
"Sayang..."
Tok tok tok.
"Kamu didalam sayang?"
"Sis... siska."
krekkkk, pintu kamar terbuka. Yudha masuk dan melihat sekeliling, Namun Yudha tak mendapati istrinya didalam ruangan itu.
Pagi ini, Yudha kehilangan istrinya. Saat ia terbangun dan membuka matanya tak ada sosok Siska disampingnya. Tidak biasanya siska meninggalkan tempat tidur sebelum membangunkan Dirinya. Atau justru Yudha yang terlalu lelap sehingga tak merasakan pergerakan Siska.
"Kemana Siska sepagi ini?" guman Yudha. melihat keluar jendela dimana suasana masih gelap. melihat mobilnya masih terparkir.
"Mungkin ke kamar anak anak." pikirnya kemudian. Yudha segera mencari Keberadaan Siska di kamar anak anak. Namun saat yudha membuka Pintu hanya ada dua gadis kecilnya tertidur lelap. Tak ingin mengangu tidur mereka Yudha segera menutup kembali pintu kamar itu.
Kalau tidak di kamar anak anak berarti kemana dia. Yudha berjalan ke arah tangga hendak mencari siska ke dapur. Namun tidak mungkin Siska didapur tanpa menghidupkan lampu dipagi yang masih gelap ini.
Yudhapun mengurungkan niatnya. Kemudian mengetuk perlahan kamar Dimas. Nampaknya dimas sudah terbangun dari tadi, dengan cepat ia membuka pintu, keluar dari kamar meninggalkan anak dan istrinya yang masih tertidur.
"Ada apa mas? bingung gitu?" kata dimas melihat wajah yudha yang sudah panik.
"Siska menghilang." kata yudha tegas.
"Sudah di cari ke kamar anak anak?"
"Sudah, tapi gak ada juga."
Dimas masih mencoba berfikir tenang. Tidak mungkin kakaknya menghilang begitu saja tanpa alasan. Dimas mengajukan beberapa oertanyaan kepada yudha yang sudah sangat panik.
"Tenang dulu mas, gak kemana mana mbak siska itu." Dimas terlebih dulu menenangkan kakak iparnya. kemudian mengajak duduk di sova didekat mereka.
"Kenapa aku membahas itu semalam." umpat yudha pada dirinya sendiri. tangannya terus mengepal dan sesekali menghantam pelan keningnya.
__ADS_1
"memangnya bahas apa semalam sama mbak siska mas?" Dimas mencoba menelaah dan tetap tenang. Sejak mengenal yudha, Siska memang sering menghilang untuk menenangkan diri. setelah tenang Siska akan kembali dengan sendirinya.
"Aku tanya apakah dia bahagia sekarang?"
"Lalu jawaban kak Siska?"
"Siska bilang bahagia dengan adanya aku dan anak anak."
"Kemudian?" tanya Dimas, yakin ada hal lain yang dibahas setelah itu, yang mingkin menjadikan alasan bagi siska untuk menenangkan diri.
Tapi kalau iya kemana dia pergi. Dulu Dimas akan dengan mudah menemukan kakaknya saat ia menenangkan diri. Dimas paham betul tempat tempat yang membuat Siska nyaman dan akan ia datangi. Beda ceritanya dengan kejadian kali ini, kota ini masih asing bagi Dimas sehingga masih sulit menebak kemana perginya Siska.
"Jadi kemarin setelah nonton, anak anak bilang pingin adik, Siska menangapinya dengan serius dengan nada tinggi. mengagetkan anak anak. aku gak mau itu terulang lagi, Jadi aku bahas santai tadi malam." terang Yudha. Dimas kini memperhatikan penuh kakak iparnya.
"Setelah aku tahu alasannya, aku meminta maaf dan tidak membahasnya lagi. Siskapun berterimakasih. kemudian kami istirahat." tambah yudha lagi.
"Mas sudah coba telepon?"
"smartphone nya ada di meja kamar." kata Yudha datar.
Yudha mengngguk, analisis Dimas membuatnya sedikit tenang. Jangan jangan siska tidur di ruang keluarga karena ingin menonton tv. tebakan Yudha kali ini bisa saja terjadi. Namun seharusnya Siska sudah terbangun karena mendengar suara Dimas dan Yudha.
***
Matahari ahirnya muncul. Mengantarkan kerinduan dan harapan akan hari baru dam cerita baru. Siska membuka matanya. hatinya kembali tenang saat menatap anak anaknya masih tertidur di tempatnya.
Tidak ingin membangunkan mereka sepagi ini. Siska berniat untuk segera keluar dari kamar. Rencananya pagi ini adalah berangkat reuni. maka akan ada banyak hal yang harus ia siapkan.
Siska merapikan kembali Album foto yang menemani tidurnya. tak lupa melioat selimut dan menyampirkannya kepungung kursi. Sebelum keluar kamar siska mematikan lampu kamar.
Meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku di bagian ounggung dan leher karena tak terbiasa tidur dengan posisi duduk. setelah otot otot tubuhnya rileks, Siska berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.
kemudian dengan wajah yang belum sepenuhnya kering, siska membuka pintu kamar dan mendapati Dimas sedang memperhatikan kakak iparnya yang mondar mandir seperti setrika.
__ADS_1
Dari hari gelap hingga matahari menampakam diri. Yudha terus mondar mandir menerka nerka keberadaan Siska.
"Kamu kenapa mas?" Suara Siska menghentikan langkan Yudha.
Yudha menatap arah suara itu bersamaan dengan Dimas bangkit dari tempat duduknya kemudian melihat kakaknya keluar dari pintu kamar Lisa dan Lili.
"hemmmm," kata Dimas mengoda kakak iparnya. "Ada yang kehilangan istrinya pagi pagi mbak." ucapnya kemudian.
"Kamu dari mana aja si? kenapa ninggalin aku sendirian dikamar, kamu marah sama aku? Yudha membrondong pertanyaan pada siska. seraya mendekati istrinya yang belum beranjak dari pintu.
"Aku gak kemana man, dari semalam aku tidur dikamar anak anak." Siska menjelaskan ibujarinya menunjuk ke arah belakang dirinya.
"Tapi tadi aku uda ke kamar gak lihat kamu, di kamar mandipun gak ada suara." Kata yudha menyakinkan jika dirinya telah memeriksa.
"Masuk kekamar?" tanya siska memastikan. dan Yudhapun mengeleng sambil mengulung bibirnya.
"Lain kali diikat mas biar gak kabur." Kata dimas yang dari tadi berdiri memperhatikan pasangan yang saat ini saling berpelukn. Lalu berlalu mencari sesuatu didapur yang bisa dimakan.
"eh mau kemana dim, jelasin dulu kenapa ini." kata siska yang kaget karena yudha tiba tiba memeluknya.
"kedapur, cari yang bisa dipeluk." teriak dimas dari tangga.
***
Pembahasan peristiwa tadi bagi berlanjut kemeja makan. Menjadi perbincangan penuh tawa. Dengan fasih Dimas memperagakan tingkah Yudha pagi tadi. Yang terus mengundang tawa termasuk yudha. Benar benar pagi penuh tawa
Pagi ini mereka memilih roti bakar dengan selai dan segelas susu. Siska juga menyiapkan telur rebus kegemaran anak anak itu. proteinnya yang tinggi akan membantu mereka menahan rasa lapar karena proses penyerapan protein yang lama didalam tubuh. Masing masing dari mereka memakan dua butir telur.
Jam sembilan mereka harus sudah bersiap untuk perjalanan menuju kali urang. Agar tidak terlambat tiba di tempat reuni. Panitia reuni memilih resort di daeah kali urang dengan pemandangan asri khas pegunungan. Dimana disaat liburan seperti ini jalanan selalu macet.
Setelah sarapan, Siska mempersiapkan Lisa dan Lili, termasuk pakaian yang akan mereka bawa. karena hanya menginap semalam maka tidak terlalu terbu buru untuk menyiapkannya. Begitupun dengan Nita membersiapkan diri dan barang barang yang akan mereka bawa.
Dihalaman, Yudha dan Dimas masih sibuk memindahkan kaos yang akan diberikan kepada peserta reuni. Seratus lima puluh kaos berbagai ukuran, dari anak anak sampai dewasa. kaos berwarna menyala yang dipersiapkan Siska dan Dimas khusus untuk kegiatan senam pagi.
__ADS_1
Setelah lama tidak pertemuan pasti banyak hal yang berbeda. ini adalah salah satu cara untuk mengakrabkan. Akankah rencana mereka berhasil?