusili suaminya.


"Siska Arum Sasmita." Kata Yudha kemudian. menyebutkan Nama lengkap perempuan Yang Ada dipangkuannya.


Siska justru memanyunkan mulutnya. Merasa pertanyaannya tak mendapat jawaban Yang sebenarnya. Memang, bukan hal yang penting Yang harus dibicarakan. Apalagi untuk pasangan seperti Yudha dan Siska. Karena bagi Yudha yang terpenting saat ini adalah orang orang yang sda dirumah ini. Sementara masa lalunya telah ia kubur dalam dalam.


"Apa? Mau Minta dicium ya?" goda Yudha Saat melihat bibir istrinya. Disusul langkas gesit tangan siska menutup mulutnya. Kemudian duduk Di samping Yudha.


"Kalau ariyanti siapa?"


Siska menyebutkan sebuah Nama. Dimana nama itu ia temukan pada sebuah lukisan dirumah kakak Yudha. Saat dirinya dulu mencari keberadaan Yudha untuk dipertemukan dengan Lisa, sesuai permintaannya.


Dari Ariyanti


untuk Yudha,


Surabaya 15 oktober 1998


Begitu tulisan yang dia baca waktu itu. Dulu Siska sangat penasaran dengan nama itu. Namun lambat lain terlupakan, Dan tiba tiba saja Nama itu terlintas.


"Bukan siapa siapa."


"Okay," Kata siska kemudian tersenyum.


Siska bangkit dari temoat duduknya. Namun dengan cepat Yudha mengapai tangannya.

__ADS_1


"Disini Aja, jangan kemana mana." pintanya, takut kalau Siska tiba tiba marah karena pertanyaannya tidak terjawab.


"Aku haus sayang mau minum."


Yudha melepaskan genggamannya. membiasakan Siska mengambil air dimeja disamping ranjang. keduanya selalu membawa air putih kekamar. sebagai persiapan kalau kalau Haus ditengah Malam.


Siska membiarkan Yudha mengamati dirinya Yang sedang meminum air. Tegakkan demi tegukan.


"Aku cerita tapi Kamu jangan marah ya." Kata Yudha begitu Siska duduk kembali dismpingnya.


Siska mengangung, kemudian Yudha memulai ceritanya.


***


Yudha remaja adalah pemuda Yang banyak disukai oleh lawan jenisnya. Ketampanan dan kegagahannya telah terpancar sejak kecil. Dirinya selalu menjadi bahan pembicaraan para gadis saat mereka berkumpul.


Selain memiliki kesempurnaan fisik, Yudha juga terkenal sangat bersahaja, sopan, dan mudah bergaul. Tak heran jika banyak orang Tua Yang juga mengidamkannya menjadi menantu mereka.


Yudha adalah anak ketiga dari empat bersaudara. kedua kakaknya laki laki dan adiknya perempuan. Dari mereka beremoat Yudha adalah yang paling dibangakan oleh kedua orang tuanya. Sehingga banyak keistimewaan yang diperolehnya, beriringan dengan tangung jawab yang begitu besar dibebankan kepadanya.


Saat memasuki jenjang SMA, orang tuanya meminta Yudha untuk bersekolah Di Jakarta. disebuah sekolah terbaik yang diperkirakan akan memberikan dampak baik untuk kesuksesannya dimasa depan.


Pada Saat itu Yudha remaja telah menaruh rasa pada seorang gadis di tempat asalnya. Gadis yang juga menjadi primadona. Tidak lain gadis itu adalah Ariyanti, yang memang lebih tua darinya tiga tahun.


Telah ada kesepakatan diantara keduanya, dimana mereka tetap Akan saling menjalin hubungan, menjaga komunikasi dan berjanji untuk saling menunggu.


Ariyanti dengan sabar menunggu Yudha. Hingga ahirnya Yudha menyelesaikan SMA nya. Dan waktu pertemuanpun tiba.


Sesuai waktu dan tempat yang telah dijanjikan. merekaoun bertemu. Namun ternyata Yudha harus kembali lagi ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. mendengar hal itu, Ariyanti merasa tidak sangup lagi menunggu.


Pandangan masyarakatlah yang mempengaruhinya. Dimana saat itu, perempuan seusianya sudah selayaknya menikah, jika tidak Akan muncul pandangan dan pelabelan buruk.


Untuk menghindari hal tersebut, Ariyanti menawarkan untuk tetap mengadakan pernikahan, setelah itu dirinya akan ikut Yudha ke Jakarta. Namun Yudha merasa belum mampu jika harus berumah tangga Saat dirinya masih berkuliah.


Tanpa memutuskan apapun ahirnya Yudha Yang terbatas oleh waktu kembali ke Jakarta dan kuliah. Ariyanti Yang merasa ditingalkan tanpa keputusan merasa kecewa.


Sangat mudah bagi Ariyanti untuk menemukan laki laki mapan Yang mau menjadi suaminya. hingga ahirnya Ariyanti memutuskan untuk menikah dengan laki laki lain Yang dianggap lebih mampu daripada Yudha.


Pernikahan itu terjadi Saat Yudha berkuliah. Ariyanti menganggap hubungannya dengan Yudha sudah berahir saat Yudha kembali ke Jakarta tanpa keputusan. walaupun Dalam Hati kecilnya Masih sangat mengharapkan Yudha.


Dua minggu menjerang pernikahan Ariyanti mengirimkan sebuah lukisan beserta undangan pernikahan, dengan sebuah pesan.

__ADS_1


Untuk Yudha


Jika memang ingin bersama. Datanglah sebelum pernikahan.


Karena tidak mempertimbangkan waktu pengiriman maka lukisan tersebut tiba Di tangan Yudha sehari setelah pernikahan. Yudha yang sejatinya masih menaruh harap, menjadi murka dan putus asa.


Hari itu juga, Yudha kembali ke Surabaya. Bukan untuk membatalkan pernikahan Yang sudah terlanjur terjadi, namun mengembalikan lukisan Yang hanya dinilai sebagai kedok, dan akan sangat menyakitkan jika ia terus menyimpannya.


Namun setibanya di Surabaya, Ariyanti sudah diboyong ke tempat suaminya. Maka galah rencana Yudha untuk mengembalikan lukisan itu. kemudian Yudha berpesan kepada kakak pertamanya untuk mengembalikan lukisan tersebut kepada Ariyanti jika dia kembali suatu Saat nanti.


Dan sejak pernikahan itu, Ariyanti tak juga kembali. Sehingga lukisan itu masih tersimpan di lorong rumah kakak Yudha. Lorong yang Akan selalu dilewati saat kan ke kamar mandi tamu.


Setelah kejadian tersebut, Yudha berubah menjadi arogan. Bermalas malasan menyelesaikan kuliah. Yudha mulai minum minuman keras hingga mengencani banyak perempuan.


Hingga ahirnya, Yudha Lulus dengan banyak catatan dari kampusnya. Berharap Akan Ada perubahn pada diri Yudha maka orang tuanya memilih untuk menjodohkan Yudha pada seorang gadis yang juga anak lurah.


Yudha tidak memberikan penolakan. Siapapun perempuan yang akan dinikahinya semuanya Sama saja. tidak ada yang special dan juga tidak ada yang bisa mengembalikan Ariyanti kepadanya.


Awal pernikahan, Yudha terlihat berubah. hal tersebut membuat senang orang tuanya. Yudha mendapatkan banyak fasilitas dari mertuanya, termasuk mendirikan sebuah toko kelontong. Toko tersebut berkembang dengan baik.


Hingga ahirnya Ayah Yudha meninggal dan mertuanya terseret kasus korupsi. Yang membuatnya harus menyerahkan semua aset miliknya termasuk usaha toko kelontong.


Yudha Yang merasa kehilangan setelah kepergian ayahnya menjadi arogan kembali. Apalagi dia sekarang kehilangan Mata pencahariannya.


Berbekal ijazah dengan nilai Pas pasan, ahirnya Yudha melamar disebuah perusahaan Dan ditempatkan sebagai staff analis muda.


Dua tahun berlalu. tidak ada peningkatan pada karir Yudha. Sementara istrinya terus menuntut. keributan Yang selalu terjadi sejak awal pernikahan menjadi lebih sering terjadi. Yudha mencari dunia lain dan menghindari tanpa penyelesaian.


Hingga ahirnya Yudha yang terancam dipecat, mendapatkan kesempatan terahir menjalankan sebuah proyek yang juga mempertemukan dengan Siska.


***


Siska mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Yudha. Hingga ahirnya Yudha mengahiri ceritanya.


Siska memeluk suaminya. Tak disangka nama itu menyimpan banyak Luka. Ada sedikit penyesalah telah menanyakan hal itu, namun disisi lain Rasa penasarannya terobati.


"Maaf ya." Kata siska sambil mempererat pelukannya.


"Sekarang yang ada hanya Siska Arum Sasmita. cinta pertama dan satu satunya Yudha Prawira"


Kata Yudha kemudian.

__ADS_1


Ada sebuah pesan, jangan memaksakan apa yang tidak seharusnya kau ketahui, ataupun kau miliki. Karena tidak ada yng diberikan secara cuma cuma. harus Ada perjuangan agar kau tahu arti memiliki dan mampu untuk menjaganya. Maka bersabarlah karena saat itu akan tiba. Saat dimana kau telah mampu untuk mengetahui dan memiliki.


__ADS_2